
triiing....notif dari HPku....Astaggirullah haladzim baru pukul 02:00 dini hari, berisik sekali, Saddam pulas sekali ku raih HP di nakas WA dari Sofi..teman relawan jalanan. tipe wanita serius hangat tumben dia kirim WA, biasanya langsung telfon.
"Apa hubungan kamu. sama Pram? jauhi dia besok aku ceritain
"maksudnya apa fi....?" kotak TTS lagi
huuuuf sudah terlanjur melek mending bangun sekalian, ambil wudhu takbir 2 rakaat, saat sunyi seperti inilah yang aku suka, aku bisa bebas bercerita pada Allah tentang kegundahan hatiku, tentang masa depanku,masa depan adik-adiku,masa depan saddam, masa depan Ibu juga. ah… Ibu, wanita yang selalu membuatku dalam kesulitan, rasa sakit ini masih ada Ibu, aku sadar tak seharusnya aku menyimpan luka itu, tak semestinya aku membalas perlakuan Ibu, aku si anak buangan. wajah Ibu di masa tua terlihat jelas di hadapanku tanpa sadar bulir air mataku mulai mengalir…apakah nasibku akan sama seperti Ibu? kesepian di masa tua,Saddam nanti akan punya dunia sendiri, begitu pun adik-adikku.
"Assalamualaikum…dah lama nunggu? sorry ya tadi saddam agak rewel, dia selalu minta bertemu Pram" pertemuan sore itu. yaa sebelumnya aku sudah janjian dengan sofi, sofi terlihat begitu gelisah aku ga mau menebaknya jika di tanyapun jawabannya pasti " gw baik-baik aja", sebenarnya usia sofi lebih muda dari aku, tapi dia hebat sudah punya keturunan yang manis-manis, suami yang support, perfect family lah.
Aku memesan minuman favoritku Lemontea. ga berapa lama pelayan datang membawa pesananku. sofi sendiri rupanya sudah memesan coffe late hampir habis setengah gelas.
"Mba....udah berapa lama kenal Pram?" Sofi membuka pembicaraan kami, ku tatap wajah ayunya terlihat menyimpan banyak rahasia, mungkin Pram salah satu rahasia sofi. ini kesempatanku mengetahui tentang Pram, waktuku ga banyak 2 minggu, ya Pram memberiku waktu two week's.
__ADS_1
"Jujur aku mau tau banyak tentang Pram…katakan sofi,katakan apa yang kamu tahu" pintaku pada sofi kembali ku yakinkan diriku sendiri sofi menyimpan sesuatu tentang Pramudia Utomo. Bujang gila yang mendesakku mencintainya dan menikahinya.
"Pram…mantanku mba" sudah ku duga, sofi menyimpannya, ada luka di sana.
"trus…" kupegang tangannya kupastikan dia baik-baik saja dan aku siap mendengar ceritanya …walaupun hanya dari 1 sisi saja, tetap bisa aku saring, setidaknya aku punya pertimbangan "
"hmmmm…mba ga pa-pa kan kalo aku cerita tentang dia?"
"ceritalah…aku mau tau dan aku siap mendengarkannya aku ga akan bertanya padamu, jadi beritahu aku semua yang kamu tahu." aku mencoba meneka setiap kata - kataku.
"Sofi aku menunggumu, tapi kalo kamu ga mau cerita ga pa-pa anggap saja pembicaraan ini ga pernah terjadi, kita bahas yang lain aja ya...program buat bulan depan gimana? donatur tetap kita gimana? "aku mencoba menenangkan kegelisahannya dan mengalihkan pembicaraan, siapa tau saja bisa membuat sofi tenang tidak gelisah lagi
"Aaa...aaaku pernah hamil sama Pram" kalimat itu...kalimat yang ga aku sangka...hamil? berarti yunda bukan anak Sofi dan Gunara? Yunda anak sofi dan Pram? atau bagaimna ini?jangan-jangan saddam???? astagfirullah.....astagfirullah.....jangan berfikiran buruuk please....
__ADS_1
"jangan berfikiran yunda anak Pram…dia murni anak aku dan Gunara, waktu itu aku dan Pram adalah teman satu sekolah, siapa yang ga mau pacaran atau dekat dengan Pram? semua kesalahan aku mba.....aku yang berusaha menggoda Pram. Pram begitu mempesona, aku tau dia playboy, aku ikhlas mba jadi mainan Pram yang penting aku bisa eksis dekat dengan dia, fikiran aku waktu itu aku yang terbaik. naif ya mbak! aku bodoh saat mencintai dia...akhirnya aku hamil mba. klwrgaku ga mau terima. aku gugurkan atau aku teruskan, jika aku gugurkan maka aku tetap bisa bersekolah jika aku pertahankan mau ga mau aku harus berhenti sekolah, dan aku akan jauh dari Pram, orangtuaku tidak mau menikahiku mba, alasan mereka Pram bukan pria baik-baik, tidak bertanggung jawab karna dia tidak berusaha datang menemui keluargaku, padahal aku yang salah mba, aku yang memberi jalan Pram untuk melakukan hal itu, aku hanya ga ingin Pram jadi pacar orang lain, aku bodoh kaan mbaa," sofi kembali menyeruput kopinya…aku ga pernah menyangka sofi yang tenang pernah jadi orang bodoh.
"Pram tidak pernah tau kalo aku hamil anaknya dan aku menggugurkan anak kami, aku kira Pram akan bertahan denganku selamanya, ternyata dia pindah ke lain hati, dia selingkuhin aku mba, aku makin bertambah menyesal seandainya dia tau aku hamil dan aku tidak menggugurkan kandunganku mungkin kami masih bersama. mba maaf ya mba aku bukan mau melarangmu bersamanya, itu hak kalian aku hanya ingin mba tau Pram sangat suka perempuan, entah berapa wanita yg pernah tidur dengannya, entah berapa anaknya di luar sana, mba udah seperti kakak buatku, mba terlalu baik untuk di sakiti, jangan jadi korban Pram mba, fikirkan lagi mba, semalam aku lihat kalian bersama apakah mba tau saat ini dia juga punya kekasih mba, sebentar ya…sofi menunjukkan foto-foto Pram dan wanita sexy di mall…sepertinya mereka asik bercengkrama saling memeluk dan meraba seakan oranglain ngontak, see… fikirkan mba demi masa depan mba dan saddam. jangan melakukan hal bodoh seperti aku mba."
"Terimakasih banyak sofi kamu sudah mau berbagi sama aku, aku akan mempertimbangkan semuanya secara baik-baik." mengapa Pram begitu sangat manis sekali....ternyata dia buaya juga.
suara emas celine dion memecah kebisuan kami, Pram menelfon. aku sudah ilfiil tidak ingin menjawabnya. Sofi telah pamit pulang tinggallah aku dalam kebisuan dengan fikiran ke mana -mana. aku sedang mencari akal bagaimana saddam bisa menjauh dari Pram. bisakah saddam tanpa Pram.
"hei manisku…" heiiii dari mana dia tau kalo aku di sini? aku ga bilang ke siapapun jika mau kesini.
"jangan bengong gitu ah..bingung ya? jangan bingung aku bisa tau kemanapun kamu pergi, jangan tanya bagaimana caranya" tangannya asik dipinggangku tangan satunya mengambil minumanku dan menyeruputnya...
"Dah makan? pesan makan ya...." oh ya ini kan jam kerja kenapa dia di sini?
__ADS_1
"Aku mau pulang" singkat ketus seharusnya dia tau aku marah sama dia