Petualangan Dunia Baru Vivina

Petualangan Dunia Baru Vivina
Perawatan Di Rumah Sakit


__ADS_3

tiga minggu sudah aku di rawat inap di rumah sakit,


argo dan kak gina saling bergantian menjaga ku di rumah sakit,


aku yang sudah mulai merasa bosan tinggal di rumah sakit,


memberanikan diri untuk menanyakan kapan aku bisa pulang pada suster yang selalu setiap hari mengecek selang kecil yang ada di samping ku.


"suster,,emm kapan ya aku bisa pulang ?"..


dengan sesekali aku melirik ke arah jam.


"nona,sebelum dokter yang bilang pulang,aku belum bisa mengizinkan mu untuk pulang,karna tugas ku disini hanya menjaga mu."


suara suster dengan senyumannya.


"yahh padahal aku bosan disini,terus dokter itu kapan kemari ? aku mau bicara".


nada paksa ku pada suster.


belum beberapa menit membicarkan dokter itu,


ternyata dokter itu membuka pintunya dan menyapaku.


"hallo vivina,apa kamu sudah membaik ?"


suara dokter itu mengalihkan duniaku,


dokter itu terbilang masih berusia muda sekitar dua puluh tahunan,aku yang pada saat itu ber usia enam belas tahun pun,tersenyum malu-malu pada dokter,


secara gitu dokternya tampan ,siapa sih yang gak bisa meleleh melihat senyuman dia.


dokter itu mendekatiku,dan tersenyum aku yang tak sadar dari lamunan itu,


dokter itu pun meraih pundak ku untuk menghentikan lamunan dan senyuman ku.


"vivina apa kamu baik-baik saja ?"


dokter xio pun bertanya.


aku yang masih melamun pun akhirnya tersadarkan,dengan senyuman malu-malu sambil menuduk sedikit.


tak bisa di pungkiri ketika setiap siapa saja lelaki yang mendekati ku terkecuali argo,pasti hidung ku mimisan..


"memalukan sekali"gumam hati kecil ku saat menyadari darah keluar dari hidungku.


untung saja selang dalam hidung ku sudah di cabut tadi pagi.


dokter yang menyadari aku berdarah pun segera tanpa basa basi,menyuruh ku tertidur berbaring dan dia khawatir lalu memeriksa ku.


aku pun hanya tersenyum canggung,sesekali melirik ke arah suster yang dari tadi memperhatikan kami berdua,dengan senyum tipis dan tangan nya yang menutupi mulutnya.


selesai memeriksa pun dokter xio itu bertanya lagi.


"kamu sering mimisan ya ?".


dia pun bertanya keheranan.


aku hanya menggelengkan kepala saja,dan merespon kalau aku baik-baik saja,dengan sedikit canggung aku memberanikan diri menjawab,dengan suara sedikit pelan.


"mungkin ac di ruangan ini terlalu dingin dok,aku tidak tahan dingin dan setiap kedinginan aku pasti bakal mimisan.",aku pun sedikit berbohong pada dokter itu.


dokter itu pun tersenyum pada ku,lalu dia hanya mengusap mimisan ku dengan kapas,


"deg deg deg" suara detak jantungku kencang sekali..


karna pada dasarnya tangan dan wajah dokter itu dekat dengan wajah ku,aku hanya menundukan kepala ku saja sesekali mengelus dada menahan detak jantung ku yang setiap kali mata dokter xio itu menantap ku dengan senyumannya.


dibalik pintu itu pun argo membuka pintu,kemudian menghampiri ku.


"kak vina kenapa,kenapa ada kapas di hidung kak vina,,dan ini darah ? darah kak vina ? kak vina kumat lagi ?"


banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh argo,


dokter itu pun berdiri dan menenangkan adikku.


"argo ya ? kakak kamu baik-baik saja,ini cuma mimisan kecil,kata dia tidak tahan dingin makanya dia mimisan",dokter xio pun berbicara.


aku hanya senyum canggung pada argo,argo pun keheranan .


"sejak kapan kak vina tidak tahan dingin ,bukannya tiap malam dia selalu menyalakan ac nya itu sampai dingin karna alasan panas di kamar nya".gumam hati argo seperti itu.


argo pun mulai memahaminya dan mulai menyadari keanehan kakaknya itu,dan mulai memandang aku dengan senyuman khias kejailannya.


aku yang pada saat itu sudah tau arah pikiran dia ,langsung mengedipkan mataku,dab menyuruh dia diam dengan isyarat telunjuk tangan di bibirku.


"ayolah jangan berbicara yang akan memalukan ku argo".hati kecilku berbicara.


beberapa menit kemudian,dokter dan susterpun pamit keluar,

__ADS_1


argo yang tak bisa menahan tawanya kini dia sudah terpingkai-pingkai di kursi samping ranjangku.


"hahaha kak vina,,mimisan karna kedinginan hahah,,pembohong besar hahah".


sepontan aku pun merangkul argo dan menutup mulutnya dengan tangan ku.


"ihhh argo tawa kamu jangan keras-keras,,nanti dokter xio kemari lagi"


dengan raut wajah memalukan ku itu,


aku pun memukul pelan bahu argo supaya dia cepat diam.


"aww kakak sakitt ihh"rengekan argo pada ku,dengan tangan nya memegang bahu nya,


"makanya ketawa nya pelan-pelan,kalo dokter xio sampai tau kalau aku mimisan karna terlalu memandang dia ,bisa harga diriku turun drastis.


argo pun hanya tertawa kecil melihat kekanakan ku terpancar.


***


dibalik pintu itu ternyata dokter xio mendengar perkataan ku dan argo,


dia hanya tersenyum dan menggelangkan kepala.


"ohh jadi karna memandang setiap lelaki dia akan keluar mimisan,


unik sekali cewek ini".gumam pelan dia berbicara ,sesekali tersenyum.


dokter itu pun melangkah pergi lagi meninggalkan kami,


dari kejauhan kak gina pun menghampiri dokter xio.


"dokter,,sebentar;!"


kak gina menyapa dokter xio.


"ehh iyah apa ada yang bisa saya bantu ?".


dokter xio pun bertanya balik.


"emm jadi gini dok,aku kakak nya pasien yang saat ini dokter tangani,vivina itu,aku gina,mau nanyain ..berapa lama lagi vivina harus di rawat disini ?".


dokter xio pun mempersilahkan kak gina untuk keruangannya.mereka di sana bercerita tentang kondisinya aku.


***


"tok tok tok"suara pintu.


"ehh siapa ya,jangan-jangan dokter xio lagi ".


argo pun menakuti ku,


aku yang sedari tadi cemas pun pura-pura tenang


"ah mana mungkin,cepet buka siapa tau teman ku".


aku pun mencairkan suasana kecemasan ku dengan menyuruh argo membuka kan pintu.


setelah argo dekat pintu dan membukan pintu,


terlihat wajah murung kak gina dengan sedikit kesedihan,dan senyuman yang di paksakan.


aku yang melihat di tempat tidur ku pun keheranan,terutama argo menanyakan perihal kam gina tampak murung itu.


kak gina pun membawa argo keluar dulu,


aku yang sedari tadi sudah merasakan kejanggalan memberanikan diri untuk berdiri,namun apa daya kaki ku sebelah kanan tak bisa berdiri dengan kokoh,.


aku pun mulai menyadari ternyata cedera yang ada sandi paha ku ini terlalu parah.


aku pun mulai meneteskan air mata,air mata yang yang mulai jatuh dan hidung memerah menahan air mata pun tidak bisa terbendung lagi.


aku menangis dan terisak-isak.


sesekali ada cegukan di tenggorokan ku.


"jadii ini yang membuat aku lama disini,dan kemurungan kak gina saat melihat ku ,kenapa harus seperti ini".


aku pun bertanya dalam hatiku.


sura pintu itu pun terbuka terlihat argo dan kak gina yang terlihat cemas melihat aku duduk pinggir ranjangku pun,


menghampiri.


argo pun memeluk ku dari samping begitu juga dengan kak gina.


"vivina maaf kan kakak,kakak yang salah mungkin jika kamu tidak menolong ku ,kamu tidak bakalan jadi seperti ini "suara kesedihan terlontar dari bibir kak gina.


aku hanya menoleh dan memegang erat tangan kak gina yang sedari tadi memeluk ku dari samping.

__ADS_1


"ini bukan salah kakak,aku hanya ingin menolong kakak,mungkin ini sudah jadi takdir tuhan".aku pun menguatkan diri dan kak gina dengan ucapan pasrah ku pada saat itu.


argo pun mengelus rambut ku dari belakang,sesekali dia mencium kening ku dan menenangkan aku.


mereka berdua selalu ada di samping ku setiap saat,


hingga tiba pada saat aku keluar dari rumah sakit.


"kak vina,kakak pakai roda saja ya dari sini sampai kerumah".


ucap argo yang sudah kembali sedikit ceria itu.


"iyaa vina ,aku akan mendorong roda ini dari belakang,biar kamu tidak cape saat memutar rodanya nanti".


timbal balik kak gina melanjutkan ucapan argo.


aku hanya bisa tersenyum,dan mengiyakan saja.


sesudah mengemas pakaian yang ada di lemari kecil itu dan memasukan nya ke dalam tas,kami pun melanjutkan perjalanan kami keluar.


aku yang sedari tadi memperhatikan orang-orang yang ada di depan ku,mencari satu sosok itu pun tidak menemukanya.


kak gina yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mata ku pun,menjawab setiap benakku.


"kamu mencari dokter xio ya,?dokter xio ada kok cuma dia lagi di ruang oprasi katanya dia menitipkan salam untuk mu,dan satu hal lagi mungkin dalam waktu dekat ini dia juga akan berkunjung kerumah kita".


senyum kak gina pada ku.


aku hanya bisa menoleh dan tersenyum canggung saja mendengar perkataan kak gina.


kemudian kami melanjutkan perjalanan kami setelah berada di lobby,argo pun memanggil sopir taksi,dan taksi itu pun mendekat ke kami lalu kami pun memasuki mobil itu.lalu kami pun meninggalkan rumah sakit itu.


**


sesampainya di rumah,aku pun dibawa ke kamar oleh kak gina dengan roda,


lalu argo menggendongku ke kasur yang sudah rapih pada saat itu.


aku pun beristirahat ,


argo dan kak gina pun kembali keluar setelah memastikn ku tidur.


setelah mereka keluar,aku pun membuka kan mataku.


tangisan ku pun pecah,aku seperti mayat hidup yang tidak bisa apa-apa.


kini langkah ku pun terhambat.


dan cita-citaku pun sudah pupus,


aku semalaman tidak bisa tidur karna rasa nyeri di bagian paha dan pinggangku.


penyesalan demi penyesalan selalu mengahampiriku.


aku selalu berucap kapan semua ini berakhir.


hari demi hari aku jalani dengan roda saja,


tidak ada kebebasn dalam diriku,


dan beberapa hari aku selalu ada di kamar dan tidak mau ke luar karna keterbatasan ku ini.


aku pun selalu berusah berlatih di kamar ku,namun setiap kali aku berlatih aku pasti terjatuh.


aku selalu berusaha kuat dan tegar menghadapi semuanya.


hingga dimana keputusan asa ku pun hadir lagi,ingin rasa nya aku bunuh diri saja .


namun aku mengurungkan niat karna keberadaan argo yang selalu merawat dan menjaga ku.


dan semangat itu pun hadir lagi,setelah argo selalu berusaha menghiburku.


apapun yang dia lakukan dia selalu ingin aku tetap tersenyum.


aku pun memutuskan untuk tetap ada hanya demi adikku,


tabungan ku sedikit demi sedikit menipis,karna kebutuhan kami terlalu banyak.


belum lagi dengan biaya cek up ku tiap minggu sekali,


uang jajan untuk argo,dan kebutuhan tiap hari di rumah.


dan uang kak gina pun tidak cukup untuk menutupi kebutuhan kami.


aku pun mencari ide supaya kebutuhan kami bisa terpenuhi,hingga pada saat itu aku memutuskan untuk membuka pesanan kue kecil-kecilan di sekitar komplek ku saja al hasil banyak orang yang menyukai kue buatan ku.


modal yang ku pinjam dari kak gina,akhirnya bisa memenuhi semua kebutuhan kami.


dan pesanan ku pun kini merambat online keluar kota.

__ADS_1


__ADS_2