
"hmmmm… baunya enak, aku jadi lapar" tiba-tiba suara bariton Pras berbisik di telingaku, lengannya telah melingkar di pinggangku...rambutku yang bergelimbang dan panjang ku gelung ke atas sampai terlihat leherku yang jenjang, sudah jadi kebiasanku semenjak tinggal di apartemen kaos oblong tanpa jilbab…karna ku pikir aku sendirian, kini Pras terlanjur melihatku tanpa jilbab, ah sudahlah toh dia suamiku, apa aku mulai membuka hatiku untuknya ya!! entahlah aku mulai nyaman dengan perlakuan manisnya tetapi aku takut takut jika harus berhenti di jalan "axa...2 bulan lagi axa…" bathinku selalu mengingatkan aku akan perjanjian itu.
"iiikh … sana Pras aku risih…aku lagi masak dan kamu kenapa ga ngantor?" aku terus bersungut sungut bagaimana tidak ruang gerakku jadi sangat susah
"Diamlah...leher ini minta aku gigit axa" bibirnya menjelajahi leherku tanpa ampun. rasa yang beda jiwaku meronta menagih hak bathin sepertinya Pras tahu aku menagih hakku tangannya reflek mematikan kompor dan menggendongku bibir kami tidak lepas saling berpanggut ternyata tujuannya adalah kamarnya. kamar yang haram aku datangi, pras merebahkan tubuhku di atas ranjang ovalnya…nafsu kami membara sampai-sampai aku lupa ranjang ini tempat Pras dan kekasihnya bermain cinta.
"Axa.....sayang.....aku akanmemberimu hak bathin…hakku dan hakmu" suara Pras mengelitik telingaku aku terbuai aku pun ingin Pras, tapi bibirku terkunci terkunci bibirnya kami kembali saling mengulum tangan Pras tak berhenti menjelajah tubuhku kaos dan Bra yang kukenakan tadi entah sudah di buang kemana olehnya, kamimberdua di buru…di buru nafsu di tengah hari bolong, matahari hari ini milik kami saksi kami berpadu kasih. bibir Pras mulai menjelajah leherku nikmat…ya nikmat yang tak terungkap tangannya masih asik bermain di dadaku, aku mendesah meminta lebih dari itu, ini yang pertama dalamhidupku, sebenarnya aku mempersiapkan tubuhku untuk Dito, karna aku masih berharap aku dan Dito bisa bersama...tubuhku menggelinjang jantungku berdegup lebih kencang…ku jambak rambut Pras
"nikmat sayang…" suara Pras mulai sengau, aku tahu birahinya makin tak tertahankan, Pras bersiap membuka celananya tapi seketika terhenti
drrrrrt...drrrrt getar HP di kantong celana menghentikan kegiatan kami…Pras turun dari kasur aku mencari selimut
"Aku akan kembali…tunggu aku sayang" dengan tegesa gesa Pras memakai bajunya di kecupnya keningku dan di tinggalnya aku begitu saja tanpa penjelasan.
__ADS_1
**
Hari sudah larut malam Pras masih belum pulang
aku sangat tidak tenang berkali kali aku keluar kamar memastikan Pras sudah pulang, ternyata belum pulang juga makanan di meja makan sudah sangat dingin, bukannya aku ingin melanjutkan pertempuran kami siang tadi, bahkan kina aku sudah tak ingin melanjutkannya. aku sudah berkali kali berusaha menghubunginya namun tetap saja nihil, Pras pun tak kunjung menghubungiku. dan akhirnya aku terlelap di kamar.
Entah jam berapa sekarang, aku terbangun suara desahan penuh nafsu itu lagi, apakah Pras membawa wanita itu pulang lagi? lalu dalam seminggu ini sikapnya padaku dianggap apa? rasa penasaran menuntunku ke kamarnya, baju berserakan di mana mana underwear berserakan sepertinya memang terjadi pertempuran di antara mereka
"Praaaaaas" lututku kali ini bukan hanya gemetar jantungku sudah copot rasanya, kali ini aku tak bisa terima Pras telah mempermainkanku. aku berusaha kuat aku harus pergi dari tontonan ini, hatiku yang mulai berbunga kini patah, patah berserakan seperti pakaian mereka yang berserakan. tak sengaja aku menyenggol vas bunga keramik suaranya mampu menghentikan kegilaan mereka.
Gubraaaak....aku berlindung di belakang pintu Pras masih saja berteriak memanggil namaku di gedor-gedornya pintu kamarku.
"Pergilah Pras sudah tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi padaku...pergilah" teriakku dari dalam kamar.
__ADS_1
Aku telah membulatkan tekadku aku harus pergi ku ambil koper di sudut lemari ku masukkan pakaianku dan beberapa barang-barangku, tidak ada satu pun barang pemberian Pras yang aku packing.
"Hayolah sayang kita terusan....apa yang kau harapkan dari wanita pembayar hutang itu? aku yakin kau tidak akan bernafsu padanya...wanita munafik, menjijikan tak tahu diri" siaaal ****** itu ikut campur saja urusan kami, apa dia bilang tadi? wanita pembayar Hutang?? Y Allah, Pras segitu bencinya kah kau padaku sampai kau membocorkan sebab pernikahan kita? aku saja yang wanita tidak setega itu Pras, aku memang bercerita pada Miss Dora akan keadaanku... akan kejijikanmu padaku tapi aku masih bisa menyimpan sebab apa kau menikahiku...hati yang terluka berangsur sembuh kini terluka lagi bahkan lebih dalam. Pras tega sekali kau padaku Pras..untung saja aku tidak benar-benar kau jamah…jika hal itu sempat terjadi sudah pasti aku rugi berlipat lipat dan jika aku sampai hamil aku yakin kau pasti tidak akan mengakuinya sebagai anakmu.
" Diam kau…semua gara-gara kau, pergi aku bilang pergiiiii" aku tau Pras sedang mengamuk pada wanitanya, tapi aku sudah tidak mau tawar menawar lagi. Ku tetapkan hatiku…ku ambil koperdi samping lemari ku masukkan semua barang-barangku…tidak ada satupun barang pemberian Pras yang ku bawa. Aku telah bertekad aku akan melangkah dan tak akan menoleh kembali, jika Pras tak mengurus perceraian ini maka aku yang akan mengurusnya.
To my Husband Prasetyo
maaf aku tidak bisa menjadi istrimu yang sempurna sebagaimana pun aku berusaha tetap saja aku menjijikan di matamu… aku pergi, tak usah mencariku, aku akan mengalah,dan aku berjanji akan menyicil hutang Ibuku walaupun sampai aku tiada. Jika kau tidak mau mengurus perceraian kita aku yang akan mengurusnya.
sekali lagi maafkan aku.
Di luar sudah tidak terdengar pertikaian lagi…aku sudah benar-benar menyerah dengan Pras, aku masih punya harga diri, suami macam apa dia bukan sekali dua kali membawa wanita ke dalam rumah di mana ada aku Istrinya. ku buka pintu kamar perlahan semua perabotan sudah tidak pada tempatnya,kulangkahkan kakiku menuju ruang kerjanya ku letakkan surat yang ku buat tadi beserta cincin pernikahan. Hand Phone, kartu kredit, kartu atm. Kartu debit dan uang bulanan yang tersisa. aku tak ingin membawa sepeserpun darinya…bahkan kartu-kartu itu belu. pernah ku pakai sama sekali. selamat Tinggal Pras maaf tidak bisa menjadi istri seperti yang Kau inginkan.
__ADS_1
Entah aku akan pergi kemana…tidak mungkin aku pulang ke Bintaro yang ada Ibu akan mengembalikan aku ke Pras…ke Bandung ya aku akan ke Bandung rumah Ayahku…Aku punya hak di sana, waaupun tanteku nanti bicara nyeracau aku akan tetap bertahan. toh aku punya hak atas rumah itu bahkan perkebunan teh itu milik ayahku. Egoiskah aku?
Benarkah Jalan yang ku tempuh? Bandung tujuanku. jika aku ke butik Miss Dora Pras pasti akan menyusulku biarlah keadaan menjadi tenang dulu baru aku akan kembali ke Butik toh cutiku masih banyak. aku mau menenangkan diri dulu.