Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
Sisi lain Pram


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, aku masih belum memutuskan apakah aku menerimanya atau tidak menjadi bagian dari kehidupanku, Pram masih masih saja memperlakukanku seperti anak-anak, aku wanita yang tidak suka di perlakukan lebay, aku malah muak dengan perlakuan Pram yang menurutku di buat-buat dan berlebihan.


Siang itu…Ketika aku dan kawan-kawan mengajar anak-anak jalanan di kolong jembatan, biasanya Saddam selalu aku bawa kemanapun aku pergi mengajar,mengajar sudah menjad bahian diriku,aku sudah sangat nyaman dengan profesiku, aku ga pernah melihat dan menimang berapa bayaran yang akan aku terima, this is my world…cita-citaku dahulu memang menjadi guru.


Aku mengajar anak-anak, Saddam asik bermain dengan Nino, Nino sahabatku semenjak aku bergabung di komunitas ini, dia seorang polisi lumayan sibuk ya, tapi selalu menyempatkan diri bergabung bersama kami di komunitas, visi kami sama ingin membantu anak-anak berjuang dari tidak bisa menjadi bisa, bisa menjadi apa saja sesuai dengan cita-cita mereka. sebenarnya komunitas ini sudah sangat lama ada, hanya aku bergabung dengan mereka ketika aku sulit mencari kerja ku lihat ada kegiatan di kolong jembatan layang awalnya aku hanya melihat akhirnya aku memberanikan diri untuk ikut andil memperbaiki pendidikan anak Indonesia. lelah…ga di bayar…but i like it.


Saddam dan Nino asik membuat mainan dari kertas origami, Nino punya bakat di prakarya, apapun bisa jadi saja di tangannya. sebenarnya entah ya Pram tidak pernah tau kegiatanku ini, aku semaksimal mungkin menekan Rima adikku yang bocor itu untuk tidak memberitahu semua kegiatanku, aku selalu melihat ketidak sukaan Pram jika aku di luar rumah terlalu lama.


"Papaaaaaah…"Spontan tereakan saddam membuatku kaget. semua teman-temanku juga kaget, mereka tau kalo aku ga punga suami. dan kini saddam memanggil papah, hatiku jegar jeger pasti habis aku sama Pram, apalagi aku sudah membawa saddam ke tempat ini. dan siapa yang memberitahu Pram aku disini?


"Hai…saya Nino" ku lihat nino mengulurkan tangannya


"Pram, suami Adriani Axalia" apaaaa suami…bener-bener sudah ga waras Pram, dan itu apa maksudnya dia menyebut dirinya suami? apakah dia inginmenegaskan bahwa dia memilikiku? oooh ga deh tuan arogan.


"sssssttttt teteh axa, suamimu tampan juga ya mirip orang-orang turki gitu,,,,teteh kenalin dong siapa tau aja dia punya saudara mirip seperti dia" Nurul yang comel dia nyerocos aja mengomentari ketampanan Pram, seandainya dia tahu Tabiat Pram ga akan dia bisa bernafas lagi.


"Hai…masih lama?" Pram mendekatiku sambil menbgendong Saddam, anak ini sulit sekali lepas dari Pram.


"Papah …look at me,i have a bird"


"see…good, my boy you want ice cream?"

__ADS_1


"yeeee sure"


"Alhamdulillah" spontan saja aku berucap, sebenarnya aku berucap dalam hati tapi kenapa keluar saja dari mulut.Pram yang sudah melangkah maju kembali berbalik badan dan menatapku dengan tatapan menghukum. aku nga tau deh mau di apakan lagi sama Pram, Pram sering minta yang aneh-aneh jika aku berbuat salah, asal saja dia tidak minta "tidur" denganku, masih aku layani, pasti nanti dia meledak.


"What do you mind?"


"nothing"


"ok … fine"


"teteh…kayanya tegang banget sih? emangnya suami teteh ga tau ya kalo teteh gabung sama kita-kita"


Pram dan Saddam yang tentu saja masih dalam gendongan Pram datang dengan tukang ice cream mengekor di belakangnya. Apa...aku ga salah lihat ya? ternyata Pram yang dingin punya sifat baik juga, atau nanti aku akan dapat hukuman tambahan darinya? siap…siap axa.


Anak-anak itu begitu bahagia mendapat traktiran dari Pram…mereka semua boleh menghabiskan semua ice cream yang ada di sepeda gerobak es cream…tentu saja mereka tidak menolak. rejeki bapak penjual dan anak-anak, Saddam hanya boleh makan 1 ice cream saja, Pram tidak menbizinkannya memakan lebih dari satu, aku asik melihat mereka bercengkrama, ga nyangka juga Pram bisa berbaur dengan anak-anak semoga saja Pram tulus… i hope


"teteh…Saddam mirip banget ya sama papahnya … kaya pinang di belah dua" Tari mengagetkanku dengan perkataannya...spontan aku melihat Pram dan Saddam baru kali ini aku benar-benar memperhatika mereka, astagfirullah apakah benar selama ini yang aku fikirkan Pram Ayah biologis Saddam?


"Sorry… telat…dah selesai ya… tadi aku ke dokter dulu biasa periksa baby" sofi yang lembut baru saja datang, sepertinya dia tergopoh gopoh tak jauh suaminya Gun ikut nimbrung…waduuuuh gimana ini Sofi bertemu Pram? biar aku mau lihat reaksi Pram…terlanjur Pram tau kegiatanku sekalian saja biar dia tau juga aku berteman dengan mantannya…biarlah dia meledak sekalian.


Tatapan mereka bertemu…aku benar-benar memperhatikan Pram, ada kegelisahan di sana.

__ADS_1


"Pram… i need you help" teriakku pada Pram


"oh…ok sakhejhap"


"bukan sakhejhap Pram, sakedap tolong ya bantu aku beresin buku-buku ini, kita dah selesai" aku hanya ingin melihat reaksi Sofi lebih jauh lagi, apa masih ada cinta di hati sofi untuk Pram? atau sisa dendam di antara mereka. aku ingin Sofi membuang semua rasa toh sekarang ada Gun. Gunara yang sangat mencintainya. ku lirik mataku ke Sofi ada kesedihan di matanya...masih ada cinta dan dendam untuk Pram, mungkin Pram first lovenya Sofi……Sorry Sofi kamu sudah haram untuk Pram.


**


Sadam terlelap di kursi belakang…sebenarnya aku lebih nyaman di kursi belakang…


"kamu mau di belakang? kamu pikir aku supirmu? duduk di sampingku"


Pram selalu saja Protes. tangan kanannya asik menyetir tangan kirinya tak membiarkan aku diam asik meremas remas jemariku…sebenarnya aku sudah mulai terbiasa dengan perlakuan Pram,


"kenapa ga ajak Rudi? dia bisa menyetirkan, dan kita bisa duduk di belakang bersama saddam. see dia tidur seperti itu…"


"Kamu mau kita bermesraan di belakang? dan Rudi menyetir? enak saja dapat tontonan gratis dia…nanti ya kita mesra-mesraan, kalo kamu mengingkannya aku akan melayanimu Nyonya Pramudia utomo"


"kamu tuh tambah ngaco ya…"


tangan besar Pram sudah ada di pipiku…berdesir hatiku mulai berdesir untuk Pram…haruskah aku membukanya untuk Pram? ku pejamkan mataku merasakan tangan itu…inginku pegang tapi tidak …aku harus menahannya…aku ga mau terlena nanti aku akan terhempas lagi…aku takut…takut halnyang sama … Pram dan Pras sepupuan mungkin sifat mereka agak mirip, aku takut … aku ga siap…biarlah aku bermain dengan fikiranku sendiri.

__ADS_1


__ADS_2