
Ketika Musim Penghujan Mengguyur seluruh kota sanghiang,
Banyak kekecewaan diraut wajah orang-orang di kota tersebut,dan itu semua di alami oleh sebagian orang pekerja,
karna aktifitas mereka harus terhentikan karna guyuran hujan yang lebat.
Belum lagi angin kencang yang meniup sebagian pepohonan besar,
yang mengakibatkan kemacetan parah
karna pohon tersebut tumbang ke ruas jalan hingga menghalangi beberapa meter jalan raya.
banyak proyek yang juga terbengkalai,
karna para pekerja tak bisa bekerja di musim penghujan itu,
karna bisa mengakibatkan mereka nanti akan kena demam atau penyakit lainnya jika terus-menerus di bawah tekanan air hujan.
kini ruas jalan pun harus tergenang oleh Air hujan setinggi lutut orang dewasa.
yang menyebabkan luapan air dari parit pinggir jalan kota meluas yang mengakibatkan tidak bisa menampung banyak air lagi karna sumbatan sampah di lubang parit itu sendiri.
Sehingga membuat kemacetan jalanan ibu kota sanghiang lumpuh total.
belum lagi dengan krisis tanggap darurat bencana di sebuah pemukiman di daerah pedesaan,di negara itu .
yang mengharuskan sebagian warganya mengungsi ketempat yang lebih tinggi lagi agar jauh dari bencana susulan dan jauh dari banjir bandang.
sejauh ini penanggulangan bencana dikatakan cukup baik,karna ada campur tangan dari perusahan terbesar di kota itu,untuk membantu dan memberi sumbangan yang besar dan cukup untuk para pengungsi.
sebagian juga untuk memperbaiki jembatan yang terputus akibat banjir bandang.
penanganan-penganan di setiap sudut kota dan pemukiman warga kecil, sudah berangsur-angsur membaik juga.
karna dari waktu ke waktu,
sumbangan dari berbagai penjuru kota muali berdatangan dan penanganan nya pun sudah tererosasi
semua kembali normal lagi untuk sebagian orang-orang yang masih bisa di katakan mampu.
Dua Minggu ,dari bencana yang melanda di pedesaan itu pun berangsur-angsur surut dan sudah membaik lagi
__ADS_1
dari sebagian orang sudah pulang ketempat nya masing-masing dan sebagian orang lagi masih menetap dan mengungsi di tenda- tenda yang sudah di sediakan oleh pemerintah .
mereka memilih mengungsi karna sebagian rumah mereka juga di bawa hanyut oleh banjir bandang,dan rumah mereka juga tak layak pakai lagi untuk berlindung.
kini orang-orang yang masih menetap di tenda mengadu nasib nya pada pemerintah,agar ada tempat layak untuk mereka pakai dan tempati lagi.
terkecuali tiga adik kakak yang masih di tenda,
mereka masih tidak percaya apa yang terjadi pada rumah dan tempat tinggal mereka sekaligus lenyap menghilang begitu saja .
hingga membuat mereka berlarut dalam kesedihannya.
terutama seorang gadis yang bernama Vivina.
dia masih mengelus dada karna kejadian itu berlangsung cepat baginya dan membuat dia kehilangan harta benda segalanya sekaligus rumah tempat tinggalnya.
terkecuali dua hal yang masih dia bisa tetap sabar, bertahan dan ikhlas,
karna dua orang di dalam keluarga nya selamat dari kejadiaan itu.
yaitu adik dan kakak angkatnya vivina.
"kak vina apakah kamu baik-baik saja,??aku sangat mengkhawatirkan kondisi mu sekarang!!"
vivina hanya menanggapi dia dengan senyuman hangatnya.
"sejauh ini aku lebih baik adikku,bagaimana keadaan mu sekarang ??,
kamu tidak terluka dan tidak kenapa-kenapa kan tidak terbentur benda apapun ?".
kecemasan vivina pada argo ,dengan mengelus kepala argo.
argo hanya menanggapi nya dengan senderan dia di bahu vivina dengan sedikit manjanya lalu menjawab nya.
"aku juga baik-baik saja kak,cuma
aku sangat menyangkan rumah kita saja,disana tempat kenangan kita dan mendiang ayah dan ibu,namun sekarang malah justru hilang di telan bumi begitu cepat !"".
kesedihan argo bisa di rasakan vivina karna dia juga sama satu pemikiran dengan argo karna rumah itu bagi mereka adalah kedua pengganti setelah dua orangtua nya meninggal lima tahun yang lalu.
kesedihan di dekat tenda itu bisa di rasakan oleh sebagian orang yang sama nasibnya dengan dua adik kakak itu.
__ADS_1
lamunan mereka pun berlarut,hingga tak menyadari ada sosok kakak angkatnya yang hadir untuk menghibur mereka.
"adik-adikku,kalian disini,aku mencari kalian tadi di tenda kalian,kenapa tidak mengabari ku kalau kalian pergi dari tenda sih ?"..
kekagetan kedua sodara itu pun sontak menoleh dan merasa jantung mereka serasa copot karna kak anggina tiba-tiba sudah ada di belakang mereka dan menepuk bahu mereka sekaligus dengan dua tangannya.
"kak gina kenapa kakak mengagetkan kami,"..
gumam dengus kesal argo pada kakaknya sendiri.
membuat kak gina tertawa kecil padanya.
"kamu segitu saja udah kagetan,
maafkan kakak ya jika aku hadir tiba-tiba..hehe
lagian kamu dan vina masih disini,liat coba tuh awan udah gelap dan matahari sudah ke barat mau terbenam,kalian masih saja disini,membuat kakak khawatir saja'"!.
anggina pun merangkul tangan kanan argo, dan menyenderkan kepalanya di bahu argo yang lebih tinggi darinya.
"benar juga yah,kita udah lama di sini kak vina.
aku lupa tadi mau mengajak kak vina pulang,eh malah ikut ngelamun di bawah pohon ini"!!.
argo dan anggina pun menoleh pada vivina,yang sedari tadi melanjutkan lamunannya.
"mmm,baiklah ayo kita pulang ke tenda kita,dan kita harus memperbaiki lagi dari awal dan memulai hidup yang baru lagi dari nol !!".
berdiri dengan satu tongkat nya dan penuh semangat terpancar dari wajah vivina ,yang membuat adik kakaknya itu juga larut dalam semangat vivina.
argo dan anggina pun sontak menjawab dengan riang dan ceria lagi.
"siap kapten cantik.!!".
argo dan anggina saling menoleh dan tertawa kecil karna ucapan mereka serentak sama.
"kalian ini selalu sama,let's go kita ke tenda"
vivina pun melangkah dua langkah di ikuti argo dan anggina di sampingnya membantu jalan vivina.
dengan tangan argo memegang tangan kiri vivina,
__ADS_1
anggina disamping kanan berjaga-jaga agar vivina tidak terjatuh atau tidak terpeleset karna tongkat nya yang menginjaki tanah yang licin.
ketiganya pun melangkah dan menuju tenda mereka ,yang tidak jauh dari tempat tadi mereka duduki.