
mata mereka selalu tertuju pada tongkat dan kakiku,selalu terdengar ocehan datar namun menusuk dalam diriku.
aku selalu berusaha menutupi kesedihan itu hanya dengan senyuman palsu ku.
selama aku memakai tongkat keluar rumah pun,hanya satu minggu sekali saja,
jika bukan pergi kepasar membeli kebutuhan pesanan,aku pun sangat malas keluar rumah hanya untuk berinteraksi dengan orang\-orang di luar sana,dan selalu menghabiskan waktu ku hanya dengan membuat kue.
'yahh,,fisikku memang tidak begitu normal karna keterbatasan akibat kecelakaan cukup serius,waktu itu aku mengalami cedera yang cukup parah,
saat menolong kakak ku dari kejaran preman.
memorie tiga tahun lalu..
pada saat itu,
kakak ku tiba\-tiba menelepon ku,
aku yang ke repotan mengolah takaran terigu,
karna ingin mencoba\-coba membuat kue.
suara dering panggilan hp ku pun berbunyi dan bergetar di atas meja, sebelah ku dekat dengan tumpukan gula dan terigu disampingya.
nada dering panggilan hp ku ,,
"jangan di paksa jika memang sudah tak bisa.,drett ,,drett."dan bergetar
aku yang kerepotan pun pada saat itu
,hanya menghiraukan bunyi hp ku saja,
tiga kali memanggil,dan beberapa kali pesan masuk,aku pun coba membuka layar hp dan tertera nama kak gina di panggilan tak terjawab dan dua pesan belum di baca.
aku hanya bisa mengakat alis ku dan berbicara dalam hatiku
"kenapa kak gina beberapa kali menelepon"ucap ku.
tak selang beberapa lama hp ku pun kembali berbunyi.
aku pun mengangkat nya,
sambil mengaduk adonan dan hp ku kuletakan hanya di bahu yang dihempit ke telinga kananku.
"hallo,!"ucapku,
aku pun memulai pembicaraannya.
terdengar suara dari kejauhan ujung telepon,kak gina seperti orang terburu\-buru dan panik,
"vinaa tolong kakak,kakak sedang di kejar preman,,cepat kemari,tolong kakak."
suara di ujung telepon,kak gina berbicara.
suara kak gina seperti ngos\-ngosan kehabisan nafas,sesekali nafas nya yang tidak beraturan terdengar jelas di telinga ku,yang masih mendengarnya,
dan seperti ada suara menangis ketakutan dari kak gina,
karna pada saat itu kak gina berlari sambil menelponku,
maka aku pun kurang mendengarnya.
"apaa?,bagaimana kak aku kurang mendengarnya"ucap ku sambil menghentikan adonanku,
kak gina pun menjelaskan lagi dengan mengatur nafasnya,aku pun kaget saat mendengar penjelasan kak gina lalu bertanya lagi padanya.
"kakak dimana aku akan kesana,cepatan share lokasinya'".ucapku dengan panik bukan kepalang.
"iyaaa,,aku ada di".
ucap kak gina.
suara kak gina pun putus secara tiba\-tiba.
aku semakin cemas saja karna pada saat itu dia belum memberikan lokasi kebaradaan dia,
mondar madir menunggu jawaban dari kak gina,dan menelpon nya kembali,namun tidak di angkat oleh dia.
"sial kenapa gak di angkat"ucapku dengan notasi cemas.
beberapa saat kemudian,pesan whatsap pun bergetar,
aku pun membuka nya ,ternyata pesan itu sebuah lokasi dari kak gina.
aku menghentikan acara membuat kue itu,dan tidak menghiraukan terigu yang berceceran di wajah ku dan badan ku.
lalu aku berlari ke belakang rumah untuk mengambil ketapel,dan pergi berlari lagi ke ruang kamarku untuk mengambil switter dan helem yang ada di meja ruang tengah.
aku pun bergegas keluar rumah dengan terburu\-buru,
mengambil motor yang terparkir di depan rumah,lalu menyalakan nya,
"berrr,trek tek,tek,"suara mesim motor.
motor itu pun hanya menyala sekali,
dan teryata malah ngadat alias mogok gak mau jalan lagi.
aku yang setengah panik pun mendengus kesal pada motorku sendiri,
"sialan di saat genting kayak gini,malah ngadat dasar motor butut",
ucap nada kesalku,sembari menepuk jok motorku dan menendang bagian bannya.
aku pun turun dari motor itu,dan tak menghiruakan nya,lalu berlari sekencangnya tanpa memikirkan helem yang masih ada di kepalaku,dan motor itu jatuh begitu saja tanpa aku standarkan.
'yahh namanya juga buru\-buru dan panik pada saat itu, apapun yang ada di dalam pikiran ku itu cuma keselamatan kak gina bukan yang lain lagi'.
aku pun berlari kepangkalan ojek,yang tak jauh dari rumahku.
dan menemukan salah satu tukang ojek yang mangkal,dan menempuk pundak kang ojek itu,lalu naik motornya,ojek itu pun kaget,tanpa basa basi aku pun berbicara padanya
"pak ,pak ayoo berangkat aku mau ke arah sini,,cepatan ya !! nyawa orang soalnya taruhannya"..
ucapku dengan nada cemas,
"iyaah,iya neng,eh hati\-hati neng naiknya,,udah siap belum,cuss kita meluncur"ucap kang ojek itu memastikan keselamatanku terlebih dahulu dan memacu motor nya.
kang ojek dan aku pun berangkat,
dalam hati dan pikiran ku selama di perjalanan adalah kak gina,
__ADS_1
aku sangat khawatir padanya saat itu,
ruas jalan pun kami lalui,
kemudian gps yang ada di hpku terlihat lokasinya dekat sekali.
aku pun menghentikan perjalanan itu,dan menepuk pundak kang ojek itu.
"apa disini lokasinya,,sudah lah aku harus cepat"gumam ku dalam hati.
"eh pak,pak disini aja,kita udah sampe,"ucapku dan sudah setengah lari turun terburu\-buru.
"eh neng neng ,, bentar dulu atuh,
ongkos nya mana,udah jauh\-jauh nganterin gak di bayar"ucap kang ojek dengan nada kesalnya.
aku yang sudah setengah lari pun menghentikan larian ku .dan menepuk jidat ku sendiri.lalu balik lagi ke arah kang ojek itu.
"ya ampunn lupa lagi,belum bayar,!!"ucap ku dengan senyum kecut
aku pun kembali ke ojek itu.
dan mengambil uang di saku celana depanku,dan menitipkan helem ku.
"eh maaf pak tadi lupa,buru\-buru nih uangnya kembalian nya ambil aja dan aku nitip helemku,hehe".
aku hanya bisa senyum canggung pada ojek itu.
lalu aku pun berlari lagi tak menghiraukan ojek itu.
"hati\-hati neng,jangan lari\-lari gitu".
ojek itu pun menasehati ku yang sudah tidak aku dengar dengan jelas dari kejauhan.
"yah uang nya pas gini gimana mau ngambil kembalianya,,itu anak bikin emosi aja".
kang ojek itu pun ngoceh sendiri melihat uang yang ku kasih hanya satu lembar dupuluhribuan,dia pun sambil ngelus dadanya.
aku yang sudah jauh dari jalan raya,terus menyusuri tempat\-tempat kebaradaan kak gina,hingga terhenti di sebuah tanaman pohon kecil yang lumayan rindang dan berjajar baris,dan aku pun mengendap\-ngedap di belakang pohon itu,
ketika aku melihat segerombolan preman itu di dekat rumah kosong.
"astagaa,lima preman mana bisa aku melawanya"gumam hati kecil ku bersuara.
aku pun memikirkan cara untuk mengalihkan mereka semua,dan pada akhirnya aku pun tersenyum sinis saat ketika melihat sarang tawon yang ada di atas mereka.
"hahah,ada gunanya juga aku bawa ketapel,,dan rasain jurus pamungkas untuk kalian"ucap pelan ku dengan senyum sinis ku,
aku pun mencari beberapa kerikil yang dekat dengan ku disana,sudah terkumpul banyak,aku pun menghela nafas panjang.
dengan mata satu yang mengarah ke sarang tawon dan mata satunya lagi fokus menyempit mengarah ke sarang tawon itu,
dengan tarikan di lengan ku pada karet ketapel,
aku pun melepaskan kerikil\-kerikil itu satu persatu,lalu tepat pada sasaran,
berulang kali aku pun merusak sarang tawon itu,kemudian terdengar suara tawon itu berkumpul
"wang,,uawang.."
segrombolan tawon pun berkumpul di atas preman itu.
salah satu preman itu pun mengadah ke atas,terkejut melihat tawon itu mengarah padan dan dia pun mengisyaratkan pada teman lainnya..
"hei lihat lah tawonnn itu mereka mendekati kita,ayoo larii..!!"
juga ikut kabur lari,.
aku pun hanya bisa tertawa geli melihat badan yang kekar itu tapi malah takut pada tawon itu,,
aku pun segera keluar dari tempat persembunyian,mencoba mendekati rumah kosong itu,
"kak ginaaa,k ak gina,,ayo keluar preman nya sudah gak adaaaaa!!!"
ucapku, dengan lantang nya memanggil kak gina.
kak gina yang tidak jauh dari tempat persembunyiannya di sebuah pohon besar akhirnya dia berlari menghampiriku dan memelukku.
"vinaaa,,akhirnya kamu datang,,aku,,aku takut sekali tadi.."
dengan isak tangis kak gina dan suara seraknya yang tak terbendung lagi.
aku pun hanya tersenyum dan mengelus rambut kak gina itu,dan mencoba menenangkannya.
"jangan khawatir kak,aku sudah ada disini,kakak jangan takut,kita akan hadapi sama\-sama"dengan meyakin kan kak gina sambil memegang satu tanganya dan satu tangan ku lagi menghampus air matanya di pipi itu.
setelah suasana hati kak gina tenang,dan kami pun sudah berada jauh dari tempat itu,kak gina pun menanyakan perihal preman tadi yang masih menunggu nya,d an hilang begitu saja.
aku pun hanya menggaruk kepala ku saja,dan tersenyum canggung sambil memperlihatkan katapel nya.
"ini ketapel,kenapa kamu membawanya"?..
ucap kak gina dengan nada heran pada ku.
"hehe,aku tadi ketemu dengan sarang tawon di pohon itu, lalu aku mencoba melempar kerikil itu pada sarangnya dan di bawah sarang itu ada preman\-preman itu,yaaa lalu begitu dehh kejadiannya,mereka lari pontang panting hahah".ucap dengan tertawa mencairkan suasana.
kak gina pun ikut tertawa juga dan mulai memahaminya.
di sepanjang jalan kami hanya bisa tertawa membayangkan kejadian itu,
sudah sampai di persimpang jalan raya menuju pasar,
kami pun ikut merasa lega,
karna sudah menemukan keramaian.
namun,tanpa di duga ternyata segrombolan preman itu,sudah ada berada beberapa meter dari belakang kami.
aku pun mulai mendapatkan pirasat yang tidak enak,
dan menoleh ke belakang,ternyta benar saja,
ada dua preman di belakang kami dengan sorotan mata yang tajam dan menakutkan mengikuti kami.
aku pun menggenggam erat tangan kak gina,
kak gina pada saat itu tidak memperhatikan arah belakang dan dia tidak tau preman itu yang sudah hadir mengikuti kami dari tadi.
"kak gina jangan menoleh ke belakang,dan jika aku berkata lari,kak gina harus lari,,ingat kak gina gak boleh menoleh kebelakang" ucapku berpesan mengingatkan pada kak gina.
kak gina yang pada saat itu kebingungan atas tindakan ku itu ,dia pun mulai merasa cemas.
"kak ginaa ayooo cepat lariii"
teriakan ku pun mengejutkan banyak orang di sebrang jalan raya itu terutama para preman itu,
__ADS_1
kami berdua pun lari,menyebrangi jalan raya,yang masih terbilang sepi.
dan di sebrang sana adalah pasar,yang lumayan rame.
karna aku berjalan di belakang,
dan kak gina ada di depan ku,
kak gina pun tidak memperhatikan langkah disekitarnya lalu dia pun terjatuh tiba\-tiba.
"brukk"dia terjatuh.
"aaww,sakit sekali".ucsp nya dengan rengekan suara kak gina yang menahan sakit di dengkulnya ,dan sedikit berdarah itu.
aku yang pada saat itu masih berlari dari belakang mencoba untuk membantu kak gina yang masih duduk di jalanan dan membangunkan nya.
"kak gina ayoo bangun".ucapku
sambil menjulurkan tangan dan mendekap memeluk pinggangnya untuk berdiri,
"kenapa bisa terjatuh?".ucapku
dengan nada cemasku.
"aku tadi tergelincir tidak memperhatikan jalan dan terpeleset menginjak batu itu,"sambil menujuk batu sedang.
"oke,tapi tidak apa\-apa kan,apa masih bisa berjalan,atau gak aku gendong dari belakang saja ?"ucapku
sambil sesekali aku menoleh ke arah preman yang sudah mau mendekati kami,
"tidak usah,ini hanya lecet dikit saja di dengkul,jadi aku bisa berlari dengan kaki sedikit sakit kok,ayo kita cepat lari lagi,, sebelum preman itu dekat,,"ucap kak gina yang sudah menyadari kehadiran preman itu.
dengan genggaman erat tangan kak gina pada ku.
aku pun hanya mengangguk,belum beberapa langkah berlari ada sebuah mobil sedan yang melaju cepat,dari arah samping kiri kak gina,
aku pun terkejut, kemudian aku menarik tangan kak gina dan mendorong dengan cepat kak gina ke depan.
"brukkkkkkk,mobil itu menabrak samping kanan ku yang tadinya sudah siap berlari,
namun naasnya ,aku terjatuh lalu tak menyadarakn diri.
cahaya yang tadi nya masih ada ,sedikit demi sedikit mulai redup dimataku dan hanya ada kegelapan pada saat itu.
"vivinaaaaaaaa" ucap kak gina dengan teriakannya,
pada saat itu kak gina pun histeris,.
mobil yang melaju itu pun terhenti, saat menabrak pohon pembatas di tepi jalan.
"vivina bangun,,vivina,,"derai tangisan kak gina membasahi pipiku yang ada di pangkuan dia,,
preman itu pun berhenti melangkah,dan mulai panik lalu berlari lagi ke belakang untuk kabur.
pada saat itu banyak orang berkumpul,
\*
tujuh hari berlalu, aku sudah berada di rumah sakit medical,
belum menyadarkan diri,akibat mungkin kecelakan yang begitu parah,dan membuat ku koma seminggu.
pukul jam 5sore,
aku mulai siuman,dan mencoba menggerkan telunjuk tanganku perlahan.
sedikit ada cahaya mulai menerangi mataku.
yang pada saat itu argo dan kak gina berada di samping pun ,mulai bersuara,,
"kak gina lihat,,kak vivina mulai sadar".
suara argo yang pertama menyadari aku mulai siuman.
"puji tuhan ,akhirnya vivina sadar,,cepat argo panggil dokter".suara khias kak gina,
argo pun keluar dari ruang ugd itu untuk memanggil dokter.
selang beberapa menit dokter dan suster di dampingi argo pun menghampiri ku,
dokter itu mengecek nadi di tangan ku,
memeriksa mata ku dengan sebuah senter kecil,dan sketkop nya memeriksa di atas dadaku.
perlahan\-lahan,aku pun merespon suara\-suara yang berada di telinga kananku,
suara itu seperti argo dan kak gina yang masih memanggil nama ku dengan terisak tangis.
aku yang masih memakai bantuan oksigen,dan beberapa selang di tanganku,
aku mulai membuka mata perlahan lalu melirik ke arah mereka berdua,
dan memberikan senyuman hangatku pada mereka yang selalu menjaga ku di rumah sakit,
aku pun mencoba menggapai pipi argo yang sudah menitikan air matanya itu,
tangan argo pun dengan sigap menuntun tanganku meraih pipinya,seakan akan dia paham ke inginan ku.
"jangan menagis,kamu adalah lelaki kuat,masa segitu aja cengeng".ucap suara pelan ku pada argo.
argo pun mulai tersenyum lebar terlihat gigi putihnya,dia pun mengahapus air matanya,
di ikuti dengan kak gina yang sedari tadi mengelus paha ku dengan menghapus air mata nya juga dengan sembari ikut tertawa kecil.
dokter dan suster pun ikut turut tersenyum dan merasa tugas nya akhirnya selsai dan menolong nyawaku sebisa mereka.
"kak vina,,jangan buat aku khawatir,,aku kesepian tanpa kak vina".
renghekan manja argo pada ku dengan dua tangannya menggenggam erat tanganku.
"maafkan kak gina ya,pada saat itu kakak tidak tau kamu mendorong ku tiba\-tiba ternyata kamu malah menolong ku dari mobil maut itu."ucap kak gina dengan
tangisannya yang pecah saat itu.
"sudah ini, bukan salah kak gina,,kak gina juga pasti begitu jika aku ada dalam bahaya,sudah jangan menangis nanti cantiknya hilang,"aku pun bersuara,dan tersenyum hangatku
pun mulai terlihat.
dokter itu pun membantuku untuk melepaskan benda yang ada di sekitar hidung dan mulutku itu,dan menggantikanya dengan selang di sekitar hidungku dan di bantu dengan susternya yang mengecek pelastik berisi cairan putih bening di atas sebuah tongkat besi yang panjang di sisi ku.
aku pun ingin mencoba membenahi tidurku menjadi duduk,
dan argo pun membantuku,lalu suster itu yang mengambil bantalan itu untuk menahanku dan aku pun menyandarkan ekor punggungku di belakang bantal.
dokter dan suster itu pun kembali keluar setelah memastikan ke adaan ku tadi.
__ADS_1