Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
Mereka Berdua Pulang Kerumah


__ADS_3

kak gina dan el sudah pulang pada saat itu,


el mengantar kak gina sampai ke rumah,,


memorie..


waktu malam di resturant kak gina dan argo lebih dulu pulang,karna kelelahan seharian mondar mandir ,


mereka pun telah tiba di rumah,


argo pun lebih dulu meminta kunci rumah pada kak gina karna saking ngantuk nya,


dia pum segera membuka pintu itu,


lalu pergi ke kamarnya,


tak selang beberapa lama kak gina pun masuk,dia belum masuk kamar pada saat itu karna harus menunggu ku pulang,


namun saking dia kelelahan dia pun beristirahat di sofa ruang keluarga,,


waktu sudah menunjukan jam 2 malam,dia pun terbangun karna kebiasaan nya ke kamar mandi,


namun dia baru menyadari bahwa pintu kamar ku terbuka,dan melihat ke dalam,namun ternyata pada saat itu aku tidak pulang karna nginap,


kemudian dia mencari ku di seluruh ruang,hasil nya tidak ada,


dia pun cemas dan khawatir karna aku belum pulang sampai sekarang,


dia pun memeriksa ponsel nya dan memanggil nomer ku.


pada saat itu yang mengangkat adalah al,al pada saat itu mengecek isi dalam tasku,


tak selang beberapa lama hp ku pun berdering terdapat panggilan masuk.


"kak gina,bukan nya ini kakak nya dia?"


ucap al.


tanpa basa basi al pun mengangkat nya.


"hallo" ucap al.


kak gina pun terkejut dan kaget karna ada suara lelaki di ujung telepon itu,


dia pun semakin cemas pada ku.


"hey ini siapa,kenapa telepon adikku ada kamu,kemana vivina ?"


ucap kak gina dengan galak.


al pun melihat layar hp ku lagi dan mengankat alisnya.


",lebih galak dari vina."


ucap al pelan namun terdengar oleh kak gina.


"hey kenpa kau menyebut ku galak,saya tanya sekali lagi di mana vivina kenapa hp nya ada di kamu,apa jangan-jangan kamu apa-apain adik saya ya ?"


ucap kak gina dengan notasi tinggi dan galaknya.


karna suars berisik nya kak gina,argo pun terbangun dan keluar menghampiri arah suara kak gina.


"kak gina kenapa bersisik sekali,,"


ucap argo dengan nada masih menahan kantuknya.


"ini hp kak vivina di pegang cowok,dan ternyata vivina sampai sekarang belum pulang,kakak khwatir sama vina,,kakak tunggu di sofa eh kakak nya ketiduran sekarang kakak cemas vivina belum pulang sampai jam sekarang."


ucap kak gina kepada argo yang masih terdengar oleh al.


argo yang sedari tadi masih menguap pun ikut terkejut dan kaget lalu mengucek mata nya lagi agar kantuk nya hilang.


"apaaaa,kak gina belum pulang,,terus teruss gimana yang ada di telpon itu siapa cepat tanya dia kenapa bisa memegang hp kak vina",.


ucap argo dengan nada cemas nya.


kak gina pun menatap layar hp nya kembali dan


meletakan nya di telinga nya lagi..


"hey kamu,siapa sih kamu ,cepat dimana vivina".ucap kak gina dengan notasi lebih galak lagi.


dalam hati al


"kenapa jika menggantungkan nama vivina mereka lebih galak dari sebelumnya,,dan vivina ini seistimewa apa sampai-sampai mereka seperti ini,,sudah lah mungkin saja mereka khawatir yaa nama nya juga keluarga".


ucap hati al


dia pun menjawab dengan santai nya.


"owh ,aku al asegaff william,


aku menemukan gadis ini di taman,


dia tadi malam hujan-hujanan,karna dia gak mau pulang bareng dengan ku makanya dia nekat mencari taksi,lalu ya sudah aku tinggal,


namun karna rasa iba aku putar balik lagi ,pas disana kami semua mencarinya dan baru ketemu di taman,pada saat itu dia mau terjatuh lalu,aku tangkap dia dan malah dia gak sadar kan diri,


karna aku panik pada saat itu,dia pun ku bawa pulang ke rumah ku,


disini dia di rawat dengan baik jadi kamu jangan khawatir, lagian tadi ada xio juga kemari memeriksa adikmu,dia pun memberi bius penurun panas, kemungkinan dia akan bangun pagi nanti.jika kamu mau kesini datang lagi besok pagi.


el yang akan menjemput mu."ucap al pada kak gina..

__ADS_1


kak gina yang sedari tadi mendengarkan membuka matanya lebar-lebar dan memandang ke arah argo,dengan sedikit mulut terbuka dan di tutupi oleh tangan nya sendiri..


"kak gina kenpa apa yang terjadi dengan kak vina ?"


ucap argo dengan nada khawatirnya.


kak gina tak bergeming dan masih mendengarkan penjelasan al yang masih banyak bicara.


"tuan al,aku kira siapa ,,maaf tadi saya telah lancang!,baik lah tolong jaga adikku ya,aku akan kesana besok"


ucap kak gina dengan nada datar dan terbata-bata.


argo pun menaikan alisnya dan mendengar kak gina memanggil pria yang di dalam telpon ini dengan sebutan nama al.


telpon pun di tutup,


kak gina pun langsung menjelaskan nya pada argo,


mereka berdua akhirnya bisa bernafas lega.


pagi hari nya kak gina sudah bersiap-siap,


terdengar suara kelakson mobil dari luar,kak gina pun segera keluar,


beberapa saat kemudian el pun turun dengan jas yang rapih dan rambut nya yang kelimis,merapihkan kerah baju nya,


lalu melangkah mendekati kak gina.


kak gina hanya mematung melihat ketampanan dan pesona el,dia pun menelan ludah nya sendiri,dan menundukan kepala setelah el ada di depan nya. kak gina pun memberi salam pada nya.


"selamat pagi tuan el,,maaf membuat mu repot untuk datang kerumah ku.",


ucap kak gins dengan nada ketakutan.


el hanya berdiam diri memandang kak gina dari atas sampai bawah.


"aku kesini juga karna paksaan kakaku,kalau tidak karna dia mungkin aku males kesini",


ucap el dengan nada dingin dan juteknya.


kak gina pun mengadah menatap el dan menunduk lagi.


"ayo jalan,kakak ku sudah menunggu dan kita akan ada metting hari ini,,


sial sekali hari ini harus nya kau yang kerumah bukan aku yang kerumah mu menjemputmu,,dunia memang sangat sempit".


ucap el sembari melangkah menuju mobilnya kembali dengan nada kesal nya.


kak gina pun hanya mengikuti nya dari belakang


sesampai di depan mobil itu,kak gina pun membuka pintu belakang,el pun melirik.


"apa aku akan jadi sopir mu,?"


kak gina pun membuka lebar matanya dia pun menutup kembali pintu itu,dan berlari ke arah pintu depan ,


el yang melihat aneh kak gina pun hanya bisa tersenyum tipis di dalam mobil nya.


di sepanjang perjalanan mereka berdua tidak bicara hingga sampai di perumahan elit dan memasuki halaman depan rumah al.


el pun turun diikuti kak gina,


mereka di sambut oleh para pelayan,


dan mereka masuk,kak gina pun kagum dengan isi rumah itu,


nampak besar dan luas terdapat banyak barang-barang mewah dan mahal,kak gina hanya menelan ludah nya sendiri.


son pun sudah di bawah lantai dan menyambut baik el,kemudian son membawa kak gina dan el ke atas naik lift,


al yang sudah pindah ke sofa dekat ruang santai nya,


sambil menonton acara berita di tv,


melirik ke arah lift,


dan terlihat son el dan kak gina yang di belakang el.


mereka bertiga pun menghadap al,


al pun memberi inturksi pada son agar meninggalkan mereka bertiga.


kak gina yang sedari tadi diam dan ketakutan,


pun hanya bisa menudukan kepala mengingat kejadian tadi malam saat memarahi al.


al hanya tersenyum tipis.


"anggina,duduk lah"


ucap al pada kak gina yang mencairkan keheningan disana.


kak gina pun mengangguk dan duduk,kak gina sepertinya terlihat bingung untuk mulai berbicara karna dia takut akan tatapan al.


kak gina pun memberanikan diri untuk menanyakan kabar ku.


"tuan al,,apakah adikku ada bersama mu ,,apa dia baik-baik saja".ucap kak gina sambil mencoba menatap al ,


"hmm,dia baik-baik saja,".


ucap al dengan datar.


"apa aku bisa menemuinya ?".

__ADS_1


ucap kak gina memastikan al agar dia bisa mengizin kan kak gina bertemu dengan ku.


"emm,masuklah kekamar itu,dia berada di kamar ku"


ucap al dengan datar.


kak gina pun terkejut ketika mendengar kamar al.


dan menelan ludah nya sendiri.


"kenapa vivina berada di kamar tuan al,yang kulihat dari rumah ini banyak kamar kosong sepertinya tapi kenapa dia malah membawa vivina ke kamar nya ,lalu dia tidur dimana ketika vivina tidur di bad covernya apa mereka semalam tidur bersama ".suara hati kak gina dengan


lamunannya pun kemana-mana menduga duga yang terjadi semalam pada ku dan al.


al yang sedari tadi memperhatikan ekpersi kak gina,dia pum menoleh pada el,


mereka berdua pun menaikan alis satu sama lain.


"baikklah,aku akan menemuinya dulu,,permisi".


ucap kak gina dengn nada cemas nya.


dia pun menuju kamar al yang tak jauh dari mereka.


sesampai nya di dalam pintu pun tertutup kembali,


kak gina pun mengahampiri ku dengan suars nya yang tersengal-sengal karna dia berlari .


dia pun duduk di badcover dekat samping ku dan mengecek suhu tubuh ku.


"syukurlah kamu baik-baik saja,,aku sangat mengkhawatirkan mu vina,,maaf kan kakak semalam tidak pulang bareng dengan mu dan harus terpisah seperti semalam,andai saja tadi pagi kakak tidak menemui teman kakak mungkin malam nya kakak tidak akan kelelahan dan masih bisa menjaga mu.."


ucap kak gina dengan nada penyesalan nya dan keluar lah air mata nya yang sudah terbendung itu.


kak gina pun mencium kening ku dan mengelus lengan ku,


sesekali terdengar ishak tangis nya ke luar hingga al dan el yang mendengar kan di balik pintu pun saling pandang,


mereka berdua pun masuk kedalam bersamaan,


kak gina pun segera menghapus air mata nya dan berdiri .


"kenapa kau menangis,bukan nya vivina baik-baik saja."


ucap al dengan penasaran.


"aku tak bisa menjaga dia semalam,dan pulang begitu saja karna kelelahan,aku kira tuan xio akan membawa nya pulang,,aku menyesal ".ucap kak gina dengan nada penyesalannya.


al dan el pun saling berpandangan ,al pun membawa kak gina keluar dari kamar nya,,


dia pun menanyakan perihal diriku pada kak gina,hingga kak gina pun menceritakan masa lalu ku ,dan menceritakan keadaan ku..


al dan el pun saling berpandangan,


setelah banyak cerita kak gina pun menyudahi nya ,lalu memberikan kunci rumah pada al untuk dititipkan padaku.


al hanya bisa tersenyum .


***


ketika el memparkirkan mobil nya dia melihat mobil kakak nya sudah terparkir disitu.


el pun tersenyum tipis,


kak gina yang sedari tadi diam di dalam mobil menoleh pada el ,kak gina hanya bisa menaikan alis .


"gina,,emm aku boleh masuk rumah mu tidak aku hanya ingin memastikan kakakku ada atau tidak disini,,"


ucap el sembari tersenyum tipis dan menatap mobil al yang sudah terparkir itu.


kak gina pun hanga bisa mengagguk dan keheranan.


kak gina pun turun dari mobil el dan el pun turun dan mengikuti langkah kak gina .


mereka berdua pun masuk,el hanya mengangkat alisnya ketika dia masuki rumah ku,


kak gina pun masuk ke meja makan dan di ikuti oleh el pada saat itu.


kami yang masih ada di belakang rumah dengan keributan kecil dan tawa al .


membuat el langsung melirik ke arah pintu belakang dan mengankat alisnya dan tersenyum tipis,


kak gina yang sudah di meja makan pun sama mendengar keributan kami.


tak selang beberapa lama el pun membuka pintu itu dan melihat kami sedang tertawa.


el pun mendekati kami tanpa sepengetahuan kami.


"jadi sehariaan ini kakak disini pantes saja di telpon gak di angkat",ucap al mencairkan suasana kami pada saat itu.


al yang sedari tadi memegang tangan ku pun di lepas oleh nya,aku pun sama memalingkan wajah dan merasa malu,


al hanya bisa menaikan alisnya dan tersenyum tipis.


"sejak kapan kamu disitu"


ucap al dengan notasi heran.


"emm baru sampai,tadi nya aku gak mau masuk tapi setelah lihat mobil kakak di depan aku urungkan niat dan masuk saja"


ucap el sembari dengan senyuman sumeringahnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2