Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
Bujang Nekad


__ADS_3

"Rimaaa diamlah jangan ketawa terus senang benar kau mengajari ponakanmu hal konyol gitu" kali ini aku benar-benar marah. aku ga suka jika saddam bilang Papah dan aku pun ga tau Papahnya itu siapa


"take izzi teteh...saddam memanggil kak Pram papah teh, makanya peka kek dikit teh"


"Hari ini kita jalan-jalannya berdua saja ya saddam, Papah belum bangun" susah sekali berbohong pada anak kecil.


"kita bangunin mamah… saddam tau kok di mana rumah papah"dasar anak-anak kalo keinginannya belum di turutin pasti saja terus merengek.


"nanti mamah telfon Papah ya...biar papah nyusul kita ok...dont cray again" bujukku pada saddam..sebenernya sudah berpa jauh sih hubungan saddam dan Pram? aku sampai tak tahu perkembangannya sepertinya anakku tak bis lepas darinya.


"see… saddam ....ikannya banyak" saddam sudah sangat senang dia berlarian kesana kemari, aku berharap saddam lupa dengan Pram.


"assalamuaaikum cantik… heeiiii anak papah" sial baru saja aku pikirkan sudah nongol saja di sampingku,Rima pasti mengabari Pram jika aku dan saddam akan ke sini.


"waalaikum salam, dont call me cantik ok"


"huuust…jangan judes gitu, nanti aku tambah cinta" sempat-sempatnya dia membalas ucapanku.


aku duduk di atas rerumputan saddam dan Pram asik bermain bola jika tidak ada yang tahu pasti mengira kami adalah keluarga, padahaal…


usia Pram di bawah aku 3 tahun. kini aku 27tahun Pram 25 tahun. jika bukan karna saddam aku akan menjudeskannya sampai dia angkat kaki dari

__ADS_1


**


Rumah Oma


"Assalamualaikum" aku, saddam dan tentu saja Pram ikut ke rumah Ibu, sebenarnya aku enggan mengajak Pram, jika saddam tidak merengek aku ga akan mengajaknya


Saddam asik bermain bersama alif di kamar alif. Ibu tinggal berdua dengan Alif kini usaha Ibu buka jasa loundry…Wanita angkuh itu kini sudah sangat tua, teman seumuran Ibuku pasti sudah punya cucu 2 atau 4 lah.


"Kalian segera lah menikah, mau tunggu apa lagi. beri Ibu cucu biar ga di omongin orang" kebiasaan Ibu jika bicara padaku tak pernah melihat wajahku seolah aku tidak ada di sana...padahal aku ada nyata aku bersender di tiang jendela . apA kata Ibu aku dan Pram menikah? aku tak banyak tahu tentang Pram. aku ga mau terulang lagi seperti aku dan Pras...Oh Pras kini kau bersama Miss Dora....i hope you married with him.


"sayang.....aku serius mau menikahimu....aku ga perduli apapun tentangmu, aku mencintaimu" Indah…indah sekali kata-kata itu hampir saja aku terbuai...Pram melingkarkan lengannya di pinggangku kepalanya bersender di bahuku. hidungnya mulai mendengus...aku tahu ini isyarat. Pras duluuuuuuu suka sekali melakukan ini dan aku menikmatinya dan…… aku kecewa.


"Kita tidak pernah saling banyak mengenal…kau boleh memanggil saddam anakmu, kesayanganmu atau apalah. tapi jangan beraninya kau memintaku" aku sudah mulai naik darah.


Pram membalikkan tubuhku, posisi kami sangat dekat, ku dorong dadanya, ga pantas bukan muhrim…


"oke…oke…fine, kali ini kamu menang, tapi aku ga akan mengalah, aku memang lebih muda darimu tapi aku mencintaimu, aku tahu ini bukan hal yang mudah bagimu axa, kamu wanita mandiri aku suka itu,, beriman,,,dan aku tahu saddam anak temanmu…axa beri kesempatan padaku. pada hatimu juga." ada emosi di kata-katanya ku tatap wajah Pram ada ketulusan di sana.


Hari sudah sangat malam ketika kami akan pulang dari rumah Ibu. ku keluarkan beberpa uang limapuluh ribuan untuk alif, aku memang menjamin alif setiap bulannya.


"Axa...ingat kataku tadi. menikahlah..Pram baik untukmu dan anakmu.

__ADS_1


"saddam gendong papah ya...."Pram mengambil saddam dari gendonganku, Pram pun membukakan pintu mobil untukku, sebenarnya aku berniat naik kereta saja jarak bintaro-serpong hanya 15 menit, Mau di kata apa jika Ibu dan saddam yang meminta aku tidak dapat menolaknya.


"lapar?....kita mampir dulu ya....aku lapar banget"ini bukan suatu permintaan ini suatu paksaan halus, percuma aku bilang tidak juga. Pram sudah memarkirkan mobil avanzanya di restoran cepat saji...saddam tentu saja dia senang...saddam tidak pernah keluar lama-lama bersamaku.


Pram telaten menyuapi saddam, padahal saddam sudah bisa makan sendiri. aku masih sibuk dengan HP ku banyak jadwal yang harus aku update lagi....selain mengajar di PAUD, Aku juga mengajar les private dan les gratis untuk anak-anak yatim dan tidak mampu.seminggu 3X Aku mengajar anak-anak jalanan. Mengunjungi Panti Asuhan mengajarkan mereka berkreasi agar kelak jika mereka keluar Panti mereka bisa mandiri sesuai bakat mereka masing-masing, pernah suatu ketika om memintaku untuk kuliah lagi agar aku bisa meneruskan usaha keluarga. Anak om yang pertama tinggal di Pondok Pesantren dia di pinang Oleh anak kiai pemilik Pondok. Anak om yang kedua menetap di Turki..jika saja tak ada Arga om akan benar-benar kesepian.


"lemon teanya di minum dululah…serius amat sih"


"mamah…look at me....habiiis" Saddam membuatku mengalihkan perhatian. ku tatap kedua pria di hadapanku…sekilas mereka mirip…apaaaaaakaaah????


bodoh…bodoh…mana mungkin Tina kenal Pramudia Utomo. ah sudahlah percuma aku bertanya sendirian toh Tina juga ga akan menjawabku,jika dia menjawabku pasti aku sudah tegang ketakutan.


Pram melajukan avanzanya dengan kecepatan sedang, saddam terlelap di bangku belakang sesekali aku melihat ke belakang. Pram pun sama, sepertinya Pram dan saddam memiliki ikatan tersendiri.


"Axa…aku masih menunggumu, tapi jika kau tak menjawabnya maka jangan marah jika aku datang bersama keluargaku" whaaaat....ini gila, ini pemaksaan aku harus tau tentang dia dulu...aku ga mau kecewa lagi.


"Beri aku waktu Pram" pintaku padanya, aku harus menghubungi Rafi. Pram teman Raffi dia pasti tau banyak tentang pria nekat ini, jika aku sudah tahu dan aku menolaknya bagaimana dengan saddam? Ya Allah jangan tempati aku di posisi sulit ini. aku sudah nyaman dengan keadaanku saat ini. Ya Robb jangan beri TTS itu lagi padaku, aku mohon.


"Oke…fine…2 minggu"


"kamu tuh kenapa sih Pram? apa kamu lagi taruhan sama temanmu? pikirkan lagi Pram jangan sampai kau menyesal" tangan kiri Pram merayap di jok tempatku duduk, berani sekali dia, aku belum bilang iya saja dia sudah kurang ajar apalagi kalau aku mengiyakan habis aku di makan dia. membayangkannya membuatku bergidik dasar bujang gila mengejar janda sampai segitunya

__ADS_1


__ADS_2