Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
Bertemu Dengan Kedua Orang tua vivina


__ADS_3

sesampai nya di dalam ruang istana yang luas itu,


begitu banyak nya peri yang berterbangan di istana ini sembari mempertujukan sayap-sayap emasnya itu mengibas-gibaskan mengeluarkan emas kesetiap sudut,dan terlihat lah kilauan cahaya di dalam istana itu.


aku hanya mematung menatap keindahan di dalam ruangan itu,


terlihat jelas keramaian didalam nya,dan beberapa pelayan yang berpakaian serba putih dan berambut putih,


menyambut kedatangan kami.


sambil menunduk dan mempersilahkan kami masuk lebih dalam lagi.


ada sebuah pintu yang kami tuju,


dan di atas nya seperti air hujan emas yang turun yang tidak ku ketauhi asalnya.


aku pun berdecak kagum,melihat air itu,kami pun memasuki pintu itu ,senyum ku melebar ketika air hujan emas itu menyentuh kepalaku namun yang terasa di kepalaku tidak seperti air hujan, melain kan serbuk bunga emas yang sudah di jelaskan kakek tadi saat memasuki nya.


aku pun hanya bisa menatap semua sudut itu dengan penuh riang karna baru pertama kali nya aku datang ketempat asing yang membuat ku penasaran ingin mengetahuinya lebih dalam lagi.


sudah beberapa langkah kami lalu hingga tibalah di ruang kediaman ratu dan raja duduk.


terlihat karpet merah panjang sampai ke bawah kursi raja dan ratu itu.


raja dan ratu itu pun berdiri ,


dan tersenyum lebar ketika menatap kehadiran ku.


aku pun memaku karna aku melihat dengan jelas.


wajah tampan ayah dengan pakaian gaun panjang berwarna putih perak,dengan mahkota keristal di kepala nya dan rambut putih yang panjang dan rapih,terlihat di pergelangan tangan nya memakai sebuah perhiasan peri


dan wajah cantik berseri ibunda ku pun tak kalah modisnya,


dia memakai gaun panjang,berwarna putih kristal dan memakai mahkota kristal putih khusus untuk wanita,dan rambutnya dia disanggulkan terlihat kecantikan terpancar dari ibukku,


mereka pun berdiri di atas podium kecil itu,di temani beberapa dayang yang selalu mengipas-ngipaskan kipas besar yang terbuat dari bulu burung cendrawasih putih.


air mata ku berlinang pada saat itu,


kakek yang melihat ekpresi ku pun tersenyum dan mengelus kepala ku .


"ayah,bunda,,kalian ".

__ADS_1


ucapku sembari membuka mulut ku tidak percaya.


ayah dan ibunda pun turun dari tangga itu,


dan melangkah menemuiku,lalu mereka pun memelukku dengan erat,.


"anakku,kau tumbuh besar sekarang"ucap ayah ku.


ishak tangisku tidak tebendung lagi,aku pun memeluk erat mereka .


dengan tenggorkan yang menahan sakitnya senduan ku.


ibunda ku pun menatap dalam mataku,dan mengusap air mataku.


"anakku,kau sangat cantik melebihi ibunda sendiri ,,"ucap ibunda ku sembari tersenyum dan mencium keningku.


ayah dan ibukku pun membawa ku ke atas podium itu untuk duduk bersama,karna sofaa nya begitu panjang dan luas,maka aku pun mengikuti mereka yang memegang erat lengan ku.


kakek ku pun duduk di bawah sebelah kanan ayah ku yang mengahadap arah ayah ku. yang telah tersedia khusus untuknya,


"lihat lah cucuku,dia sangat cantik,cantik sekali"ucap kakek lim memuji ku.


aku hanya bisa tersipu malu atas pujian-pujian yang terlontar dari mereka,sesekali terdengar suara tawa kecil dari ayah dan ibuku.


para peri pun dengan riang menyambutku,


aku hanya bisa terpana melihat dan menyaksikan semua ini.


"lihat lah yang mulia tuan putri kita,dia memang sangat cantik sekali"ucap peri itu sembari memutar di kepala ku memberikan serbuk emas bunganya.


aku hanya bisa tersenyum mendengarnya.


"dan lihat juga mata biru nya sama persis dengan yang mulia bunda ratu,wah seperti pinang dibelah dua,mereka terlihat bukan seperti anak dan ibu melain kan sodara kembar ,begitu mirip"ucap peri itu lagi.


ibunda pun hanya bisa tertawa kecil mendengar peri-peri itu.


ayah ku hanya bisa tersenyum dan mengusap rambut ku dan mencium kening ku,


"bagaimana kabar mu sayang,,apakah di bumi bisa memperlakukan mu dengan baik"ucap ayah ku.


aku hanya bisa mengagguk dan tersenyum,


"sayang ,anakku, bagaimana kabar adik mu argo dan kakak mu gina ?"ucap ibundaku.

__ADS_1


"mereka baik-baik saja dan sangat bahagia,meski dalam keluarga hanya kehilangan kalian berdua,kenapa kalian bisa menghilang di saat usia kami masih kecil kenapa tidak kembali ?".


ucap ku dengan berkaca-kaca pada ayah dan ibunda ku.


mereka hanya diam dan saling berpandangan dan menatap kakek lim,


kakek lim pun angkat bicara,


"cucuku ayah dan ibu mu adalah raja dan ratu di istana peri langit ini,


mereka harus kembali ke istana ini setelah menyelamatkan hidup kalian berdua,


kakek lah yang menyuruh ayah dan ibumu tinggal di bumi untuk sementara waktu,


karna pada saat itu ada banyak kekacauan di langit peri,hati ku tidak tenang ketika ibunda mu sedang mengandung mu,


maka hanya cara ini lah untuk menyelamatkan nyawa kalian semua".


ucap kakek itu sembari menggelengkan kepala dan mengehela nafas panjangnya ,menceritakan masa lalu di dunia langit peri ini.


aku hanya bisa mengerutkan alis dan bingung atas cerita yang di ceritakan oleh kakek ku.


didalam istana itu pun hening terpancar raut kesedihan diantara semua nya terutama para peri,


sodara-sodaranya menjadi korban kekacauan di istana itu.


aku pun mencoba menghibur semuanya.


"sudah sudah jangan bersedih,kalian akan hidup bahagia selamanya ,aku yang akan memastikan itu semua.


"ucap ku menghibur para peri.


para peri itu pun dengan gembira bersorak riang dan memutari ku.


"yang mulia tuan putri pembawa keberkahan juga pembawa keselamatan sudah lahir,dia akan menjadi sayap penolong kita,,dia telah lahir dan tumbuh cantik bak seperti sorang bidadari cantik"


ucap salah seorang peri.


aku hanya bisa tertawa kecil mendengar ucapan yang terlontar dari nya,


ayah dan ibukku pun hanya bisa tersenyum,terutama kakek yang sedari tadi memperhatikan ekpresi ku.


"cucuku kau adalah ratu penyembuh kematian,kau akan di berkati berkali kali lipat oleh sang penguasa langit dari atas segala langit,aku akan menjaga mu dan memberi bimbingan padamu"

__ADS_1


ucap kakek ku dalam hati nya dan tersenyum lebar.


bersambung...


__ADS_2