
tanpa sadar kak gina sudah berada di tengah jalan,
argo yang melihat dari kejauhan pun segera lari mengahampiri kak anggina dan menarik lengan kak gina dari belakang dan memeluknya ..
kak gina yang tak menyadari itu akhirnya menyadarkan diri dari lamunan nya.lagi-lagi nyawa kak gina selalu terancam.
"kak gina kenapa ada di tengah jalan sihh,?"
terucap nada kecemasan argo pada kak gina.
"aku akuu,aku tidak tau kenapa aku berada di tengah jalan".ucapan kak gina terbata-bata dan
dengan badannya yang bergetar hebat,dan kurang tenaga nya dia.
kak gina pun pingsan di pangkuan argo.
memorie...
argo saat itu bersama teman-teman nya sepulang sekolah,
lalu argo pun menoleh ke jalan ternyata dia melihat sosok yang dia kenal,dan ternyata itu adalah kak anggina.
argo pun khawatir melihat arah jalan kak gina ketengah jalan itu dengan lamunan nya kak gina yang tak sadar dia berada dalam ancaman maut,,dan pada akhirnya di samping jalan kirinya itu ada mobil yang sudah mulai terlihat oleh argo.
argo pun beberapa kali meneriaki kak gina,
namun teriakan argo tak pernah di dengar oleh kak gina.
tanpa pikir panjang,argo lari beberapa meter mengahampiri kak gina di tengah jalan.
lalu menarik kak gina pada saat itu juga.
***
argo pun semakin cemas pada kak gina,dia pun menggendong kak gina,dan di bantu beberapa teman nya menghentikan taksi itu.
lalu argo pun pergi ke kelinik terdekat .
teman-teman nya pun hanya mengantarkan argo menaiki taksi saja,lalu mereka pun pulang kerumah masing-masing.
sesampainya,taksi itu di depan kelinik.
pak sopir pun membukakan pintu nya mobilnya.
ada beberapa perawat yang membantu argo.
ketika kak gina sudah di masukan dalam ruang pemeriksaan.
argo pun duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh kelink itu.
pada saat itu,argo bertemu dengan dokter xio,dan beberapa temannya.
ternyata yang argo masuki kelinik ini adalah milik xio.
"argo,kenapa kamu disini? siapa yang sakit".nada khawatir xio pada argo.
pada saat itu xio baru memasuki kelink nya,
"ehh,kak xio,,maksdnya dokter xio..ini dok kakak anggina pingsan tadi di jalan..."
argo pun menceritakan asal usul kenapa gina berada di kelinik.
"baikklah,semoga gina baik-baik saja."meyakin kan argo dengan mendekap dua bahu argo.
al yang sedari tadi memperhatikan xio pada saat itu pun menghampirinya dan bertanya.
"xio apa yang terjadi,,seperti nya ada rasa kekhawatiran padamu!!?".
__ADS_1
al pun penasaran terhadap wanita yang di bawa argo dan di khawatirkan xio.
"tidak al,ini,,kenalin dia argo adik dari gadis yang kuceritakan,dan yang di dalam adalah anggina kakak mereka berdua".xio pun memperkenalkan al pada argo.
"aku argo".menjulurkan tangan dengan senyuman manis argo.
"al"nada datar al pada argo,
al hanya memperhatikan tubuh argo .sekilas argo ini seumuran dengan adik bungsu nya itu yang bernama ol,
ol masih sudah kuliah di jerman, pada kenyataanya argo hanya perawakan nya saja yang dewasa namun umur nya masih belasan tahun.
xio pun membangun kan lamunan al ,
yang sedari tadi memperhatikan argo.
"al,,kamu kenapa?"
malah ngelamun"
tegur xio pada al.
"nggak ,,cuma keingat sama ol aja".
ucap al.
"hahah,,jangan samakan argo sama ol,memang badan dia seperti ol tapi umurnya masih tujuh belasan."!
xio pun mengingatkan al.
al pun terbatuk pada saat itu,argo hanya tersenyum canggung.
tidak beberapa lama kemudian dokter yang menangani kak gina pun keluar,dan memberi salam terdahulu pada pemilik kelink itu.
"siang pak"ucap dokter nandin .
tanya nya xio pada dokter nandin
"begini pak,dia harus istirahat total,karna tubuh dia sekarang mengalami penurunan drastis,
badan dia sempat panas akibat hiderasi,kemungkinan dia kecapean hingga tidak menghiruakan kesehatan nya.tadi saya sudah memberi vitamin pada nya,sisa nya nanti biar keluarga nya menebus obat-obat yang sudah saya catat ini".
dokter itu pun menyodorkan sebuah kertas kecil pada argo.
"dokter,apa saya boleh menemui kak gina sekarang ?"
tanya argo pada dokter.
"boleh,hari ini juga dia bisa di bawa pulang dan tidak perlu menginap juga".ucap dokter itu dengan senyuman.
argo hanya mengangguk dan meminta izin pada xio untuk meninggalkan mereka.xio pun mempersilahkan nya.
sesampainya argo di dalam ,argo pun menghampiri kak gina dengan rasa cemas dan khawatir.
"kak gina kenapa kak gina sampai bisa begini kalau sampai aja kak vina tau ,mungkin dia akan khawatir banget sampai-sampai nanti memarahi ku juga."
ucap argo pada kak gina mengingatkan.
'yah bisa di bilang kalau ada salah satu keluarga ku yang terluka aku mungkin akan mengkhawatir banget dengan rasa cemas tingkat dewa dan juga tidak akan mempedulikan apapun.dan bisa jadi orang yang melukai keluarga ku kena amarah ku.'
"aku minta maaf,tadi aku juga gak tau sampai ada di tengah jalan,mungkin karna lelah ".ucap kak gina pada argo untuk meyakin kan alasanya.
argo pun merasa curiga pada kak gina ,karna alasanya itu bukan itu saja,pada akhirnya argo selalu bertanya terus bertanya pada kak gina hingga akhirnya kak gina pun menceritakan kejadiaan itu.
dibalik pintu itu xio,al dan adik nya el yang sudah sampai di kelink itu menguping pembicaraan kak gina pada argo.
tatapan dingin xio dan al tertuju pada el.
__ADS_1
el hanya menaikan alisnya dan tersenyum canggung sesekali dia menggarukan kepalanya.
hingga pada akhirnya xio dan al membawa el kedalam ruangan pribadi xio.
menanyakan perhial tadi yang sudah di ceritakan kak gina.
beberapa menit kemudian,argo pun membawa kak gina keluar dari kelink,dan menuju penebusan obat di apotik.lalu pergi meninggalkan kelink itu.
argo menghentikan taksi ,mereka berdua pun masuk dalam taksi itu.
setelah sampai pada tujuan nya,
argo pun membuka kan pintu mobil itu dan memegangi tangan kakak nya ,suapaya kakaknya tidak terjatuh.
***
aku yang sudah membersihkan sebagian halaman belakang rumah,mendengar ada sebuah mobil yang berhenti di halaman rumah.
kemudian aku pun masuk ke dapur cuci tangan lalu,pergi melangkah ke ruang tengah untuk membukakan pintu.
argo dan kak gina sudah berada di depan pintu.
"kak gina argo,,kenapa kalian bareng pulang nya ? bukanya kak gina pulang nya sore banget tapi.!!"aku pun ngoceh dengan sendirinya sambil memperhatikan luka di pipi kak gina.
"ya ampunn,kenapa ada bekas tamparan di pipi kak gina ? siapa yang ngelakuin nya?".
ucap nada kesal ku .
argo dan kak gina hanya saling menatap.
dan menoleh pada ku lagi.
"padahal bekas tamparan nya sudah aku tutupi dengan bedak kenapa di mata vina masih terlihat"
ucapan hati kak gina seperti itu mungkin.
"ya ampuun kak vina teliti banget sihh,,tetap aja ketahuan,gak bakalan dapat jatah jajan ini mah,,haduhh".
ucapan hati argo..
"kalian di tanya nya malah ngomel-ngomel di dalam hati sih".
nada kesal aku pun keluar.
argo pun menuntun ku untuk masuk kedalam.
dan di ikuti kak gina dari belakang.
ada rasa kekhwatiran pada kak gina.
hingga akhirnya kak gina menceritakan semua nya.
aku pun menggepalkan tangan dan ingin rasa nya mencabik-cabik muka nina dan bosnya itu.
terutama ceo media itu.
argo dan kak gina pun menenangkan ku..
"kita akan temui ceo itu besok pagi".
ucapan nada kesal ku keluar.
argo dan kak gina terkejut dengan ucapan ku.
karna pada dasarnya ucapan ku tidak bisa di tarik lagi.
bersambung...
__ADS_1