
selsai dengan makan nya al pun memandang ku lebih dalam sambil menaikan alis,dan mempertanyakan kenapa aku gak suka daging .
"vina kenapa kau sangat tidak suka daging,?"
ucap al dengan heran.
aku pun berdiri membereskan piring yang kotor bekas al,dan melangkah membawa piring itu satu persatu kedalam wadah pencucian piring.
"itu karna waktu kecil aku sangat trauma ketika melihat sapi di potong oleh beberapa orang,dan ketika leher nya di penuhi darah aku pun pingsan begitu saja,
tau-tau aku sudah ada di rumah sakit tidak menyadarkan diri tiga hari,
karna itu lah apapun daging yang di depan mata ku,pasti aku terbayang-bayang akan darah dari leher hewan itu.,gimana ngingetin kayak orang di potong gitu deh jadi aku tuh kasihan sebenarnya sama hewan nya."
ucap ku sembari mencuci piring.
al pun hanya menganggukan kepala dan mendengarkan cerita ku saja.
"lalu makanan apa yang kamu makan biasanya".
ucap al lagi.
"aku tuh sebenarnya lebih suka sayuran dan makanan laut,
misalnya kayak tumis sayur,sayur asam, dan lainnya lagi .
yang penting gak pakai daging itu aja,
dan satu hal lagi aku kalau sudah makan itu harus sedia pisang sama alpukat karna buah ini lah makanan pentutup ku dan favorit ku."
ucap ku lagi.
"berarti kamu tuh suka makan sehat dong sebab semua makanan nya sayuran terus ".
ucap dia lagi.
aku hanya bisa tertawa kecil mendengar pernyataan al,al pun ikut tersenyum saat itu.
"terus kalau kamu gimana ?"
aku pun balik bertanya lagi.
"aku tuh suka semuanya,yang penting perut kenyang,haha,,
dan satu lagi aku juga tidak suka pedas karna masalah itu bisa menghambat pencernaanku".
ucap al sembari mengingatkan ku .
aku pun mengakat alis,dan tersenyum.
"loh kok gak suka pedas,,aku malah doyan pedas,,karna bisa membuat selera makan aku".
ucap ku lagi menggoda al.
"yah setiap orang pasti punya kelemahan nya lah,
kamu juga kan gak suka daging ".
ucap dia sambil mengejek ku lagi.
aku yang sudah selsai dengan cuci piring pun dan mencuci tangan kembali memabalikan badan.
"emmm seterah deh apa kata tuan menyebalkan ini".
ucap ku mengejek kembali.
dia pun mentap ku dengan senyuman nya.
"dasarr gadis cerewett"
ucap al mengejek kembali.
aku pun mencubit dia lagi karna gemas bisa terus ngelesnya.
dia hanya bisa tertawa dan menahan rengekan nya karna menahan sakit.
aku pun menyudahi cubitan nya dan mengajak al ke halaman belakang untuk menujukan rumah pohon ku .
al hanya menaikan alis lalu berjalan i belakang ku.
sesampainnya di depan rumah pohon,
al pun terkejut dan tersenyum dia pun berjalan melewati ku dan tersenyum lebar padaku.
aku yang melihat dia tersenyum seperti itu ada rasa senang juga karna bisa melihat sosok al yang baik dan tidak sependiam kemaren.
__ADS_1
aku hanya bisa menaikan alis ketika dia berayunan di samping pohon itu.
aku pun hanya bisa tertawa geli melihat kekana kan al,
dia pun menuju arah ku dan menjulurkan tangan nya dan membimbing ku ke tempat ayunan itu,dia pun menyuruh ku duduk di ayunan itu.
aku pun mengikuti nya.
dia pun mengayun kan ku dari belakang dan aku teriak sekencang-kencangnya al hanya biss tertawa terbahak-bahak mendengar ku teriak karna ketaukan.
di pun menghentikan ayunan itu dan memegangi ku agar tidak jatuh,
aku pun menpuk lengan nya dan mencubit pipi dia ,dia pun hanya bisa tertawa geli saat aku memukulnya dengan pelan.
dia pun bertanya pada tentang rumah pohon itu,
aku pun hanya bisa tersenyum dan mengizin kan dia untuk ke atas.
dan ku hanya duduk di ayunan itu dan melihat al naik ke atas,
pohon itu letak nya di belakang rumah ku,
pada saat itu ayah ku tidak sengaja melihat pohon di belakang ku yang tubuh lebat banyak ranting dan sedikit bercabang tiga ,
ayah ku pun langsung mengambil inisiatif untuk membuat rumah pohon ini untuk kami anak-anaknya,
karna halaman belakang ku cuku luas,maka dari itu,
ayah ku pun memberikan sebuah garis dan membuatkan sebuah ring basket di bawah pohon untuk anak laki-lakinya kelak,
dan ayunan untuk kak gina,
rumah pohon pun jadi bagian ku.
karna aku senang menulis pada saat itu,rumah pohon lah yang menyimpan semua kenangan itu.
mulai dari kebersamaan kami sekeluraga dari ayah ibu kak gina argo dan aku.
kami selalu menyempatkan menginap di sini dan membuat tends di bawah.
lamunan ku pun buyar seketika karna teriakan al.
"vivinaaa oyy vivina ,,"
ucap al dengan teriakan nya di atas.
al pun mengangkat tangan nya dengan memegang buku ku.
aku pun menaikan alis,karna pasti yang dia pegang adalah diary ku.
"al jangan di bacaa ihh kamu mah,,cari buku yang lain ajaa itu banyak rahasianya,,cepat turun dan ambil buku yang lain."
teriakan ku pun terlontar,
al hanya bisa tertawa di atas,dia pun menyelinap masuk lagi kedalam
aku pun cemas karna pasti dia lagi membacanya.
aku pun berdiri dan mengarah ke tali yang sudah ada di pohon itu untuk ku pijaki,
aku pun berusah ke atas,
sesampai nya aku di atas ,aku pun melihat rona wajah al tersenyum sambil mambaca buku itu dan di seketika tertawa geli.
aku pun menggelengkan kepala ku saja.
"al ihh kamu tuh yah susah dibilangin jangan dibaca malah di baca,tuh kan rahasia ku terbongkar"
ucap nada kesal ku,
al pun menoleh pada ku karna dia terkejut kenapa aku bisa naik ke atas.
dia pun menghampiri ku.
"ehh kamu kok naik gimana cara nya,kan disini lumayan tinggi,,?",
ucap al pada ku.
aku pun mengambil buku yang ada di tangan al,
"ihh vivina belum selsai baca nya juga,,sini kembalikan aku mau membaca nya lagi"ucap al sembari mengangkat tangan nya untuk mengambil kembali bukuku.
"gak mau kamu tadi juga membaca nya tertawa begitu aku kan jadi malu."
ucap ku sambil menaik turun kan tangan ku.
__ADS_1
"iyah deh janji gak bakalan ketawa lagi,ayolah pliss aku mau baca lagi.."
ucap dia sambil memelas ..
aku pun tidak begitu saja percaya,
karna tarikan keras dari tangan al,
aku pun terjatuh ke pangkuan al,,
aku pun menatap kedua mata nya,
al pun sama menatap ku dengan senyum di bibirnya.
detak jantung ku kembali terasa kencang dan cepat,
dada ku turun naik pada saat itu dan rona di wajah ku pun terlihat oleh al.
didalam diri al pun sama dia merasakan detak jantung nya cepat lagi
dan rasa nya campur aduk rona di wajah nya pun terlihat membenam rasa malu itu.
aku yang melihat salah tingkah al di atas tubuhnya itu membuat semakin lebar senyuman ku dan mulai tertawa kecil,membuyarkan susana canggung disana.
"hahaha kau kenapa wajah mu merah seperti kepting yang di rebus ,,lihat lah hahah "
ucap ku sambil tertawa,
membuat salah tingkah al kembali lagi.
aku pun bangkit dan pindah posisi kesamping nya dan mengadah ke langit-langit pohon sambil tertawa.
al pun menyampingkan badan nya dan tangan nya menopang kepala dia pun tersenyum dan mengambil buku yang sudah ku letakan di samping ku.
"heyy kok di ambil lagi sih",.
ucap ku sambil menghentikan tawaku
dia pun menutup mulut dan bibirku dengan tangan nya.
aku pun kaget dan terkejut dan menatap kembali wajah nya yang telah berganti posisi di atas tubuhku,
kami pun saling berpandangan satu sama lain,
al pun melepaskan tangannya.
dia pun mendekatkan wajah nya pada ku,
aku pun merasakan keanehan yang berbeda lagi rass nya darah ku mengalir deras ke atas dan campur aduk dengan rasa malu,
"aku pinjam buku mu untuk aku bawa,jadi kamu gak akan melihat tawa ku lagi dan aku kembalikan lagi setelah acara pesta nanti." ucap dia di telinga ku.
nafasnya pun sampai ke dalam telinga ku,
aku pum hanya bisa terpaku mendengar bisikan nya,
al pun menatap ku kembali dan tersenyum lebar,
lalu tawa gelak dia pun kembali hadir,
karna mungkin ada rona merah di wajah ku yang menahan malu ku,
aku pun mendorong al yang tertawa itu dan duduk kembali sambil mencubit perut dia kembali.
tawa dia pun di barengi dengan rengekan nya,
entah berapa lama kami ada pohon itu,
di dalam pohon itu hanya ada canda tawa saja.
hingga tidak membuat kami sadar bahwa sore telah tiba dan akan berganti malam.
kami pun turun,
yang lebih awal turun adalah al
dia menunggu ku di bawah,
kemudian aku pun turun,
karna kuusilan al aku pun terjatuh di pangkuan dia lagi.
aku pun memukul dia beberapa kali ,
namun hanya ada tawa dari al yang keluar.
__ADS_1
bersambung...