
selsai membersihkan diri,aku pun membuka pelastik yang masih membungkus gaun itu,
dan aku pun memakainya,
setelah itu aku pun berkaca di kaca yang yang seukuran dengan tinggiku.
aku pun menaikan alis ,ketika memandang diriku sendiri.
gaun itu berwarna pink pucat,
dan pas dengan tubuhku,motip nya polos dan belakang punggung ku seperti terbuka dan hanya ada beberapa tali saja.
aku pun mengurai rambutku untuk menutup bagian punggung ku karna terlalu risih jika di lihat orang lain,
kemudian aku pun keluar memakai tongkat dan memakai tas yang ku kailkan di pundak,
setelah itu aku pun berdiri di depan lift,masih ragu ingin menekan nya,
namun secara tak disadari,
lift itu terbuka dan sesorang pun keluar dari dalam lift,
dia adalah son,
son menjemputku karna suruhan al.
aku hanya mengakat alis saja ketika son memandang ku dengan senyuman nya.
lift itu pun kembali terbuka ketika son menekan nya,
aku pun meraih tangan son untuk berpeganan,son hanya menoleh ku tanpa berkedip dan menelan ludah nya sendiri.
"hey kenapa kau memandang ku seperti itu,bantu aku memegangi tangan ku,jika tidak maka aku akan jatuh "
kata-kata ku membuyarkan lamunan son,son pun tertunduk saat itu.
kami pun turun menggunakan lift.
sesampai di lantai bawah lift itu terbuka,
dan aku memegang son lagi,
son terasa canggung pada saat itu namun aku tak menghiraukan nya lalu aku melepaskan pegangan pada son setelah tiba di ruang makan.
al hanya menatap ku dengan tajam dan menatap son dengan dingin.
son pun menelan ludah nya sendiri dan pamit pergi meninggalkan kami.
"hey kenapa kau memandang dia begitu sangat mengirakan lihat lah asisten mu sekarang dia malah pergi seperti itu."
ucapku dengan nada kesal
al hanya diam dan menatap ku dengan dingin.
"kenapa kau memegang tangan nya?".
ucap al datar dan dingin.
"ya aku memegang dia karna aku takut jatuh dan takut tongkatku mengail lagi nanti nya,dari pada aku jatuh ke pelukan orang lain meningangan aku memegang tangan ,lagi pula kok kamu kepo bangett sih nyebelin",.
ucapku dengan nada geram pada al.
al hanya bisa menggelekan kepala nya saja dan memandang ke arah lain.
"duduklah,kita akan sarapan bersama".
ucap al.
aku pun mengikuti keinginan nya ,
aku pun heran dia belum berangkat kerja hari ini.
"eh tuan menyebalkan apa kamu gak kerja hari ini ".
ucapku mencairkan suasan hening di sana.
"hemm"
__ADS_1
ucap al tanpa memberikan ekpresi saat itu.
"dasar aneh,,di tanya malah hem hem",ucap ku sambil mengembungkan pipi ku dengan kesal.
al pun melirik ku dan tersenyum tipis pada ku yang tak kuhiruakam pada saat itu,
para pelayan pun datang sembari membawa makanan ,
perutku pun berbunyi ketika menghirup aroma enak makanan yang di bawa pelayan itu.
aku hanya bisa tersenyum canggung pada al saat aku memegang perutku.
al hanya tersenyum tipis saja dan menyuruh makan.
aku pun tak canggung lagi melahap makanan yang ada di depan itu tanpa malu-malu,,tanpa di sadari ada sisi makanan di daguku ,al sebenarnya sudah mengisyaratkan tangan nya untuk aku menghapus sisa makanan itu,namun aku tak menghiruakannya dan menikmati makanan ku,
al pum mendekatiku wajah nya pun berpapasan dengan ku dan begitu dekat,
aku yang sedari tadi menguyah makanan dibuat terkejut dan menelan langsung makanan ku.
tangan al mengusap dagu ku dengan tisu,
"ada sisa makanan di dagu mu".
ucap dia sambil menatap mataku.
aku pun batuk tiba-tiba,
al pun mengambilkan air putih yang ada di meja nya,
gelas itu bekas minuman nya aku pun tidak sadar pada saat itu,
al memberinya secara riflex,.
gelas yang sudah bekas dia minum tadi diberikan padaku,dia pun lupa kalau ada air disamping ku juga,dia pun menelan ludah nya sendiri,
sebelum aku mengingatnya dia pun segera mengambil gelas yang masih terisi penuh air di dekat ku dan di ambilnya.
pelayam pada saat itu menyaksikan al bersikap aneh pada saat itu,
saling berpandangan satu sama lain, mereka pun tersenyum.
"kalian keluar lah,,",ucap al dengan dingin.
pelayan itu pun ketakutan dan berpamitan keluar.
aku yang sedari tadi sudah selesai minum pun menaruh gelas itu ke samping ku.
"terima kasih air nya "
ucapku pada al.
al hanya bisa tersenyum pada saat itu,
al pun menikmati makanan nya setelah aku selsai makan,dan aku menunggu dia makan.
beberapa saat kemudian,
aku menghentikan satu suapaan yang akan di makan oleh al.
"ehh bentar".
ucapku
",kenapa ? "ucap al dengan heran.
aku pun mendekati diri dan meraih wajahnya untuk mendekat padaku,
"kamu ada sisa makanan di bagian sini"ucap ku sambil mengelap nya pakai tisu.
al memandang ku dengan tatapan nya.
detak jantung al pun berdetak cepat,
"deg deg deg"suara jantung al yang bisa di rasakan al sendiri.
al pun salah tingkah pada saat itu aku hanya mengerutkan alis dan duduk kembali pada posisi awal,aku tidak menghiruakan nya dan sesekali aku menguap kecil.
__ADS_1
"gadis ini kenapa dia berbeda ,,dan kenapa hati ku tidak karuan seperti ini ,,".
ucap al dalam hatinya saat memandang ku dan meletakan tangan nya di dadanya.
"hey kamu kenapa ? cepat makan nya dan antar aku pulang".ucapku mencairkan lamunan al.
al pun tertunduk dan memakan satu suapan lagi,aku pun memandang al dengan senyum karna baru kali ini melihat wajah al dengan salting nya.
sesudah makan,kami pun menunu ruang tengah,
al menyuruh ku duduk disana dan menunggu nya sebentar mengganti pakaian nya,
al pun pergi dan sudah menyelinap dibalik lift dan tidak terlihat lagi.
aku pun memandangi setiap sudut dinding,
terdapat banyak lukisan disana,lukisan itu berbebentuk naga,dan catatanya.
aku pun membaca setiap kata-katanya,
namun kata-kata itu seperti berukiran sejarah lama dan tulisan nya juga seperti bahasa latin
.
"dari mana dia mendapatkan lukisan besar ini "
ucapku pelan.
aku pun memandang lebih rinci di lukisan itu,terlihat samar ada sebuah bunga loutus di kepala naga itu,
aku pun hanya bisa terdiam dan mendalami kata-kata di bawah lukisan naga itu.
"akan ada sebuah keajaiban ketika gadis kecil datang merubah semuanya,dia yang bertanda lahir bunga loutus di bagian dada kanannya,akan menjadi sumber kekuatan pendekar naga perak emas.".
ucapku dengan membaca tulisan nya.
pada saat itu pula al di belakang mendengar perkataan ku tadi,dan aku pun tak
menyadarinya.
aku pun hanya tersenyum saja saat membaca lukisan itu dan membalikan badan.
"lukisan nya bagus tapi kata-katamya itu sangat unik dan tidak ku pahami."
ucap ku sambil membalikan badan dan kaget al sudah ads di belakang bersama son.
"ehh kamu,nganggetin aku sejak kapan berada disitu"ucapan ku pun memecahkan lamunan al.
"tau dari mana kamu dengan bahasa latin di lukisan itu,aku saja belum memahami nya kenapa kamu tau bahasa nya "
ucap dia dengan penasaran.
"emm gak tau,ya aku cuma baca iseng aj,dan aku juga sedikit tau karna sekolah mengajariku bahas latin kuno".
ucapku pada al.
al tak bergeming dan tidak percaya dengan alasan yang ku buat dia pun melirik pada son.
"oia kamu dapat lukisan unik ini dari mana,"ucapku sambil membalikan badan memandang lukisan itu lagi.
"aku dapat dari lelangan ,"
ucap al dan mendekati ku dan menatap lukisan itu.
"coba kamu lihat di kepala naga itu dia ber mahkota emas dan bersisik perak,dan lihat juga di kepalanya terdapat bunga loutus,"
aku pun sambil menunjuk pada lukisan itu.
al dan son meneliti lukisan itu,dan saling berpandangan dan tidak percaya.
"hey kalian kenapa kok saling berpandangan ,"
ucapku mencairkan lamunan mereka.
"kamu lebih teliti dari yang kuduga,selama ini aku belum memahami lukisan ini,"
ucap al dengan senyuman nya.
__ADS_1
bersambung...