
xio pun membalas pelukan teman nya yang tak lain adalah seorang president bisnis ternama ,termuda juga terkaya di seluruh negeri ini.
"xio,kenapa kamu lama sekali,,bukan nya kemari malah pergi tidak bilang-bilang".
sambil menepuk nepuk bahu xio.
xio hanya bisa tersenyum dan sesekali dia hanya bisa memalingkan wajah malu nya.
"ahh ,begitu saja kau khawatir padaku,aku kan sudah bilang mau bertemu dengan seseorang dan mau menepati janji ku pada nya saja,karna sudah dua tahun ini aku tidak bertemu dengan dia."
ucap xio pada teman nya yang bernama al itu.
karna pada saat itu dia hanya berdua saja di ruang keluarga itu,
al pun penasaran dengan gadis yang membuat teman nya lupa kerumah nya itu.
"siapa yang kamu temui ? jangan-jangan selingkuhan mu ya ?".
ucap penekan penasaran al.
xio hanya batuk dan menggarukan kepala saja.
"bukan ,,dia itu pasien ku dulu,yang pernah aku ceritain,,dan gadis itu masih umur belasan lah,mana mungkin aku suka dengan dia,secara aku di luar negri punya tunangan,tidak mungkin aku mencintai orang lain lagi".
meyakinkan al bahwasan nya dia benar tidak menyukai ku,karna dia hanya menganggap aku sebagai adiknya saja.
(cinta bertepuk sebelah tangan,,sakitt nya menusuk dada ini, huu,,uuh)
"ohh ,aku kira,,terus hal apa yang membuat mu harus menemuinya ."ucap al lagi,dengan senyum khiasnya
xio hanya mengangkat alis nya saja ,dan tersenyum canggung.
"yahh aku hanya ingin tau keadaanya saja,dan lagian dia itu sangat mirip dengan almarhum adikku,"
terpancar kesedihan di mata xio.
al pun menyudahi pertanyaan nya karna sudah melihat aura di mata xio mengandung kesedihan yang teramat dalam.
memorie..
pada saat mobil itu melaju cepat,ternyata rem nya blong dan tidak bisa di kendalikan.
yang mengemudi mobil itu adalah nia adik nya xio,
karna pada saat itu nia sedang mengakat telepon dari kakaknya xio.
"iyah kak,bentar lagi aku sampai".suara nia meyakin kan xio.
"baikklah aku tunggu"suara kesal xio.
"iyaa kakak,,aaaa"suara teriakan nia di telpon membuat xio cemas. dan hp nya pun mati dengan tiba-tiba.
tanpa di sadari oleh nia,ternyata di depan ujung jalan ada aku dan kak gina yang melangkah menghindari preman yang berusaha mengejar kami.
nia pun panik dan membanting setir nya ke bahu jalan setelah menabrak aku ,dia pun menabrak pohon besar yang di tepi jalan itu.
lalu aku dan nia pun di bawa kerumah sakit bersamaan,setelah dua ambulan datang .
xio pun hadir saat penjemputan itu.dia pun merasa bersalah ketika aku jadi korban kecelakaan itu.dan pada akhirnya nia tidak bisa di selamatkan karna ada pecahan pembuluh darah di saraf kepalanya.
dan rasa bersalah itu selalu mengahantui xio,karna jika dia tidak memaksa adiknya pulang lewat telepon mungkin bisa saja keduanya bisa selamat .dan aku mungkin bisa saja tidak terluka separah ini.
**
al pun membangunkan lamunan xio,dengan menepuk bahu nya.
"sudah lupakan kejadian dua tahun yang lalu,adik mu sudah bahagia di atas sana,kini kebahagiaan mu harus selalu ada,jangan bersedih ,,"rasa iba al pada xio.
xio pun hanya mengangguk dan berdiri ,memeluk sahabatnya itu,
al dan xio pun menuju tempat ruang makan ,yang sudah di sediakan para pelayan al.
xio pun tersadar dia membawa beberapa kue dari rumah ku,
'pada saat itu aku sengaja membungkuskan kue itu untuk xio dan teman nya biar teman nya menilai rasa dari kue standar ku'.
xio pun memanggil asisten pribadinya untuk membawakan bungkusan kue yang masih tertinggal di dalam mobil.asisten nya pun pergi meninggalkan kami.
pada saat di meja makan al pun menaikan alisnya ketika keanehan terpacar dari xio.
__ADS_1
"xio kenapa kamu masih berdiri disitu ayo cepat duduk,asisten mu nanti juga akan menyusul,,makanan ini nanti keburu dingin."
sambil tangan nya menggepal sesekali memainkan jari di meja itu.
xio pun duduk dan tersenyum canggung.
para pelayan pun melayani tuannya untuk menaruh makanan di piring.
setelah bebera santapan yang xio dan al makan.
asisten nya pun kembali dengan membawa sebuah bungkusan itu.
xio pun menghentikan makananya dan beralih tersenyum,lalu menyuruh asisten nya untuk meletakan makanan itu di meja makan.
asisten nya pun keluar pamit lagi.
xio hanya bisa tersenyum ketika raut wajah al berubah sedikit alisnya mengakat dan garis nya berkerut itu menandakan banyak pertanyaan yang akan di lontarkan al,
"oia ini aku bawa oleh-oleh dari rumah dia,,cobalah pasti kamu menyukai setelah memakannya".
senyum lebar xio dengan gigi putih nya.
lantas al tidak menghiraukan nya,namun xio pun dengan sigap membuka bungkusan itu dan meletakan kue itu ke piring,
'secara gitu al terlalu manja dia harus makan jika makanan itu ada di didepan nya bukan dalam bungkusan'.
al pun hanya diam dan lagi-lagi di buat penasaran ketika xio memakan kue itu dan menikamatinya.
xio hanya bisa tersenyum ketika al memperhatikan nya makan kue itu.
"ayolah coba sedikit saja,pasti kamu akan menyukai nya,biar pun kelihatan nya kue nya standar tapi rasa nya tidak kalah dengan buatan cheff ternama."ucap xio meyakin kan al.
al pun mencoba memakan satu kue itu,
lalu dengan lahap dia mengahabiskan satu potongan kue yang di berikan xio tadi dan bibirnya pun mulai tersenyum,
xio pun hanya tertawa kecil ketika al mulai menghabiskan beberapa kue,
tanpa rasa canggung xio pun berbuatan satu kue yang tersisa.
"jangan ambil satunya lagi,kamu sudah menghabiskan semua nya".senyum khias xio yang menantang al.
"hey lihat cewek semokk itu".
dengan menujuk ke badan pelayan yang gemuk.
xio pun mengalihkan perhatian nya ,dan melihat apa yang di tunjukan al.
dengan sigap al pun meraih kue yang satunya di tangan xio.
"ahh siall curang kamu al,itu kan makanan sisanya".
al hanya bisa tertawa ketika melihat xio prustasi makannya sudah di ambil.
***
aku pun yang sudah selesai dengan urusan rumah ku beristirahat sebentar di ruang tv,
kak gina pun sudah pulang cepat sore itu.
kak gina memasak makanan untuk makan malam kami nanti.
argo yang sedari tadi tidur di bawah sofa di kasur lantai itu,harus ku bangun kan karna dia belum mandi dari tadi sore.
"argoo bangun,,cepet mandi,, bujangan kok jorok".
nada ucap penekanan ku pada argo.
argo hanya menguap sesekali berbicara yang tidak aku pahami.
"lima menit lagi kak,aku ngantuk".
gumam pelan argo.
aku pun mencoba menggelitiki perut argo pada saat itu dan akhirnya dia bangun juga.
"gelii kakak ,,".
sambil sesekali mengucek mata nya.
__ADS_1
"sudah pergi mandi,bentar lagi masakan kak gina matang".
ucap ku pad argo.
argo pun berdiri dan berjalan sempoyongan,dan menghilang di balik pintu kamar mandi.
saat itu aku mematikan tv dan pergi ke ruang makan,
"emmm kayak nya makanan nya enak nih wangi sekali sampai keluar "pujian ku pada kak gina.
kak gina hanya tertawa kecil saja,
dan membuka kan kursi untuk aku duduki.
"hati-hati,,"ucap kak gina.
aku hanya tersenyum dan meletakan tongkat ku di dekat kursi satu nya lagi.
dengan cepat makanan pun tersaji semua di meja makan.
argo yang sudah selsai mandi dan berganti pakaian pun datang mengahmpiri kami,dan mulai duduk di meja makan.
kami pun menyantap makanan dengan lahap.
"jangan di paksa jika memang sudah tak bisa"
suara hp ku berdering dia atas kulkas karna pada saat itu lagi charger hp.
aku pun berhenti melahap makanan,mencoba berdiri untuk mengambil hp yang berdering itu.
dengan sigap argo mengambilkan hp ku..
"duduk aja,aku yang mengambilnya".
kata argo.
aku pun hanya duduk diam dan menantikan argo mengambil hp .
argo hanya tersenyum pada saat itu,aku pun heran dan menaikan alis .
lalu argo kembali lagi ke kursinya dan menyodorkan hp itu.
"xio,,kenapa dia nelvon malam-nalam gini".gumam ku.
argo dan kak gina hanya tersenyum dan menaik turun kan bahu nya seperti tidak tau apa-apa.
aku pun mengusap layar dan mengangkat nya.
"iyah xio ,,kenapa ?"
basa basi ku.
"sorry ya ngeganggu,,cuma mau ngasih tau temen ku suka sama kue mu,,oia dia mau jadi ownernya dan nanti besok lusa dia mau bertemu dengan kamu ,bagaiman vina? apa kamu tidak keberatan?".
aku hanya terkejut mendengar perkataan xio dan menoleh ke argo dan kak gina.
"oke lebih cepat lebih baik,nanti kak xio urus saja jadwal pertemuan nya".ucap ku.
"oke baiklah,selamat malam gadis kecilku".
sambungan nya pun terputus,,
argo dan kak gina yang penasaran pada saat itu,dibuat terkejut oleh teriakan ku.
"yaaaaaaa,,horeeeeeeee,hahah akhirnya dia menyukai kue kitaaaaaa".
aku pun senang ke girangan dan memeluk argo dari samping yang pada saat itu mau mengakat makann yang ada di sendok nya.
"haahhh ,,yang bener kak,akhirnya kita punya pelanggan yang besar".
raut wajah senang argo pada saat itu.
kak gina pun ikut turut bahagia,
kami pun menyelsaikan makan yang tertunda tadi.
selesai makan,kami pun kembali ke kamar masing-masing,untuk beristirahat.
sepanjang malam aku hanya bisa memikirkan senyum manis xio saja,
__ADS_1
hingga rasa kantuk itu pun hadir dan aku tidur terlelap .