
aku pun hanya batuk pada saat itu,menahan rasa malu ku dan memalingkan wajahku ketika el tersenyum padaku,
al yang menyadari ekpresi ku pun kini mengajak el ke dalam tak menghiraukan ku disana,kak gina pun menghampiriku dengan senyuman nya.
"el ,kita kedalam saja lagian sudah sore kita pulang aja".ucap al sembari memeluk pundak el.
"emm kok buru-buru,bagaimana kalau kita makan malam bareng disini saja"ucap el semabari menoleh ke belakang ke arah ku dan kak gina.
aku yang masih mendengar dari kejauhan hanya bisa menggarukan kepala dan melirik ke arah kak gina,kak gina hanya mengangkat dua pundaknya seakan-akan tidak tau apa-apa.
"vina ayo kita masuk,lihat lah dua lelaki itu,mereka seperti nya punya rencana lain lagi,,huptt pasti repot sekali malam ini."
ucap kak gina dengan nada lemas nya.
"sudahlah biarkan saja ,toh mereka juga adalah bos kita."ucap ku yang santai menghadapi sikap kak gina yang pada saat itu sedikit tidak tenang.
kami berdua pun memasuki rumah,setelah tiba nya di dalam,
aku pun berjalan ke arah meja makan untuk duduk sebentar,
tak selang beberapa lama,
pintu dari ruang tamu terdengar bunyi.
"tok,tok,tok"suara pintu.
al yang tak jauh dari ruang tengah pun segera kearah pintu itu dan membukanya.
argo yang pada saat itu kelelahan,terkejut melihat al berada dalam rumah nya,
al hanya bisa tersenyum pada saat itu,
argo pun segera menyapa dan memberi salam nya.
"eh kak al,kok ada di rumah,,emm sama kak vina juga ya ?"ucap argo dengan canggungnya.
"iya,aku tadi pagi mengantarnya dan sekarang masih disini,menunggu malam tiba untuk makan malam bersama kalian."ucap al dengan santai nya,
mereka berdua pun masuk,
setelah melewati ruang tamu,kemudian masuk ke ruang keluarga,el berada di sana semabari menonton tv,
argo pun terkejut lagi,
dan tersenyum canggung pada el,el hanya memberi sapaan tangan nya dengan senyuman nya.
"kenapa dua orang ini ada di rumah,apa yang terjadi sebenarnya"ucap dalam hati argo yang kebingungan.
al dan el pun menikmati tontonan nya dengan banyak cemilan di depan nya,
argo pun memasuki kamar untuk berganti pakaian sehari-harinya,
lalu argo pun menuju dapur.
"kak vinaa,,kak vina udah pulang".
ucap argo dengan riang dan memelukku.
"ehh argo udah pulang,iyah kakak tadi pagi baru sampai di anterin tuan al"
ucap ku sambil mengelus rambut argo.
"argo gimna dengan lomba kamu,apa kamu menang"ucap kak gina dengan membawa beberapa sayuran ke atas meja.
"emmm,kami masuk babak final lusa nanti ,dan
menang gak menang gimana lusa nanti,,aku sangat lelah sekali,,
bukan masalah main basket nya yang jadi kendala melainkan para cewek dipodium itu membuat ku tidak konsetrasi karna teriakan mereka"ucap argo dengan nada kesalnya.
aku dan kak gina hanya saling pandang,dan tertawa kecil.
"ya ampunn adikku sayang,jadi kamu di buat gak konsen sama cewek-caweknya,,apa cewek-cewek itu cantik-cantik dan seksi-seksi ya sehingga kamu gak konsen..hahah"ucap ku menggoda argo.
"bukan kayak begitu juga kakak,cuma ada insiden kecil yang menghambatku juga "ucap argo sembari menghela nafas.
"insiden kecil gimana ,kok kak gina gak paham".ucap kak gina dengan nada serius.
argo pun menceritakan insiden itu.
memoriee argo..
setelah sampai di gedung putih,
tim argo pun memasuki gedung itu dan masuk ke dalam ruang ganti nya,
disana mereka di kasih arahan oleh pelatihnya,dan sarapan bareng sebelum memulai perlombaanya.
beberapa jam kemudian,
tim mereka pun di panggil kedalam aula untuk tanding dengan SMK drajat.
tim nya pun memasuki aula itu,
satu persatu berjalan berbaris,
argo yang di belakang tim nya,
kemudian sorakan demi sorakan terlontar di atas podium itu.
"argoo,,argoo,argooo",ucap para cewek fans nya argo.
"lihat lah argoku sangat tampan sekali"ucap salah satu cewek itu.
"itu argo ku,dia pangeran tertampan ku,aku akan memilikinya"ucap temannya lagi.
mereka semua pun saling berbutan untuk memuji argo,
argo hanya bisa menggelengkan kepala,ketika mendengar ucapan para cewek itu.
teman-teman argo hanya bisa ketawa kecil.
sesampai nya di tengah lapangan,
tim lawan nya pun saling berhadapan satu sama lain.
di salah satu tim lawan nya itu terlihat ada seseorang yang dia kenal.
dia adalah musuh argo dari waktu smp.
karna dulu mereka sangat akrab namun hubungan mereka renggang akibat cewek juga.
dulu teman nya salah paham pada argo,
argo dibilang perusak hubungan nya dengan teman pacarnya itu,hingga pada akhirnya teman dan pacarnya itu putus.
dari situlah teman nya itu membenci argo,
dia selalu mencari masalah dengan argo di sekolahnya,dia selalu mengajak argo untuk berkelahi,
namun argo tidak meladeni nya,
hingga tiba argo di kroyok oleh beberapa teman itu,dan argo pun masuklah ke rumah sakit.
kini mereka di pertemukan kembali dalam satu ruang.
tatapan teman nya itu dingin terhadap argo.
nama teman nya argo adalah bara.
wasit pun meniupkan peluit,argo yang sebagai capten nya pun berbutan bola dengan bara yang di lempar ke atas oleh wasit.
bola pun ditangan argo,
argo hanya bisa tersenyum tipis,
karna perawakan ia cukup tinggi dari bara,
bara hanya mengeretakan giginya saja.
bola pun di lemparkan pada tim nya argo,
saling melempar bola hingga tiba di ring bola itu,
__ADS_1
argo pun dengan santai meloncat bola itu masuk.
"pritt,1-0"suara peluit dari wasit pun terdengar,dan papan layar pun berganti poin.
beberapa menit persaingan sudah sangat sengit,tim lawan juga sudah mencetak gol 17 poin dan tim argo baru mendapatkan poin 18.
hingga saling serang berganti posisi,kedudukan nya pun seri.20-20poin
babak pertama pun berakhir dengan imbang.
peluit dari wasit pun menghentikannya,
mereka pun balik lagi ke tempat duduk yang sudah di sedia kan panitia untuk beristirahat,
argo pun meminta izin pada pelatihnya untuk ke toilet untuk membuang air.
argo pun melangkah pergi ke toilet itu,
lalu dari kejauhan bara pun melihat argo ,
dia pun meminta izin pada pelatihnya untuk ke toilet,
tak selang beberapa lama argo pun sudah berada di dalam toilet itu.
bara yang mengikuti dari belakang argo pun memiliki rencana jahatnya.
"aku akan membuat mu kalah dalam pertandingan ini"ucap bara yang telah melinyinap di balik pintu luar toilet.
argo pada saat itu tidak tau ada orang di luar sana.
hingga terdengar suara pintu tertutup dengan kencang.
"brukkk"suara pintu.
argo yang sudah selesai membuang air pun segera keluar dan mencuci tangan nya,
lalu dia berjalan ke arah pintu itu,bermaksud untuk membuka tapi pada kenyataanya pintu itu terkunci dari luar.
"lah kenapa tiba-tiba pintu ini kekunci,,siapa yang ngelakuin nya,,"ucap argo sembari menggedor-gedor pintu.
"heyy yang di luar tolong bukaim pintu nyaa,aku terkunci dari luar".
ucap argo sembari teriak.
permainan dalam lapangan pun akan di mulai,
pelatih nya pun mencoba bertanya pada teman nya argo.
"bima ,,argo kemana kenapa dia belum kembali."ucap pelatih itu dengan notasi bingung.
"bukan nya tadi dia ke toilet pak,tapi kenapa dia belum kemari lagi,,coba bapak telpon dia siapa tau dia bawa hp ke kamar mandi".ucap bima dengan memberi solusinya.
pelatihnya pun membuka layar hp nya dan mencoba menelpon argo,tapi sayang nya pada saat itu argo tidak membawa hp nya,dan hp nya berada ditasnya.
"lah itu suara hp siapa yang bunyi".ucap pelatih itu dengan penasaran.
"itu hp nya argo,loh dia gak bawa hp",bima pun mulai panik,,
sementara itu tim lawan sudah masuk kedalam lapangan.
tim argo masih kebingungan menunggu argo,
pelatihnya pun mengambil tindakan untuk sementara argo di ganti oleh tim cadangannya yang bernama iyan.
tim argo dan tim lawan pun saling berhadapan,
bara yang dari tim lawan pum pada saat itu tersenyum sinis,karna dia berhasil mengunci argo dari luar.
sorak gemuruh dari atas podium pun terdengar lagi,
namun mereka semua melihat ada keanehan di dalam tim argo,mereka tak melihat argo di timnya.
salah satu cewek pun bersuar.
"loh argo kok gak ada,,apa dia bertukar posisi ?"ucap cewek itu,
"iyaah yah dia gak ada,lah di kurisnya pun gak ada ,,eh dia kemana ya"ucap teman nya satu lagi.
bara yang begitu yakin dia akan memenangkan lomba ini,hanya bisa melebarkan senyum nya.
permainan pun sudah terjadi selama 8menit dengan hasil poin 9 untuk tim lawan dan 5 poin tim argo.
penonton pun kecewa dengan hasil pertandingan itu,
banyak yang bersorak pada saat itu memanggil nama argo,
"argooo kemana oy argoo kenapa dia gak ada"ucap salah satu penontn cewek.
semakin berisik saja di dalam aula itu.
argo yang masih di dalam tolilet pun berusaha mendobrak pintu itu dengan tenaga nya ,namun hasilnya pintu itu malah terkunci rapat,dia pun kehabisan tenaga nya dan duduk pasrah pada saat itu,
dia pun membuka baju nya karna gerah,
terlihat badanya yang sedikit berotot di perut nya itu seperti roti kotak.
mengibas-gibas kan baju nya ke tubuhnya untuk mencari angin,
keringat argo pun keluar.
dari kejauhan seorang gadis pun berjalan,
argo yang pada saat itu putus asa kini dia mendengarkan harapan dari langkah gadis itu.
argo pun tanpa pikir panjang langsung menggedor pintu lagi.
"heyy yang di luar tolong aku,siapa pun itu,,tolong buka pintu ini,,aku harus tanding"
ucap argo dengan notasi tinggi agar yang di luar bisa mendengarnya.
gadis yang di luar pun mendengar teriakan dari argo,dia pun berlari keluar untuk meminta tolong pada beberapa orang diluar sana,
argo pun menghentikan teriakan nya karna mendengar tak ada suara langkah lagi.
dia pun mendengus kesal.
"kenapa dia malah pergi,bukan nya tolongin aku."ucap argo dengan memukul tembok.
tak selang beberapa lama gadis itu datang dengan seorang petugas panitia .
"apa disini yang kamu maksud,"ucap panitia itu.
"iyah pak,saya mendengar nya disini,ayo cepat buka pintu itu,,aku takut nanti dia malah kehabisan nafas lagi"ucap gadis itu.
panita pun segera mengetuk pintu itu,
"apa ada orang di dalam,jika iya maka teriak lah biar aku membuka nya".ucap panitia itu.
argo yang sudah kehabisan tenaga nya pun hanya bisa mengetuk sekali pintu itu dan duduk kembali mengatur nafasnya.
panitia itu pun lantas membuka pintu itu,dan melihat argo telanjang dada dengan kehabisan tenaga,gadis itu pun hanya menutup dua mata nya dengan tanganya.
panitia itu pun segera membantu argo memeluk samping tubuhnya untuk berdiri,
"apa kau baik-baik saja,cepat keluar kita akan ke uks dulu"ucap panitia itu.
argo pun tak bergeming,dia melangkah dengan lemas,
dan melirik gadis itu yang tak lain adalah si culun tia.
tia adalah teman dekat argo,
tia sudah lama berteman dengan argo sejak dari kecil,
aku juga dekat dengan tia,tia selalu membantuku juga,maka dari itulah tia sudah ku anggap adikku juga
tak selang beberapa lama argo merangkul tia,yang berada di samping nya,tia pun kaget dan terkejut,
hati tia bergemuruh detak jantung nya menjadi cepat,dan terasa jantung nya terdengar berdetak ,"deg deg deg"tia pun meletakan telapak tangan nya di dada nya,lalu rona merah di pipi tia pun terlihat,argo pada saat itu hanya bisa tersenyum,dan merangkul erat tia,tia pun mencoba meletakan tangan nya di punggung argo,
keringat dingin tangan tia,terasa oleh argo.
"terima kasih sahabat ku,kau telah menolongku lagi,kau adalah sahabat terbaikku"ucap arfo sembari berbisik di telinga tia.
__ADS_1
mereka pun tiba di uks,argo pun duduk dan berbaring di atas kasur rawat itu,
terlihat jelas nafanya turun naik dan sedikit berbatuk,
tia yang tadi nya mau keluar pun ditahan oleh argo,dan memegang erat tangan tia.
"jangan pergi,kau disini saja"ucap argo sembari menutup matanya.
tia pun mengurungkan niatnya,
lalu duduk di kursi dekat samping argo.
panitia itu pun memeriksa nadi lengan argo dan mengecek dada argo,
lalu menanyakan beberapa pertanyaan pada argo.
"namamu siapa?".
"argo".
"kenapa kamu berada di dalam kamar mandi tadi"ucap panitia itu lagi.
"aku tidak tau yang jelas pada saat itu aku didalam sedang membuang air dan setelah itu kembali lagi tau-taunya pintu itu terkunci dari luar".
ucap argo dengan sedikit lemas.
tia pun memandang panitia itu,
"oia tolong kasih tau ke panitia yang lain yang ada di dalam pertandingan ,bilang kalau salah satu pemain ini terkunci di kamar mandi,dan minta scurity di gedung ini untuk memeriksa cctv luar toilet,"ucap panitia itu sembari menelepon bawahanya .
panitia itu pun keluar dan meminta argo untuk tetap berada di uks untuk beristirahat sejenak.
"tia,aapakah kau sengaja mencari ku ke toilet,"ucap argo pada tia yang dari tadi hanya diam.
"emm ku gak sengaja ke toilet terus ada teriakan di dalam kamar mandi pria,,ya udah aku minta pada orang lain untuk memeriksanya."ucap tia dengan memberi alasan .
"ku kira kamu sengaja mencariku,,pantas saja tidak ada lagi langkah tadi"ucap argo lagi sembari menghela nafasnya.
"kamu bagaimana bisa ada di dalam toliet itu"ucap tia lagi .
"bukannya tadi panitia itu pun sama bertanya pada ku dengan pertanyaan itu,"
ucap argo sembari mengubah posisi tidurnya menjadi duduk .
tia pun tersenyum kecut dan membenarkan kaca mata nya yang tidak jatuh itu.
tia pun salah tingkah di depan argo,argo hanya menaikan alis nya saja tidak menghiraukan ekpresi tia.
selang beberapa menit panitia itu kembali,dengan membawa laptop nya.
"argo,apa kamu mengenal lelaki ini"ucap panitia itu.
argo pun menonton layar laptop itu dengan mengangkat alisnya dan tak menduga bahwa bara akan melakukan perbuatan memalukan itu.
"dia bara,tim dari lawan ku,,kenapa dia ada di toilet itu ,sejak kapan dia membuntutiku."ucap argo sembari memandang layar itu kembali.
tia yang menonton pun terkejut .
"bukan nga itu teman smp mu dulu ya go"ucap tia sembari menggaruk pipinya.
argo hanya menangguk pada saat itu.
panitia itu pun membawa argo yang sudah mulai membaik ke dalam ruangan nya untuk memberikan kesaksiannya itu.
tia pun kembali ke arah podium dan menyaksikan permainan itu.
terlihat jelas poin dari tim bara adalah 19 dan untuk tim argo hanya 16 poin saja,
beberapa menit kemudian tim bara pun menang dengan hasil telaknya,
tim argo pun kecewa karna tidak ada kehadiran argo,
tia hanya mendengus kesal di atas podium,
tak selang beberapa lama dari arah panitia menuju panitia penilai membisikan sesuatu.
tim bara pun bersorak gembira karna mereka menang.
namun itu hanya lah kemenangan sesaat.
juri panitia pun berdiri saling pandang ketika menatap layar di atas podium itu,
karna seseorang memutarnya,maka banyak orang juga yang dia atas sana menonton nnya,
terlihat argo lebih dulu memasuki pintu toilet di susul bara yang menyelinap di balik pintu setelah argo masuk,
bara pun mengunci nya,
lalu dia pun pergi lagi.
sorotan mata pun kini tertuju pada bara,
mereka mendengus kesal berteriak.
"woyy curang,dasar tim gak tau diri,main sportif dong ,huuuuh gak tau malu".
mereka pun mengeluarkan sumpah sarapahnya pada tim bara,
bara hanya menggepalkan tangan dan menahan rasa malunya itu,
pelatih bara pun mulai menujukan sikap amarahnya pada bara.
dia pun menatap dingin.
tak selang beberapa menit argo kembali tak memakai baju nya hanya terlihat perut kotaknya itu yang bidang.
semua mata cewek pun tertuju pada argo dan bersorak gemuarai.
"liahat lah argo kembali,,wow dia keren sekali"ucap salah seorang cewek.
argo dengan santai nya memasuki lapangan itu,
pelatihnya pun melangkah menuju argo.
"argo apa kah kamu baik-baik saja"ucap pelatih itu dengan nada cemasnya.
"aku baik-baik saja,cuma tadi kehilangan banyak tenaga karna teriak-terika"ucap argo,
"baiklah tidak apa apa,ini bukan salah mu."ucap pelatih itu dengan menepuk-nepuk bahu argo dengan tersenyum.
argo hanya mengangguk saja,
para juri pun memasuki sebuah podium kecil .
dan memberikan infromasinya.
"baiklah hadirin sekalian,karna pertandingan ini sudah selsai maka yang memasuki final nanti adalah tim SMk Guna Bangsa,
karma tim SMK drajat curang, membuat tim lawan nya kehilang salah satu pemain.
maka tim SMK Drajat ini di diskualifikasi tidak ikut bertanding lagi."ucap juri panitia.
sorak gumurai pun terdengar lagi,
dan berteriak-teriak ketika sekolahanya masuk babak final.
tim argo pun bersorak riang dan saling melompat terutama argo yang sedari tadi hanya diam dan senyum manis saja,kini jadi sasaran teman-teman nya,dia pun di pangku beberapa temannya dan di ayun-ayunakan keatas oleh temannya.
gelak tawa pelatihnya pun terlihat dan tia pun hanya menahan geli tawanya .
akhirnya mereka pun pulang dengan gembira.
tim bara pun kecewa pada kapten nya dan mendengus kesal.
pelatihnya pun marah besar pada bara,
bara hanya menggeretakan giginya sembari menggepalkan tangan nya melihat argo dari kejauhan.
argo pun hanya menatap bara dari kejauhan dengan sorotan mata yang tajam dan dingin,
terlihat samar senyum tipis argo.
dan mengalihkan pandangan nya lagi ketika teman-temannya merangkul argo untuk pulang bareng.
__ADS_1