
pagi telah tiba,aku bergegas mengerjakan urusan pesanan ku pagi-pagi,mengerjakan semua hal yang ku bisa,karna pada pagi itu aku dan kak gina akan berangkat ke perusahan ceo media itu,
selesai dengan urusan rumah,aku pun pergi mandi,selesai mandi berganti pakaian,
aku ingin berpenampilan tidak akan pernah mencolok ,sebab jika aku berpenampilan sehari-hari dan keluar rumah dengan penampilan setiap hariku.
maka mata lelaki pasti tertuju pada ku ,dan aku usahain ialah memakai kacamata yang tidak ada mint nya dan memakai swetter lalu di baluti pakaian kemeja bermotif bunga dengan rok menutupi lutut.
lalu rambut ku di kepang dua dan pony masih rapih seperempat alis.
tidak lupa juga pakai sepatu snecker setumit berwarna biru.
aku pun keluar kamar setelah merapihkan diri.
mata kak gina dan argo pun keheranan biasa nya aku tidak senora seperti ini jika berpenampilan,
kalian bisa bayangan aku semacam kutu buku perpustakan gitu,yang selalu di bully orang-orang dengan penampilan yang mungkin dibilang mereka nora senora-nora nya.
bukan untuk merendahkan siapa pun tapi dengan penampilan seperti ini maka orang-orang tidak akan percaya kalau si kutu buku aku ini juga ahli dalam berbicara.
hahaha gimana ide ku bagus kan..
bisa dibilang aku adalah
"sikutu buku yang bawell".
"kenapa kalian memandang ku seperti itu,,"?ucap ku pada adik dan kakakku.
mungkin penampilan ku sedikit aneh,wajar saja kalau kak gina dan argo sedikit terkejut .
"kak,,?kakak gak sakit kan ??,,kenapa malah berpakaian aneh seperti ini??".
tanya argo pada ku,dengan tangan kanan nya memeriksa suhu tubuh di kening ku.
"ehhh,kenapa ini penampilan baru ku,,supaya nanti ceo itu terlebih dahulu menghina ku ,,lalu aku akan buat dia malu,gimana ide ku bagus kan.!".
ucap ku dengan tawa kecilku.
kak gina yang memandang ku dari tadi malah menepuk jidatnya sendiri,dan argo hanya menggarukan kepala saja.
"sudah ayo kita pergi kak gina,,oia argo jaga rumah aja ya jangan ikut,,ini urusan orang dewasaa kamu jangan keluar ingat harus jaga rumah ,titik ".
ucap ku dengan penekanan pada argo.
argo tadi nya mau membantah dan mau ikut namun dia mengurukan niat nya setelah aku berbicara seperti tadi.
kami berdua pun pergi meninggalkan argo ,
kak gina dari rumah sampai perjalanan pun hanya diam saja,dia tidak berkomentar apapun.
"dari rumah sampai mau datang lagi kenapa kak gina masih diam,,jangan takut ada vina disini,,kalau ceo itu sampai mempermalukan kak gina,,awas saja dia juga akan ikut lebih malu lagi."
ucap ku dengan senyum hangat ku meyakin kan kak gina.
kak gina hanya memegang erat tangan ku dan tersenyum,
dalam benak dan pikiran kak gina terlihat kekhawatiran dan kecemasan yang terpancar,namun dia hanya bisa meyakin kan ku dengan senyuman palsu nya ..
"aku berjanji akan melindungi mu kak gina,percayakan semua ini pada ku."gumam ku dalam hati.
beberapa jam setelah dalam perjalanan,kami pun tiba di perusahan itu,
luar perusahan itu sangat indah sekali ada taman dan air mancurnya,,dan beberapa kursi taman dan lampu taman yang menghiasi nya jika sudah malam mungikin akan terlihat indah lagi dengan kerlap kerlip lampu kecil yang ada di sejumlah titik itu.
perusahan itu sangatlah besar sekali,ada dua gedung yang berjajar namun yang satu nya seperti pencakar langit.
warna nya biru keperakan,jika terkena sinar matahari akan terlihat seperti bongkahan berlian,
gedung yang ku masuki adalah tempat para petinggi pengelola media itu,dan yang satu nya lagi adalah tempat karyawan sekaligus tempat acara-acara talk show gitu.
kami pun menuju sebuah loby ,sebelum memasuki itu kami telah di hadang oleh scuritty disana.
"maaf mbak,kami harus menghentikan kalian terlebih dahalu,,
dan kami harus memeriksa isi tas kalian "'suara tegas dari scurity itu.
kami pun menuruti perkataan dia,
tak lupa juga kami di periksa pakai benda yang seperti penggaris lebar itu .
sesudah selesai,kami pun melangkah pergi menuju admintrasi tamu.
kak gina pun memulai pembicaraan.
"permisi,maaf sebelum nya mbak,,apa kami bisa bertemu dengan pemilik perusahan media star ?".ucap kak gina.
kedua repsesonis pun saling berpandangan satu sama lain,seperti tak yakin dengan kehadiran kami,
__ADS_1
"maaf sebelumnya kalian siapa,,dan sudah ada janji sebelumnya".ucap perempuan itu.
aku pun sudah tak sabar lagi dengan orang-orang disini,mereka seperti tak punya rasa peduli sama sekali,belum lagi ada beberapa orang selalu memperhatikan ku dengan pakaian seperti ini.
"aduhh mbak bilang aja dimana ceo itu,kami disini mau bertemu dengan nya,,bisa gak sih gak harus tanya-tanya dulu,,ini menyangkut harga diri seseorang".aku pun bersuara dengan nada kesal.
"maaf mbak kalau mbak gak bisa menunjukan rasa sopan sebaiknya kalian pulang saja,dan lagi pula ceo kami tidak akan bertemu dengan siapa-siapa,,karna dia sekarang lagi metteing dengan klaein besar..mohon maaf silahkan kalian keluar."
ucap permpuan itu dengan nada dingin dan kasar.
kak gina pun menenangkan aku,namun rasa emosi ku pun malah menjadi-jadi.
"heyy mbak saya disini punya urusan dengan ceo anda bukan dengan anda,kalau gak bisa nerima tamu baik-baik meningan mbak juga keluar,enak aja nyuruh kami pergi yang jauh-jauh datang kesini..kalian punya rasa harga diri gak sih,,bisa-bisa nya membentak kami."
aku pun tersulut emosi,mata dingin ku pun keluar.
hingga scurity tadi pun menghampiri kami.
pada saat itu juga menyuruh kami pergi.
"apaan sih pegang-pegang,,bisa gak gak usah sentuh-sentuh gitu."ucap nada kesal ku lagi pada scurity.
"sudah vina ayo kita ngalah aja,kita keluar ,,malu ih di lihatin banyak orang,,lagi pula ceo itu juga gak bakalan nemui kita,,".
ucap kak gina menenangkan ku .
beberapa menit kemudian dari dalam lift keluar lah beberapa orang.
al el dan xio,juga beberapa asisten mereka.
al berada di tengah-tengah mereka,xio berada di samping kiri al dan el di samping kanan.
aku pun mengerutkan alis,namun aku lebih fokus ke al yang berada di tengah mereka,biasanya pemilik nya itu adalah seseorang yang di agungkan oleh bawahan ,terlihat ketika al lebih dulu berjalan menghampiri kami di keributan.,dan para karyawan itu juga menghormati dia.
aku pun meyakin kan bahwa dia pemilik perusahan ini,siapa lagi kalau bukan dia yang selalu di hormati disini.
dan pada waktu itu aku juga belum tau memilik perusahan ini.
kak gina bergetar hebat ketika melihat mereka dan ada rasa ketakutan yang melanda kak gina,pada saat itu pula kak gina memegangi tangan ku dengan erat,aku pun menoleh pada kak gina,dan kak gina hanya mengisyaratkan dengan sorotan mata nya dan menggelengkan kepalanya, bahwa aku tidak boleh gegabah dalam hal ini dan gak boleh membuat keonaran ,mungkin itu pikiran kak gina.
aku hanya tersenyum pada kak gina dengan mengelus tangannya .
jarak ceo itu semakin dekat dengan kami,dan sudah beberapa langkah.
para scurity pun menghentikan aksi nya dan memberi hormat dan tunduk nya pada pada ceo itu,
terkecuali aku el dan xio.
aku hanya berpandangan dengan al dan memberikan sorotan mata dingin,
"ada apa disini,kenapa ada keributan yang membuat kami harus turun tangan?"
tanya al pada seluruh karywan itu.
karywan nya pun hanya bergeming diam saja ,aku pun merasa kesal karna tak ada suara yang memberi penjelasan akhirnya aku pun ber suara.
"bisa dibilang karyawan mu tidak memiliki toleransi tata krama yang baik terhadap tamu,!"
ucap ku dengan sorotan mata yang tajam dan senyum tipis.
dia pun hanya mengangkat satu alisnya.
exo hanya menggelengkan kepala saja dan el hanya mendekap dua tangan nya .
"jadi keributan disini di sebab kan kehadiran nona ?"
tanya al dengan nada dingin.
aku pun mendekati dia beberapa langkah,tangan kak gina menghentikan ku dan menggelengkan kepala nya lagi,aku pun tak bergeming dan menuruskan langkah ku dengn satu tongkat.
"bisa dibilang keributan ini terjadi karna karywan mu tidak memberi izin ku masuk,dan mengusir ku tanpa sebab,padahal tujuan ku sini hanya ingin memastikan bahwa kakak ku tidak di rendahkan di tempat ini".
ucap datar ku dengan nada penekanan disetiap kata.
seluruh ruangan itu pun hanya saling berpandangan,
terutama el dan xio,,
"kesalahan apa yang membuat kakak mu di rendahkan di tempat ini ?"
ucap al dengan sorotan mata tajam nya.
"anda bisa juga membalikan pertanyaan yang sudah saya kasih,harus nya anda sendiri yang menjawab pada diri sendiri untuk apa kedatangan kami kesini,,!"
ucap ku sambil menoleh pada kak gina.
scurity yang diam pun ingin membawa ku pergi namun tangan al menghentikan nya.
__ADS_1
scurity itu pun menghentikan langkahnya..
al hanya bisa tersenyum tipis pada saat itu,dia pun membalikan badan dan melangkah pergi meninggalkan kami,aku pun tidak tinggal diam untuk lantang bersuara keras.
"heyyy ceoo nyebelin ,,kenapa pergi apa kamu gak punya muka di depan karyawan mu."
ucap nada kesal ku pun terlontar,..
langkah al pun terhenti,dia menoleh pada el,el hanya menggelengkan kepala saja,dan xio hanya bisa tersenyum pada saat itu.
el pun melangkah mendekati kami,.
"ceo mana yang kamu sebut nyebelin ?"
ucap el pada ku .
"siapa lagi yang meninggalkan tempat ini setelah mendengar dan melihat kedatangan kami."ucap ku dengan dingin.
el hanya mengelus dagunya dan menyuruh ku dan kak gina untuk pergi ke atas mengikuti dia.
kak gina pun dengan tertunduk dan memegangi ku berjalan.
setelah memasuki lift mata dingin ku pun tertuju pada el ,dan el hanya mengalihkan sorotan matanya pada kak gina.
xio dan al sudah lebih dulu di ruang el menunggu kedatangan kami.
setelah melewati beberapa lantai menggunakan lift,terbuka lah pintu lift dengan terpapar bahwa kami berada di lantai 45.
aku pun disitu hampir mual,yah gimana sih nama nya juga orang nora,nglihat gedung segede gini juga air liur ku netes,hehe.
namun aku menahan nya,hingga sampai diruangan dia.
aku pun melihat dia lagi ,yang sudah duduk di sofa dengan dua kaki menyilang namun masih terlihat gagah.
xio pun berada di sofa satunya lagi.
xio pun tersenyum pada ku,dan aku hanya mengerutkan alis dan dahuku..
"kak xio sejak kapan dia ada sisi",ucap dalam hatiku.
"vivina,kesini duduk dekat dengan ku saja,,apa kamu tidak melihat aku di bawah tadi ,,ahh vivina sudah lupa ya dengan ku".
ucap xio dengan berdiri memberi salam dan sedikit menggodaku.
aku pun tak tahan lagi dengan rayuannya,saat dia menyentuh kepala ku aku pun selalu terhanyut dalam lamunan hingga meneteskan misisan lagi.
"vivina kamu masih saja,sama dari dulu suka keluar mimisan".tawa kecil xio dan mengambil tisu dan menghapus mimisanku.
"eh ,hhehe maaf aku gak tau".ucap ku dengan nada malu.
pada saat itu al dan el hanya memperhatikan kami berdua,seperti keheranan dengan sikap ku yang tadi nya bawel malah menjadi pemalu saat di depan xio.
kak gina pun hanya bisa tersenyum.
"kak xio kok ada disini?"tanya heran ku.
"ahh kamu,,aku sudah dari tadi disini bersama dia teman ku,,"ucap xio sambil melirik al.
al hanya diam saja.
"ceo nyebelin ini teman kak xio ?".aku pun mengerutkan dahi.
terlihat el pun hanya menahan tawa kecilnya saja,dan al hanya batuk tiba-tiba .
"vina,kamu salah paham,dia sebenarnya datang kesini untuk menemui adiknya itu,,dia bukan lah pemilik perusahan ini,dan pemilik yang sesungguhnya itu dia ,el adiknya".
ucap xio dengan melirik al dan el sembari mengenalkan nya padaku.
aku hanya terteguk menelan ludahku sendiri,dan hanya bisa tersenyum canggung ketika mendengar penjelasan xio pada saat itu.
"jadi selama ini aku salah paham padanya"ucap ku dalam hati.
al hanya melirik ku dengan senyuman tipisnya.
el juga hanya menatap ku dengan mengakat satu alisnya.
kak gina juga yang tadinya diam kini hanya bisa menundukan kepalanya lagi.
"dari tadi aku mau jelasin kekamu vina ,tapi kamu nya malah kebawa emosi terus ".ucapan hati kak gina.
aku hanya bisa meremas tangan kak gina,dan kak gina hanya bisa terkejut dan tersenyum..
"oh jadi gitu,,tetap aj dia nyebelin ,,kalau aja dia ngasih tau dia bukan pemilik perusahan ini ,mungkin aku juga gak bakaln nyudutin dia".
ucap nada kesal ku lagi pada al sambil mengembungkan pipiku.
xio hanya bisa tertawa,el juga ketawa,dan al cuma bisa tersenyum .
__ADS_1
bersambung..