Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
Gaun Dari Xio


__ADS_3

aku pun melemparkan bantal ke arah argo yang sudah jauh dari pandangan ku.


"sialannn,anak ini sekarang udah berani menggoda kakak nya sendiri".


ucap nada kesal ku.


kak gina hanya menertawakan ku saja.


terlihat wajah kak gina tak seperti kemaren yang kebanyakan murung dan banyak beban itu kini berganti dengan rona kebahagiaan di pipinya,saking menahan tawanya terlihat jelas rona merah di seluruh wajah dan dengan mulut terbuka dengan tawanya.


aku pun hanya memandang kak gina dengan senyuman tanpa berbicara menikmati keindahan kakak sendiri membuat ketenangan dalam diriku.


"kakak sangat terlihat bahagia hari ini,lihat lah kakak yang dulu kini sudah kembali".ucapan ku terlontar dan menatap kakak ku dengan senyuman ku.


kak gina yang tadi nya tertawa pun kini menghentikan tawanya dan memandang ku dengan senyuman pula.


"karna kamu,aku sekarang memiliki kehidupan baru lagi dan semangat baru lagi."


ucap kak gina dengan mata berkaca-kaca.


ucapan dia seakan menghipnotisku seketika,


aku pun meneteskan air mataku ,kak gina pun meraih pipiku dan mengahapus air mataku.


"kenapa kamu jadi menangis ?apa ucapan ku ada yang salah,hingga membuat mu bersedih ?"


ucap dia menenangkan ku dengan mendekap hangat tubuhku di pelukannya.


"kakak,makasih untuk semuanya,aku berjanji akan selalu melindungi mu,aku akan selalu membahagiakan mu ".


ucap ku pada kak gina .


kak gina pun memeluk erat tubuhku dan mencium kening ku.


"aku yang akan menjaga dan membahagiakan mu,,karna semua ini adalah sudah menjadi tugasku,,aku sangat menyayangimu adikku vivina,aku sangat menyayangimu".


ucap kak gina dengan suara tangisnya yang sudah pecah.


kami pun berpelukan lama,hingga terdengar suara dering hp yang ada di meja kecilku yang mencairkan suasana kesedihan di kamar ku.


"jangan dipaksa jika memang sudah tak bisa",..suara nada dering panggilan hpku.


kak gina pun melepaskan pelukan nya dan mengambil hpku yang tak jauh darinya.


"vina handphone mu bunyi,aku ambilkan ya,,hapus dulu air mata mu."


ucap kak gina sembari mengingatkan ku untuk mengahapus air mataku.


kak gina pun menyodorkan hp ku yang ada di tangan nya dan tersenyum padaku dan mengelus rambutku,


aku pun mengambil hp ku dan ikut tersenyum pada kak gina.


aku pun menatap layar hp ku sebentar sebelum mengangkat nya.


"kak xio,kenapa dia meneleponku pagi-pagi begini,seharusnya acara pertemuannya nanti siang,sudah lah mungkin ada hal penting yang membuat dia harus meneleponku."


gumam ku dalam hati .


"hallo vina".suara dari ujung telepon itu pun terdengar dengan jelas.


"emm iyah kak xio, ada apa ,pagi-pagi gini udah nelepon ? "ucapku dengan nada penasaran .


"ehh maaf ya ngeganggu pagi mu,hehe,,nggak aku mau ngasih tau,,emm acara pertemuan nya di undurkan jadi kamu bisa datang nanti malam."


ucap xio dari kejauhan,


terdengar suara kelakson dari arah belakang dan depannya ,menurutku dia ada di perjalanan.


"oh gitu,kalao boleh tau jam berapa ya kak,soalnya kalo malam aku bingung soalnya keluar malam kayak nya gak bisa deh".


ucapku dengan nada datar


"kamu gak perlu khawatir ko,oia ajak sekalian keluarga mu ya,kita akan makan bareng bersama,,dan aku lagi ada di jalan menuju bandara soalnya teman kakak mau berkunjung ke sini,dan dia minta di jemput".


ucap xio dari ujung telpon.


"pantes aja agak bersik taunya lagi di jalan, ya udah deh kalo gitu hati-hati di jalannya gak baik nelepon sambil bawa mobil juga."


ucapku dengan nada khawatir.


"iyah gadis kecilku,,emm oia kamu nanti akan di jemput sama sopirku ya, dan kamu cukup bersiap-siap aja,jam 7 kamu sudah stan by di depan rumah sama keluarga mu".


ucap xio dari ujung telpon mengingatkan ku.


"ko repot repot segala pake acara di jemput, ya udah deh seterah kakak,hati hati see you".


ucap ku dengan penutupan.


hp ku pun ku lemparkan ke belakang,kak gina yang sedari tadi di samping pun menanyakan perihal pembicaraan kami.


"vina ,apa ada sesuatu kenapa xio menelpon mu pagi-pagi seperti ini ".


ucap kak gina memecahkan lamunan ku..


"emmm gak ko,itu dia cuma ngingetin aku untuk bersiap-siap nanti malam acara pertemuan nya di undurin ,


jadi yaa begitu deh dan satu hal lagi, kak xio bilang menyuruhku membawa kalian kesana katanya kita mau makan bareng bersama."


ucapku pad kak gina dan aku pun melemparkan tubuhku lagi ke badcover ku,,


"jadi malam ini kita akan makan bareng ? tapi gina hari ini kakak akan menamui teman kakak dulu apa gak papa kakak keluar sebentar,lagi pula kakak pulang nya tidak sore dan bisa semapat lah buat datang ke acara kamu ?" ucap kak gina sembari meminta izin.


"ya sudah kakak berangkat lah,aku hari ini akan tidur saja sampai siang.lagi pula aku lagi males buka hp lagi dan males buat kue,,".ucapku dengan nada datar dan membenam kan wajah ku ke bantal.


kak gina pun hanya mencium kepala ku dan pergi meninggalkan ku .

__ADS_1


***


pagi kini berganti menjadi sore,entah berapa lama aku tertidur pulas tanpa mimpi,


suara nada deringan hp ku pun memecahakan tidur panjang ku ,


"jangan di paksa jika memang sudah tak bisa".nada dering panggilan .


aku pun seketika membalikan badan dan meraih hp ku yang tak jauh dari tubuhku.


aku tak melihat siapa yang memanggilku dan aku langsung mengangkat nya tanpa pikir panjang.


"hallo vivina".


ucap seseorang di ujung telepon.


"emmm,ini siapa ?"


ucap ku tanpa basa basi.


"gadis kecilku kamu baru bangun tidur ya hingga lupa men save nomer ku",.


ucap dia lagi di ujung telpon.


ku pun langsung membuka mataku dan aduduk dan menatap layar hpku terdapat nama kak xio disana.aku pun menepuk jidat ku.


"eh kak xio maaf in vina tadi vina langsung angkat aja telepon nya tanpa memperhatikan siapa yang menelpon,,em kak xio kenapa nelpon ku lagi bukannya tadi pagi sudab nelepon aku ". ucapku lagi dengan sedikit canggung dan sedikit malu.


"hahah vina kamu lucu,,aku menelponmu cuma mau ngingetin nanti malam,sekarang kan udah jam 5 sore kamu bersiap-siaplah berdandan cantik yah.."


ucap xio di ujung telepon.


aku pun menelan ludah ku sendiri dan menatap jam alarm ku di meja itu,


dan ternyata benar saja sudah jam 5sore aku pun menempuk jidat ku sendiri.


"ya ampunn kenapa tidak ada orang yang membangunkan ku siang tadi".


ucap nada kesal ku,


"hallo vivina ,apa kamu baik-baik saja ".


ucap xio yang berada di ujung telepon dan memastikan aku dengan nada tinggi di telepon itu.


"ehh iya kak aku baik-baik saja ,ya udah aku mau mandi dulu yaa bye see you".


"vina eh".telpon itu pun ku matikan,


aku pun bergegas keluar dan memegang tongkat lalu mengambil handuk yang sudah ada di kamar ku tadi,


tiba di depan kamar mandi terlihat dari arah meja makan ada sebuah pelastik cukup besar berjajar rapi,.


dan seketika itu pula pintu halaman belakang terbuka ,


dan membuyarkan lamunan ku.


ucap argo sembari menutup pintu lagi.


aku pun mengalihkan pandangan ku dari arah pelastik itu ke arah argo yang sedari tadi menatapku.


"argo dari mana kamu,kenapa kamu masuk lewat arah belakang dapur."


ucap ku dengan nada heran .


"owh aku tadi main basket di halaman belakang,oia kakak aku bangunin susah banget maka nya aku tadi main basket di belakang".


ucap dia meyakin kan ku.


aku pun mengerutkan dua alisku ,


"ohh,gitu ya,teruss kak gina udah pulang apa belum kok kakak belum lihat dia ".


ucap ku sambil memperhatikan setiap sudut rumah.


argo hanya tersenyum canggung.


"kak gina tadi nelepon ku,katanya dia udah di jalan arah pulang beberapa menit lagi dia sampai dan lagian waktu mau nelepon kakak katanya nada sambungnya sibuk yah jadinya dia nelpon aku.'


ucap dia sambil berjalan menuju meja makan


aku pun hanya bisa mengangkat alis ku saja.


"itu apa yang yang di atas meja,bukannya kakak belum membuka orderan lagi kan ".


ucapku penasaran dan menuju arah meja makan ..


"gak tau ini tadi ada yang nganterin atas nama kak xio dan gak tau maksudnya apa makanya aku taruh aja disini."ucap argo dengan nada penasaran juga.


"coba kamu buka dan lihat apa yang ada di pelastik hitam itu,"


ucap ku sambil mengambil minuman dia atas meja satu nya lagi.


"kakak coba lihat,ini gaun sangat cantik sekali dan ini jas pria juga,ada dua gaun disini..


dan setiap gaun itu ada nama nya dipelastik putih.


yang ini untuk kak vina, dan ini untuk kak gina,dan yang ini untuk aku."ucap argo dengan nada riang.


aku pun menyemburkan minuman ku sendiri.


lalu melirik ke arah argo.


"hah gaun kok bisa nyasar kesini,ini bukan punya kita cepat kemas lagi".


ucapku pada argo dengan nada khawatir.

__ADS_1


"tapi kak ini gaun dan jas untuk ku atas nama kita.."


ucap argo dan meyakin kan ku.


aku pun meraihnya dan memeriksanya ,benar saja ada nama nya di pelastik itu.


"argo cepat ambil hp kakak di kamar kakak."ucapku dengan nada cepat dan arah pandang ku masih mengarah ke gaun itu.


beberapa menit kemudian argo pun kembali dengan membawa hp ku.


segera aku mencek whatsapku,


terdapat 13 belas pesan yang belum sempat terbaca.


dari deretan pesan itu aku mencoba membuka pesan dari xio.


aku pun menelan ludah ku sendiri.ketika membaca pesan xio


isi pesan xio.


"vivina,nanti ada seseorang yang mengantar gaun dan jas untuk kalian,


kalian pakai ya untuk malam ini,karna teman ku meminta kamu untuk merapihkan diri sebelum bertemu dengan nya,"


pukul 3sore pesan terkirim dan terbaca pada jam 5sore


aku pun meletakan hp ku sedikit bergetar di tangan ku dan duduk di kursi itu.


"kak vina apa kau baik-baik saja kenapa wajah mu pusat sekarang."


ucap argo mengkhawatirkan ku.


"argo cepat mandi ,kita malam ini akan makan bareng bersama kak xio,aku lupa ngasih tau kamu tadi pagi'"


ucap ku dengan datar dan sorotan mata yang kosong.


"apaaa,kenapa kak vina baru ngasih tau sekarang,ya udah aku mandi lebih dulu."ucap argo sambil lari pontang panting ke arah kamar nya dan keluar lagi untuk kekamar mandi.


aku hanya bisa memegang kening ku dengan dua tangan,


rasa pusing ku pun kumat lagi.


kak gina yang sudah sampai pada saat itu dan mengarah ke ruang makan pun dengan cepat meraih badan ku yang sedikit lemas.


"vinaa apa kamu baik-baik saja"


ucap kak gina dengan nada cemas.


tangan nya pun meraih leher dan kening ku memeriksa suhu tubuhku.


"aku ambilkan obat untuk mu suhu tubuhmu sedikit panas"


ucap kak gina menghawatirkan ku.


aku hanya bisa terkulai lemas di atas meja makan saat itu.


dan setelah mengambil beberapa obat kak gina pun menuju arah ku lagi dan membawakan satu gelas minuman.


"apa kamu sudah makan sebelumnya,atau kamu belum makan malah ?"ucap kak gina lagi.


"aku baru bangun tidur dan aku belum sempat makan "ucapku lemas pada saat itu.


kak gina pun terkejut dan bangun membawakan aku satu piring makanan yang isi lauknya hanya tahu dan tempe,


karna pada saat itu aku gak sempat masak dan ini mungkin sisa makanan argo tadi siang.


"makanan cuma ada segini doang,aku lupa lagi aku pulang kesorean jadi gak sempat masak..kamu makan aja dulu ya"


kak gina pun menyuapiku satu sendok makan dengan lauknya.


aku pun mencoba membuka mulutku dan mengunyah makanan itu secara perlahan.


beberapa suap sudah masuk dalam perut ku,satu suapan lagi pun aku hentikan ketika kak gina menyodorkan sendoknya.


"minum".ucapku pada kak gina.


kak gina pun segera mengambil gelas yang berada di sampingnya dan menyodorkan ke arahku.


"apa kamu sudah tidak mau lagi,satu suap lagi ".ucap dia sambil menyodorkan sendoknya.


aku hanya bisa menggelengkan kepala,


dia pun meletakan sendok itu dan membukakan beberapa obat untuk ku.


aku pun segera membuka mulut dan menelan beberapa obat yang pahit itu.


"apa acara makan malam nya kita undurkan saja vina,kesehatan mu sekarang tidak mendukung aku khawatir nanti terjadi sesuatu pada mu."


ucap kak gina dengan nada cemas nya.


aku hanya tersenyum dan mengelus tangan kak gina


"aku baik-baik saja,jika aku mengundurkan makan malam nya gak enak sama kak xio yang udah jauh-jauh hari menjadwalkan pertemuan ku dengan temanya,kan ada kalian nanti disana,jadi kalian bisa mengawasiku disana."


ucapku meyakinkan kak gina.


kak gina pun hanya memeluku.


dan mencium keningku.


aku pun memberikan gaun yang tertera namanya.


"kak gina pasti cocok memakai gaun ini"ucapku dengan senyuman ku.


kak gina hanya menoleh dan ingin mempertanyakan untuk apa gaun ini.

__ADS_1


aku pun mengambil handuk ku dan pergi meninggalkan kak gina .karna pada saat itu argo sudah selsai mandi.


bersambung..


__ADS_2