
Di Setiap perjalanan kerumahnya,Al selalu tersenyum sambil sesekali memegang kalung yang di berikan olehku,
akan tetapi dalam setengah perjalanan nya,
al merasa panas di lehernya dan sekujur tubuhnya.
dia menetepikan mobilnya ke bahu jalan,dan membuka kaca jendela mobilnya,sesekali dia memegang leher dan selalu mengibas-gibaskan tangan nya seperti orang kepanasan.
"kenapa leher ku sangat panas sekali,dan tubuhku serasa di lahap api,ac mobil sudah fullku ku tekan, namun hawa nya semakin panas sekali."
ucap al mendengus kesal,dia pun membuka pintu mobilnya dan keluar.
dia pun mencari angin atau selebihnya dia ingin mencari air di sekitar taman yang sudah dia pijaki itu.
"air,,air,,"ucap al sembari memapah tubuh lemas nya mendekati sebuah pancuran kecil di dekat taman itu.
taman itu terbilang sepi,karna mungkin hari sudah malam tak ada lagi pengujung di sana,
al pun kemudian memasukan kepala nya ke dalam kolam pancuran itu,
setelah beberapa kali dia menenggelam kan kepalanya ke kolam kecil itu,
dia pun duduk lemas di bahu kolam itu,semabari tangan nya memegang leher nya.
dia tak menyadari efek dari memakai kalung naga perak ini simbol bahwa pemilik nya telah ada,
dan kalung ini berusaha menetralisikan kekuatan dalam diri al dan menyalurkan tenaga dalam.
sehingga membuat hawa panas di dalam tubuh al berkali-kali lipat keluar,jika orang lain melihat al memancarkan sinar perak putih di tubuhnya,bisa jadi akan bahan pembicaraan hangat,untungnya tempat itu sepi,dan hanya terlihat al saja seorang diri di taman itu,terkecuali
yang di balik pohon tersenyum pada al dari kejauhan,
dia adalah kakek cuan dan kakek lim ,
mereka menyaksikan perubahan pada diri al yang belum di ketahui al,
mereka berdua pun saling berpandangan dan tersenyum dan mengangguk,
al yang masih duduk lemas,kini kepala al terasa sakit,
dia pun meronta-ronta menahan sakitnya,tanpa henti,
al kemudian tak menyadarkan diri,
hingga mata nya pun memudar dan menutup perlahan.
kakek cuan dan kakek lim pun mengangguk dan melangkah mendekati al,
sudah dekat dengan al,
kakek cuan pun memeriksa pergelangan tangan al,
dan kakek lim hanya menunggu jawaban dari kakek cuan.
"sepertinya dia tidak bisa menahan efek dari kalung yang dia kenakan,sebaiknya kita membawa dia terlebih dahulu,jika ada orang yang melihat ini akan berdampak buruk nantinya".
ucap kakek cuan pada kakek lim.
kakek lim pun mengangguk dan mengerti maksud dari ucapan kakek cuan,
tangan kakek lim pun di julurkan nya terlihat lagi cahaya putih di tangan nya,
semakin membesar dan menelan mereka bertiga,
tanpa di sadari al,
al pun sudah berada di kediaman
kakek cuan di perhutanan yang pernah dia tinggali.
***
beberapa jam kemudian,al pun membuka matanya,dia masih bisa merasakan efek dari kalung itu,
perlahan-lahan di mulai melihat langit -langit kamar nya tempat dulu dia tiduri.
dia pun duduk perlahan dan masih memegang sebagian kepalanya dan mencoba menyusuri tempat ia tinggali sekarang dengan matanya,
setiap sudut dia telusuri,dan selalu menggelengkan kepala karna masih ada rasa sakit juga penglihatan memudar.
dia pun memejamkan mata nya lagi,berusaha konstrasi dan menghela nafas panjang.
rasa sakit yang ia derita pun mulai menghilang dan kepala nya mulai membaik.
perlahan lahan mata al pun terbuka,
dia pun terkejut ketika melihat dua sosok kakek tua di hadapan nya.
"astaga siapa kalian"ucap al kaget sembari menjauhkan diri ke belkang dan waspada terhadap kedua kakek itu.
al pun mengerutkan alisnya ketika dia memandang salah satu kakek yang tak asing lagi bagi dia,
dan kakek itu adalah kakek cuan shu yang tersenyum hangat pada al.
al pun berusaha mengingat nya,
"kakek cuan"gumam al sembari membuka mata nya lebar-lebar.
"cucuku kau masih mengingatku,"ucap kakek cuan sembari mendekati al.
"apa ini benar-benar kakek ?"ucap al sembari menggeleng-gelengkan kepala agar dia sadar dan tidak bermimpi.
kakek cuan pun hanya bisa tertawa,
"haha,cucuku kau masih saja seperti dulu,terlalu polos."ucap kakek cuan sembari menepuk-nepuk bahu al.
kakek lim hanya bisa menyaksikan kedua orang yang di hadapan nya,
dia pun melangkah untuk pergi meninggalkan al dan kakek cuan itu,dan memberi ruang kepada mereka berdua agar berbicara dengan leluasa.
kakek cuan yang tadi nya tertawa pun terhenti ketika melihat kakek lim berjalan menjauhi nya,
sebaliknya juga dengan al yang sedari tadi senyum tipis saat melihat kakek lain yang jauh lebih asing pun ikut terdiam melihat kakek lim.
"kakek,dia siapa yang seumuran dengan mu ?"ucap al memalingkan wajah nya ke arah kakek lim yang sudah menyelinap keluar menunggu mereka.
kakek cuan pun menghela nafas panjang dan merubah arah pandang nya ke pada al lagi.
"dia adalah sahabat ku,sekaligus orang terhormat bagiku,",ucap kakek cuan menatap al dengan tersenyum.
al pun mengerutkan alis,ketika mendengar ucapan kakek nya yang mengatakan kakek itu kehormatannya.
"orang terhormat ?maksud kakek dia adalah bos kakek "ucap al yang lugu dan polos.
__ADS_1
kakek nya pun berbatuk dan tersenyum pada al.
"kau masih saja polos dari dulu,ayo turun dan berdiri,akan ku kenalkan dirimu dengan nya".
ucap kakek cuan sembari melangkah pergi tanpa mendengar pertanyaan al lagi.
"tapi kek,"ucap al yang belum sempat kakek itu dengar.
al pun berdiri dan mengikuti langkah kakek nya.
setelah itu mereka berdua pun pergi keluar,dan mengarah ke satu tempat yang berada kakek lim.
kakek lim pun dari kejauhan hanya tersenyum melihat sahabatnya itu membawa cucunya,sembari mengucap-ucap jenggot panjang putihnya.
kakek cuan pun menundukan kepala dan memberi hormatnya,
al pun lagi-lagi mengerutkan alisnya ketika melihat kakek nya berubah seperti itu.
kakek cuan pun memberi kode pada al,dan menyuruh nya menudukan kepala nya.
al pun mengikuti isyarat mata kakek nya itu.
kakek lim pun tersenyum melihat anak muda yang di depan nya.
"jangan seperti itu cuan,kita sudah bersahabat lama,tapi sikap mu membuat ku malu saja."ucap kakek lim yang sembari mengucap-ucap jenggotnya.
kakek lim pun menyuruh anak muda itu untuk mendekat pada nya dan kakek cuan pun menyuruh pada al agar menuruti nya.
"anak muda kemarilah,duduk di dekat ku."
ucap kakek lim pada al.
al pun memandang kakek cuan terlebih dahulu,dan setelah kakek nya memberi isyarat mengangguk.
al pun mengikuti ucapan kakek lim.
"anak muda siapa nama mu?".
ucap kakek lim lagi sembari menepuk pundak al dan menatap mata al dengan tajam.
al pun seperti merasa ada yang aneh pada dirinya,seakan-akan bulu kuduk dia berdiri saat di sentuh oleh kakek lim,dan hawa dingin pun terlihat pada kakek lim.
kakek cuan pun menyadari ekpresi al dia pun mencairkan suasana yang tak asing lagi bagi nya.
"al jangan perlu khawatir kakek yang berada di hadapan mu ini dia sangat baik,
ayo perkenalkn dirimu pada sahabat kakek ini."
ucap kakek cuan yang berada di sampingnya.
kakek lim pun hanya bisa tersenyum menujukan keramahannya.
al pun mulai merasakan hawa normal lagi dan tidak sedingin tadi.
al pun tersenyum dan memperkenalkan diri.
"nama ku al Aseggaf william."
ucap al dengan tersenyum ramah.
"nama yang bagus,cucu mu memang sangat berbakat cuan,semoga kau di berkati tuhan nak,,aku akan menanti mu kembali setelah urusan mu di sini selsai"
ucap kakek lim sembari mengakat tangan nya di atas kepala al lalu mengusapkan tangan nya ke rambut al tiga kali.
kakek cuan hanya bisa tersenyum pada al.
banyak pertanyaan yang di lontarkan dibenaknya pada kakek yang berada di depan nya,namun kakek lim tidak memiliki banyak waktu lagi karna dia harus mempersiapkan semuanya di istana langit,kakek lim pun berpamitan pada sahabatnya.
"cuan seperti nya aku harus kembali ketempat asalku,aku harap kau tidak kecewa dengan ku,aku akan menanti mu setelah mengajari beberapa jurus yang pernah aku beri padamu untuk anak muda ini".
ucap kakek lim pada kakek cuan shu.
al pun membuka lebar-lebar matanya mendengar perkataan kakek nya yang memberi berkat padanya tadi.
"apa dia seorang guru dari kakekku,pantas saja kakek sangat menghormatinya dan selalu berkata hati-hati padanya."ucap al dalam hatinya.
kakek lim hanya bisa mendengar perkataan hati al.
di pun menepuk bahu kakek cuan shu dan berpamitan pergi dan meninggalkan senyuman pada al dan di sambut hangat oleh al.
"cuan jaga cucumu,aku akan menunggu mu di isatana ku"ucap kakek lim berbisik pada kakek cuan,yang tidak bisa di dengar oleh al,kakek cuan hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
kakek lim pun melangkah berjalan pergi menuju arah hutan dan meninggalkan al dan kakek cuan di saung kecil.
al pun bingung terhadap jalan yang di ambil kakek lim,
dan menyimpitkan mata nya ketika melihat kaki kakek lim tidak menapak pada tanah,
dan membuat dia terkejut.
"kakek apa dia seorang yang mempunyai ilmu tingkat tinggi,kenapa dia berjalan tidak menapak di atas tanah"
ucap al sembari membuka mata nya lebar-lebar.
kakeknya pun hanya bisa tertawa mendengar ucapan al,
kakek nya pun mengajak al untuk masuk kedalam gubuk kecilnya itu.
setelah memasuki gubuk al pun melontarkan banyak pertanyaan pada kakek cuan.
"kakek,sesepuh tadi siapa sepertinya dia sangat asing bagiku"ucap al dengan penuh penasaran.
kakek nya pun hanya tersenyum mendengar ucapa al.
"al apakah kau lupa dulu kakek pernah cerita padamu".
ucap kakek lim mencoba membuka arah pikiran al dan mengingat kejadian-kejadian dia di waktu kecil bersama kakek nya.
"maaf kakek,aku sedikit pusing dan belum bisa mengingatnya lebih jauh"ucap al sembari memijat kening nya lagi yang terasa mulai sakit.
kakek cuan pun bersikap tenang dan mendekati kepala al dan menyentuhnya.
tangan nya pun menyalurkan tenaga yang meringankan sakit kepala nya al,
al pun hanya bisa diam sembari merasakan energi yang di terima dan memejam kan matanya,semabri berkonsterasi mengingat kejadian masa kecilnya.
memoriee kecil al
kakek cuan pada saat itu sedang duduk bermeditasi di sebuah gua,
al pun menjaga gua itu dari luar,
karna kekanakan nya yang nakal,dia pun lalai saat menjalani tugasnya itu dan berlari kearah hutan saat mengjar seekor kelinci.
__ADS_1
tanpa pengawan kakek cuan shu,al pun berjalan memasuki hutan sendiri.
sesampainya di dalam hutan,kelinci itu hilang,al pun mendengus kesal karna dengan susah payah mengejar ke dalam hutan dia tidak mendapatkan hasil apa-apa.
"sial,kenapa kelinci nya menghilang,"ucap al,
al baru menyadari dia berlari kehutan terlalu dalam,dan mulai panik saat dia tidak menemkan jalan yang dia lalui.
"astaga pasti kakek akan marah padaku ,aku berlari terlalu dalam ke hutan dan aku tidak bisa menemukan arah jalan pulang"ucap al dengan kecemasan nya.
al pun berlari mengelinlingi hutan itu dan hasilnya selalu balik tempat yang sama,raut ketakutan dari al pun terlihat,dan hari sudah mulai gelap,
tiba-tiba terdengar suara mengaung di semak-semak,semakin membuat panik al pada saat itu,
dia pun mencoba tenang dan mencsri sesuatu di bawahnya dan menemukan ranting yang cukup dia genggam.
terlihat jelas mata merah dari arah semak-semak itu menatap al,
al pun menelan ludah nya sendiri
dan perlahan mundur untuk menjauhi hewan buas itu yang tak lain adalah harimau hitam,
menurut cerita kakek nya harimau itu adalah jelmaan iblis yang menyamar sebagai hewan,
ciri-ciri nya adalah bermata merah mencolok dan terlihat taring panjang nya di mulutnya.
kakek nya juga bilang kalau harimau hitam itu telah menelan banyak korban untuk di jadikan tumbalnya.
apalagi hewan ini selalu berkeliaran di sekliling pedesaan tiap malam hari,
bayak orang selalu membuat perangakp di belakang rumah dan berjaga-jaga setiap malam ronda keliling,
namun satu persatu-persatu orang di pedesaan jadi santapanya.
al pun mulai bergetar hebat dan lunglai lemas saat menyadari harimau itu menatap al sekan-akan al adalah makanannya,dan ingin menalan hidup-hidup al.
al pun hanya bisa menelan ludahnya sendiri,keringat dingin bercucuran di tubuhnya membuat baju nya basah.
jika al berlari dia akan di kejar,dan jika al diam al pun akan di terkam,kedelemaan al pun terjadi banyak pertimbangan dalam diri al.
tanpa sebab, angin begitu menghembus pada al,
al pun yang tadi nya sudah pasrah dan memejamkan mata ,tiba-tiba didirinya memiliki keberanian,
harimau yang sudah berada selangkah lagi dekat dengan al,
tiba-tiba terhenti ketika al membuka matanya dan memberikan efek yang membuat harimau itu ketakutan.
al pun mengertakan giginya dan kemudian menggenggam erat ranting itu dan menyerang harimau itu dengan tiba-tiba,
menusukan ranting itu pada mata harimau,lantas harimau tersebut tersentak dan kesakitan pada matanya itu yang mengeluarkan darah bercucuran,
al pun dengan cepat menyayat beberapa bagian tubuh harimau itu dengan ranting,dan memberikan luka cukup serius pada harimau itu.
ranting yang dia pakai ternyata telah di aliri tenaga dalam yang membuat ranting itu seperti pedang tajam,
harimau itu pun waspada pada al,
dia memperhatikan anak kecil itu yang tadi nya lemah kini memiliki tenaga yang cukup mengerikan bagi harimau itu,
harimau itu bermaskud untuk berlari pergi namun,
dia kalah cepat oleh al hingga tanpa di sadari ada al di belakangnya dan menusukan ranting itu lagi ke jantung harimau itu.
hingga membuat harimau itu tak menyadarkan diri dan menghembusakan nafas terakhirnya.
al pun mundur beberapa langkah dan lemas secara tiba-tiba,ternyata tanpa di ketahui al,
al telah membunuh hewan siluman itu tanpa sadar.
dan ternyata yang membunuh nya adalah sosok kakek yang tak lain adalah kakek lim yang memasuki tubuh al.
kakek lim pun keluar dari tubuh al,dan menyadari al sudah tidak bisa menompang kekuatan dari yang dimiliki kakek lim
hingga membuat al tak menyadarkan diri,
kakek lim pun menggendong al dan membawa nya pergi dari hutan itu,
sesampainya di tepi gua ,al pun di baringkan di tempat tidur al yang menjaga gua itu.
kakek lim pun menghapus memorie tentang al bertemu dengan siluman itu dan menggantikan nya dengan bertemu seekor ****.
kakek lim pun pergi meninggalkan al.
pagi nya tiba kakek cuan pun membangunkan al,
"al bangun,kenapa kau susah dibangunkan"ucap kakek cuan dengan notasi tinggi.
al pun mendengarkannya dan terbangunkan,dia pun mengerutkan alis ketika kakeknya sudah berada di luar,
dan tidak bermetidasi lagi seharusnya dua minggu lagi.
"kakek,kenapa kakek keluar bukan nya tujuh belas hari lagi kakek keluar!!"ucap al dengan nada penasaran dan heran.
"ini sudah lebih dari dua minggu,dan kau tertidur sudah tiga hari"ucap kakek cuan sembari memegang bahu al.
al pun mengerutkan alis dan mengingat kejadian yang dia ingat.
"bukannya aku berburu seekor kelinci,dan masuk kehutan tanpa sepengetahuan kakek,dan bertemu dengan seekor **** hutan yang menyebalkan itu."ucap dalam hati nya.
al yang berpikir keras mengingat kejadian itu pun,dibuat mencair oleh suara kakeknya.
"al apa kah kau baik-baik saja"ucap kakek cuan memastikan cucunya itu.
al pun hanya bisa tersenyum dan menganggukan kepalanya,
kakek nya pun meminta pada al untuk segera membersihkan
dirinya.
al pun mengangguk dan pergi ke sungai sekitar hutan itu,
sesampainya al pun segera menyelam ke sungai,beberapa menit kemudian al pun keluar dari sungai itu dan kembali pulang ke guanya.
sesampai di depan gua,al sedikit terkejut
ketika melihat **** hutan itu sudah terkurung di tempat bambu yang dibuat khusus menjadi perangakap rusa.
dan mengerutkan alis ketika kakeknya sedang memangganh kelinci yang dia kejar itu.
"al kau sudah pulang,cepat kemari kita akan menyatap daging panggang kelinci ini "ucap kakek cuan dengan semangat
bersambung...
__ADS_1