
"katakan…ceritakan padaku ada apa…kau sudah ku anggap adik" jam makan siang miss Dora mengajakku makan bersamanya di luar butik, steak lezat di hadapanku seperti daging gosong saja. ceritaku mulai meluncur dari mulutku, cerita yang selama ini aku simpan di brangkas hatiku…aku pikir aku akan menguncinya rapat-rapat dan membuang kuncinya kelaut ternyata … aku ga mampu…air mataku mulai mengering untuk Pras…diktator tak punya hati.
"aku...aaakkkku sudah tak kuat lagi miss…aku harus apa? bagaimana dengan Ibu dan adik-adikku?"kembali aku pad kebingungan.
"ikut aku…dan dia akan menyesal" tanpa meminta persetujuanku Miss Dora membawaku entah tempat apa ini namanya aku belum pernah menginjakkan kakiku di sini.
ternyata ini spa salon and hair beauty…bisa gajiku 1 bulan ini untuk biaya perawatan macam ini
"relax…aku yang bayar…aku juga akan treatment axa…relax ok "seolah Miss Dora tahu apa yang aku pikirkan. padahal aku hanya ingin curhat bukan ingin di traktir ke salon. ya sudahlah ga ada salahnya juga aku menikmati ini semua dari wajah tubuh hingga rambut awalnya aku menolak aku suka rambut panjangku, dan aku sebenarnya ragu mmbuka jilbabku karna pegawainya perempuan semua aku jadi manut aja sama mereka, hanya di creambath itu kata mereka … sungguh pijitan di kepala ini membuatku nyaman bahkan sampai tertidur pula.
"perfect…see…ini adikku yang menjijikan…see axa suamimu akan tergila gila padamu" ku pandangi wajahku di cermin…benarkah ini aku?
"see…axa…jangankan Pras seratus model Praspun bisa tunduk padamu…hayo kita pulang lihat reaksinya padamu ceritakan padaku dan ingat jangan luluh sama dia…biarin dia kelepekan kaya ayam di potong "
Apakah benar akan seperti kata-kata Miss Dora Pras akan kelepekan melihatku? sepertinya tidak aku akan tetap menjadi wanita menjijikan di matanya.
jalanan Ibukota di jam sibuk macetnya minta ampun ku lihat jam di tangan ampun deh telat deh ngamuk deh aku harus buat alasan apa ini? haruskah aku bilang ke salon? percuma sih bilang jujur juga sama dia, baginya aku jujur atau bohong sama saja sama-sama salah.
"Assalamualaikum" ucapku benar saja Pras sudah berdiri di ujung tembok dengan tatapan nanar saat-saat seperti ini aku berharap wanita itu akan datang aku berusaha menegarkan diriku… kulangkahkan kakiku menuju kamar. kulirik Pras masih saja dia terpaku melihatku hatiku benar-benar menghitung kapan dia akan meledak.
"cepatlah…bersiap kita makan di luar" pintanya datar sepertinya aku salah dengar suara baritonnya begitu lembut dia habis minum apa ya? 7 bulan pernikahan ga pernah sekalipun dia selembut ini. Apakah ini efek dari treatment itu? ah sudahlah kali ini pun aku tak berani membantah moodnya sedang bagus mungkin dan aku sudah pulang terlambat.
**
Entah ini Daerah mana Pras membawaku malam-malam makan ditepian laut. Seafood yeaaay aku bersorak dalam hati sepertinya disini surga seafood. tempat yang indah setidaknya itu menurutku. aku memilih udang lobster buatku itu cukuplah makanku tidak terlalu banyak. Pras ingin makan gurame bakar dia memang suka ikan bakar. sambil menunggu makanan di sajikan aku menusuri pantai … sunyi sepi damai indah deburan ombak menerpa kaki telanjangku. entah Pras sedang apa di sana? paling sedang asyik bertelefon ria dengan pacarnya atau dengan si Anton asistennya yang pelit kata-kata itu.
__ADS_1
"hmmmm…kamu suka" tiba-tiba saja Pras sudah di sampingku menggenggam tanganku…panjang umur batinku baru saja di fikirkan sudah nongol saja. dan ini apa dia menggem tanganku erat bahkan sangat erat…percuma aku berusaha berontak…ada apa dengnnya? jangan…jangan sampai terlena axa, waktumu tinggal dikit lagi … jangan sampai kau jatuh dalam kebucinan, batinku terus saja bergejolak.
Pras membawaku ke atas batu, batu datar mungkin sudah biasa di duduki pengunjung…
"Bagaimana pekerjaanmu?" what dia bertanya dengan kelembutan lagi, bener-bener sudah salah minum obat rupanya dia…aku hanya mengangguk aku tak ingin menjawabnya jika aku menjawab pasti pembicaraan ini makin panjang, aku benar-benar menghindari perbincangan panjang dengannya, hatiku masih tergores atas penghianatannya dan kata-katanya.
"Masih marah? hayolah axa, aku ga pernah serius dengan ucapanku tentangmu, aku hanya ingin kamu jadi milik aku, ingat axa waktu kita menikah harusnya aku orang yang kau peluk setelah menikah ini kau malah memeluk pacar ga jelasmu itu…apa kau pikir aku tidak punya hati melihat istri yang aku nikahi memeluk pria lain?" sudah kuduga bakal panjang ceritanya.
"Aku tau aku salah, tapi itu hanya sekedar pelukan, kamunga tau kan rasanya menikahi orang yang tidak aku kenal? dia telah berjuang untukku selama itu, dia selalu ada di saat aku perlu dukungan, dia menungguku" why Pras mengingatkan aku pada Dito, sosok yang mulai hilang dalam hatiku
"Bodoh…kamu pikir aku mengenalmu? kamu pikir aku siap dengan keadaan itu?kita seri axa, kita sama-sama tidak saling mengetahui, seharusnya kita berjuang bersama bukan jalan sendiri-sendiri."
"Jadi aku yang salah? kamu memberiku kamar terpisah dan surat perjanjian. ide siapa itu? ide aku"
"heeeh...itu ujian yang ku berikan padamu axa…aku ingin lihat seberapa penurutnya kamu pada suami"
"kamu cantik axa" bisiknya di telingaku nafasnya bisa kurasakan di leherku walaupun aku berjilbab tetap saja nafas itu terasa, tangan satunya mulai menyentuh pipiku…jujur saja hatiku berdesir, apa ini!!! jangan terlena axa, atau kau akan terpenjara seumur hidup dengannya. jemarinyanmengusap bibirku, aku yang tak pernah di perlakukan seperti ini jadi salah tingkah, ku beranikan menoleh dan melihat matanya jarak kami hanya beberapa inci saja. mata itu mata yang biasa berkobar kini menjasi sendu, badan Pras mulai menempel ingin sekali aku mundur dan melarikan diri namun tangan kokohnya telah melingkar di pinggangku dan akhirnya Pras berhasil menciumku…aku wanita bodoh hanya bisa diam aku ga tau harus berbuat apa…ku biarkan Pras sendiri dengan nafsunya Pras menggigit ujung bibirku sakiit sekali aku membuka mulutku dan lidahnya nyelonong saja masuk ke dalam mulutku…aku jadi teringat setyawan dan wanita itu di dalam lift, apakah ini yang mereka lakukan. Bibir Pras semakin memburu…tangan pras mulai menjelajahi tubuhku…aku harus kabur…aku ga mau Pras memainkanku…bagaimana kalo aku hamil dan Pras menceraikanku. ku injak kakinya alhamdulillah berhasil segera aku kabur berlari kembali ke kedai. ku tinggalkan Pras dengan nafsunya…
**
"pindahlah ke kamarku axa…" pintanya malam itu, sumpah ini orang kenapa akhir-akhir ini sangaaaat manis sekali.
ku gelengkan kepalaku tanda aku menolaknya, aku tau dia pasti akan marah, biarlah dia marah toh aku sudah biasa jadi bahan caciannya…seperti biasa aku meninggalkannya sendirian ku kunci kamarku ku berlindung di balik pintu dadaku masih berdebar kencang apakah aku mulai menyukai Pras? apakah kami akan bersama selamanya?apakah kami akan memulai dari nol? aku akan bertanya pada zat penciptaku…ku ambil wudhu dan sholat isya.
pagi ini aku tidak berangkat kerja Miss Dora memberiku izin cuti. sudah lama juga aku tidak menyentuh dapur, tak ada apa-apa di kulkas, Praspun belum berangkat ngantor dia masih sibuk di kamarnya, sarapan pagi sudah aku siapkan telur setengah matang kesukaannya dan kopi hitam, aku minum susu saja sudah cukup.
__ADS_1
"Pras....hmmmm … bolehkah aku ikut bersamamu nanti?" aku mulai membuka percakapan
"Tumben…kau mau aku antar kerja? atau kau sudah di pecat di butik itu?" aku kira dia sudah berubah masih saja ketus seperti cabe rawit.
"Aku mau kepasar, hari ini aku libur aku mau masak stok bahan makanan kosong"
"oooooh. ok"
Suasana Apartemen di pagi hari sangat sibuk hampir semua warga berlomba lomba mengejar waktu, termasuk kami, lift selalu saja penuh sampai-sampai kami harus menunggu dua kali bolak balik, masih penuh juga tapi lumayanlah bisa masuk... tangan Pras melingkar di pinggangku entah apa maksudnya sebenarnya aku agak risih di depan umum seperti itu.
"Pagi pak....oh ini istrinya ya…cantik banget pak…ga pernah lihat bareng sekalinya lihat … cocok deh pak Pras ganteng istrinya cantik" pagi-pagi tetangga sudah menggosip saja…gerah kupingku ini, ku tatap Pras dia balik menatapku hanya alis dan matanya saja yang bermain menandakan agar aku tidak berkomentar"
"Alhamdulillah sampai deh" gumamku, Pras masih saja asyik melingkarkan tangannya dipinggangku sesekali mengelitik perut datarku.
"Tunggu di lobi, aku akan ambil mobil jangan macam-macam" akhirnya tangan kokoh itu terlepas dari tubuhku.
"Suamimu? aku kira masih jomblo ga taunya sudah laku" suara kurang ajar itu segitu jelekkah aku sampaindia bilang ga laku.
"Setyawan… pergilah aku ga mau ada masalah" ucapku ku tinggalkan dia sendirian, apa jadinya jika Pras tau bisa perang aku pagi-pagi begini.
Jalanan kembali macet jika saja tadi aku jalan kaki pasti sudah sampai butuh waktu 45 menit sampai ke Market Plaza. Pras tidak mengizinkan aku ke pasar tradisional.
"jangan lama - lama, cepatlah pulang"
"Baik bos" jawabku sambil membuka pintu mobil tapi sayang terlambat Pras menarik kembali pintu itu, dia memintaku menciumnya hadeeeeh apa-apaan ini....ini kan di dalam mobil bagaimana jika ada yang lihat.
__ADS_1
jarinya masih menempel di pipi. ayolah axa hanya pipi toh dia suamimu...baiklah hanya pipi kudekatkan bibirku ke pipinya...ternyata dia minta bibirnya… kami berciuman pagi ini di dalam mobil, bibirnya melumatku habis-habisan aku mulai menikmatinya ku biarkan dia menekan kepalaku dan jemarinya yang lain merayap di dadaku...ini rasa yang berbeda ini rasa kehausan bathinku. ketukan kaca membuyarkan adengan kami..untung saja kaca mobil Pras tak tembus pandang ku atur nafasku....pras menurunkan kacanya ternyata petugas parkir meminta Pras memarkirkan mobilnya dengan benar. ku cium pipi Pras dan ku tinggalkan dia dalam mobil.terpaku dalam nafsu
"Berangkatlah…aku tunggu di rumah"