Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
Makan Malam Bersama President bisnis yang Jutek


__ADS_3

beberapa jam kemudian kami pun sampai di tempat tujuan ,yakni restouran bintang lima ternama di kota itu.


aku pun memandang setiap sudut tempat itu,


kakak dan adikku mendekati ku dan melihat restouran itu dengan terpukau .


kami hanya berdiri di depan restouran itu,seorang pelayan pun mengahmpiri kami .


"maaf apa kalian sudah memesan meja nya ?"ucap pelayan itu dengan sopan dan ramah.


"emm kami kesini hanya untuk memenuhi undangan atas nama tuan xio,apa dia sudah berada disini ?",ucap kak gina kepada pelayan itu.


"oh kalian adalah tamu nya,baikklah ikut dengan ku,meja beliau ada di dalam "


ucap pelayan itu dan menudukan kepala setelah mendengar nama xio.


kami pun saling pandang satu sama lain,


aku pun memegang erat lengan argo kak gina pun menuntun ku dari samping .


setelah beberapa saat melewati koridor meja para tamu,kami pun sampai di meja yang sudah di pesan xio itu.


terlihat ada empat orang di meja itu


pertama xio,al,el,dan jenny.


aku pun menghentikan langkah ku saat memandang dari kejauhan pada al.


aku pun menghelan nafas dan banyak berpikir,kak gina pun memecahkan lamunan ku.


",vina apa kah kau baik-baik saja?"ucap kak gina dengan rasa cemas.


aku pun menoleh pada kak gina dan menganggukan kepala .


"aku baik-baik saja,cuma kenapa dia ada di meja itu bersamaan dengan kak xio ?",ucapku karna bingung.


kak gina hanya menganggukan kepala lagi.


"jika kamu merasa tak baik bagaimana argo lebih dulu menemui mereka",ucap kak gina sambil menoleh pada argo.


argo pun menoleh seperti tak yakin ,namun aku menganggukan karna aku juga butuh waktu mempersiapkan diri.argo pun mengehelan nafas panjang dan melepaskan genggaman ku perlahan dan menganggukan kepala lalu pergi menuju arah mereka.


kami pun memastikan argo sampai pada meja itu terlihat sambutan hangat dari xio itu memeluk argo.


"argo ,,heyy kamu kok sendirian ,,kak gina sama kak vina mana ?"ucap xio pada argo dengan menyusuri seluruh resturan itu dengan matanya.


"mereka berdua ada,cuma mereka pergi kemar mandi dulu,biasalah cewek itu ribet".ucap argo dengan nada candanya.


xio pun hanya tertawa dan menyuruh argo duduk,


sebelum argo duduk dia pun memberi salam pada al el dan jenny sambutan hangat pun terjadi.


"apa kabar ?"ucap al dengan senyumannya.


"aku baik"ucap argo menyambut hangat al.


"duduklah"ucap el dengan nada datar dan tenang


argo pun duduk jenny hanya tersenyum pada argo dan argo hanya tersenyum tipis pada jenny.


selang beberapa menit kami pun mendatangi meja itu denga rasa canggung dan deg deg an .


kami sampai di antara meja mereka.


seketika itu pula xio berdiri dan memandang ku dengan tidak percaya sesekali dia menelan ludahnya sendiri dan tidak berkedip.


lain hal nya dengan al dia masih asyik dengan layar hpnya hingga tidak menghirukan ku,


"dasar ceo nyebelin sempat-sempatnya dia malah asyik dengan layar hp nya,eeh tunggu dulu kenapa aku harus berbicara seperti ini pada nya,,,ya ampun vivina sadar lah kecantikan yang kau buat hanya untuk lelaki yang ada di depan mu ini."gumam ku dalam hati.


aku pun mengubah arah pandang ku ke xio yang sedari tadi memandang ku.


"kak xio apa kamu kan berdiri terus menurus tanpa memberikan aku duduk,aku pegal sekali dari tadi disini berdiri".ucapku pada xio dengan mengangkat alisku .


xio pun tersipu malu pada saati itu dan menggarukan kepala nya dan mempersilahkan aku duduk.


kak gina pun duduk di sebelah ku,namun di depan nya adalah el mereka saling berpandang saat itu,


dan aku pun memandang el dengan sorotan tajam agar dia berhenti memandang kak gina seperti itu.jenny pun tak luput dari arah pandangan ku yang selalu memperhatikan argo saat itu .


ketika mata kami saling bertemu.


aku pun terlalu dingin padanya dan mengehentikan tatapan mata nya pada argo.


"vina ayo duduk,"ucap xio mengingatkan ku untuk duduk.


aku hanya bisa tersenyum saat itu.


xio pun memperkenalkan teman nya pada ku dan aku hanya bisa menelan ludah ku sendiri ketika xio mengenalkan al.


"vina ini adalah owner mu nanti ,dia bernama al aseghaff william,beliau adalah president of year busnies world.


dia pemegang saham tertinggi di seluruh kota ini dan juga dia adalah urutan teratas kedua berpengaruh di dunia dia juga mendirikan perusahan nya di seoul korea.


ayoo silahkan berkenalan"


ucap xio pada ku untuk menjulurkan tangan ku.


al pun menutup layar hp nya dan memandang ku ,dengan sorotan mata tajam,


sesekali terlihat senyum manis nya terlihat.


aku pun menjulurkan tangan ku padanya.


"hallo senang berkenalan dengan pembisnis ternama seperti anda,aku vivina van deveer latucosina loutus,kamu bisa memanggilku dengan nama pendek vina."


ucapku dingin dan memperlihatkan senyum manisku .


dia hanya memandang ku tak bergeming dan menjulurkan tangan nya.


pandangan mata nya membuat ku terlalu risih.


"gadis ini lumayan cantiklah dari yang kemarin ku lihat,",gumam hati kecil al.


aku pun melepaskan jabatan tangan itu karna terlalu lama dan tidak enak di lihat banyak orsng di meja makan ini.


xio hanya bisa tersenyum canggung.

__ADS_1


"vina sangat cantik,wajar saja al memandangnya lama seperti ini,dan aku baru melihat al sekarang terhadap satu gadis ini ,biasanya mata nya langsung memandang ke arah lain untuk tidak terlalu memandang lama dan ini aku melihat sendiri dia tidak bisa berpaling dari vivina ",ucap hati xio


",emm ,,seperti nya kami datang sedikit terlambat".


ucap dua gadis yang datang mengahmpiri meja kami.


aku pun menoleh kebelakang,


dan memandang kak gina ,kak gina hanya mengangkat dua bahu nya karna tidak tau apa-apa.


dan aku memandang dua kursi yang memang belum disini ,satu nya dekat dengan al di sampingnya el dan satunya di tengah al bersampingan tengah dekat xio.


aku pun mengerutkan alis ketia dua gadis itu mendekati al dan xio.


xio pun berdiri dan memberi ciuman pada gadis yang bergaun hitam seksi itu.


dan satu nya lagi gadis yang tadi berbicara menghampiri al yang duduk dan mencium kedua pipi al.


aku pun batuk sendiri xio dan al memandang ku bersamaan.


"apa kamu baik-baik saja vina,,jika tidak baik aku antarkan kamu kekamar mandi dulu".ucap kak gina seakan -akan tau arah pikiran ku.


aku pun mengangguk dan meminta izin untuk kemar mandi.


setelah pergi menyelinap ke kamar mandi.


air mata ku pun tidak tebendung lagi,


kak gina pun sudah tau apa yang akan terjadi padaku dia pun menenangkan diriku dengan memeluk ku.


"vina kamu jangan sedih seperti ini cantik mu akan hilang kalau tangisan mu membanjiri wajahmu"


ucap kak gina mengelap air mataku.


"aku tidak percaya apa yang kulihat tadi,kak xio mencium permpuan itu di depan mataku"ucap ku dengan nada terbata-bata dan tidak percaya apa yang ku lihat.


kak gina pun segera mengelus punggung ku dan rambutku.


"sudah sudah mungkin xio bukan yang terbaik untukmu,dan kamu kesini juga bukan untuknya melain kan untuk kerja sama mu sama al kan,nah jika semua kesepakatan sudah selesai kita akan pulang secepatnya,"


ucap kak gina meyakinkan aku.


aku pun mengangguk dan mengahapus air mata yang tersisa, setelah itu pergi dari kamar mandi menuju tempat makan tadi.


makan pun sudah tersaji di atas sana,aku pun menelan ludah ku sendiri,karna di depan meja itu terlalu banyak daging.aku yang tidak begitu menyukai daging pun seketika menutup mulutku dan menahan mual ku,


secepat mungkin kak gina mengambil minyak kayu putih nya untukku.


"kamu baik-baik saja vivina ?"nada cemas xio memecahkan suasana tawa gadis-gadis itu.


"vina tidak terlalu suka dengan daging-daging ini,makanya dia tidak bisa merespon wangi daging di hidungnya"ucap argo menghampiriku yang dari tadi sudah mengkhawatirkan ku saat kepergiaan ku ke kamar mandi.


"kakak,kamu duduk di dekat ku saja meja ku belum terisi sepenuhnya daging,jadi kamu bisa menghirup nafas panjang disana"


ucap argo mencemaskan ku dan menyuruh aku duduk di dekat dia.


aku pun setuju dengan hal itu,dan aku bisa menjauhkan diri dari xio .


kini kami pun bertukar posisi,argo sekarang di tengah kak gina di samping argo dekat xio,dan aku di sisi menghadap jenny.


"al apa kamu baik-baik saja"ucap gadis itu menyentuh tangan al .


"tidak,aku baik-baik saja,emm bagaimana jika makanan nya kita ganti aja dengan vegetarian"ucap dia dengan melirik ke arah ku,


aku pun tak menghiraukan arah bicara dia.dan aku hanya bisa minum air dari gelas argo.


xio pun menyetuji nya tanpa ada orang berbicara lagi seketika itu pula di meja makan di ganti beberapa saat kemudian digantikan beberapa makanan yang lumayan membuat perut ku sedikit lapar.


ada sepageti,roti bakar isi keju dan sayuran khas eropa,dan lainnya.


mata ku tertuju pada es krim disana dan membuat ku menelan ludah ku sendiri.argo memandang ku dan tau arah pikiran ku,dia pun mengambilakan nya untukku,aku pun hanya bisa tersenyum manis pada argo.


aku pun melahap es krim itu sesekali ada noda tertinggal di bibirku,argo pun meraih tisu dan menghampiri wajah nya dekat dengan wajah ku dia pun tersenyum ,


seketika itu pula semua orang memandangku .


xio dan al pun sama memandang ku seperti tak rela aku tersentuh oleh adikku sendiri.


aku hanya bisa tersenyum pada argo dan mengelus pipi argo.


argo pun menurunkan tangannya lagi dan mengambilkan beberapa makanan kesukaan ku,dia pun menyodorkan makanan itu ke mulutku dengan sendoknya.


"kak ayo makan jangan es krim mulu yang di makan nanti kakak sakit lagi kalau terlalu banyak makan es krim."


ucap argo dan mengingatkan ku.


aku pun menyudahi makan eskrim itu dan menerima makanan dari argo,


sesekali aku tertawa kecil pada argo.


"sayang apa kamu mau makan ini aku ambilkan untuk mu"ucap tunangan xio pada xio yang memandang ku dengan rasa aneh nya itu.


"emm nggak aku akan mengambilnya sendiri,apa kamu mau makan sesuatu biar ku ambilkan"ucap xio pada tunanganya.


aku yang mendengar dari kejauhan pun terlihat jelas perhatian xio pda tunanganya,


terasa sakit banget hati ini remuk seketika.


aku pun coba membuyarkan semua lamunan sakit hatiku ini dan menuju beberapa makaan dan meletakan makanan itu di piring argo.


"argo sayang,kamu kan udah nyuapain aku,nah giliran aku nyuaapin kamu,,


jadi jangan kamu aja menyuapiku,,


kamu juga harus makan yang banyak biar stamina mu untuk mengejar seuatu ada tenaganya"


ucap ku dengan nads tinggi agar terdengar oleh xio,


xio hanya bisa menoleh pada ku,


dan aku hanya bisa tersenyum ketika sendok itu mendarat di mulut argo.


"lihatlah mereka berdua,sangat serasi" ucap tunangan xio


xio hanya bisa mengakat alis nya dan tak menghiraukan ucapan tunangan nya.


selesai menikmati malam itu,el, jenny,dan pacar al pun lebih pun lebih awal pulang,

__ADS_1


pacar al bernama siska dan tunangan xio bernama devi.


aku pun meminta pada argo untuk mentunku pergi mendekat ke arah al .


setelah itu aku duduk di tempat dimana siksa pernah mendudukinya.


"emm apa kita bisa membicarkan bisnis kita sekarang, dan aku tidak bisa lama-lama berada disini"


ucap nada ku lembut pada al.


al hanya menoleh ku dengan senyum tipisnya aku hanya bisa mengerutkan alis.


"hey kenapa kamu memandang ku seperti itu,apa kamu terpesona melihat kecantikan ku".


ucapan ku pun terlontar dengan sendiri nya ,


aku pun bisa melihat rona merah di pipi al itu,dan dia pun terbatuk tiba-tiba


seluruh di meja itu memandang ku dengan senyuman dan menahan tawa nya.


terutam argo dan kak gina.


kedua nya pun berdiri dan menghampiriku dan membisakan padaku.aku pun terteguk dan mengerutkan alisku.


tidak enak melihat ekpersi argo aku pun menyuruh dia pulang bersama kak gina.


mereka berdua pun berpamitan dan keluar menghilang dari arah ku.


aku pun menghela nafas panjang dan memandang al lagi.


"tuan al asegaff william yang terhormat apa kita bisa mulai membicarkan bisnis kita."ucapku dengan tegas .


aku pun tak menghiruakan keberadaan xio dan devi disana yang mengawasi kami dikursinya.


"baikklah kita mulai sekarang",ucap al pada ku .


kami pun membahas katring yang kan ku buat ,dari mulai pengluaran,uang muka nya dan selsai acara.dia pun memberikan rinci semua padaku.


aku pun mencatat apa yang ku dengar dari mulut dia,dan sesekali memperhatikan wajah nya,


selesai berdiskusi aku pun mengela nafas panjang dan "akhir nya selsai juga". ucapku pelan namun al bisa mendengarnya.


al hanya bisa tersenyum padaku


aku pun mengerutkan alis lagi.


"tuan al kenapa senyam senyum sendiri,apa kamu kebelet pipis"ucap ku membuyarkan lamunan al.


al hanya bisa terbatuk,dan menggarukan kepala nya dan terlihat wajah salting dia.


xio dan devi pun hanya tertawa kecil.


usai dengan urusan ku aku pun bergegas berdiri,


dan aku sedikit tergelincir ketika tongkatku mengail pada kain di kursi itu.


al pun segera bangkit dan menahan tubuh ku di pangkuan dia.


aku pun menatap mata al ,


terlintas lagi bayangan mimpi ku dengan al pada saat ku mencium aroma tubuhnya.


dekapan yang erat dari al mengharuskan ku mencium aroma tubuh al yang sensual itu.


detak jantung ku pun berdetak cepat ,darah ku melangalir deras naik,


aku pun segera bangkit dan memposisikan ku berdiri kembali,


xio pun menghampirku..


"vina apa kamu baik-baik saja,meraih pipi ku dan menghapus mimisan ku yang secara tiba-tiba keluar.


entah sejak kapan mimisan ku terjadi ada rasa canggung pada saat itu,


al hanya memandang ku dengan heran,


selsai xio menghapus mimisan ku aku pun perlahan mundur menjauh dari xio.xio pun tekejut dengan aksi ku.


secara perlahan dan riflex tangan ku menggegam tangan al yang kekar itu,


dan mengucapkan kekonyolan ku.


"aku ,aku akan pulang bersama dia ,,dan kamu bisa mengatar kekasih mu pulang terlebih dahulu,,terima kasih"


ucap ku dengan nada datar dan menundukan kepala.


xio pun memandang al dengan tatapan banyak pertanyaan di benak nya,devi pun meraih tangan xio dan membawa nya pulang dan tak sempat berbicara sedikit pun.


aku yang menahan tangisanku,


dan membuat hidung ku merah lagi menahan air mata untuk keluar secara perlahan di sela-sela mata ku keluar satu persatu dan membasahi pipiku,dan jatuh ke tangan al pada saat itu masih di atas meja.


al pun melirik ke arah ku dan memandangku.


dia pun meraih pipiku tanpa sebab.


"apa kamu menangis ? kenapa kamu menangis ketika xio pergi ? apa kamu tidak rela dia pergi meninggalkan mu ?apa kamu menyukainya ?"


ucap al dengan banyak pertanyaan nya,


baru kali ini aku mendengar perkataan dia sebanyak ini dan terlihat di wajah nya rasa cemas yang begitu cepat.


aku pun memegang tangan al dan menjauhi tangan itu dari pipiku.


"kamu terlalu kepoo"


ucapku dengan nada datar namun menusuk ke dada al.


al pun salah tingkah lagi aku pun meminta dia membantuku untuk berjalan dan memegangi tangan satu ku lagi agar aku bisa berjalan menapak dan memegangi al.


al pun memegang tangan ku dengan erat terlintas senyum manis nya terlihat oleh ku lagi namun aku tak mempedulikan nya .


tiba-tiba tubuh ku di gendong al sampai keluar aku pun kaget dan detak jantung ku berdetak kencang ,sekali lagi aku bisa menghirup aroma tubuh sensualnya ,aku pun tak bersuara lagi,tongkat ku jatuh begitu saja hanya ada asisten nya yang membawa tongkat itu.


aku hanya bisa tersipu malu pada saat itu karna banyak mata wanita yang ada di dalam resturant itu memandang ke arah kami.


aku pun sangat malu dan memebenam kan wajah ku pada dada al,al hanya bisa tersenyum manis pada saat itu.

__ADS_1


__ADS_2