
" maafkan aku" suara bisikan itu…aku tahu itu suara bos diktator, tapi aku sudah cape sangat cape meladeninya ku balikkan badankum berpura-pura masih tidur, ku dengar langkah kakinya meninggalkan kamarku, dia kembali menutup kamarku, pukul berapakah ini? apakah aku sudah terlalu lama tidur? ku raih beker di nakas…Astagfirullahhaladzim sudah pukul 19:00 aku telah kehilangan ashar dan tertinggal Magrib, bergegas aku ke kamar mandi. guyuran shower setidaknya dapat membantuku menyegarkan otakku, setelah sholat tak lupa bahkan tak pernah absen àku melantunkan ayat-ayat AlQuran…hanya ini obat dan sahabat terbaikku…kukirimkan untuk orang-orang terkasihkum Nenek,Abah, Ambu…
Ku beranikan keluar kamar karna perutku sangat keroncongan meminta jatahnya, aku ga tau harus makan apa karna hari ini aku ga masak. dapur begitu dingin pertanda tak ada yang memakainya, ku lihat stok di kulkas ternyata tidak ada apa-apa yang bisa aku olah…astagfirullah bukankah hari ini harusnya aku berbelanja bulanan, lengkap sudah…lengkap, aku akan kelaperan sampai besok pagi. bagaimana tidak nasi pun lupa ku masak jika saja ada nasi aku bisa buat nasi goreng…ya sudahlah aku buag kopi saja, kopi hitam bisa menghilangkan lapar.
Bunyi bel mengusik kedamaianku, kutatap langit mendung di sana sama seperti mataku selalu mendung dengan malas aku melangkah ke depan
__ADS_1
"maaf bu saya antar makanan"
ojekonline....foodjek… ku ambil saja aku malas melihat kang ojek yang menatapku seperti itu…mungkin ini perasaanku saja…siapa yang memesannya? apa bos diktator itu? oh ya kemana dia pergi? ah apa perduliku bagus dia tidak di rumah…makanan itu hanya tergeletak di atas meja makan minimalis karna hanya untuk empat orang saja…sepertinya enak…ah tidak itu bukan punyaku, aku ga boleh lancang, apalagi jika ketahuan pasti aku akan kena dampratnya.
"makanlah....jangan sampe sakit, aku ga mau ngurus kamu,habiskan" pesan di layar ponselku…ini hp baru dan aku belum memasukkan nomer siapapun, ah ya bodoh banget aku jelaslah si bos memasukkan nomernya sendiri, "sayangku" ciiih dia memberi namanya sendiri sayangku…dasar orang aneh…waaaw seafood kesukaanku…sayang nafsu makanku sudah hilang…bagaimana ini? jika ku buang pasti dia ngamuk jika ku makan aku sudah tak bernafsu lagi, ku raih jaket ku, ku bawa makanan ini ke bawah in sha Allah Pras ga marah toh dia ga tau ini
__ADS_1
"baik bu…terimakasih banyak bu…ibu tau aja saya lagi kelaperan" jawab pak satpam dengan enteng, padahal aku tidak ingin bicara padanya lama-lama.ku edarkan mataku pada lantai bawah apartemen ini, aku sudah 5 bulan tinggal di sini tapi ga pernah sekalipun melihat lihat keadaan tempat tinggalku.
"ini bu…terimakasih"
"sama-sama pak di makan ya, ga basi kok"
__ADS_1
segera ku menghilang, lift yang ku tunggu akhirnya turun juga, aku ingin cepat-cepat sampai di apartemenku, aku ga mau Pras atau anak buahnya melihatku turun kebawah, pasti urusannya bisa kosrek lagi, tujuanku lantai 25 satu persatu orang mulai keluar lift…di pojok sana tanpa sengaja dua pasang entah pasangan sah atau bukan asik berciuman,ciiih…apa dunia luar sudah sebebas itu ya, nafsu di umbar di sembarang tempat, apa norma Bangsaku sudah hilang?
"ga punya malu…"sungutku ku lihat gerakan mendorong dari sang pria…aku dapat melihatnya dari dindig lift, wanitanya masih nafsu saja…oh dunia, segitu berubahnyakah keadaan!!