
Bandung…lagi. suasana yang masih sama, semoga keadaan yang sudah berubah…suasana hati tante yang sudah berubah.
"Ada apa axa…kau bagai di telan bumi tanpa kabar berita tiba-tiba muncul" celoteh omku sambil menyeruput kopi kaungnya, kami sekeluarga memang pecinta kopi.
"Aku menyerah om…aku mengalah"
"Sudah dari awal om katakan, kamu berhak menolak, tapi apa kamu nekad demi nama baik Ibumu…jadi sekarang bagaimana? axa kamu berhak bahagia"
"sementara aku akan di sini aku sudah mengabari adik-adikku agar tak memberitahu siapapun"
"Kamu yakin?? Pras itu bukan orang biasa seperti kita axa… dia akan mencarimu, demi harga dirinya,"
"ga akan om…dia selama ini menyembunyikan status kami, everything can be ok "
"Ya sudahlah terserah kamu saja, lebih baik memang kamu disini membantu om di perkebunan" hempasan nafas om begitu berat. seperti banyak beban di dadanya. sejak tiba aku belum melihat keberadaan tanteku yang super bawel itu untuk menanyakannya saja aku tak berani.
Aku masih menempati kamar Ibu…tak ada yang berubah kamar sederhana, hangat, aroma tubuh ibu masih dapat ku cium…astagfirullah Ibu sudah abadi di sana. lama-lama aku terlelap dalam damai.
**
Sudah hampir satu bulan aku di Bandung, aku mencoba menyembuhkan hatiku…menyusun serpihan hatiku kemarin aku sempat menghubungi Miss Dora belum sempat aku bicara dia sudah nyerocos duluan.
"Axa…jangan kembali dulu axa…suamimu ngamuk di butik axa…sebenarnya apa yang terjadi? axaaaaaa"
"Iya Miss....aku masih di sini …"aku sudah dapat menebak pasti dia ngamuk di Butik, apa dia belum puas menginjak- injak harga diriku? Pras pasti ga akan mengurus surat cerai kami, aku yang akan mengurusnya tapi nanti setelah Pras reda dari amarahnya, lagi pula aku masih muak melihat wajahnya.
__ADS_1
"Miss jangan beritahu dia kalo aku menghubunhimu" pintaku setengah mengemis
"G bakal gue kasih tau dia, biar dia kelebekan nyariin kamu…axa bukankah kemaren-kemarin sudah mulai membaik?" benar Miss tapi hancur lagi runtuh lagi bahkan kini lebih parah.
"hmmm aku ga bisa cerita miss" hanya itu yang keluar dari mulutku
"ok fine if you ga mau cerita… axa gue masih mau lo kerja sama gue so kapanpun lo datang gw terima"
"tanks miss, in sha Allah aku akan balik miss"
**
Alhamdulillah … Akhirnya finish …selesai, sah aku menjadi janda Prasetyo, ku pandangi akte perceraian itu berulangkali…Pras memang tidak datang ke persidangan rupanya tadi dia mengutus Anton kaki tangannya.
"heeeem....apa ini pak? bapak jangan panggil saya Ibu lagi…saya sudah bukan siapa-siapa Tuanmu itu," ku sejajarkan langkahku dengan Anton, aku memanggilnya Pak karna usianya memang Jauh dari usiaku.
"Apa bapak masih ada waktu? kita bicara sebentar" pintaku sebenarnya aku ingin tahu seberapa kuat Pras mencariku
"Baiklah bu…apa ini tentang Tuan?" sepertinya Anton sudah mengetahui isi kepalaku.
"oh ya mau minum apa pak? kopi atauuu………
"kopi saja bu"
"Ok sebentar ya saya pesankan sekalian saya mau ke toilet" pamitku,padahal aku ingin melihat wajah Pras …aku yakin pak Anton tidak sendiri di Bandung, this is it…benar sajaa kan Pras ada di sebrang jalan mengawasiku, apa dia fikir aku akan bersama Dito… ga mungkinlah sekarang Dito sudah bahagia sudah jadi ayah dia. aku ga akan menemuinya ataupun menghubunginya.
__ADS_1
**
manisku…
aku rindu bahkan sangat merindukanmu, rindu dengan pertengkaran kita,maafkan aku selama ini selalu menghinamu, aku hanya bisa menghinamu dan menjayuhkan harga dirimu…sebenarnya aku tahu malam-malam sebelumnya kau melihatku dengan pia. aku ingin membuatmu cemburu, dan mengemis kepadaku…ternyata kamu begitu sabar dengan sikap bodohku.
kekasih hatiku…tahukah kau betapa aku tersiksa tanpamu? setiap hari aku membabi buta mencarimu.
seandainya saja waktu bisa terulang aku ingin Kau menjadi Ibu anak-anakku.
Axa sayang, aku mengikhlaskan dirimu, aku melepasmu kau berhak bahagia…jika kau mau kembali padaku aku akan menerimamu sepenuh hatiku...kita mulai dari nol lagi"
apa benar Pras segitu dahsyatnya mencintaiku…sejak kapan? mungkin ini hanya triknya saja agar aku membatalkan gugatanku…aku sudah tiadak akan mundur lagi Pras…kau sudah dengan wanitamu, berbahagialah, aku ga akan menjadi tawon di antara kalian lagi. Kau bilang menginginkanku menjadi ibu anak-anakmu? kau naif Pras. apa kau lupa meninghalkanku di ranjangmu demi wanitamu itu?. lama-lama aku bisa sakit jiwa Pras memikirkan kelakuan dan fikiranmu sungguh tidak singkron Pras.
"Pak Anton tolong katakan pada Tuanmu aku tidak mau bertele tele. Aku sudah tak ingin bersamanya" itu ketegasan yang ku utarakan padanya.
"Neng…Tuan begitu tersiksa tanpa neng…urusan kantorpun jadi tak terkendali neng"
"wanita itu… kemana dia?"
"Ssssss…sebenernya Tuan telah menikah dengan wanita itu neng, tapi tetap Tuan tak bahagia"
standing aplause untukmu Pras kau menikah tanpa menungu surat kau sudah mengikat janji dengan wanita lain…
Selamat Tinngal Pras kututup buku bersamamu, lembaran baru menungguku entah aa yang akan aku torehkan di buku yang baru nanti
__ADS_1