
herlina dan aa dito masih mengirimiku kabar... persahabatan kami makin erat, herlina sekarang sudah menikah dan tinggal di Surabaya, ternyata dia menikahi anak pengusaha sebuah perusahaan eksport import, ga tau deh jalan ceritanya gimana.....herlina selalu punya sisi rahasia, sedangkan aku masih saja dengan setia menunggu dito pulang, lagi pula ga ada yang berusaha mendekatiku semua teman pria ku anggap sama.
"assalamualaikum bunga gadisku......
apa kabar jantung hatiku? kangen ga? gimana kerjaan kamu? kuliahlah axa, jangan hanya mencari uang nanti kamu rugi sayang.....
axa.....jangan lelah nunggu aa, sabar ya axa sedikit lagi aa selesai...aa akan memintamu dan membawamu ke sini....aa udah dapat pekerjaan di sini. kita akan membangun surga kita di sini axa"
__ADS_1
Kulipat kartas berwarna ungu, warna favoritku, sungguh sulit mengungkapkan rasa bahagiaku, kami berdua aku dan dito tidak pernah mengucapkan kata "aku suka kamu, kamu mau ga jadi pacar aku" atau....kata - kata yang lain, hanya bahasa tubuh kami yang terungkap, cepatlah pulang a, aku rindu, ku usap bibirku ya bibir ini, dito laki-lakipertama yang menciumku di malam itu, aneh rasanya tapi aku rindu ingin mengulangnya, setiap aku mengingatnya pasti dadaku berdetak lebih kencang...... astagfirullah ampuni aku ya Allah.
sudah 1 tahun aku bekerja, sebenarnya aku bisa saja ngekost atau ngontrak petakan, tapi aku ga mau adik-adikku susah apalagi sampai menderita sepertiku,,,sepertinya Ibu sudah "jatuh", usaha sampingan Ibu semua habis, bangkrut ....sekarang biaya rumah aku yang tanggung, walaupun Ibu masih bekerja, tapi tidak bisa mencukupi biaya rumah...sudah tidak ada pembantu lagi di rumah, pekerjaan rumah aku bagi - bagi, ini pun terpaksa aku lakukan, sebenarnya ga tega tapi mau gimana lagi !!! biarlah ini terjadi biar adik -adiku belajar bertanggung jawab. Aku tetap saja di kamar belakang, sudut terkecil dalam rumah tempat vaforitku.
"Panggil axa....."
"astagfirullah....ada apa lagi ini....." batinku
__ADS_1
dingin....tetap dingin. apa Ibuku terlahir dari batu es ya
baju apa ini aku membatin....Allahhu Akbar, banyak potong di sana sini super pendek bener-bener kekurangan bahan. baju yang biasa di pakai wanita-wanita malam..astagfirullah....aku lempar baju itu ke kasur,,,tiba - tiba ku lihat bandrol harganya waaaaw amazing Rp 350.000 baju kurang bahan dengan harga selangit,,,, seharusnya uang itu bisa Ibu bayarkan uang Spp Arga. sepertinya Ibu punya masud ini maa. ga mungkin Ibu memberiku barang semahal ini, uang seribu perak pun haram keluar dari dompetnya kalo buat aku.
"teteh...teteh axa...cepet di panggil Ibu" suara ira membuyar kan fikiranku
"oh iya ra....bentar ya" aku mulai kelebakan mencari baju yang sesuai, setidaknya tidak membuat Ibu meledak, baju itu....baju dari aa gamis ungu muda motif bunga tulip terpaksa aku pakai ku sandingkan dengan jilbab senada. maaf ya a aku pake bajunya saat tak bersamamu
__ADS_1
"Ini anakku axa....axa duduklah nak" manis sekali bicara Ibu...sepertinya ini bukan Ibu, namun matanya masih tajam setajam silet, aku tau dia marah karna aku tak memakai baju darinya.
"dah siap...ayolah" pria ini sepertinya umurnya 15 tahun lebih tua dariku, mengajakku....ada apa ini???