Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
Bertemu Dengan Dia


__ADS_3

hari sudah berganti malam,


kami pun pergi kekamar masing-masing setelah makan bersama tadi.


kak gina dan argo sudah menyelinap kekamar nya masing-masing.


aku yang masih berada di meja makan tidak jauh dari arah kamarku juga,segara berdiri dan meraih tongkat.


kebiasaan ku setelah makan adalah makan buah pisang dan alpukat .


jadi menikmati penutup makann itu hanya cukup dengan buah itu saja.


setelah merapihkan meja ,aku pun bergegas ke kamar.


dan membuka pintu kamar lalu masuk dan menutup kembali pintu itu.


setelah sampai di badcover tempat tidurku.


aku pun meletakan tongkat itu dan melemparkan badan ku ke badcover yang empuk itu,dan membenam kan kepala ku di bantal yang sudah menantiku.


aku pun terlelap tidur.


pukul 3 pagi aku terbangun,


aku mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi yang tidak jauh dari kamar ku.


setelah itu aku berdiri dengan tongkat ku mengarah ke arah pintu untuk keluar dan berhati-hati berjalan.


lalu menyelinap keluar kamar.


sesampai di tempat yang ku tuju,aku pun mengetuk pintu itu,dan suara pintu terbuka


"trekk"pintu terbuka degan sendirinya.


bulu kudukku pun berdiri dengan sendirinya,ada rasa takut dan penasaran dalam benak pikiran ku,aku pun mencoba membuka lebar pintu itu ,alhasil yang kulihat tidak ada apa-apa,dan suara gemercik air itu dari watsafel .


aku pun menutupnya kembali .


dan pergi untuk kekamar lagi.


setelah memasuki kamar dan menutup kembali pintu kamar.


aku pun melangkah ,terlihat seseorang berada di badcover ku tidur tengkurap seperti kuya.


aku hanya bisa mengakat satu alisku dengan heran,mendekati perlahan dengan hati-hati.


terlihat badan nya seksi sekali dan seperti atletis dan ada beberapa otot yang keluar dari tangan nya itu,warna badannya pun putih bersih namun tak seputih diriku,


terlintas di benak ku argo tak memiliki badan seperti apa yang kulihat.


pikiran ku pun kemana-mana.


aku pun menelan ludah ku sendiri ketika pria itu mencoba terlentang.


betapa terkejutnya aku melihat perawakan dia yang begitu menggoda mataku,


wajah nya yang tampan dan badan dia yang bidang terlihat seperti kotak-kotak di bagian perutnya.


aku hanya bisa menghela nafasku dengan pelan dan sedikit mendekati dia untuk melihat wajahnha dengan jelas.


aku pun mengerutkan dahiku seperti mengenal dia karna wajahnya tidak asing bagiku.


aku pun coba memikirkan siapa dia sebenarnya.


jantung ku langsung berdetak kencang ketika aku memikirkan satu orang yang ku kenal.


perasaan campur aduk ku pun keluar.


aku pun teriak sekencang-kencangnya hingga membangunkan dia.


"aaaaaaaaaaaa,,,"ucapku dengan menutup mataku.


dia pun menghentikan rontaan ku dan mendekap mulutku dengan tanganya..


"jangan berisik" ucap dia pelan di telinga ku.


aku pun melepaskan tangan nya dan mencoba membalikan badan lalu menamparnya.


"plakkk"suara tamparan yang begitu terdengar jelas.


pipinya pun terlihat merah dengan bekas tamparanku..


"kenapa kamu berada di dalam kamar ku ,,atas izin siapa kamu masuk kedalam rumah dan kamar ku,apa kamu tidak punya malu menyelinap kekamar ku,apa kamu tidak memilii rumah sekali hingga kamu nekat kesini tanpa sepengetahuan ku..apa kamu sudah gilaa"


ucap ku dengan nada kesal dan emosi dan banyak pertanyaan yang terlontar dari mulutku..


dia pun mencoba menghentikan pertanyaan ku dengan meraih pinggang ku dan mendekatinya ke dadanya yang bidang itu,


seketika aku pun kaget dan menabrakan hidung ku ke dadanya ,,tercium aroma wangi yang sensual yang membuat ku menikmati aroma nya dan menutup mata ku menghirup tubuh dia,dan dia pun memelukku dengan erat hingga aku tak sadar menyentuh perut lalu ke dadanya secara perlahan,


lelaki itu pun mengelus rambutku secara perlahan dengan lembut hingga memberikan ruang pada ku untuk merileksaskkan pikiran jahatku.


dia pun mengadah ke bawah melihat ekpersiku yang menutup mata,mungkin dia tersenyum saat itu namun aku tak menghirukan nya karna aku hanya menikmati sentuhan tangan dia membelai rambutku dengan hangat.


"apa kamu sekarang bisa tenang "ucap dia setelah mendapatakan ketenangan dari ku.


aku pun tersadar,da menoleh ke atas memandang dia,lalu melepaskan pelukan dia dan mundur perlahan untuk menjauhi dia.


dalam pikiran ku sudah berapa lama aku berada di pelukan nya .


rona di wajah ku pun terlihat,aku hanya bisa memalingkan wajah ku untuk menutup maluku.


dia pun secara perlahan mendekatiku dengan senyuman.


aku pun mundur lagi dengan tatapan aneh padanya, sesekali melihat arah belakang untuk tidak menabarak apapun.hingga tiba dengan almari yang tinggi,yang menurutnku asing,karna dikamar ku tidak ada almari yang tinggi seperti ini, dia pun secara cepat mengunci jalan ku dan dia mendekati ku secara perlahan ,


tangan nya menyentuh almari keatas dekat arah samping kepalaku,


dan tangan nya satu lagi mengarah almari di bawah samping dekat perutku,


aku pun kaget setengah mati.


mencoba menahan dada dan badan dia dengan dua tangan ku yang sudah beberapa cm lagi menyentuhku.


aku hanya bisa menelan ludahku sendiri,apa ini karma karna aku telah memarahinya di perusahaan itu,pikiran ku pun kemana-mana setalh mengingat kejadian tadi pagi.


lelaki ini adalah al kakak dari el.


wajah dia sangat tampan ,hidung nya mancung bibirnya yang tipis dan alisnya yang begitu sedikit tebal dan bulu matanya yang centik juga membuat lelaki ini sangat memukau di depan wanita ..


pesona nya membuat ku tak bisa tahan lagi menatap bola indah matanya dan aku bisa menutup kedua mata ku saat mata dia selalu menatapku dengan dengan tajam.


wajah dia mendekati wajahku.seketika itu pula nafas dari hidungnyaa pun mengenai hidungku,


aku pun perlahan membuka mataku dengan menyipitkan nya samar-samar terlihat jelas bibirnya tersenyum dengan kemenangan pada saat itu yang memandangku karna ku ketakutan.


"apa kamu mau mencoba nya di dekat almari ini."ucap dia menggodaku dengan dua tangannya meraih pinggangku .

__ADS_1


aku pun tersentak kaget dengan ucapanya.


terasa darahku begitu mengalir sangat cepat naik ,dan jantungku berdebar dengan kencang aku pun mengehelan nafas dengan perlahan-lahan,agar dia tidak tau kepanikan ku saat itu.


ingin sekali aku mencakar wajahnya itu namun melihat wajah tampannya itu aku mengurukan niatku karna sangt di sayangkan apa bila wajah nya terluka lagi gara-garaku.


ini juga mungkin nasib ku karna tadi menampar dia.


"ke,ke,kenapa kamu ada di dalam kamar ku ".ucapku dengan terbata-bata.


al hanya bisa tersenyum tipis saat itu dia pun membalikan pertanyaanku.


"dan kamu kenapa berada di dalam kamar ku"


ucap dia dengan senyum nakalnya.


aku pun tersentak kaget mendengar jawaban dia malah seperti mempertanyaakan kembali tujuan ku.


"apa kamu sudah gila,ini rumah ku harus nya aku yang bertanya kamu kenapa berada di dalam rumah dan kamar ku" ucap nada galakku .


dia hanya bisa tersenyum dan menatap ku dengan sorotan tajam.


tangan nya pun segera menjauh dari ku dan badan nya mundur perlahan,seperti memberi ruang untuk ku bernafas dan berpikir.


aku pun menatapnya dengan kesal,tak sadar aku melihat arah jendela yang begitu tinggi dengan gorden yang juga begitu panjang dan indah,melihat sudut ruang kamar itu yang menurut ku sangat luas, ada beberapa sofa didalamnya dan lampu kecil di sudut almari kecil dekat badcovernya.


kamar itu sangat bersih dan rafi .ada tv juga.dan aku pun mencoba melihat arah sudut kamar mandi dan pintu keluar yang terbantang tembok sebagai pemisahnya.


belum lagi almari yang sebagai penahan ku tadi begitu besar luas dan tinggi.


aku pun heran dan menelan ludah sendiri,kenapa kamar ku seluas ini padahal kamar ku tidak seluas dan selebar ini.


al pun hanya menandang ku dengan senyumannya terliht jelas kemenangan di wajahnya.


aku pun mencoba melihat diriku sendiri,pakaian ku berbeda dengan yang ku pakai tadi .samar-samar terlihat jelas lekuk tubuhku ,pakaian ini bigitu transparan karna dada juga hampir terlihat,


aku pun segera menutup dadaku dengan lari ke tempat tidur untuk meraih selimut disana.


aku baru menyadari ada keanehan di diriku.


dan jalan dan berlari seperti orang normal pada saat itu.


dalam pikiran ku pun campur aduk,


segera ku tutup seluruh tubuh ku dengan selimut itu.


al pun mendekati ku


dan mendorong ku ke badcovernya .


aku pun kaget terbuka lah sebagian selimut yang sudah aku pakai tadi.


mata al tertuju pada dada ku,dia seperti menelan ludahnya dan sesekali dia menatap mataku dengan nakal.


"kamu,kamu mau ngapain pergi dari sini."


ucapku dengan nada emosi juga galak.


namun al tak menghiraukan itu ..lagi-lagi aku harus menghirup aroma tubuhnya .


dia menidih ku dengan cepat hingga tidak memberikan ruang untuk ku bergerak.


mata nya pun memandang tajam padaku,seiring dengan tatapannya .terlihat tatapan itu redup memberikan aku kenyamanan.


dia hanya bisa tersenyum melihat rona memerah di wajahku.


aku pun kaget setengah mati,aku mencoba berontak namun apa daya .


badan dia yang begitu kekar membuat ku tidak berdaya karna kalah kuat.


aku hanya bisa merapatkan mulutku sendiri agat dia tidak terlalu dalam menciumku.


namun dia tak pernah hilang akal selepas dia melepaskan ciumanya lalu tanpa ku sadari ada rasa geli disekujur tubuhku,


darah ku pun mengalir cepat keatas,dan jantung ku berdetak cepat dengan hebat.


terlihat di mata ku al menyusuri leherku dengan kecupan dan ciumannya.itu yang membuat ku kegelian.


aku pun berusaha mendorong al dari tubuh ku dan akhirnya bisa lepas dari dia.


dan lari secepatnya agar jauh dari al,aku pun keluar dari kamar itu dan berhasil lolos dari al.


aku hanya memandang semua arah sudut di ruangan itu seperti nya benar ini bukan lah rumah ku.


aku pun menyusuri semua tempat,dan aku melihat suatu arah diamana seperti balkon luar terlihat jelas pemandangan yang menurut ku luar biasa indahnya.


aku pun berlari dan berhenti di balok itu .


aku melihat pemandangan yang asing bagiku,


suara deburan ombak dan angin yang meniup tubuhku,aku pun terasa kedinginan pada saat itu aku hanya bisa memeluka tubuhku sendiri dengan dua tanganku,derai tetesan air mata keluar dari mataku.


hidung yang sakit akibat menahan tangisan yang dari tadi ku tahan bersama dengan al kini tak bisa terbendung lagi.


aku pun menangis sekencang-kencangnya atas kejadian tadi yang menimpa ku,


perlakuan al sangat memalukan bagiku,


aku pun mengutuk diriku sendiri.


ishak tangisku pecah pada saat itu juga.


lalu tiba-tiba aku merasakan kehangatan dalam tubuhku yang seperti mendekap hangat di belakang.aku pun menghentikan tangisanku dan mencoba membalikan badan.


terlihat jelas wajah xio pada saat itu.


aku pun memeluk dia dengan cepat dan membenamkan muka ku sendiri di dada xio yang tak jauh sama perawakannya dengan al.


aku menangis sejadi-jadinya,xio hanya mengelus kepala ku dari belakang.


aku pun semakin erat memeluk xio.


sesekali kepala ku dicium xio.


"jangan menangis,aku akan menjaga mu",ucap xio mencoba menenangkan ku.


aku pun menghentikan tangisan ku dengan perlahan,dan mengusap sebagian air mata ku yang sudah di hapus xio.


"kak xio,aku dimana ?kenapa aku berada di tempat ini".


ucap ku dengan nada datar dan sesekali ishak tangis ku yang masih tersisa.


xio hanya terlihat murung,dan menundukan kepalanya,dan melepaskan tangan nya yang sedari tadi di pipiku.


dia pun membalikan badan,


betapa terkejutnya xio pada saat itu al pun ada di belakangnya dengan membawa sebuah pisau,seperti memancarkan kemarahan nya pada xio.

__ADS_1


"al"ucap pelan xio ,yang jelas terdengar di telingaku.


aku pun mencoba melihat ke arah yang di pandang oleh xio.


betapa terkejutnya aku saat dia membwa pisau itu dan melangkah menuju arah ku dan xio.


xio hanya menelan ludah nya sendiri,dan begitupun aku ,aku hanya bisa ketakutan dan menggengam erat tangan xio dari sampingnya.


"al,semua yang kau lihat bukan lah sebenarnya."ucap xio dengan ketakutannya.


aku pun mulai merasakan kecemasan,melihat raut wajah al dan xio.


"apa yang kulihay itu adalah kenyataannya,dan kau mencoba untuk menghindarinya,


dan kau juga sangat terlatih menyelinap masuk kedalam rumah ku dan membawa kekasih ku kemari,,sangat menyedihkan".


ucap dingin al dengan senyuman" sinisnya.


aku pun kaget mendengar kata-kata al.


"kau juga sangat terlatih menyelinap masuk kedalam rumah ku dan membawa kekasih ku kemari,,sangat menyedihkan"..


kata-kata itu selalu terngiang di telinga ku dan pikiranku.


"sejak kapan aku menjadi kekasihnya hanya dalam sekali bertemu kemarin,apa karma begitu cepat menghampiriku,,


tidakkkk"


ucapku dalam hati dengan teriak.


mereka berdua pun menoleh padaku,


seakan-akan tau arah pikirku,


seketika itu pula tawa di antara kedua nya terjadi.


aku pun mundur kebelakang mendekati garis balkon,


"melihat mereka berdua seperti ini sangat menakutkan apa yang sebenarnya terjadi padaku. mereka pun menuju arah ku dengan tatan nakalnya dan memandang ku dari atas sampai bawah dan terlihat ludahnya mereka di telan sendiri".


ucapku dalam hati.


aku pun segera berpikir keras untuk keluar dari permasalahan ini.


dan aku memiliki ide gila yang mungkin bisa membuat nyawa ku terancam.


"dari pada kesucian ku terenggut oleh lelaki yang belum aku kenal selama ini dan aku yang di setubuhi mereka secara bergantian meningan aku akan loncat dari balkon ini,dan kulihat ini tidak terlalu tinggi"ucapku lagi dalam hati sambil melirik arah bawah balkon dengan sesekali aku menelan ludah ku sendiri.


aku pun secepat nya menaiki balkon itu ,dan terlihat jelas sekrang ketinggian yang ku perkirakan datar ternyata melebihi ekpetasiku.


kedua orang itu pun terkejut melihat aksi ku mencoba menghentikan ku dan berlari menghampiriku.


aku pun tersenyum dengan kemenangan pada mereka karna aksi nekat ku,


aku pun segera menjatuhkan tubuhku itu dan teriak sekencang-kencangnya.


"aaaaaaaaaaaaaaaa...."teriakan ku mengegema dimana-mana.


al pun ingin meraih tangan ku namun tidak bisa dia raih.


"brukkkk,"aku pun mengahantam teras bawah.


**


"kak vinaaaa" suara teriakan argo jelas terdengar di telinga ku,aku pun mencoba membukakan mata.


dan melihat arah sudut setiap ku pandangi,terlihat jelas kamarku dengan gorden yang biasa saja normal seperti kemarin-kemarin.


dan samping ku juga ada argo dan kak gina menatapku dengan kehernan.


"kak gina gak papa kan ?"ucap argo dengan nada cemasnya.


"kamu kenapa vina bisa jatuh dari tempat tidurmu,,apa kamu mimpi buruk?",ucap kak gina juga dengan nada cemasnya.


aku pun dituntun untuk bangun dan duduk di tepian badcoverku.


aku menghela nafas panjang,kak gina mengecek seluruh tubuhku dan meraih pipiku,


"aku sangat cemas saat mendengar teriakan mu beberapa menit yang lalu,dan aku buru-buru kesini dengan argo melihat keadaan mu dan ternyata kamu sudah dibawah tempat tidur mu ?apa kamu sedang bermimpi buruk".ucap kak gina dengan nada khawatir sekaligus heran pada ku.


"jadi semuanya mimpi,,ciuman,pelukan ,aroma tubuhnya pun cuma mimpi,hahaha ini benar-benar mimpi".


ucap ku dalam hati.


dan aku hanya bisa tersenyum dengan lamunanku,


argo dan kak gina hanya saling lempar pandang dan terlihat penasaran .


aku pun tertawa kecil dan menutup mulutku dengan satu tangan.


memikirkan hal semalam ..


"hahah".


tawa ku mengerutkan dua alis adik dan kakaku.


"kak vina apa kah kamu baik-baik saja,apa perlu aku telepon dokter untuk kemari."


ucap argo dengan tangan nya mengcek suhu tubuh ku di keningku.


aku pun memandang kedua sodarku dengan senyuman canggung.


"kalian sejak kapan ada di kamar ku"ucap ku membuyarkan penasaran kedua nya.


"ya elah dari tadi kita berdua disini menunggu jawaban kak vina yang belum sempat di jawab..hayoo kakak pasti mimpiin cowo itu yah ,,tuh kan wajah nya sampe merah merona gitu ".


ucap argo dengan menggoda ku.


aku hanya bisa mencubit dia dan pun merengek kesakitan dan memohon ampunan.


"awww sakit kak ,,ampunn ih kak ,,kalian ini seneng banget deh kalau marah nyubit perut ku "


ucap dia dengan nada manja juga menyobongkan diri.


"hele perut mu kurang bagus dari perut dia,".ucap keceplosan ku.


dan aku pun menutup mulut ku dengan dua tangan


.


argo dan kak gina hanya saling lempar pandang dan menertawakan ku secara geli.


"ciee kakak,mimpi sama dia ceritanya.,,ciee cieee".


ucap argo menggoda ku sambil lari keluar.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2