Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
menikah


__ADS_3

satu minggu menjelang pernikahan aku pergi ke Bandung menemui omku. memintanya menjadi wali nikahku.


aku harap kali ini kedatanganku tidak membebani tante, empat tahun tanpa kabar empat tahun tak pernah bertemu dan kali ini au datang meminta bantuan dari omku


"asaalamualaikum" ku ketok pintu rumah


"waalaikum salam...sakedapnya"


"kamu.....mau apa kamu" masih sama tanteku masih sama, aku kira sudah berubah


"saha miii....."itu pasti omku


"lain sa saha .....pengemis menta sedekah"


"berrrrrrrre....axa.....axa....masuk neng" om menarik tanganku dia ga perduli sama istrinya


"om..aku...."

__ADS_1


"iya om udah tau.....om bingung ya sama Ibu kamu itu....setiap bulan om kirim uang buat kebutuhan hidupmu tapi kenapa kamu tetap terbengkalai, pontang panting cari uang sambil sekolah. Ibumu pikir om ga tau ya kelakuan Ibumu sama kamu. Ibumu itu manusia atau bukan sih??? sudah axa ga perlu kamu pulang ke jakarta diam di sini kuliah di sini....kamu punya masa depan. biar Ibumu susah....seenaknya saja jual anak"


"om....aku ikhlas om, demi adik- adik"


"mereka bukan adik-adik kamu axa" suara tante bener bener mengagetkanku, tante.....berdiri di depan pintu kamar kerja om


"tante....ga mungkinkan tante...!!!! tante ga benerkan?"


"udahlah pi.... dia udah dewasa beritahu dia yang sebenarnya, percuma ditutupin, mau di bawa sampai mati rahasia itu,, kamu mau kaya Ibu...."


"om.....ada apa ini...????"


"baiklah om"


" kamu bukan anak abah,, kamu anak kaka om,,,Ibumu benar Ibumu...Ayahmu....kakak om memperkosa Ibumu. tapi Ibumu tidak mau dinikahi....setelah kau lahir Ibumu langsung menyerahkanmu pada kami"


"Ayah.....axa punya Ayah??? abah bukan abahnya axa??? di mana Ayah sekarang om?"

__ADS_1


"entahlah....Ayahmu di mana...om sudah berusaha mencarinya"


misteri yang terisimpan....aku anak korban perkosaan, pantas saja Ibu sangat membenciku....maafkan aku bu...karna selama ini aku pun tidak menyukaimu....maafkan aku bu karna aku Ibu jadi susah. semakin kuat tekad ku menikahi prasetyo pilihan Ibuku, biar....biar aku "dijual", biar aku di benci Dito....semu yang kulakukan tidak akan pernah bisa mengobati luka Ibu. pantas saja Ibu menyuruhku Pulang ke Bandung meminta om menjadi wali padahala Arga bisa menjadi waliku ternyata ada rahasia besar belasan tahun lamanya.


Hari pernikahan tiba...acara sederhana hanya kalangan tertentu saja klwrg dan teman kerja Ibu


"saya nikahkan dan kawinkan Adriani axalia dengan seperangkat Alat sholat dan uang sebesar limapuluh lima juta di bayar tunai" suara pras begitu tegas aku yang di sampingnya sampai mengeluarkan air mata tamat....tamat sudah hidupku,


"SAAAAAH" suara semuanya bagaikan koor menggema di ruangan


"Aku tidak setujuuuuuuu" itu pasti Dito....Dito mengamuk apa yang ada di depannya di tebaklikkan


"aa....aku menghampirinya,,,,aku lupa kalo saja aku baru sah menerima pras,sah menjadi istri pras


"axa....axa....bilang axa kalo kamu ga mencintainya....axa.....axaaaa, jangan membuatku gila axa, kamu udah janji mau tunggu aku....axa...axa...." Dito memelukku erat memelukku air mata laki - laki yang aku tunggu itu runtuh aku pun ikut menangis...


"lepasin.lepasin…dia bukan milikmu" suara Ibu begitu tajam

__ADS_1


"axa milikku dan akan menjadi milikku"


__ADS_2