
"kenapa hari ini dan tadi malam sial sekali,"gumam ku.
secara tiba -tiba pintu pun di ketuk dari luar dan terdengar suara perempuan .
"tok tok tok.",suara pintu.
"eh iyaah,siapa ya".ucap ku memastikan siapa yang akan datang.
"maaf nona saya pelayan tuan al,apa anda sudah bangun",.
ucap pelayan itu dengan nada penasaran.
"masuklah,pintu tidak ku kunci,".
ucapku sambil menyuruh dia masuk dari tempat tidurku.
pelayan itu pun memasuki kamar dengan seragam hitam putih nya.
"nona apa ada yang bisa saya bantu."
ucap dia memastikan ku .
"emm tidak,oia nama mu siapa",.
ucapku dengan nada penasaran,
aku melihat wajah polos pelayan itu seumuran dengan kak gina ,
wajah nya natural berkulit sawo matang,
aku pun hanya bisa tersenyum memandang dia,dia hanya bisa menundukan kepala.
"nama ku ita nona,anda bisa memanggilku bibi ita."ucap dia dengan memperkenal kan diri.
"owh kak ita,,gak usah bilang bibi ya karna kakak ini sepertinya semumuran dengan kakaku,dan kakak bisa panggil aku vina ,jadi jangan panggil aku nona".
ucap ku dengan tersenyum.
dia pun memandangku terkejut dan menudukan kepala nya lagi.
"eh kok masih bsrdiri situ,ayo kesini duduk".
ucapku mencairkan keheningan .
",maaf nona aku tidak bisa duduk di tempat itu".
ucap dia lagi dengan nada ketakutan.
aku pun mengangkat alis dan mengerutkan kening.
"kenapa gak bisa duduk disini,lihat lah aku juga duduk disini".
ucapku meyakinkan nya.
dia hanya berdiri saja disitu tanpa melihat ke arahku ,aku pun penasaran pada dia kenapa dia bersikap seperti itu padaku.
aku pun mengambil tongkat ku dan menghampiri nya setelah berada di depan nya aku pun meletakan tangan ku di pundak nya .
"kak ita ayoo duduk,jangan takut ada aku disini".
ucap ku lagi pada kak ita,
kak ita pun tak bergeming dia malah bergetar hebat saat itu.
pada saat itu pula aku melihat seorang lelaki tinggi di belakangya seperti mengawasi kami berdua.
aku pun mencoba mendekati pintu itu,
dan mulai memberikan ekpresi tidak suka pada lelaki yang tak lain adalah asisten pribadi al yang bernama son.
"kenapa kau disini mendengar kan pembicaraan kami,,sudah pergi aja tuan mu pasti menunggumu".ucapku dengan sorotan mata tajam.
son pun hanya menundukan kepalanya dan berbicara.
"maaf nona, namun aku harus memastikan mu disini bersama pelayan kami."
ucap son dengan tegas.
"jangan sebut dia pelayan,dia ada nama kak ita iya ka ita namanya,dan dia baik kok jadi jangan perlu khawatir..
udah sana pergi ,,apa kamu akan mengawasi ku sampai aku berganti pakaian juga"
ucap nada kesal ku..
memang pada saat itu kak ita juga membawa sebuah pakaian yang cantik di tangan nya,
son pun menelan ludahnya sendiri dan pamit meninggalkan kami berdua .aku pun membanting pintu itu.
kak ita yang sedari tadi mendengar pembicaraan kami di buat terkejut saat perkataan ku menusuk pada son kaki kanan al pada saat itu.
lantas saja kak ita pun bergumam dalam hatinya.
"nona ini begitu menakutkan jika di bantah,dan tuan son yang tidak takut siapa-pun kini dia harus menelan ludahnya sendiri,,dan aku mulai merasa tidak enak disini apa lagi tadi tuan son mengawasi ku terus menerus karna masuk dalam kamar tuan al".
gumam hati kak ita
aku pun mencairkan lamunan kak ita dan mengajak dia duduk di badcover itu.
kak ita pun duduk sembari ketakutan.
"kak ita jangan takut ,,ayo ceritakan tujuan mu kemari".
ucapku dengan hangat
"nona,aku kemari hanya ingin mengantarkan gaun ini dari tuan al,dia memberikannya pada mu karna semalam gaun mu basah maka gaun mu masih berada di lundry,jadi untuk sementara nona memakai gaun ini."
ucap kak ita dan menyodorkan gaun ini.
aku hanya bisa mengangkat alis pada saat itu dan menerima nya.
kemudian aku pun menananyakan siapa yang menggantika pakaian ku.
"kak ita apa aku beh bertanya sesuatu,,?"ucapku dengan nada penuh pertanyaan.
"silahkan nona ,,"
ucap kak ita.
"emmm yang menggantikan pakaian ku di badan siapa ?"
ucapku lagi dengan sedikit penasaran.
__ADS_1
kak ita pun menatap ku dengan tersenyum dia pun menceritakan semua nya dari awal.
memorie..
pada saat itu diperjalanan,
al pun mengkhawatirkan ku,karna dia meninggalkan ku dengan emosinya.
"astaga kenapa aku harus meninggalkan gadis itu".
ucap penyesalan al.
dia pun memutar balikan mobilnya lagi,dan masuk ke area restouran tadi malam.
dia pun memparkirkan mobilnya dan diikuti beberapa mobil pada saat itu,son juga turun dari mobil dan mempertanyakan nya pada al.
"tuan kenapa anda memutar balikan lagi mobilnya kesini,dan saya juga ikut karna khawatir dengan tuan".
ucap son pada al.
"tidak aku hanya tidak bisa tenang saja ketika gadis yang di titipkan xio harus ku tinggalkan disini,,cepat cari dia di seluruh area ini".
ucap al dengan nada khawatirnya.
son pun hanya berpikir dan berbicara dalam hatinya.
"kan tuan xio tidak menitipkan apa-apa pada tuan al kenapa dia sekarang malah khawatir dan cemas pada nona yang di bawa tuan xio itu,sudah lah mungkin dalam perjalanan,tuan xio memberi tau al untuk menjaga nona ini."ucap hati son .
"cepat cari gadis itu."
ucap al dengan tegas mencairkan lamunan son
son pun pun memenundukan kepala nya nya dan berpamitan pergi,
al pun luntang lantung masih beridiri di dekat mobilnya,
beberapa menit kemudian al pun telah cemas berada di ubun-ubunya.
dia pun mencari sendiri diriku di dekat taman.
di pun berlalari sebisa dia ,karna awan tebal sudah melenyelimuti bagian langit yang penuh bintang itu,
dia pun mengadah ke atas.
"siaall mau huja lagi,dan gadis ini masih belum di temukan".
ucap al sembari menyusuri trotuar jalan dekat taman.
al pun berhenti di di depan dia terdapat aku yang duduk di taman itu dengan tangisan ku.
al hanya menaiki alis ketika mendengar jeritan tangisanku.
"gadis ini kenapa di malah nangis disini".ucap gumam al pada saat itu.
aku yang sedari tadi duduk dikursi itu pun tak menghiraukan keseluruhan kelilingku karna pada saat itu aku menundukan kepala sembari memegang kening dan wajahku ,menangis sekencang-kencang yang ku bisa ,
seketika itu pula "byurrr",hujan turun dengan deras tanpa aba-aba.
aku pun basah kuyup dan tersenyum sambil mengadah ke atas menikmati hujan.
al yang sedari memperhatikan ku pun ke heranan dan masih mematung di tempat nya.
saat itu pula al menyadari posisiku yang duduk menjadi berdiri perlahan,dia pun mendekati ku pelan-pelan ketika melihat ku meringis kesakitan di kepala,
setika itu pula aku jatuh di pangkuan al ,
al pun memelukku dengan erat dan memanggil nama ku.
"vivina,, vivina ,,vina hey bangun.."
ucap kecemasan al pada ku.
dan sesekali dia mengusap wajah ku dengan lembut.
son pun mengahampiri kami berdua dengan memberikan perlindunganya pada al meneduhakan payung ke kepala nya.
al pun langsung menggendong ku membawa ku ke mobilnya,
sampai di depan mobilnya son pun membukakan pintu itu,
dan al pun menaruh ku di kursi depan dekat bersampingan dengan nya nanti jika membawa kemudinya.
secara pelan-pelan dia menaruh ku,
dan menutup kembali mobil itu,
al pun memberi aba-aba pada son agar mengikutinya nanti dengan mobilnya.
al pun masuk kedalam mobil itu,
dan duduk dengan memegang kemudinya,
sebelum dia menyalakan mobilnya,dia tak lupa menarik pegas karet yang akan melindungi kami di perjalanan nanti,
wajahnya pun mendekati ku,
terasa hangat dalam leher ku ketika nafas al mengenai leherku.
dia pun mengambil jas nya di belakang nya itu dan memeberikan nya pada ku untuk menutup bagian tubuh depan ku.
dengan hati-hati diapun menaruhnya.
tangan dia tak sengaja mengenai dadaku.
dia pun menelan ludah sendiri karna tidak kesengajaan nya itu.
dan segera melepas tangan nya itu.
lalu dia mengcek suhu tubuhku yang panas saat itu.
dia pun panik dan segera menggas mobilnya.
**
sesudah sampai di depan rumah nya beberapa pelayannya segera menyambutnya.
mereka pun terkejut al membawa ku.
dan tidak mempertanyakan lagi pada al, jika bertanya maka mereka akan di pecat begitu saja.
dia pun buru-buru membawaku ,karna rumah nya cukup besar dan ada tiga tingkat,maka dalam rumah nya pun terdapat lift khusus nya.
__ADS_1
dia pun berjalan dan masuk lift,
sesudah di lantai tiga dia pun masuk kekamar,
dan menaruh ku dengan hati-hati di badcovernya.
dia pun segera mengcek suhu tubuhku lagi,dan masih sama panasnya.
al pun segera mengambil telepon genggam yang ada di kamar nya meny uruh son ke atas.
"son keatas dan tolong bawa satu pelayan wanita untuk membantukku disini",.
ucap al dengan nada cemas.
son pun mengiyakan dan membawa pelayan yang lebih senior diantara semuanya yaitu bernama bibi anjani.
mereka berdua pun keatas menggunakan liftnya.
setelah tiba di depan pintu son pun mengetuk pintu,
dengan sigap al pun membuka kan nya dan menyuruh son lebih dulu masuk sebelum menyuruh bibi anjani masuk.
",son bagaimana ini badan dia panas,dan sekarang aku bingung harus bagaimana menurunkan suhu tubuhnya."
al pun menjelaskan pada son
son dengan tanggap memberikan intruksinya,
al pun menatap ke son ,namun tidak ada cara lain lagi selain harus menghubungi xio.
son pun menelepon xio setelah banyak pertimbangan dari al dan menyuruh nya menelepon xio pada waktu itu.
tak lupa juga son membuka pintu agar bibi anjani segera menggantikan pakaian aku .
al dan son pun keluar,saat bibi anjani mengganti pakaian ku.
kemudian setelah beberapa menit kemudian bibi anjani pun keluar dan membawa pakaian ku.
dan mempersilahkan tuan nya untuk memeriksa aku.
pada saat itu aku memakai kemeja putih al yang menutup sebagian paha ku,karna baju nya yang lumayan besar untuk tubuhku.
maka bisa menutupi sebagian area ku.
terkecuali yang mengail di dadaku ikut di lepas karna basah,dan masih terlihat kecil samar di kemeja itu.
namun celana dalam ku tak di lepas karna bibi pun ragu.
dan dia hanya menyelimutiku dengan selimut punya al.
ketika al masuk dan duduk di dekat badcover ku memeriksa suhu tubuhku dengan tangannya,
dia pun meminta pada bibi anjani itu untuk membawakan satu mangkok air dengan lap bersih.
segera bibi pun turun dan kembali lagi,
son pun segera mengambil mangkok itu dari bibi ,dan mempersilahkan al untuk meletakan lap itu di kening ku setelah mencelupkan ke air panas.
bibi pun keluar di ikuti son,son pun menantikan xio yang sudah di jalan tadi setelah mengantar kekasihnya.
berberapa menit kemudian xio telah sampai dan lalu lari masuk kedalam menghampiri son,
son pun mempersilahkan dia masuk dalam lif,dan setelah itu mereka berdua pun sudah berada di depan pintu al,
belum sempat mereka mengetuk al sudah membuka kan pintu dan menyuruh xio memeriksa ke adaan ku.
dan mendekatiku dengan beberapa perlatan dokternya.
setelah memeriksa ku xio pun mempertanyakan pada al dan memberi tahu kondisiku,
"al dia demam tinggi,suhu tubuhnya menurun drastis,tapi untung saja aku sudah menyuntikan bius menurun kan suhu tubuhnya..kenapa dia berada di rumah mu bukannya kamu mengantar dia pulang".ucap xio dan memperjelas pernyataan nya dan memberikan beberapa pertanyaan yang membuag dia heran.
al pun menjelaskan nya dengan rinci pada xio,xio hanya mengangkat alisnya ketika tau penyebabnya,
al pun menepuk bahu xio yang sedari tadi melamun .
"apa kau baik-baik saja."
ucap al memastika pada xio.
xio pun menyudahi lamunan nya setelah mendapatakan pertanyanaan dari al.
xio hanya bisa tersenyum dan mengagguk .
xio pun mengizinkan aku untuk tinggal disini karna permintaan al.
al pun tersenyum dan menghampiriku dan mengecek suhu tubuh ku lagi yang sudah mulai menurun panasnya,dia pun tersenyum pada xio.
al pun menghampiri xio lagi dan mereka berdua pun keluar bersamaan.
sesampainya di lantai bawah xio pun memberi pesan pada kak gina.
dan dia pun berpamitan untuk pulang,setelah kepergian xio,
al pun memberikan intruksi ke son .son pun mengangguknya.
dan al pergi ke atas lagi,
al menjaga ku sepanjang tidurku,dia tidur di sofa yang tak jauh dari badcover.
dan pagi nya dia pun memeriksa ku lagi lalu tersenyum dan keluar kamar menuju ruang santai nya .
karna hari itu hari minggu dia pun menghabiskan waktunya di rumah karna ku.
***
aku pun kaget dan setengah tidak percaya,
aku hanya bisa tersenyum malu pada saat itu dan rona wajah ku pun terlihat.kak ita yang sudah panjang lebar cerita pun kini dia melihat reaksiku yang seperti itu kak ita pun tersenyum.
"nona apa kamu baik-baik saja"
ucap kak ita mencairkan suasana lamunan ku.
"eeh emm aku baik baik saja,emm baiklah aku ,aku akan mandi sebentar dan aku akan menemuinya."
ucapku pada kak ita yang sedari tadi menunggu jawaban ku.
kak ita pun berpamitan untuk keluar dan aku pun menuju kamar mandi
bersambung...
__ADS_1