Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
makan malam yang sederhana


__ADS_3

aku dan kak gina duduk bersama dan mengehela nafas panjang.


"akhirnya selsai juga"ucap ku sambil melirik arah kak gina,


kak gina pun hanya bisa tersenyum lebar.


tak selang beberapa lama,argo pun kembali memastikan kedua kakaknya ini.


"wow makanan nya banyak sekali,kelihatan nya sangat lezat"ucap argo sembari membuka mata nya lebar-lebar menatap makanan yang telah tersedia di meja makan.


"kamu ini,makanan mulu yang dipikirin,


eh argo,kamu udah mandi belum? "ucap kak gina sembari menyodorkan minuman pada ku.


"heheh,belum,,aku tadi ke asyikan ngobrol sama kak al dan kak el ,,jadi lupa waktu"


ucap argo dengan senyum canggunnya.


"hayoo ngobrolin apaan,,pantesan tadi kami denger suara tawa kalian keras" sekali ucap ku sembari mengambil cemilan yang di bawa argo.


"cie kepooo,ya udah argo mandi dulu,tungguin argo jangan dulu pada makan".ucap argo sembari melangkah ke kamar mandi.


"yaelah itu anak semakin gede,ngeselin aja"ucap dengus kesal ku.


kak gina hanya bisa menggelengkan kepala saja.


"kak,coba lihat dulu mereka kenapa gak ada suara,dan beri tau mereka hidangan makanan kita udah selesai"ucap ku memastikan ruangan keluarga dari kejauhan.


"iyah kakak kesana dulu"ucap kak gina sembari melangkah menuju ruang keluarga.


aku pun hanya bisa menata piring,dan sembari melihat arah ruangan itu.


tak selang beberapa lama el dan kak gina keluar,


"loh kok mereka cuma berdua saja keluarnya,al kemana ?"ucap ku dalam hati sembari menaikan alis ku.


el dan kak gina pun kembali,kak gina pun mempersilahkan el duduk


"emm,kak gina si tuan nyebelin itu kemana"ucap ku dengan penasaran.


"hustt pelan-pelan ngomongnya,dia tadi menerima telpon dulu jadi dia nyuruh kami berdua lebih dulu"ucap kak gina sembari meletakam piring dan gelas berisi air kepada el.


el yang mendengarnya hanya tersenyum tipis pada ku,


aku pun hanya bisa menaikan alis.


tak selang beberapa lama argo pun sudah kembali dari kamar mandi dengan pakaian ganti nya,dia pun menuju meja makan dan duduk di sebelah el,


aku pun hanya bisa duduk diam sembari melihat arah ruang keluarga.


"tuan itu lama sekali,sudah lah aku aja yang samperin dia,nunggu dia datang lama,pasti dia keasyikan ngobrol makanan kan keburu dingin"ucap ku sembari dengan nada kesal.


el dan argo hanya bisa batuk mendengar omelan ku.


aku pun pergi keruang keluarga,benar saja al masih memegang hp nya yang masih meletak di telinga kanan nya,


aku pun hanya bisa menggelengkan kepala,


"aku berada di luar bersama el,


jadi kau jangan khawatir,"ucap al dengan notasi dingin.


"sayang jadi kita gak jadi makan malam bareng lagi ya,"ucap dari ujung telepon dari gadis yang bernama siksa itu.


"makan malam nya kita undur saja,lain kali saja,aku lagi bertemu dengan klaen penting"ucap al sembari memijat kening nya.


aku pun hanya mendengar nya dengan mengerutkan alis.


"pembohong besar,pantes saja predikat buaya datar melekat pada nya"ucap ku dalam hati.


al pun baru menyadari kehadirkan ku dan menutup kembali telpon nya.


"sudah dulu ya,dia datang"ucap al sembari menatap ku .


dia pun berdiri dan mengahampiriku.


"apa kamu mendengar semuanya"ucap al memastikan ku mendengarkan dia tadi.


"emm aku hanya sedikit mendengarnya,sudah lah itu gak penting ayo cepat kemeja makan aku sudah sangat lapar,,"


ucap ku sembari membalikan badan dan melangkah.


al pun hanya bisa menggarukan kepala nya saja sembari mengikuti langkah ku.

__ADS_1


di atas meja sudah tersedia makanan kesukaan al dan el,


al pun hanya bisa tersenyum lebar,dan menatap makanan sederhana kami itu.


"hey,cepat duduk apa kah kau akan dia berdiri di situ sembari menatap makananya"ucap ku mencairkan lamunan al.


al pun hanya bisa tersenyum kecut mendengar omelan ku dia pun duduk di sebelah ku,


aku pun segera mengambilkan nya beberapa lauk yang dia tunjuk,


sedang kan daging dia sendiri yang mengambilnya.


aku pun memasuki sayuran yang tersedia pada piring ku,


belum juga aku menyentuh makanan itu terdengar suara pintu di ketuk dari arah luar,


al dan el pun menoleh pada arah pintu.


"siapa yang bertamu lagi"ucap nada kesal ku,


aku pun berdiri,namun argo menghentikan niatan ku.


"aku aja kak,"


ucap argo.


argo pun melangkah menuju pintu itu.


aku pun duduk kembali,


al dan el masih mengunyah makan,


kak gina pun hanya memandang ku menaikan alisnya,


dan aku hanya mengangkat dua pundakku saja.


tak selang beberapa lama,


argo kembali dengan dua orang di belakang nya


terlihat sekali xio dan devi bersama bergandengan tangan,


pada saat itu aku yang sedang minum,menyemburkan nya dengan tiba-tiba ke arah samping ku.


"apa kamu baik-baik saja"ucap al sembari meletakan gelas yang ada di tangan ku.


el pun menoleh pada xio dan tersenyum dia pun berdiri dan menyapa hangat xio,


"kak xio kok bisa kesini apa sengaja kemari,dan ini kak devi juga berkunjung kesini".ucap el sembari menjulurkan tangan nya.


argo pun mengambil beberapa kursi di dekat ruang keluarga dan menaruh nya di meja seberang dekat al.


aku hanya bisa menghela nafas panjang pada saat itu.


"xio apa ada urusan penting hingga kau datang kemari bersama kekasihmu."ucap al sembari memanas-manasiku.


"aku kemari karna kalian,pada saat aku berkujung kerumah mu,


pelayan mu bilang kamu tidak kembali lagi kerumah dari pagi tadi,


aku pun mencoba menelpon mu beberapa kali tapi telepon mu tidak bisa di hubungi,kemudian aku pun menanyakan pada son,dia bilang kau ada disini bersama dengan el maka kami pun berkujung kemari"


ucap xio sembari memperjelaskan kedatanganya.


"apa kalian sedang diner bareng disini,wow sangat keren,,apa kita bisa bergabung"


ucap devi mendekati ku.


aku pun memandang ke arah kak gina dan kak gina pun hanya menghela nafas dan mengiyakan.


devi pun terlihat sangat riang,


dia pun duduk di kursi yang sudah di sediakan argo.


meja yang lumayan panjang dan lebar pun kini sudah terisi penuh makanan yang tadi sudah di sediakan kakak untuk cadangan kami makan besok,


namun harus di keluarkan kembali karna kehadiran xio.


pada saat itu aku tidak banyak bicara,


xio hanya memandang ku dengan tatapan penasaran kenapa aku tak menyapa nya itu.


yang lebih banyak berbicara adalah devi,devi selalu memuji makanan yang di buat oleh ku dan kak gina.

__ADS_1


kami pun menikmati makan malam yang sederhana ini,


al yang sedari tadi memperhatikan ekpresi ku saat makan itu ,


mencoba menyadariku dengan lengan siku nya menyentuh lengan ku.


aku pun terkejut dan menoleh pada al.


al sedari tadi hanya bisa menaikan alis mempertanyakan ku.


"kenapa kau menatap ku seperti itu"ucap ku dengan pelan.


"kau sendiri kenapa makan seperti itu"ucap al sembari mengambil minumannya,


aku hanya bisa menggarukan kepala saja.


al pun mendekati wajah nya ke wajah ku,aku pun kaget karna tatapan mata nya begitu dalam,


tangan nya pun meraih daguku,


"kau sangat ceroboh ,sisa makanan saja di dagu mu kau tak hiraukan memalukan"ucap al sembari mengusap daguku.


aku hanya bisa tersenyum kecut dan meraih tangan al melepaskan dagu ku.


xio yang dari tadi makan pun terdiam saat melihat aku dan al lebih dekat seperti itu,


devi pun menanyakan pada xio yang juga memperhatikan kami berdua.


"apa mereka ada hubungan khusus,kenapa dekat sekali,"ucap devi berbisik pada xio.


"sudah lah mereka rekan kerja,jadi kita gak boleh ikut campur"ucap xio sambil mengelus rambut nya devi yang polos itu dan memberikan pengertian nya .


aku pun menatap dingin arah xio dan memalingkan muka ku pada al kembali lagi dan mulai tersenyum pada al.


al hanya menaikan alis,


ketika wajah ku mendekatkan pada al,


al pun salah tingkah.


lantas aku pun meniup mata nya agar berkedip.


suara tawa ku pun pecah melihat al yang salah tingkah itu.


el dan kak gina pun menatap ku dengan penasaran,


el pun hanya bisa tersenyum tipis.


selsai makan ,al,el,xio,dan devi diantar oleh argo ke ruang tamu.


menunggu kamu berdua disana yang masih merapihkan piring-piring itu,


selsai membersihkan piring,aku dan kak gina pun menuju ruang tamu.


"maaf ya menunggu lama tadi kami membersihkan piring dulu,,"ucap penyambutan kak gina.


aku yang sedari tadi di belakang nya pun menyenderkan diri ke dinding,sembari menatap arah xio dan devi yang masih asik bermesaran.


al pun berdiri menghampiriku.


"apakah kau cemburu padanya,dari tadi kulihat wajah mu tak ada ekpresi melain selalu memalingkan wajah mu saja"ucap al mencairkan lamunan ku.


aku pun terkejut.


"sejak kapan kau di sini,"ucap ku sembari menatap al,


al hanya bisa tersenyum.


el ,devi,dan xio pun berdiri dan berpamitan untuk pulang,


disusul al.


"ingat pesan ku ya,jangan pernah keluar,,apapun kebutuhan mu tinggal telpon aku"ucap al mengingatkan ku .


aku hanya bisa mengangguk saja pada saat itu,


al pun sudah menyelinap keluar rumah dan naik mobilnya itu.


kemudian argo pun menutup kembali pintu nya.


"kak apa yang di bicarkan kak al,ko dia bilang kebutuhan kakak tinggal bilang ke kak al"ucap argo menghampiriku dengan nada penasaran.


aku pun sembari melangkah menjelaskan nya pada argo dan kak gina.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2