Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
kedatangan kakek misterius


__ADS_3

aku pun duduk di kursi di ruang makan,


argo dan kak gina sudah pergi kekamar nya masing-masing.


aku hanya bisa menikmati makanan penutup ku di meja makan itu,


alpukat dan pisang lah yang menjadi hidangan favoritku,


sambil makan alpukat,


bulu kuduk ku pun merinding tiba-tiba,


hawa dingin menyerbak masuk kedalam ruang makan.


aku pun hanya bisa memegang teluk leher belakang ku.


"kenapa perasaan sangat dingin sekali"ucap ku sembari memakan alpukat yang tersisa.


aku pun segera membersihkan sisa makanan ku yang tersisa dan memasukan nya kembali ke dalam kulkas,


dan mematikan ac di ruang makan,


terus menyusuri ruang tamu dan keluarga mengcek arah jendela ,


setelah selesai ,aku pun kembali ke kamar ku yang tidak jauh dari arah ruang makan.


aku pun segera memasuki kamar ku.


belakang rumah ku ternyata ada sesosok kakek berbaju putih ,berambut panjang dan jenggut putih,rambut nya di ikat dengan sorban nya,


perut nya sedikit buncit,tangan dia mengusap-usap jenggutnya dan seskali terlihat senyum dibibir putihnya itu,


menatap arah jendela kamar ku.


"kau telah lahir kembali,kami akan menanti mu di istana kekaisaran langit, cucuku"ucap kakek itu,


dia pun menghilang setelah memeriksa ku.


aku yang sedari tadi di dalam kamar pun menaiki badcoverku,dan menyelimuti badan ku dengan selimut,,


lalu memejamkan mata,


mata ku pun terbuka kembali ketika seseorang mengusap rambut ku.


aku pun terkejut dan bangun saat menatap orang yang ada dalam kamar ku.


mata ku pun tertuju pada sosok kakek itu,


kakek itu pun hanya tersenyum hangat padaku.


"siapaa kamu,kenapa ada dalam kamarku"ucap ku sembari terbata-bata karna ketakutan.


wajah kakek itu tidak menyeramkan hanya terlihat beberapa keriput di keningnya dan jenggut putihnya yang panjang ,


senyuman nya pun menandakan bahwa kakek itu telah lama menunggu ku,aku pun heran dan bingung,sembari memeluk selimut yang ada di badan ku .


kakek itu pun menatap ku dengan lagi-lagi tersenyum.


"cucuku,jangan takut"ucap kakek itu sembari mendekatkan tangan nya mengelus rambutku.


aku pun melebarkan mataku ketika dia bilang cucuku.


"a,a,,aku bukan cucumu,aaku tidak tau siapa kamu,,dan kamu kenapa berada di dalam kamar ku tengah malam begini"ucap ku dengan terbata-bata dan menjauhkan diri dari kakek itu.


kakek itu hanya bisa tertawa kecil sembari mengelus-elus jenggotnya,


lalu tangan nya pun terbuka terlihat cahaya di telapak tangannya,


aku pun terkejut dan menaikan alisku,


dia pun meletakan tangan nya di kepala ku,


aku pun tak bergeming hanya menutup mataku karna ketakutan.


"bukalah mata mu,"ucap kakek itu padaku.


aku pun membuka mata ku atas perintah kakek itu,


betapa terkejutnya aku saat membuka mataku,


aku berada di sebuah taman besar yang luas melebihi taman di rumah al,


mata ku melebar ketika melihat kunang-kunang dan kupu-kupu emas berterbangan di atas beberapa bunga yang indah itu,


aku pun di buat terkejut lagi ketika ada seorang peri kecil melintas di mata ku,dan seperti menatap ku sembari mengepas-ngepaskan sayap nya berterbangan memutari ku.


"kakek siapa dia,kenapa dia berada di istana kita"ucap peri kecil itu pada kakek.


kakek pun hanya tersenyum.


"dia adalah bagian dari keluarga ku,dia adalah cucuku,yang akan mewarisi semua istana ini"ucap kakek itu pada peri.


aku pun terkejut dan menaikan alisku.


"kan sudah kubilang aku bukan cucumu,lagian kenapa aku berada disini,,ayo antarkan aku pulang lagi.."ucap ku mendengus kesal.


"oh jadi dia tuan putri yang pernah bunda ratu ceritakan itu ya kek?,,


selamat datang tuan putri di istana kami"


ucap peri itu sembari menundukan kepalanya dan memberi salam,


aku pun hanya bisa menggelengkan kepala saja,saat penyambutan nya seperti itu.


"vina kenalkan ini adalah peri bunga,dia yang mengurusi bunga-bunga indah di taman ini,,"ucap kakek itu mencairkan lamunan ku.


aku pun menoleh pada kakek itu.


"kenapa dia tau nama ku,apakah sepopuler itu nama ku"ucap ku dalam hati.


"karna memang kau adalah cucuku makanya aku tau siapa namamu"


ucap kakek itu membaca pikiran ku.

__ADS_1


aku pun hanya bisa menggelengkan kepala ketika dia tau isi pikiran ku,dan memberikan senyum kecutku.


"lalu kakek ini siapa?"


ucap ku pada kakek itu yang tidak ku ketahui nama nya.


"aku adalah kakek lim deveer, kakek ayah dari ayah kandung mu,"


ucap kakek itu dengan menepuk bahu ku.


aku pun terkejut,sembari batuk dan membuka lebar kembali mataku dan tidak percaya apa yang dia katakan.


"apaa kakek ini ayah dari ayahku,,"ucap ku sembari menaikan notasi suara ku.


"iyah,ayo kita kedalam"ucap kakek itu sembari mengajak ku.


"jadi dia adalah kakekku"ucapku lagi dalam hati.


kakek lim hanya bisa tersenyum dan memegang tangan ku untukku bisa menahan dan berjalan di sampingnya.


aku pun di buat kagum dengan pilar-pilar besar yang kokoh memompang istana indah itu.


di baluti tanaman bunga yang merambat ke bawah,


dan pohon-pohon emas yang berbaris seprti menyambut kehadirkan ku.


mataku pun tak bisa berkedip dan,hanya bisa membuka mataku lebar-lebar.



aku pun duduk di kursi di ruang makan,


argo dan kak gina sudah pergi kekamar nya masing-masing.


aku hanya bisa menikmati makanan penutup ku di meja makan itu,


alpukat dan pisang lah yang menjadi hidangan favoritku,


sambil makan alpukat,


bulu kuduk ku pun merinding tiba-tiba,


hawa dingin menyerbak masuk kedalam ruang makan.


aku pun hanya bisa memegang teluk leher belakang ku.


"kenapa perasaan sangat dingin sekali"ucap ku sembari memakan alpukat yang tersisa.


aku pun segera membersihkan sisa makanan ku yang tersisa dan memasukan nya kembali ke dalam kulkas,


dan mematikan ac di ruang makan,


terus menyusuri ruang tamu dan keluarga mengcek arah jendela ,


setelah selesai ,aku pun kembali ke kamar ku yang tidak jauh dari arah ruang makan.


aku pun segera memasuki kamar ku.


perut nya sedikit buncit,tangan dia mengusap-usap jenggutnya dan sesekali terlihat senyum dibibir putihnya itu,


menatap arah jendela kamar ku.


"kau telah lahir kembali,kami akan menanti mu di istana kekaisaran langit, cucuku"ucap kakek itu,


dia pun menghilang setelah memeriksa ku dari luar.


aku yang sedari tadi di dalam kamar pun menaiki badcoverku,dan menyelimuti badan ku dengan selimut,,


lalu memejamkan mata,


mata ku pun terbuka kembali ketika seseorang mengusap rambut ku.


aku pun terkejut dan bangun saat menatap orang yang ada dalam kamar ku.


mata ku pun tertuju pada sosok kakek itu,


kakek itu pun hanya tersenyum hangat padaku.


"siapaa kamu,kenapa ada dalam kamarku"ucap ku sembari terbata-bata karna ketakutan.


wajah kakek itu tidak menyeramkan hanya terlihat beberapa keriput di keningnya dan jenggut putihnya yang panjang ,


senyuman nya pun menandakan bahwa kakek itu telah lama menunggu ku,aku pun heran dan bingung,sembari memeluk selimut yang ada di badan ku .


kakek itu pun menatap ku dengan lagi-lagi tersenyum.


"cucuku,jangan takut"ucap kakek itu sembari mendekatkan tangan nya mengelus rambutku.


aku pun melebarkan mataku ketika dia bilang cucuku.


"a,a,,aku bukan cucumu,aaku tidak tau siapa kamu,,dan kamu kenapa berada di dalam kamar ku tengah malam begini"ucap ku dengan terbata-bata dan menjauhkan diri dari kakek itu.


kakek itu hanya bisa tertawa kecil sembari mengelus-elus jenggotnya,


lalu tangan nya pun terbuka terlihat cahaya di telapak tangannya,


aku pun terkejut dan menaikan alisku,


dia pun meletakan tangan nya di kepala ku,


aku pun tak bergeming hanya menutup mataku karna ketakutan.


"bukalah mata mu,"ucap kakek itu padaku.


aku pun membuka mata ku atas perintah kakek itu,


betapa terkejutnya aku saat membuka mataku,


aku berada di sebuah taman besar yang luas melebihi taman di rumah al,


mata ku melebar ketika melihat kunang-kunang dan kupu-kupu emas berterbangan di atas beberapa bunga yang indah itu,


aku pun di buat terkejut lagi ketika ada seorang peri kecil melintas di mata ku,dan seperti menatap ku sembari mengepas-ngepaskan sayap nya berterbangan memutari ku.

__ADS_1


"kakek siapa dia,kenapa dia berada di istana kita"ucap peri kecil itu pada kakek.


kakek pun hanya tersenyum.


"dia adalah bagian dari keluarga ku,dia adalah cucuku,yang akan mewarisi semua istana ini"ucap kakek itu pada peri.


aku pun terkejut dan menaikan alisku.


"kan sudah kubilang aku bukan cucumu,lagian kenapa aku berada disini,,ayo antarkan aku pulang lagi.."ucap ku mendengus kesal.


"oh jadi dia tuan putri yang pernah bunda ratu ceritakan itu ya kek?,,


selamat datang tuan putri di istana kami"


ucap peri itu sembari menundukan kepalanya dan memberi salam,


aku pun hanya bisa menggelengkan kepala saja,saat penyambutan nya seperti itu.


"vina kenalkan ini adalah peri bunga,dia yang mengurusi bunga-bunga indah di taman ini,,"ucap kakek itu mencairkan lamunan ku.


aku pun menoleh pada kakek itu.


"kenapa dia tau nama ku,apakah sepopuler itu nama ku"ucap ku dalam hati.


"karna memang kau adalah cucuku makanya aku tau siapa namamu"


ucap kakek itu membaca pikiran ku.


aku pun hanya bisa menggelengkan kepala ketika dia tau isi pikiran ku,dan memberikan senyum kecutku.


"lalu kakek ini siapa?"


ucap ku pada kakek itu yang tidak ku ketahui nama nya.


"aku adalah kakek lim deveer, kakek ayah dari ayah kandung mu,"


ucap kakek itu dengan menepuk bahu ku.


aku pun terkejut,sembari batuk dan membuka lebar kembali mataku dan tidak percaya apa yang dia katakan.


"apaa kakek ini ayah dari ayahku,,"ucap ku sembari menaikan notasi suara ku.


"iyah,ayo kita kedalam"ucap kakek itu sembari mengajak ku.


"jadi dia adalah kakekku"ucapku lagi dalam hati.


kakek lim hanya bisa tersenyum dan memegang tangan ku untukku bisa menahan dan berjalan di sampingnya.


aku pun di buat kagum dengan pilar-pilar besar yang kokoh memompang istana indah itu.


di baluti tanaman bunga yang merambat ke bawah,


dan pohon-pohon emas yang berbaris seprti menyambut kehadirkan ku.


mataku pun tak bisa berkedip dan,hanya bisa membuka mataku lebar-lebar mengamati keindahan setiap sudut luar istana,tiba lah aku di depan pintu yang tinggi dan terbuka lah,


beberapa prajurit dengan pakaian besi perak menghadap kakek dan berlutut menundukan kepala memberi salam dan penghormataannya.


"tuan kakek lim anda sudah kembali,salam hormat untuk yang mulia"ucap salah satu jendral prajurit itu sambil menundukkan kepalanya dengan berdiri tegap membusungkan dada nya.


aku pun hanya menoleh ke kakek itu dan melihat ekpresi kakek hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


suara lantang jendral itu menggema ketika dia memberi arahan pada parajuritnya.


"hormat pada yang mulia kakek lim"ucap jendral itu dengan keras.


aku hanya bisa tersenyum tipis melihat pemandangan yang langka itu.


dan terlihat juga jendral itu menatap ku dan menundukan kepala nya lagi pada ku.


"kenapa gadis ini bersama kakek lim,dan aura dari gadis ini tidak biasa"ucap jendral dalam hatinya.


kakek pun yang tau ekpresi dan pikiran jendral pun hanya bisa tersenyum dan memperkenalkan ku,yang menatap dingin pada jendral itu.


"jendral guan,perkenalkan ini adalah cucuku,


dia adalah anak kandung dari rajamu van deveer,dia berkujung kesini karna diriku yang membawanya,hormat lah pada dia,dia adalah penerus kerjaan di istana ini di masa depan nanti,,vina ayo perkenalkan dirimu pada jendral guan".


aku hanya bisa tersenyum dan menjulurkan tangan ku,


jendral itu hanya mematung saat tangan ku menjulurkan untuk berkenalan dengan nya.


dan menatap ke arah kakek lim,kakek lim pun hanya bisa menganggukan kepalnya pada jendral guan.


"hormat kami yang mulia putri,aku jendral guan pemimpim prajurit sayap kanan di istana langit peri"


ucap jendral guan dengan meletakan tangan nya di dada,sebagai penghormatan perkenalan dirinya.


aku pun bingung lalu menarik tangan jendral itu.karma kebiasaan di bumi adalah berjabat tangan lantas aku pun hanya bisa memperkenal kan diri dengan juluran tanganku.


"hey ini lebih sopan,nama ku vivina,kamu bisa panggil aku dengan nama vina,v,i,n,a,vinaa."


ucap ku sambil memegang erat tangan jendral itu.


lantas dia pun terkejut dan mata nya melebar atas aksi ku ini,kakek ku hanya bisa tersenyum atas sikap ku ini.


jendral pun melepaskan jabatan nya dan menunduk kembali.


"maaf yang mulia tuan putri hamba tidak bermaksud lancang ".


ucap jendral guan itu.


aku pun hanya bisa menggarukan kepala saja ketika ucapan dari jendral itu keluar,


kakek ku pun menepuk pundak jendral itu dengan senyuman nya.


"kebiasaan nya tidak sama dengan kita,jadi kamu jangan kaget atas sikap cucuku ini jendral,,,baiklah cucuku ayo kita kedalam untuk menemui ayah mu."ucap kakek itu sembari memegangku kembali.


aku pun kaget saat mendengar ucapan kakek lim tadi dan tidak banyak komentar dan memegang erat lengan nya.


di ikuti jendral guan dari belakang dengan prajuritnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2