
"Sit down, we must talking abaut it" akhirnya Pram kembali lembut padaku, dia membawaku ke taman belakang, disini lebih banyak lagi jenis bunga-bunga bangku bundar dan meja kecil. lampu dengan cahaya terang, kunang-kunang berterbangan, namun sayang tembok itu terlalu tinggi seandainya tak ada tembok pondok ini akan tembus ke hutan jati.
Sentuhan lembut Pram di pipiku membuyarkan kekagumanku pada taman belakang, ah Pram kau memang mempesona, tapi entahlah…aku tidak siap dengan semua ini Pram, aku tak banyak mengenalmu, yang aku tahu kau teman raffi yang sering berkunjung ke rumah demi Saddam, dan kau mantan sofi…gadis lugu yang tergila gila padamu sampai rela ditiduri olehmu bahkan mengandung dan menggugurkan jabang bayimu. Pram apakah Kau manusia gila yang mengejar janda? apakah stok wanitamu habis? apa yang membuatmu ingin bersamaku? apakah aku semenarik itu di matamu Pram? masih banyak pertanyaan berkecamuk dalam otakku, apa Pram serius denganku? apa kata keluarganya? Pram berstatus bujang walaupun sudah di pastikan dia bukan bujang tulen, sedangkan aku janda ber anak 1, setidaknya itu yang mereka tahu tentang aku.
"cape ya? Axa…jangan lari dariku axa…aku benar-benar mencintaimu, aku serius denganmu, axa please kasih kesempatan aku masuk ke dalam hidupmu"
"huuuf…Pram, aku ragu padamu pram, aku … aku ga tahu banyak tentang kamu, tentang keluargamu"
"Aku ngerti axa, hargai aku axa, aku berjuang buat kamu…aku ga pernah lelah setiap datang kamu selalu saja judes, kamu tantangan buatku, aku ingin membakar kebekuan cintamu axa…"
"hmmmm……sebanyak apa yang kau tahu tentang aku, sebanyak itu pula aku harus tahu tentang kamu pram"
"kamu tau kenapa aku menculikmu? hal itu yang aku ingin darimu, kamu ga perlu tanya orang sana sini tentang aku, tanya padaku aku akan jawab axa, termasuk jika kau bertanya tentang berapa banyak wanita yang aku tiduripun aku akan jawab axa." apa Pram tau aku bertemu Sofi?
"Hmmmm…Aku ga perlu tau dan ga mau tahu tentang wanitamu Pram itu masalahmu, but…jelaskan padaku why you like me? apakah kau tahu tentang Saddam?"
"Kau … kau wanita impian semua ******** di dunia ini" aku ga salah denger ya!!!!! keningku berkernyit Pram tertawa sangat puas…sepertinya dia mempermainkanku dia benar-benar melihat kebodohanku.
"Axa…semua ******** menginginkan pendamping solehah, penurut, penyayang, mereka ingin memperbaiki hidup mereka dan keturunan mereka axa, kamu sasaran empuk ********, dan aku ******** axa" maksudnya apa??
"Kamu berbeda axa…kamu ga jual harga diri kamu demi sepotong love…setiap aku datang kamu ga pernah salting, ga pernah respect sama aku, ibadahmu bagus axa…suaramu mengaji selalu aku rindukan, lembut merdu ada damai di setiap lantunanmu"
"Orang tuamu bagaimana?"
"Mom… yah kau tahulah seorang Ibu jika putranya dekat-dekat janda dan mau serius sama janda, aku memang tidak membelamu axa… aku mau moms tahu sendiri tentang kamu, dady…dady setuju sama keputusan aku…karna aku mencritakan tentang kamu padanya…"
__ADS_1
"seberapa banyak kau tahu tentang aku?"
"Axa…haruskah aku menjawabnya? "
Aku menganggukkan kepalaku. Pram memberiku teh hangat. aku berusaha menetralisir hatiku sendiri
"Prasetya adalah sepupuku axa"
"Pppp…Pras…sepupumu?"
"Axa…aku mulai suka padamu ketika Pras membawamu dinner …mungkin kau lupa…aku tak bisa menghilangkan wajahmu dariku, bahkan aku membeli apartemen yang sama dengan Pras, demi melihatmu walaupun dari jauh, aku ga berani mendekatimu, karna aku tahu Pras bisa membunuhmu"
"Pras" spontan lirih aku memanggilnya
"Kau mencintai Pras axa? kau masih mau bersamanya? bersama ******** kelas kakap yang ga tahu malu?"
"Aku bertahun tahun mencoba mencari jejakmu axa… karna aku tahu kau dan Pras sudah tamat, Pras yang menyedihkan dia begitu depresi di tinggal olehmu axa.
kembali aku tertunduk jari-jariku masih asik memelintir ujung jilbabku.
"Axa…hentikan jangan memelintir jilbab terus …, kamu seperti orang idiot saja" dengus Pram.
Aku juga tahu tentang Saddam axa, kau membuatku sangat mengagumimu axa…adik sambungmu kau perjuangkan, kini Saddam memilikimu …" suara Pram begitu mengambang jika membahas Saddam, pangeran surgaku Saddam.
"waktuku 2 minggu kan?"
__ADS_1
"13 hari axa...ga lebih"
Aku bangkit dari dudukku…berusaha meninggalkan pembicaraan ini, lagi-lagi Pram menarik tanganku, kini aku sudah duduk di pangkuan Pram…aku mendengus kesal apa-apaan ini, mata Pram mata hitam pekat itu seperti mendapat mangsa...spontan aku bergidik
"Diamlah … aku ga akan memakanmu sekarang, aku tahu kita bukan muhrim, aku hanya ingin menikmati ini" jarinya menelusuri bibirku, ku hempaskan jarinya enak saja jarinya berjalan di bibirku. Pram tertawa…malam ini senang sekali dia tertawa. Pram mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku dan akhirnya……dia berhasil menciumku, lidahnya mulai menembus mulutku...kudorong dia sekuat tenaga, yang aku tahu jika orang sudah nafsu maka pertahanan akan lemah benar saja kami terjerembab ke tanah.
"mamaaaaah…mamah lagi apa sama papah?"
"Saddam…saddam…come here"perintah Pram
Apalagi ini? Saddam pion Pram…Pram selalu menagtas namakan Saddam jika ingin menekanku. apa lagi yang akan di lakukan Pram? susah di tebak…tidak seperti sinetron di Tv yang penontonnya mudah menebak naskah selanjutnya.
Saddam berlari ke arah kami…dia ikutan tidur di atas rumput aku mulai bergerak menjauhi mereka, lagi lagi dan lagi Pram tidak mengizinkan aku pergi akhirnya kita bertiga tiduran di atas rumput memandang bintang di langit beralaskan lengan Pram, aku disisi kanan Saddam di sisi kiri. indah ya sekilas indah jika hubungan kami nyata…
"maaf…sudah membuatmu kesal" Pram berbisik di telingaku senang sekali dia berbisik seperti itu.
"Papah…why you not kiss me too?" Apaaa Saddam mengira………oalaah
"what? kiss? iam kiss your mother? look at me…" kesempatan Pram pasti mencari kesempatan benar saja habislah wajahku penuh kecupan Pram. bujang gila
"kasihan Pras … ga tau nikmatnya menciummu"
"lepaskan ada Saddam, gila yaaaa"
"kamu perlu kursus bercinta axa…biarkan dia tau kita orangtuanya, kita saling mencintai."
__ADS_1
ciih memcintai…kamu yang tergila-gila bukan aku, aroma tubuh Pram begitu kuat, mungkin parfum mahal. Saddam mulai terlelap di lengan kokoh "papah" Pram.
jariku mulai menari di dada bidang Pram…kali ini aku yang gila. tad aku mengumpatnya kini jari-jariku menari di dadanya. kepalaku mulai merangsek di dalam dada Pram. rasa nyaman ini membuatku terlelap.