
kami sudah tiba di rumah ku,
al pun membukakan pintu mobilnya.
tangan nya pun menggenggam tangan kiri,dan terlihat senyum di wajahnya yang tidak biasa,
aku pun segera turun dan berpegangan erat pada al.
dan menyusuri jalan depan rumah ku dan tibalah di depan pintu ku.
aku pun membuka tas ku dan memeriksa isi tasku.aku pun bergumam pelan.
"aduhh aku lupa bawa kunci cadangannya lagi,,ini pasti karna semalam hanya batu satu kunci,dan kunci itu yang memegang kak gin ,,ya ampunn cara masuk nya gimana lagi."
gumam ku.
al pun hanya tersenyum mendengar ocehan ku,
dia pun memberikan sesuatu di tangan nya dan membuat aku tersenyum.
lalu aku menatap al lagi dan menaikan alis.
"apa ini yang kamu cari ".ucap al dengan senyum tipisnya.
"iyah iya aku cari kunci ini,,eeh tunggu dulu kok bisa ada di tangan kamu ".
ucapku dengan nada penasaran.
"owhh tadi pagi kakak mu kerumah bersama el,lalu dia menjenguk mu,,
karna kamu lagi istirhat dan pulas tidur makanya dia gak bangunin kamu,
setelah pergi dari kamar ku dia kembali kebawah.
dan dia berterima kasih atas kedermawan ku yang menolong mu,lalu dia pun memberikan kunci ini untuk di titipkan padaku.
jadi ya sudah aku ambil dan menyimpan nya di saku celana ku."
ucap al dengan menyombongkan diri.
aku pun segera mengambil nya dari al dan mencubit perut al.
"dasarr menyebalkan ,dari tadi kek bilang ,,"
ucap ku sambil membuka pintu.
al pun hanya meringis kesakitan dan tertawa kecil ketika melihat ku marah.
"sudah cepat masuk ,,gak baik di luar nanti banyak tetangga yang melihat."
ucap ku mengingatkan al ,al hanya tersenyum dan mengikutiku dari arah belakang.
"maaf ya rumah ku kecil dan tidak besar seperti rumah mu,,"
ucap ku dan mempersilahkan al untuk duduk di sofa yang biasa di ruang keluarga.
al pun hanya memandang setiap sisi sudut rumah ku dan tersenyum.
"rumah mu lumayan rapih dan bersih,apa kamu selalu membersihkan rumah mu setiap hari ".ucap al sembari berdiri dan melangkah ke arah meja makan.
__ADS_1
aku pun mengikuti nya dari arah belakang.
"menurut mu siapa coba yang tiap hari ada di rumah,"
ucap timbal balikku.
aku pun duduk di kursi meja makan,
al masih saja menyusuri ruangan rumah ku,seperti baru pertama kali melihat nya saja.
",rumah mu unik juga ,
setiap sudut nya terdapat bunga-bunga,memang nya kamu menyukai bunga ya "ucap al sembari memetik bunga itu dan mengarah menghampiriku dan meletakan bunga itu di telinga ku.
aku pun kaget ,saat dia meletakan bunga itu di telinga ku,,
perasaan aneh pun muncul kembali jika menatap al.
aku pun memalingkan wajah ku ke tempat lain,al hanya bisa tersenyum ketika melihat salah tingkah ku.
"kenapa wajah mu jadi merah gitu"
ucap al sembari menggoda ku dan menatap ku dengan tersenyum.
"ihh ngawurr ,disini kan panas wajar saja kalau wajah ku memerah".
ucap ku mencari alasab dan membalikan badan ku sembari mencari minuman di dalam kulkas.
"oiaa,apa benar ,,tapu disini terasa sejuk tuh ".
ucap al sambil mentap Ac yang ada di atas dekat meja makan.
"sudah lah kamu jangan menggodaku ,,oia kamu mau makan apa biar aku buatkan",.
ucap ku mencari alasan lagi dan mengalihkan pembicaraan.
al hanya tersenyum dan memberi arahan bahwa dia hari ini ingin makan sup ayam,aku pun menelan ludah ku sendiri ,karna bawasan nya aku tidak bisa memasak daging daratan.al pun melirik ke arah ku karna tak ada jawaban dari ku .
"apa kau baik-baik saja vina".ucap al dengan nada heran.
"emmm,tapi aku gak bisa tahan sama aroma daging,jadi aku hanya berpikir saja bagaimana cara mengakalinya."
ucap ku dengan nada gusar.
al pun mengakat alisnya dan mengahampiriku yang berdekatan dengan kulkas,dia pun memeriksa kulkas dan dia mengambil daging ayam itu di pelezer,
aku pun menutup mulut ku dan menahan mual ku,
al pun segera meletakan kembali ayam itu ke dalam pelezer.
"ya sudah duduk saja ,aku yang akan masak".
ucap al .
aku pun hanya terkejut,dan mengikuti kemuan dia.
"kamu yakin mau masak,,biasa nya kan seorang president itu cuma bisa menikmati doang ".
ucap ku meyakin kan al.
__ADS_1
al hanya tersenyum dan mengambil ayam itu kembali dan meletakan ayam itu di tempat pencucian piring.
"pisau ?",
ucap al.
"di bawah dalam laci".
ucap ku lagi.
aku pun hanya duduk melihat dia membersihkan ayam itu,dari belakang dan tanpa sepengetahuan dia aku hanya tersenyum melihat aksinya.
al pun menoleh pada ku dan mengangkat alisnya.
aku hanya tertawa pada saat itu,
al pun hanya bisa tersenyum melihat ku.
"apa kamu akan duduk saja disitu,bantu aku untuk membuatkan rempahan nya".
ucap al padaku.
aku hanya bisa tersenyum lebar ketika mendengar perkataan al.
aku pun mengambil beberapa bahan untuk di jadikan rempahan sayur sop nya.
al pun selsai dengan membersihan ayam nya,lalu meniriskan ayam itu di tempat mangkuk.
dia pun menghampiri ku yang masih mengupas beberapa bahan,.
al pun tersenyum dan mengahapus keringat ku .
aku pun menoleh pada nya dan tersenyum manis .
"keringat mu bu ".
ucap al .
aku hanya tertawa pada al waktu dia menggodaku.
aku pun mencubit perut dia lagi,
dan ikut tertawa juga ,
kami pun masak bersama yah aku cuma bantu nyiapin rempahanya,sembari memberikan intruksi pada al,
sedangkan al yang memasukan dan memastikan kadar dari kuah ayam nya.
selesai memasak kami pun duduk di meja makan itu,
aku pun memakai masker dari al,
karna pada saat itu aku hanya menemani dia makan saja.
dengan lahap nya dia makan sup itu dan sesekali menatap ku dengan hangat dan tersenyum pada ku.
di balik masker ku pun aku hanya bisa tertawa kecil.
bersambung...
__ADS_1