PETAKA PERCERAIAN

PETAKA PERCERAIAN
Memenuhi Permintaan Tika


__ADS_3

Bu Murni menghampiri anak dan menantunya dengan sangat panik. Farhan pun tak kalah panik bergegas mengikuti langkah ibunya.


"Ada apa ini mengapa kalian kelihatan sangat sedih, apa dokter mengatakan kalau penyakit Tika sangat parah?". Tanya bu Murni sambil mengoyang bahu Arka.


Arka tersentak kaget, begitu pula dengan Tika, Mereka sama sekali tidak menyadari kehadiran bu Murni dan Farhan. Keduanya saling pandang, bingung harus berucap apa.


"Hmn...tidak ada apa-apa kok Bu, Tika hanya kelelahan saja. Ya, kan, sayang". Jawab Arka gugup, ia mengerlingkan sebelah matanya meminta istrinya mengiyakannya.


"Benar mbak dokter tidak bilang apa-apa". Tanya Farhan yang tidak percaya dengan penjelasan Arka.


"Iya, mbak baik-baik saja kok. Lihat saja sebentar lagi suster pasti ngusir mbak kok dengan bilang sore ini anda sudah boleh pulang ya bu." Jawab Tika meyakinkan adiknya dengan menirukan ucapan suster pada pasiennya.

__ADS_1


"Tapi kok kalian bisa segitunya menangisnya? . Seperti ada masalah berat saja." Rutuk Farhan masih mencoba menguak kejanggalan yang baru saja dilihatnya tadi.


"Mm itu...." Jawaban Arka terhenti


"Tadi mas Arka merasa sangat bersalah, ia merasa penyebab mbak sampai masuk rumah sakit karena keteledorannya. Tadi mas mu minta maaf sampai nangis-nangis, ya kan mbak jadi terharu juga akhirnya, padahal mbak sudah bilang kalau sama sekali bukan salahnya. Jadi deh drama romantis, berpelukan sambil tangis-tangisan.


" Ya Alhamdulillah kalau kejadiannya seperti itu, ibu tadi sangat khawatir sekali. Ibu pikir kamu mengidap suatu penyakit yang parah atau berbahaya". Bu Murni tersenyum bahagia berusaha menengahi perdebatan kedua anaknya, walaupun sebenarnya ia masih belum puas dan merasa janggal dengan jawaban sepasang suami istri itu.


Tika dan Arka bisa bernafas lega karena dua orang ibu anak di depan mereka berhenti mendesak mereka.


...****************...

__ADS_1


Hari ini hari Minggu, cuaca begitu cerah, sesuai permintaan Tika, mereka akan menghabis hari ini untuk quality time keluarga kecil mereka. Arka membawa anak dan istrinya ke Benteng Kuto Besak terletak di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Bukit Kecil, Palembang. Benteng ini merupakan tempat wisata dengan bangunan sejarah yang terletak di tepian Sungai Musi.


Fasilitas wisata di Benteng Kuto Besak jika di dalam area benteng terdapat museum, dan benda bersejarah lainnya. Tetapi jika di luar BKB, terdapat banyak sekali fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung. Seperti: Area parkir yang luas, Spot festival, Tempat duduk yang nyaman, Spot kuliner, Resto terapung dan Pasar 16 Ilir.


Banyaknya ragam wisata yang ada di kawasan Benteng Kuto Besak, menjadikan daya tarik tersendiri bagi Arka untuk mengajak keluarga kecilnya menikmati Benteng Kuto Besak sebagai destinasi wisata yang menyajikan sensasi berbeda.


Ketika menginjakkan kaki di benteng ini mereka bisa melihat penataan sedemikian rupa oleh pemerintah kota Palembang sehingga menjadi alun-alun di halaman depan benteng, dilengkapi dengan bangku-bangku, pedagang makanan, serta fasilitas penyewaan perahu untuk berwisata di Sungai Musi. Di tempat ini juga banyak kita jumpai penjual-penjual makanan khas palembang seperti pempek, mie tek-tek, dan model serta terdapat wahana-wahana yang membuat kita betah berlama-lama berada di pelataran Benteng Kuto Besak. Puncak dari kepadatan objek wisata ini adalah ketika akhir pekan ataupun musim liburan, banyak wisatawan-wisatawan lokal bahkan asing yang berkunjung ketempat bersejarah ini.


Arka dan Tika menggandeng tangan Sifa mereka menyusuri halaman depan benteng untuk mencari sarapan atau kudapan ringan khas palembang. Mereka memilih sebuah angkringan di pinggir sungai Musi, Tika memesan seporsi tekwan dan segelas teh hangat, Arka ingin sarapan model dan segelas kopi hitam dan Sifa lebih memilih nasi uduk dan air putih sebagai menu sarapannya. Sambil menunggu sarapan mereka dihidangkan, atas bantuan seorang pengunjung mereka berfoto dengan berbagai pose intim dan mesra yang backgroundnya adalah keindahan Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Sungguh terlihat seperti keluarga harmonis dan sangat romantis, orang tidak akan percaya kalau sebenarnya biduk rumah tangga sebentar lagi berantakan.


Senyum mengembang sempurna dari bibir sepasang suami istri yang akan mengakhiri kehidupan berumah tangga mereka, saat melihat buah hati mereka sangat antusias melahap menu sarapan sederhana, seporsi nasi uduk lengkap dengan lauknya. Ada rasa nyeri di dada keduanya, hati mereka seperti diremas-remas dan diris-iris terutama bagi Tika. Matanya memanas membuat sebongkah bulir bening lolos dari sudut matanya. Sontak ia memalingkan muka menyembunyikan lara hatinya dengan gerak cepat menghapus jejak air mata yang tiba-tiba meluncur tanpa bisa dicegah. Arka yang melihat kondisi istrinya segera menghentikan makannya, ia sangat memahami betapa terlukanya hati istrinya tidak saja karena perpisahan harus terjadi disaat sayang-sayangnya, tapi juga karena harus merelakan gadis kecil di depannya mesti hidup dengan status orang tuanya yang tak lagi sama. Dengan penuh perhatian ia menggenggam erat tangan kiri Tika untuk beberapa saat dan membelai pucuk kepala wanita berbalut jilbab panjang itu dengan lembut, mengurai senyum kemudian menggeleng. Tika membalas senyuman suaminya sembari mengangguk pertanda mengerti bahwa suaminya itu tidak ingin melihatnya bersedih. Mereka kembali menikmati sarapan masing-masing sambil menikmati indahnya pemandangan sungai Musi dengan segala aktifitasnya yang membuat suasana hati mereka membaik. Dari tempat itu juga mereka bisa melihat dengan jelas Jembatan Ampera yang dengan kokohnya bertengger di Sungai Musi yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, merupakan ikon kebanggaan Kota Palembang paling terkenal. Berkunjung ke Palembang akan terasa kurang jika belum mengunjungi jembatan ikonik ini. Jembatan yang sempat menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara ini memiliki panjang lebih dari 1000 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 63 meter. Jembata Ampera dibenahi sedemikian untuk pelaksanaan ajang Asian Games 2018 dengan dipasangi dua jam analog ukuran besar pada kedua menara, sehingga jembatan terlihat keren dan modern. Pada malam hari, Jembatan Ampera tampak makin cantik dengan lampu yang menghiasi.

__ADS_1


Usai menghabiskan sarapan Arka bertanya pada Tika dan Sifa tempat pertama yang ingin mereka kunjungi, dengan cepat Sifa mengajak untuk masuk gedung Benteng Kuto Besak, dan diangguki oleh Tika. Sifa sangat tertarik dengan keberadaan benteng bersejarah itu. Setelah membayar sarapan yang telah mereka santap, mereka berjalan dengan riang gembira menuju gedung masuk benteng. Sifa pun tak kalah antusiasnya menggandeng tangan bundanya dengan berjingkrak-jingkrak. Arka berjalan sambil memeluk pinggang istrinya, sedangkan Tika memeluk lengannya dengan mesra. Arka dengan sigap membeli tiket masuk dan stelah mendapatkannya, la segera mengajak Anka dan istrinya untuk masuk ke gedung Benteng Kuto Besak. Sifa sangat bersemangat, dengan menggebu-gebu ia banyak bertanya tentang sejarah benteng yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin 1 dan dilanjutkan oleh Sultan bahaudin ini.


Di dalam area Benteng Kuto Besak Arka dan keluarganya bisa melihat museum, serta benda-benda bersejarah lainnya, seperti meriam, dan bangunan-bangunan lainnya yang bersejarah. Di dalam kompleks Benteng Kuto Besak terdapat pelataran yang luas, balai agung, serta beberapa ruangan seperti keputren, paseban, ruang tamu, hingga kediaman sultan dan permaisuri.


__ADS_2