
" Om Tante aku akan kembali ke Jakarta" ucapku pagi ini, udara Bandung tidak pernah berubah dingin termat dingin, aroma tanah menusuk hidung betetku. Aku sangat menyukai aroma ini, suasana ini kambing di pekarangan belakang mengembik ngembik. Sapi mengemoh,burung-burung gereja berkicau indah sangat indah bagai simfoni pagi, ku lepas pandanganku ke luar di sana pohon-pohon cemara berayun ayun damaaai, aku ingin mati disini bathinku…andai saja tak ingat adik-adik sudah pasti aku ga akan berangkat lagi ke Jakarta, disini aku sangat damai, tak perduli akan menjanda seumur hidupku, aku benar-benar menikmati semuanya, pergi ke kebun teh membantu pekerjaan om… karna anak-anak om di pesantrenkan…langkah yang bagus untuk memperbaiki keturunan dan akhlak.
Tanteku juga sudah banyak berubah…sekarang beliau lebih kalem ga ngegas terus, bicaranya lebih lembut, sikapnya padaku sudah berbeda 180 derajat, keluarga sakinahlah…terkadang tante menggodaku dengan sebutan "Janda tapi perawan" untung tante yang ledekin coba kalo orang lain sudah aku amuk dia.
"kenapa harus kembali ke sana axa?" om bertanya padaku seperti biasa black cooffe free sugar sudah di tangannya. sepiring pisang goreng buatan bibi sebagai temannya.
"Masih ada misi yang belum selesai om…menyelamatkan adik-adikku dari cengkraman Ibu…aku ga mau adik-adikku mengalami hal yang sama. walau mereka bukan adik kandung mereka tetap adik-adikku"
"hmmmm…om bangga padamu axa" aku tahu om akan membantuku…hati om sangat lembut seperti Abah…Abah bukan ayah kandungku tapi Abah selalu mendukungku dan menyayangiku, jika tidak mana mungkin Abah setiap weekend mau menemuiku padahal aku bukanlah anak kandungnya, Abah begitu tulus.
"teteh…terimakasih teteh selalu ada buat kami" Arga datang dari arah depan rumah sepertinya dia habis joging, Ya Arga Wiguna adik laki-lakiku satu Ibu. Aku menarik Arga ke Bandung bukan tanpa alasan aku ingin Arga menjadi Pria bertanggung jawab, Aku juga ga mau Arga menjadi pria egois seperti Ibu. sifat Arga seperti Abah, penyayang lembut tapi jika mendapat tekanan terus menerus akan menjadi serigala. Aku ga mau Arga terlibat pergaulan bebas dan Narkoba, makanya aku tarik arga ke Bandung, Arga cukup rajin membantu Om yang sudah mulai menua, lagi pula di perkebunan itu ada hakku, anggap saja Arga bekerja untukku.
**
Kembali ke kota yang panas, debu polusi sudah jadi sahabat warga DKI, 3 bulan setelah ketuk palu aku kembali menapaki kaki di Jakarta, aku tidak banyak membawa bekal. Orang pertama yang ingin aku temui Miss Dora…ya Miss Dora bos terbaikku.
__ADS_1
kawasan Blok M tak berubah lalu lalang kendaraan wajar saja sih Blok M tempat nongkrong semua kalangan, juga terminal Bis dalam Kota. Butik Miss Dora berada di ujung jejeran Ruko-ruko. sepertinya keadaan masih sepi , ragu-ragu aku masuk ke dalam butik. apakah aku masih bisa bekerja di sini? tapi keadaan sangat sepi.
"Hei....hei...hei coba itu siapa yang datang" Tina menghampiriku … seperti sudah tahunan saja tidak bertemu di peluknya aku. tubuhnya semakin gemuk saja atauuuu si somplak ini sedang hamil ya !!!!
"si bos ada?" tanyaku, tina melepaskan pelukannya dia enggan menjawab hanya anggukan kepalanya menandakan Miss Dora ada di ruangnnya, yaa...butik memang sepi banget..sepertinya pengunjungpun enggan datang ada apakah ini? biarlah tidak dapat kerja di sini lagi, setidaknya aku mau minta maaf akan kesalahan Pras waktu itu, aku yang membuat Pras menjadi Arogan. tangan Tina berusaha menahanku…seperti ada rahasia yang ingin di sampaikan. aku kedipkan mataku berulang ulang aku yakinkan padanya aku akan baik-baik saja. helaan nafas Tina menandakan dia menyerah akan kekerasan sikapku.
Ruangan Miss Dora ada di lantai 2, private room, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa datang. aku … aku mah sudah biasa turun naik ke ruangannya.
suara itu…nafas berburu itu…mungkinkah Miss Dora melakukannya? ga mungkin…aku lumayan kenal miss dora…wanita luwes namun agak tertutup pada pria, awalnya aku kira miss dora punya kelainan sex...ternyata dia tipe pemilih...katanya ga mau sembarangan pilih laki. Alhamdulillah deh jika Miss dora sudah menikah...
"Gimana? dah ketemu?lo ga papa kan axa? axaaa…iiiih lo kenapa sih bengang bengong gitu? kan udah gw tahan lo ga mau sih … nyesel kan lo ketemu mereka." Tina teruuus saja nyerocos tanpa ampun, tapi apa yaaa maksudnya? aku kok ga paham? kenapa aku harus menyesal? ah tau ah aku lagi malas mikir.
"Tin kamu hami ya…?" spontan saja aku bertanya padanya.
"Iya, axa" suara Tina sendu… kenapa ya? seharusnya dia bahagia punya keturunan, aku bukan tipe orang kepo yang pengen serba tahu urusan orang lain, aku biarkan Tina bercerita sendiri padaku dari pada aku harus bertanya padanya.
__ADS_1
"Axaaaa…kita keluar nyok sudah waktu jam makan siang nih, oh ya lo kan ga doyan makan, setidaknya lo temenin gw dan baby makan ya…ayolah axa…ntar gw ceritain semuanya"
Rumah makan sederhana favorit Tina jadi pilihan kami, Tina makan begitu lahapnya seperti tidak pernah makan saja, aku hanya memesan jus jambu merah.
"Tin…sudah berapa bulan kandunganmu?" penasaran aku bertanya soalnya aku pergi meninggalkan Jakarta baru 3 bulan, dan 3 bulan sebelumnya Tina … teka teki silang yang ga harus aku isi.
"sebentar lagi akan lahir xa" air mata disudut matanya mulai runtuh, di hentikannya makan padahal tadi makannya begitu nafsu sekali…salah aku…ga seharusnya aku bertanya padanya…kasihan sekali baby ibunya jadi moody gara-gara aku.
"maaf....aku ga maksud" suaraku memecahkan kebisuan di antara kami.
"no problem axa… iam oke"
"good…so apa yang mau kamu ceritain padaku"
"G ada…Axa kamu mau ga nampung aku?" pertanyaan gila aku saja belum punya tempat tinggal dia minta tinggal bersamaku. apakah Tina korban pemerkosaan? Allahhuakbar…ga bukan…bukan semoga saja apa yang aku pikirkan ini salah.
__ADS_1
Kami berpisah Tina kembali melanjutkan pekerjaannya dan aku? huuuf…sebenarnya aku ga tau mau kemana, yang pasti aku harus mencari tempat tinggal untukku ya sementara untukku sampai aku mendapat pekerjaan akan aku boyong adikku. aku ga mau adikku menjadi korban kebodohan Ibu selanjutnya.