
" Axa ini permintaan terakhirku....kamu harus menikah dengan prasetyo, Ibu punya hutang banyak pada Ayahnya, cuman kamu yang bisa menyelamatkan adik -adik kamu"
"astagfirullah....ga bisa bu...aku ga bisa"
"Demi adik-adik axa, kamu mau adik-adik kamu tinggal di kolong jembatan? kamu mau mereka jadi pengemis? kalo kamu ga nikah sama prasetyo rumah ini terpaksa di ambil mereka. pikirkan adik -adik mu"
"apa ga bisa di cicil bu? aku akan menyicilnya bu walaupun harus seumur hidupku aku siap bu"
"hutangnya 400 juta axa...sampe kamu masuk kuburan pun ga akan lunas"
terdiam....aku hatus bagaimana? hidup tidak memberi pilihan terbaik untukku,, tiba - tiba aku teringat Dito....bagaiman aku harus menjelaskannya pada Dito? dia pasti ngamuk sejadi jadinya...dan Prasetyo laki-laki yang mengajakku diner malam itu apakah dia menyukaiku? seberapa dalam dia mengenalku, mengapa dia menyetujui pernikahan ini? Y Allah sakit kepalaku.
haruskah aku mengabari Dito? lagi-lagi aku tidak punya pilihan aku tersudut....kalo urusan adik-adik aku ga main-main...jika keputusan Ibu adalah yang terbaik untuk adik-adik aku akan menerimanya..walaupun aku tak ikhlas tapi tetep aja harus menjalaninya demi adik-adik.
__ADS_1
"teteh....teteh berhak nolak, teteh udah terlalu sering ngalah untuk kami, aku ga akan kuliah teh aku akan kerja aja....udah cukuplah teteh berkorban untuk kami, jangan fikirkan omongan Ibu, teteh harus ingat aa Dito" suara Arga lebih terdengar berbisik sambil mengusap telapak tanganku
"teteh...udah pikirin ini semua Arga, teteh akan baik-baik aja"
"teteeeh....tolak teh....pergilah teh...pergi biar Ibu yang menyelesaikan, Ibu udah jual teteh" Arga adik laki-lakiku yang lembut benar saja dia lagi nangis
"Arga....tenanglah....semua ini jadi urusan teteh, kapan lagi teteh bisa berkorban membahagiakan kalian semua, teteh ikhlas Arga"
kami berpelukan air mata kami banjir bersamaan
aku melangkah tak tahu arah, fikiranku bersarang pada Dito....Dito menungguku di Negeri orang,
"Axa....."panggil mamah dito
__ADS_1
ku peluk wanita paruh baya itu aku ga perduli pandangan orang ya...mamah dito sedang berbelanja di tukang sayur bersama beberapa Ibu - Ibu komplek.
"Ayo...ikut mamah"
"minumlah nak....kamu semakin kurus saja, lihat badanmu kalo ada angin bisa sampai kamu ke Australia"
aku ga mampu ga mau menahan air mataku banjir tumpah semua
"mamah.....aku ga mampu mah, aku ga siap, aku ga bisa melakukan ini mah, gimaana sama aa...aaaapa yang harus aku katakan sama aa? aa pasti akan ngamuk maah"akhirnya aku keuarkan semuanya
"axa jika mamah dan papah boleh berharap mamah dan papah mengharapkan kamu jadi milik Dito....tapi Ibumu terlalu kejam,,, sama saja dia menjualmu axa, kemaren Dito telfon nanyain kamu, mamah bingung harus bicara apa"
"mamah aku mohon biar aku saja yang bicara sama aa, mamah dan papah ga usah bilang apa -apa sama aa...biar aa selesaikan kuliahnya dulu. aku juga ga mau aa gagal"
__ADS_1
kupeluk mamah....mungkin ini peukan yang terakhir aku tau aku akan jadi orang yang berbeda untuk mereka