
pagi itu dia berangkat untuk pergi bekerja,pekerjaan baru nya ini mengharuskan dia pagi-pagi buta ke butik.
karna jarak dari rumah ke butik pekerjaan nya lumayan jauh,maka dari itu dia berangkat dari rumah setengah enam pagi,yang masih sedikit gelap.
buka butik sekitar jam 8 nan,
dan di perjalanan nya membutuhkan waktu satu setengah jam.
belum lagi dia harus membersihkan butik itu agar terlihat rapih,
tambah dengan bosnya yang cerewet,dan karyawan ceweknya satu lagi yang tak menyukai kehadiran kak gina.
sesudah sampai di butik dia pun membuka butik itu ,
dan seperti kebiasannya dia merapihkan segalanya.
karna kak gina juga orang nya suka kebersihan maka butik itu pun setiap hari nya rapih dan banyak pelanggan yang menyukai kinerja kak gina.
ada sebuah kecelakaan kecil yang membuat kak gina sedih,
dia harus di fitnah oleh karyawan nya yang bernama nina itu.
pada saat itu,kak gina masih merapihkan halaman depan,lalu dari arah samping menyelinap lah seseorang yang tak lain adalah nina.
nina pada saat itu menyelinap ke meja tempat tas kak gina,dia meletakan sesuatu pada tas kak gina,lalu tanpa di sadari kak gina .nina pun sudah kembali ketempatnya dan tersenyum sinis.
kak gina pun menyapa nina,
memberi salam pada seniornya,
namun nina tidak menghiraukan sapaan lengan kak gina.
dan nina pun pergi menjauh ke arah patung pakaian pura-pura membersihkan tempat itu.
hari sudah siang,jam menunjukan 11 siang,
bosnya pun sudah sampai ke butiknya,dan memeriksa kinjerja karyawan nya itu,
setelah memeriksa beberapa helai pakaian yang sudah berjajar rapih,
bosnya pergi keruangan nya.
beberapa saat kemudian bosnya memanggil kak gina dan nina,yang pada saat itu melayani beberapa consumen nya.
"ninaa ,gina cepat kemari".suara bosnya yang lantang keras memanggil mereka berdua di ruangan nya.
sebelum nina melangkah dia menoleh pada kak gina dengan senyuman sinis nya.kak gina pada saat itu tidak tau isyarat senyuman nina.
mereka berdua pun menghadap bosnya.
dengan sorotan mata yang tajam,dan raut wajah yang menakutkan,bos nya pun memarahai kedua karyawan nya.
"siapa di antara kalian yang mengambil busana jenny ," lantang suara keras dari bosnya.
jenny adalah seorang perempuan langganan butik disini,dia memesan busana yang mewah untuk pertunangan nya nanti,tapi sayang nya busana yang sudah siap pakai itu hilang di curi orang,dan hari ini pesanan dia akan di bawa.
nina yang pada saat itu berdiri dekat dengan kak gina,akhirnya mengucapkan sesuatu yang mengejutkan kak gina.
"bu bos ,yang mengambil busana itu kemungkinan si gina,,secara gitu dia orang baru disini,mungkin dia menyukai busana itu"ucap nina yang meyakin kan bosnya.
__ADS_1
kak gina menoleh dan raut kesedihan kak anggina pun terlihat,seolah-olah ingin berkata jujur namun sayang nya kak gina tidak bisa berucap dengan jujur ketika bos nya sudah mengarah berjalan ke meja nya,
meja nya itu seperti lemari kecil di bawah jadi tas dia di simpan nya di situ.
tanpa pikir panjang bosnya memeriksa lemari meja kak gina.
betapa terkejutnya bos nya itu,dan kak gina.
"ginaa apa-apaan kamu,,saya memperkerjakan mu disini karna kinerja mu baik,tapi saya lihat sendiri sekarang ternyata kamu adalah maling yang tidak tau diri"..
suara amarah bosnya pun bergemuruh.
"plakk"tamparan keras ke pipi kak anggina.
kak gina pun hanya terdiam dengan tangisan nya.dan sesekali isakan nya terdengar.
"heleh di tampar gitu aja nangis,dasar cengeng" ocehan nina pada kak anggina.
"bu bos aku tidak mungkin melakukan hal memalukan seperti ini,,ini semua fitnah ,,aku mohon bos dengar kan penjelasan ku ini"..kak gina pun memberi penjelasan pada bu bosnya.
nina yang sedari tadi hanya mengompori bu bosnya,akhirnya bu bosnya pun memutuskan untuk memecat kak gina.
kak gina yang sedari tadi meminta maaf atas kejadiaan tadi dan selalu membenarkan apa yang terjadi namun bu bosnya tidak mau mendengarkan nya.
bu bosnya pun segera menyeret kak anggina keluar,dan mendorong nya ,
tiba-tiba ketika kak gina hampir terjatuh,ada seorang pria tampan yang gagah,dan kekar mendekap nya di pangkuan tanganya.
mata kak gina dengan pria tersebut bertemu.
tatapan mata seorang lelaki itu sangat dingin .
dan kak gina pun segera berdiri lagi.
pria ini bernama el adik kedua dari al,dia datang kebutik untuk mengatar calon tunangan nya itu.
"maaf tuan,aku tak melihat kamu tadi maaf".
kak anggina pun bersuara pada el,
el hanya menoleh sebentar pada kak gina.
lalu melanjutkan langkah nya bersama jenny menghampiri bu bos yang sedari tadi mematung dengan raut wajah ketakutan.
"kenapa penyambutan ini sangat menyedihakan ,nyonya,,apa ada sesuatu yang terjadi di butik ini?" tanya el sebari melangkah masuk ke butik dengan tangan memasuki saku celana depan nya.
jenny hanya mengikuti dari arah belakang saja,dan menoleh ke kak anggina,jenny sebetulnya ingin bertanya apa yang terjadi pada kak anggina namun dia tak berani karna di depan nya ada el.
"maaf tuan tadi hanya ada masalh sedikit dengn karyawan ku saja".
ucap bu bos dengan badan nya yang bergetar.
nina yang pada saat itu hanya diam mematung pun ikut jadi sasaran mata el,
dan raut ketakutan hadir di diri nina.
"permasalahan kecil apa yang membuat banyak orang memperhatikan butik mu,,dan karyawan mu yang kamu dorong itu siapa dia ?".el pun berhenti melangkah dan duduk di sofa setelah mempertanyakan kak gina.
"di dia,,dia sudah mau mencuri busana yang di pesan tuangan tuan ,untung saja busana itu bisa di temukan kembali,jadi !".
__ADS_1
ucapan nya pun terhenti,ketika el berdiri .
"jadi karna itu nyonya mendorong wanita itu hampir terjatuh,memalukan sekali,tidak bisa menyelesaikan masalah kecil ini."
raut wajah dingin el pun kembali hadir.
"jenny ayo kita pulang,kita tidak akan memesan pakaian mu disini ,kita akan mencari nya di tempat lain"ucap tegas el pada jenny.
bu bos dan nina pun dibuat terkejut dan rasa cemas,masalah nya bukan kerugian saja yang akan dia dapatkan namun tamparan keras dari keluarga william ini akan membuat malu dia seumur hidupnya.
secara gitu el adalah ceo media ternama apapun yang dia lakukan akan membuat malu seseorang dengan gerakan tangan nya.
kak gina yang sedari tadi masih berdiri dan menguping semua nya,dia pun terkejut,tangisan dia pun terhenti.
"astaga jika media meliput semua nya yang terjadi sekarang,kemungkinan aku juga akan menajadi sorotan media,,vivina argo akan kecewa pada ku."
kecemasan anggina pun terjadi,dia mengumpulkan keberanian nya ,untuk menghadap ceo itu yang akan sebentar lagi melewati nya,
el dan jenny pun melangkah pergi melewati kak gina.
sudah beberapa langkah dari kak gina.kak gina pun menghentikan el dengan suara nya.
"Berhentiiii".ucapan kak gina.
sedikit pucat di wajah kak gina saat menghentikan el itu.
el hanya menoleh pada kak gina ,dengan tatapan dingin.
"aku mohon lupakan kejadian ini,dan media mu jangan pernaha sampai meliput kejadiaan ini,,itu akan mempermalukan kami semua ,,aku mohon,aku akan membayarnya dengan harga diriku,asalkan kamu mau memaafkan kami semua."
dengan badan bergetar dan lengan memangku seperti mengadah minta maaf pada el.
"datang ke perusahan ku besok sore."
dengan melemparkan sebuah card nama ,tertera alamat perusahan itu.
lalu el dan jenny pun melangkah lagi,dan pergi meninggal kan mereka semua.
bu bos dan nina pun menghampiri kak gina.
"kamu cari muka ya ,,memalukan sekali"ucap nina dengan nada kesal.
"apa kamu yakin ceo itu akan memaafkan kita semua,ini semua gara-gara kamu".ucap amarah bu bos pada kak gina.
"apa kalian tidak pernah memikirkan keluarga kalian sendiri,apapun yang terjadi aku akan menghadapnya.,dan ini semua terjadi bukan karna kesalahan ku,akan tetapi bu bos sendiri yang memasukan kita kedalam singa kelaparan.
bu bos harus nya bisa berhati-hati saat mengatakan sesuatu".
keberanian kak gina membungkam semuanya.
"lihat lah cctv disana,bu bos akan menyadari nya siapa yang bersalah dan siapa yang di fitnah.permisi"
kak gina pun pergi meninggal kan mereka berdua .
bu bos itu pun mengadah ke atas cctv ,lalu melirik ke nina yang sudah ketakutan.
***
dalam perjalanan,kak gina hanya terdiam dan terdengar hanya isak tangisnya saja.
__ADS_1
dia selalu memikirkan kejadian tadi.
bersambung..