
sesudah menemui ceo media star pagi itu.
aku dengan kakak dan adikku pun pulang.
sesampai nya dirumah,
aku pun melemparkan badan ku ke sofa yang sudah menantiku .
"brukk".membantingan badan sendiri pada sofa.
"adik dan kakak itu sama-sama tidak punya malu dan sangat menyebalkan sekali,,jika aku sampai bertemu dengan mereka lagi,,ingin sekali ku cekek lehernya saking aku sangat membenci nya.."ucap ku dengan nada kesal kepada kakak dan adikku.
kak gina dan argo hanya saling lempar pandang dan tertawa geli pada ku.
"kakak,apa kamu tidak merasa kalau yang kamu bicarakan itu sangat berlebihan,dan bagaimana jika kakak dan kakaknya itu berjodoh bertemu lagi hahahahah ,,"
gelak tawa argo dengan candaanya.
"argo sudah jangan menggoda vina,biarkan dia istirahat sebentar".
kak gina pun mengingatkan argo agar dia berhenti menggodaku dengan candaan ya..
aku hanya menghela nafas dan sesekali melotot pada argo.argo hanya bisa tersenyum canggung .
"baiklah aku tidak akan berbicara lagi,,tapi jika kakak bertemu dengan dia lagi maka itu berarti dia akan menjadi kakak iparku hahaha".
berlari meninggalkan ku dengan tawa nya lagi.
aku pun mendengus kesal dan melemparkan bantal yang tak sampai mengenainya.
"sialannn ".ucapku geram.
"tenang vina ,argo hanya bercanda,,sudah kamu istirahat dulu dan nanti jangan lupa mandi biar kamu segar lagi".ucap kak gina dengan perhatian nya.
aku hanya bisa tersenyum,dan meletakan kepala ku di pangkuan paha kak gina.
"kak gina maaf kan aku tadi pagi ya,,membuat mu menangis karna cara ku yang berlebihan ngasih pelajaran ke dia".ucap ku dengan nada bersalah.
kak gina hanya mengelus rambutku dan selalu tersenyum .sesekali aku melirik dia dari arah balik tangan ku yang menutup sebagian mata ku.
karna arah ku mengarah langit-langit jadi terlihat jelas,di wajah kak gina seperti ada beban yang berat yang akan memikulnya nanti.
"kak gina,jangan merasa kakak sendiri mengahadapi situasi ini ,,karna semua ini salah ku,andai saja aku bisa berjalan normal lagi ,,aku janji akan membantu mu bekerja ".ucapku dengan membalikan badan mengarah meja dan duduk kembali.
kak gina hanya bisa menunduk mendengar perkataan ku yang ingin berjalan normal lagi,tetesan air mata nya kembali lagi keluar.
__ADS_1
aku pun meraih pipinya dengan dua tanganku,dan mengahapus air mata itu.
"maafkan aku ,,aku tidak bermaksud membuat mu sedih,,aku sudah bahagia ko bisa hidup kembali meraskan kehangat keluarga ku,,"ucapku dengan nada penyesalan atas tadi yang ku ucapkan.
kak gina pun secara cepat memeluk ku dengan erat ,hembusan nafas nya terasa di leherku.
dia pun bersuara.
"maafkan aku,semua ini salah ku karna aku ,kamu harus menanggung semua ini,,maafkan aku".ucap kak gina dengan nada penyesalanya dan sesekali ishak tangis nya terdengar jelas di telinga ku.
aku hanya bisa mengelus lembut rambut kak gina dan menenangkannya.
apa yang terjadi pada saat itu memang naluri ku untuk menolong kakakku sendiri.
aku tidak bisa membuat orang bersedih terlalu lama lagi dan aku mencoba menghiburnya dengan ocehanku yang receh.
"kakak,,udah gede nagis mulu,,malu ih nanti gimana kalau tiba-tiba cowok kakak datang pasti dia memarahiku,,"
ucapku dengan nada ceria dan memukul pelan bahu kak gina.
kesedihan kak gina pun terhenti,
terlihat wajah yang murung nya kembali ceria dan tersenyum canggung padaku.
"vinaa,,ah kamu mah bawa-bawa cowok kakak,,tau sendiri kakak belum punya pacar ,,siapa yang berani memarahi mu ,hahah,,kamu halu banget,,"ucap kak gina dengan sesekali ketawa geli.
aku hanya bisa senyum dengan menggarukan kepala aj.
rona merah di pipiku pun terjadi.
kak gina pun semakin tertawa terbahak-bahak melihat rona wajah ku yang memalukan.
di balik pintu itu pun terlihat argo memandang kami berdua dengan senyuman.
"kakak ,kamu bisa memecahkan kesedihan kak gina,dan membuat dia kembali lagi ceria,aku sangat bersyukur sekali mendapatkan kakak terbaik di kehidupan ku,aku berjanji akan selalu melindungimu."
ucapan hati argo dengan senyuman manis nya itu.
aku yang memperhatikan pintu yang ada argonya,menghentikan candaanku pada kak gina.dan mencoba untuk memanggil orang yang ada di balik pintu itu.
kak gina pun ikut terdiam dan mengarahkan arah pandangnya di balik pintu itu.
saat aku mencoba untuk berteriak memanggil dia,tiba-tiba tangan kak gina meraih menutup mulut ku terlihat wajah kak gina dengan keusilannya untuk menyuruh ku diam,dengan mengacungkan tangan telunjuk nya ke arah bibirnya terlihat senyum jahilnya .
aku hanya bisa mencerna apa yang akan terjadi dan pada saat itu aku belum paham arah pikir kak gina.
__ADS_1
kak gina pun mengedap-edap berjalan jinjat dan menyelinap ke arah pintu,tangan nya pelan-pelan meraih gagang pintu dan membuka nya dengan cepat.
"brukkk"
,tubuh argo pun terjatuh dan menindih tubuh kak gina,
terlihat rona merah di pipi argo saat berada di atas tubuh kak gina.
kak gina pun mendengus kesal karna dia menindih tubuhnya ,
"argooo cepat awas kamu terlalu berat sekali,aku tidak bisa menahan nafas,"
ucap kak gina dengan suara beratnya dan tangan nya mendorong dada argo yang bidang itu untuk cepat berdiri.
aku pun tertawa geli melihat kejadian itu,
terlihat jelas sekali wajah argo pun memerah merona dan senyum canggung argo pun terlihat sesekali menahan malu didepan kakak-kakaknya.
kak gina yang masih terbaring pun cepat berdiri dan meraih kuping argo .
"ampuunn kak sakitt."
ucap argo dengan meringis kesakitan.
"kamu bandel menguping pembicaraan kami,,ini akibatnya dan kamu juga membuat kakak terjatuh tadi"
ucap nada kesal kak gina.
aku pun tertawa terbahak-bahak melihat adegan seperti tom dan jerry itu.
argo pun melepaskan diri dan menggelitik perut kak gina ,lalu berlalari ke arahku dengan meminta tolong,
mereka pun saling mengejar satu sama lain.
aku hanya bisa tertawa melihat keharmonisan dalam keluarga ku ini.
mereka adalah orang-orang yang paling aku sayangi.
melihat tawa bahagia yang terpancar dari wajah mereka membuat ketenangan dalam jiwa ku,
"kehangatan dalam keluarga ku akan terus seperti ini hingga akhir hayat ku,aku janji akan membahagiakan kalian dengan caraku sendiri."
ucapku dalam hati saat melihat kedua orang yang aku sayangi saling bercanda dengan keusilannya.
bersambung...
__ADS_1