
"lalu apa kamu mau menemuinya nanti ?"
ucapku penasaran dengan cerita al.
"hemm,aku harus bertemu dengan gadis itu dulu baru aku kesan lagi,pesan nya kakek juga begitu jika kemari lagi harus bawa gadis yang bisa mengetahui tulisan latin dilukisan ini".
ucap al sembari menatap ku.
aku pun hanya bisa menggarukan kepala dan menelan ludah ku sendiri,karna tidak percaya aku bisa membaca tulisan latin itu dan berbicara di belakangnya.
"hey kenapa kamu melihat ku seperti itu."
ucapku pada al yang pada saat itu dia melamun memikirkan sesuatu.
"kenapa sangat kebetulan seperti ini,vivina juga memiliki keterbatasan dan cerita kakek gadis yang memiliki keterbatasan apa ini memang sudah takdir"
ucap al dalam hatinya.
"malah ngelamun ,,hey tuan menyebalkan".
ucapku pada al untuk membangun kan dia .
"bisa gak jangan panggil ku dengan sebutan tuan menyebalkan itu,sangat risih di telinga ku."ucap dia dengan nada galaknya.
"memang kamu itu menyebalkan,,
ayoo cepat antarkan aku pulang,,aku kan mau pulang bukan mau dengerin cerita kamu tadi."
ucapku dengan nada kesal.
"sebelum antar pulang aku mau bertanya dulu sama kamu ?"
ucap al pada ku.
aku pun mengakat alis dan mengangguk setelahnya.
"nama asli mu siapa ?"
ucap al dengan penasaran.
"bukan nya aku tadi malam udah kasih tau nama ku ya,baiklah biar tuan menyebalkan ini tidak tanya-tanya lagi aku akan memperkenalkan nama ku."
"nama ku vivina van deveer latucosina loutus,
ayah ku yang memberikan nama itu,dan kepanjangan ku di ambil dari marga ayah dan ibukku,
ayah ku yang bernama van deveer dan ibu bernama alina latucosina,,sedangkan loutus itu bunga loutus yang menjadi tanda lahirku di bagian tubuhku."
ucapku dengan nads datar dan memberikan penekan suapaya al mendengarnya.
al dan son terkejut ketika mendengar tanda lahirku.
aku pun hanya mengakat alisku pada saat itu.
"kenapa kalian malah menatap ku seperti itu".ucapku lagi.
al pun menuduk dan mentap ku lagi dengan tersenyum.
"apa aku bisa melihat tanda lahirmu agar aku percaya"
ucap al dengan senyuman nya.
aku pun tersedak dengan ludah kusendiri dan kaget setengah mati.
"dihh apa apan kamu enak aj,,gak mau lagian tanda lahir itu ada di bagian tubuh ku yang tidak boleh dilihat orang lain"
ucapku dengan nada kesal.
al pun mengehela nafas dan menyuruh son pergi di tempat itu dan menyuruh dia mengunci ruangan itu agar tidak ada orang yang masuk.
__ADS_1
"hey kenapa pintu itu di tutup dan di kunci dari dalam "
ucap nada galakku.
al pun mendekati ku dan terus mendekati ku ,aku pun menelan ludah ku sendiri.
al pun meletakan tanganya di bagian samping sofa dekat ku.
dan memberikan tatapan mata nya yang dingin.
"kamu mau ngapain ,,"
ucapku dengan sedikit takut pada al.
al hanya tersenyum,
pada saat itu juga aku terpesona dengan wajah nya hingga tak sadar bahwa tangan satu al satu lagi sudah memegang resleting di depan dada ku,secara perlahan dia membuka dengan menelan ludah nya sendiri dan mencoba tenang ketika aku menatap nya.
dia pun tersenyum seketika itu pula sebagian resleting nya terbuka setengah dan memeperlihatkan dada ku yang tidak sepenuhnya terbuka.
al pun menaiki alisnya,
ketika memandang tanda lahirku berwarna putih bunga loutus,
dia pun menutup kembali dan memandang ku dengan senyuman.
lalu mundur begitu saja,
mimisan ku pun kumat lagi,al hanya tersenyum pada saat itu dan mengambil tisu dan menghapus mimisan ku.
"apa kau akan memandangku seperti ini terus menurus hingga mimisan mu sampai keluar."
aku pun mendorong al kebelakang dan terbatuk dan mengelap sebagian mimisan ku.
"kau tidak sopan kenapa kau memandang ku seperti tadi."
ucap ku dengan nada malu .
aku pun mengembungkan pipiku dan mendengus kesal pada al dan ingin pergi dari sana .sebelum melangkah dia pun menahan tangan ku.
"sebentar,aku akan memberikan hadiah untukmu."
ucap al
aku pun mendengar perkataan nya dan berhenti di samping al.
al pun menyuruh son membuka pintu kembali ,aku pun duduk kembali di tempat sofa itu karna al mengambil benda yang akan di ambilnya.
selang beberapa menit al pun kembali dengan membawa kotak hati yang di ceritakan al tadi.
aku pun hanya terkejut dan menelan ludah ku sendiri ketika melihat kotak itu sangat cantik sekali.
"itu kotak yang kamu ceritakan tadi kan "
ucapku pada al
"iyah,emm ini mungkin akan kembali pada pemiliknya jadi ambillah",.ucap al sambil menjulurkan kotak itu.
aku pun menyentuh kotak itu dan ada rasa aneh saat aku memegang kotak itu seperti ada getaran listrik tapi hanya sekali saja,aku pun menaikan alisku dan banyak penasaran yang dibenakku ingin ku katakan.
"oia kamu tadi membaca tulisan lukisan itukan,coba sekarang kamu baca sekali lagi aku ingin mendegarnya "
ucap al dengan nada penasaran nya.
aku pun berdiri dan mengambil kotak dari al lalu berjalan menuju lukisan itu al pun membantuku berjalan dari samping.
"tulisan ini adalah..
AKAN ADA SEBUAH KEAJAIBAN KETIKA GADIS KECIL DATANG,MERUBAH SEMUANYA,DIA YANG BERTANDA LAHIR BUNGA LOUTUS DI BAGIAN DADA KANANNYA,AKAN MENJADI SUMBER KEKUATAN PENDEKAR NAGA PERAK EMAS"
__ADS_1
ucapku lagi,
dan setelah aku membaca itu ada sebuah silahsopi di wajah naga itu,
dan aku mencoba memahaminya namun tidak bisa aku pahami ,seketika itu pula bunga loutus di kepala naga itu mekar seketika dalam bayanganku
aku pun mundur
.
al yang menyadari ekpersiku pun kini menahan ku dan memeluk punggungku agar tidak jatuh.
al pun sama hal nya dengan pikiran ku dia sama-sama melihat kejadian tadi terkecuali son.
al pun memandang ku lebih lama lagi dan sorotan matanya .
dia melihat bunga itu lagi.
"bunga loutus mekar ? dan wajah dia bercahaya dan sangat cantik sekali seperti ratu,,apa ini ucapan kakek benar dia akan merubah masa lalu tempo dulu yang hancur, dengan kembali nya dia maka pendekar naga perak emas juga akan bangkit lagi,dan apakah aku baru menyadari nya sekarang setelah kakek bilang di waktu yang tepat aku akan mengetahuinya"
gumam al dalam hatinya.
aku pun memandang al dengan penuh bayangan.
",dia terlihat sangat gagah dan tampan,
di bermahkota emas dengan baju perak nya,
dia seperti raja di atas raja ,ketika memandangnya ada sebuah kedamaian di hatiku,
tatapan nya membuat ku jatuh di pelukan nya".
aku pun segera menepis bayangan itu dan mencoba bangun dan menghindari al.
ada rasa aneh pada ku saat memandang mata al.
son yang sedari tadi menyaksikan semuanya kini dia mengerti dan paham
al sudah lama menunggu ku waktu itu al selalu bercerita pada son untuk mencarikan gadis yang bisa menerjemahkan lukisan itu
dia sekarang memahaminya ketika menyaksikan al dan aku , dari pandangan son ada sebuah paparan cahaya diantara kami,
dan memberikan kedamian pada son.
al pun sekarang merubah posisinya dan berbicara padaku.
"apa kamu baik-baik saja ?"
ucap dia dengan nada yang tidak biasa.
"aku baik-baik saja,apa aku kita boleh pulang sekarang, aku sangat rindu rumah ku,dan aku harus bersiap-siap membeli bahan kue nanti untuk pesta mu".
ucapku meyakin kan al .
"baikklah aku akan mengantarmu,
dan kamu tidak boleh keluar rumah nanti jika pulang karna bahan yang kamu mau akan datang sendirinya,".
ucap al pada ku.
aku pun mengerutkan alis.dan sediki banyak pertanyaan namun aku mengurukan niat,
"aku sudah menaruh nomer hp ku di telpon mu jadi kalau butuh apa-apa telpon aku."
ucap al dengan senyuman nya.
kami berdua pun pergi keluar dan memasuki mobil yang sudah terparkir didepan rumahnya.dan menyusuri setiap jalan .sesekali aku melirik al karna dari tadi kami tidak banyak bicara aku pun merasa canggung pada saat itu.
al pun sama hanya melirikku sekali dan fokus lagi untuk menyetir.
__ADS_1
bersambung...