
Hari pertamaku bekerja aku memilih menjadi SPG Butik dari pada harus bekerja di kantor Pras...ga deeeh bakal jadi pepes bakar aku kerja di kantornya, tiap detik akan terdengar cacian dan makian dari mulutnya. di rumah ke temu di kantor ketemu salah dikit berantem hoooohoohooo ga deh ya…mending aku cari kerja sendiri, karna aku cukup tahu diri lulusan SMK bisa kerja apa di kantor? Aku di perbolehkannya bekerja saja sebuah proses perdebatan panjang dan akhirnya akulah wanita yang menjijikan dan pembayar hutang yang memenangkan perdebatan dengan syarat jam kerja tidak boleh melebihi jam kerja Pras. Membenciku tapi Mengaturku apa sih maunya dia?
"Sayang aku mau gaun yang baru untuk ke pesta Ultah Anggi" suara manja terdengar dari tempat ruang ganti, hadeeeh kelakuan orang kaya timbang pergi pesta ultah aja kudu beli baju baru eeeits kalo ga ada orang macam itu butik ini bakal kurang pembeli juga.
"stttt...axa kamu aja ya yang ladenin, aku mau beli makan" pinta mbak vera padaku
__ADS_1
"tapi....mba…aku mana bisa mba…pilihan aku pasti ga akan sesuai dengan pilihannya" aku bener-bener berusah mengelak melayani pasangan bucin macam mereka, yang sudah sudah cape coba ini itu yang di beli hanya 1 dan harganya pun jauh dari ekspetasi.
dengan segan aku melangkah ke ruang ganti membawa beberapa baju pilihan untuk calon pembeliku…dari kejauhan dadaku mulai bergemuruh kulihat sang Pria duduk manis sepertiny aku kenal denga. potongan rambutnya…tunggu …tunggu jangan-jangan…
"Silahkan nona di pilih…ini produk terbaru kami" aku menawari gadis cantik bahkan sangat cantik beberapa pakaian keluaran terbaru kami, Pria itu bener saja sang diktator entah dia berusaha cuek atau ingin menunjukkan padaku tipe wanita pilihannya yang tidak menjijikkan, ya aku akui jauh sekali perbandinganku dan kekasihnya itu 1 banding 98, apakah wanita itu yang aku lihat bersama Pras di atas ranjang di pagi buta beberapa hari yang lalu? bisa jadi ya,
__ADS_1
"Dunia itu ga selebar pikiranmu axa…kemanapun kau pergi aku pasti tahu…see berapa derajat perbedaanmu dan dia? "ga aku sangka Pras akan berkata seperti itu. aku memang lebih pantas menjadi pembantunya dari pada istrinya…stop axa dont cray again …laki-laki di depanmu ini ga pantas dapat air mataku lagi,tunggu saja Pras aku yang aka. meninggalkanmu Kau yang akan memohon padaku Pras tunggu saja. Aku akan dan pasti menang Pras.
**
"Hei manis…cantik" suara sis dora, atasanku, sis Dora memang hambel sangat Hambel sama semua karyawannya, dia bos terramah yang pernah aku punya, kebersamaan.
__ADS_1
"Hei … ada apa?"tanyanya lagi
"sis… apa aku jelek dan menjijikan ya? sampai-sampai aku ga pantas untuk siapapun di dunia ini, dan ga pantas untuk di perjuangkan?" suaraku mulai serak, aku ingat subuh ini aku kembali mendapati Pras bersama wanita bergumul di atas ranjang,semakin membuatku muak padanya, mungkin dia tau aku melihat semua itu makanya dia membiarkan pintu kamarnya terbuka. laki-laki bejat, idiot, mengumbar nafsu di mana saja sesuka hati dan perut mereka saja.