
"Assalamualaikum...." sapaku....aku yakin aku tidak salah rumah beberapa bagian sudah banyak yang di renovasi tapi aku masih bisa melihat bayangan Nenek di setiap sudut halaman rumah ini.
"Waalaikum salam..sebentar ya" sahutan lembut dari dalam rumah, tampak wanita muda membukakan pintu untuku, aku pikir ini pasti istri omku
"Maaf ini siapa ya....pagi-pagi sudah bertamu, kalo minta kerjaan maaf kami ga perlu pembantu"cerocosnya
Allahhu akbar baru saja aku sampai sudah di sambut kata-kata tidak enak, rumah ini rumah Nenekku bukan rumahmu, kenapa jahat sekai kau ini.
"Axaaaaaaa........"itu suara omku....bener banget om menyambar memelukku memberondongku dengan semua pertanyaan
"Axa sama siapa? perhatikan baik- baik ya axa keponakanku jadi jaga sikapmu" katanya pada wanita yang sekarang menunduk itu
"Om aku ga pa-apa kok"
"Sudahlah ayo masuk istirahat oh ya kita makan dulu ya om udah kelaperan ini"
kamar ini kamar Nenek...Aku menempati kamar Nenek kamarku yang dulu sudah di sulap menjadi kamar anak Omku
__ADS_1
"Nek...aku pulang...."tak terasa aku terlelap entah sudah berapa jam aku terlelap...
"Kenapa kamu ngizinin anak haram itu tinggal disini? kenapa kamu ga tanya dulu sama aku? aku istrimu bukan pacarmu setidaknya kamu bicara dulu" aku tau itu suara istri Omku Tante Lidya namanya
"DIAM....dia keponakan aku, dia darah dagingku, sudah cukup dia menderita dari lahir, biarkan dia bahagia sekarang bersamaku bersama omnya. aku ga perlu memberitahumu atau minta izin darimu PAHAM."
Ya Allah ada apa ini? episode baru apa ini? anak haram?apa maksud tante lidya? siapa anak haram itu?apakah aku?, ternyata aku sudah salah melangkah....aku salah meninggalkan ambu..aku berbalik ke ranjang ku terisak dalam diam. baru beberapa jam aku di Bandung sudah sangat nyata tanteku menolakku.
Ya Allah aku harus apa?? bertahan di sini atau aku harus pergi..jika bertahan rumah tangga om dan tante pasti akan ribut terus jika aku pergi kemanakah aku harus pergi????
"Axa...bangunlah nak makan dulu" suara lembut dan bariton milik Omku
Sholat tiga rakaat pertamaku di rumah ini setelah sekian lama ku tinggalkan rumah ini. ku lanjutkan dengan membaca Al Qur'an, Alhamdulillah hatiku terasa damai.
Mengapa Tante Lidya menyebutku anak haram? apa maksudnya? aku punya Abah, dan Ibu. besok Aku akan kemakam Nenek tujuanku dan mampir ke rumah Nenek Marni kakak tertua Nenek yang masih hidup, masa iya Nek Marni yang sudah renta itupun tertutup padaku.
**
__ADS_1
0
Masih pukul 06:00 Bandung masih berkabut, udarl dingin tentu saja menusuk tulang rusukku yang kurus, Ku rapatkan mantel tebal di tubuhku, makam Nenek, terlalu pagi untuk ke makam, tapi biarlah aku ingin menyelesaikan kotak teka teki silang ini. al
Sakit hatiku di bilang Anak haram oleh Tante Lidya. enak saja dia bicara seperti itu… dia memang tidak mengenalku, karna dia menantu di keluarga kami, setidaknya dia bisa menjaga suaranya, jgn membiarkan aku tersinggung, apakah Dia takut aku mengambil hartanya??? hadeeeh itu pikiran yang sangat picik.
**
"Nek....tolonglah nek katakan padaku, aku ini anak siapa? kenapa Tante Lidya bilang jika Aku anak haram nek?" Aku benar - benar meminta penjelasan pada Nek Marni...Ku pegang tangannya yang mulai keriput. Ku tatap matanya penuh kasih. Nek Marni Nenek satu satunya yang tersisa di antara ketiga Nenekku.
"Axa… tidaklah usah Kamu mendengarkan omongan Tantemu itu sepertinya dia sudah kurang akal" Nek Marni menjawabpertanyaanku begitu lembut.
Akhirnya… Aku tidak berhasil mendapatkan jawaban yang aku mau, mungkin di rumah aku masih bisa mendapat jawaban bathinku…
Ruang kerja Om… sunyi senyap…tidak gampang masuk ke dalam ruangan ini, aku harus meminta tolong pada pembantu rumah agar mnjaga pintu masuk…bukannya aku lancang masuk kamar tanpa izin, Aku hanya inginmengetahui siapakah Akunsebenarnya.
Ku cari di setiap inci ruangan ternyata Nol, aku tak mendapatkan apa yang aku mau. tak ada petunjuk satupun yang aku dapat tentang diriku.
__ADS_1
Sebenarnya lemari buku belum tersentuh, hampir saja tersentuh jika saja Bibik tidak berdehem, sayang Bibik berdehem membuatku kalap.
Barang siapa yang berbuat tidak jujur hidupnya tidak akan tenang