Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
Surat Perjanjian


__ADS_3

"maafin aku a.....pulanglah, semua sudah terlambat, biarkan aku dalam dunia baruku a...."bisikku di telinganya....aku tahu ini tida mudah buat kami berdua tapi apa boleh buat nasi sudah jadi bubur..kami berdua tidak bisa mengulangnya.


dilepasnya pelukanku, ga aku sangka dito menghampiri pras…rasa was - was kembali menghampiriku, Pras yang sedari tadi diam terduduk kini sudah siap berdiri seolah olah dia siap mempertahankan harga dirinya.


"jaga dia untukku....jika kau tak bisa membahagiakannya aku akan mengambilnya darimu entah kau suka atau tidak suka..ingat itu" sebuah ancaman seharusnya aku senang tapi tidak mengingat hutang Ibuku yang ratusan juta itu…aku tak mungkin meninggalkan Pras…kecuali Pras yang meninggalkanku.....i hope....Tuhan dengarlah Doaku...


"Tante aku menepati janjiku aku menghindari anakmu bertahun tahun walaupun aku cukup menderita...kau berjanji akan memberikannya untukku …tapi ternyata kau....Ibu dzolim yang menjual anaknya...ingatlah suatu hari nanti kau akan menyesal dan dia....dia kekasih hatiku dia yang akan menolongmu. cukup kami berdua jadi korban keegoisanmu aku tak akan menagih janjimu" panjang sekali Dito merutuki Ibu yang tertunduk malu aku juga ga pernah menyangka jika selama ini Dito tidak pernah menemuiku karna Ibu...apa kah Ibu ga bisa merasakan sesaknya dada ini.. Ibu oh Ibu


"masuklah sekarang ini jadi rumah kita" malam itu juga aku dan Pras pindah ke apartemen sertinya Pras tidak mau berlama lama di Rumah Ibu, kemana pun kau bawa aku akan ikut Pras asal adik adiikku dan Ibuku bisa berbahagia


"ini kamarmu dan itu kamarku kau tidak boleh sekalipun menginjakan kakimu di kamarku,,,,paham" aku hanya menganggukkan kepalaku alhamdulillah kamar terpisah setidaknya dia masih bisa membiarkan aku dalam kesendirian. ku taruh pakaianku dalam lemari map...ada map coklat di sana mau ga mau aku membukanya

__ADS_1


surat perjanjian pra nikah



Tidak menganggu privasi masing - masing


Pernikahan hanya 1 tahun



Alhamdulillah hanya 1 tahun. aku tahu ini konyol mana ada pengantin baru bahagia dengan perjanjian pranikah..baru 1 malam sudah berbunga bunga dengan harapan 1 tahun. waktu yang singkat aku pasti bisa melaluinya sepahit apapun aku pasti bisa.

__ADS_1


**


Seperti hari hari sebelumnya aku berperan sebagai istri Pras menyiapkan semua kebutuhannya kecuali pakaiannya karna ada larangan keras aku tidak boleh ke kamarnya, sebenernya aku bosan bahkan sangat bosan tinggal di apartemen ga kenal tetangga semua serba privacy


"ambillah ... anggap bonusmu" Pras menyodorkan paper bag kecil kepadaku ga sabar aku membukanya waaaw HP. HP pertamaku


"hmmmm terimakasih Pras" aku jarang sekali bicara pada Pras. Pras seperti majikan buatku karna memang seperti itulah keadaan ku saat ini. hari ini Pras tidak ke kantor ada unek - unek yang ingin aku utarakan padanya


"hmmm Pras ... aku mau bicarakan sesuatu " gemetar dalam suaraku, entah dia mendengar atau tidak, ku sodorkan black coffe favoritnya.


"katakan....terimakasih kopinya pasti enak " dengan cuek dia menerima kopi dari tanganku, aku masih terpaku diri di sisinya,

__ADS_1


"Izinkan aku kerja Pras… aku bosan di apartemen saja bahkan aku tidak pernah menginjakkan kakiku di taman depan sana" Pras menoleh padaku aku pikir dia akan mengerti keadaanku yang sudah berbulan bulan di dalam apartemen, hanya sesekali saja aku keluar apartemen untuk berbelanja kebutuhan rumah itupun bersama Pras


__ADS_2