
dua tahun berlalu,
usia ku kini memasuki delapan belas tahun,
aktifitas dengan setiap pagi memasak untuk hidangan sarapan argo dan kak gina,
lanjut lagi dengan membuat adonan kue.
hari itu memang sangat cerah sekali,
entah mengapa aku kebahagiaan itu hadir lagi.
waktu sudah menujukan jam 10 pagi.
ada suara ketukan di pintu,pada saat itu rumah hanya tinggal aku dan argo yang masih berbaring menonton kartun kesukaanya di tv ,kak gina sudah berangkat pagi kepekerjaan barunya.
"tuk tuk tuk"suara pintu itu berbunyi.
aku yang sedari tadi masih mengolah adonan tak mendengar suara pintu ,argo pun bangkit dari tidurnya untuk membuka kan pintu itu,
"pagi".senyum khias seorang pria pada argo.
argo pun tersenyum dan membukakan pintu dengan lebar untuk pria itu masuk.
terdengar suara argo dari kejauhan.
aku yang sedari itu masih menata kue,dengan berpenampilan kunyel dan tepung terigu di wajah dan bagian badan ku pun.
aku pun dibuat terkejut saat argo membawa dokter xio ke dapur.
"argoo,,ehh dokter xio".aku pun tersenyum dan tertunduk malu.
argo pun tertawa kecil,dan dokter xio pun tersenyum hangat padaku,
kemudian argo pun kembali ke acara tvnya itu.
dan tinggalah berdualah aku dan dokter xio di dapur.
"ingin rasanya ku jambak rambut argo ,kenapa dia tidak memberi tahu ku dulu sebelum nya kalo ada tamu,mungkin saja aku bisa sedikit merapihkan penampilan ku ini".suara hati ku pun bergumuruh.
"vivina,kamu lagi bikin kue ya ?"melangkah mendekati ku dengan senyuman nya.
aku pun hanya bisa tersenyum canggung,
ketika dokter xio itu mendekat ke arah ku,dan tangan nya mendekati wajah ku.
aku pun merasa jantung ku berasa copot.
aku pun yang duduk pun tidak enak hati,dan mencoba berdiri dengan menahan meja,
hampir saja aku terjatuh,untungnya ada dokter xio pada saat itu lalu dia memelukku dari samping dengan tangan nya memegang meja sebagai penyaga.
dokter xio pun tersenyum,ketika mata kami saling bertatapan.
lalu tangan dia menyentuh bagian pipi ku lalu mengarah ke hidungku.
"kamu masih saja mimisan ternyata."
dia pun tertawa kecil pada ku.
aku yang sedari tadi sudah jantungan itu pun dibuat tersipu malu oleh ucapan dokter xio,
dokter xio pun mengelap mimisan ku dengan tisu yang sudah ada di meja makan .
lalu menyuruh ku duduk kembali.
"vina,kamu duduk dulu ya,pasti kamu pegal kan,,?".
dokter itu pun memegang bahu ku dan menuntun ku untuk duduk.
aku yang sedari tadi mematung,akhirnya
__ADS_1
mamatuhi permintaanya.
sesekali aku hanya bisa tersenyum pada dokter xio,
sudah hampir dua tahun kami tidak bertemu,waktu aku keluar dari rumah sakit itu.
memorie di rumah sakit..
"aku yang sedari tadi memperhatikan orang-orang yanga ada di depan ku,mencari satu sosok itu pun tidak menemukannya.
kak gina yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mataku pun ,menjawab setiap benakku.
"kamu mencari dokter xio ya'? dokter xio ada kok,cuma dia lagi di ruang oprasi katanya dia menitipkan salam untuk mu,da satu hal lagi mungkin dalam waktu dekat ini dia juga akan berkujung kerumah kita".senyum kak gina pada ku.
**
dokter xio pun membuyarkan lamunan ku,
"vina kamu baik-baik saja kan ?"
senyum hangat dokter xio.
aku pun hanya bisa tersenyum sesekali menggigit bibir saja.
"emm dokter kok tau rumah vina ,,? pasti kak gina ya yang ngasih tau ?"
aku pun heran kenapa dokter xio bisa tau rumah ku.
dokter xio hanya bisa tersenyum canggung.
"ehh ,,itu karna pada waktu itu aku meminta alamat kamu ke email nya gina..dan dia ngasih alamat itu cuma-cuma".dengan tawa kecilnya.
"oia jangan panggil aku dokter ya kalau aku di luar dinas,panggil nama ku aja xio biar kita saling mengenal".
ucap permintaan dokter xio itu.
aku pun hanya menaikan alis saja dan tersenyum.
aku pun senyum canggung dan xio pun hanya tertawa kecil.
"oia vivina maafkan aku ya ? baru menyempatkan datang ke rumah kamu,aku sebenarnya pada saat itu mau kerumah kamu setelah selasai oprasi pasien,namu sayangnya aku malah di tugas mendadakan di luar negri di singapure.
terpaksa menunda menjenguk kamu,,oia bagaimana keadaan kamu sekarang apa kamu selalu rutin cek up "?.
ucap perhatian xio pada ku.
aku hanya diam dan sesekali senyum tipis saja.
"jadi kamu gak mau cerita nih,,? ya udh deh aku pulang lagi !"
acam manja xio pada ku.
aku pun memberanikan diri untuk menjawa setiap pertanyaannya.
"begini lah keadaan ku,aku baik-baik saja kok ,,kak xio..dan lagi pula aku sudah sehatan kok jadi gak perlu cek up cek up an segala".
ucap penekanan ku pada xio.
xio pun hanya mengakat alisnya saja saat aku berkata tidak cek up lagi.
kemudian dia pun mengelus rambutku,
dab tersenyum.
aku hanya bisa diam dan sesekali tersenyum karna menahan detak jantung ku yang cepat ketika xio selalu menatap ku dan mengelus rambutku itu.
aku pun berpura-pura merapihkan meja yang berceran terigu,dan memasukan kue ke oven,
xio pun mencoba membantuku,namun aku menahan nya agar dia duduk manis saja,
karna tamu adalah raja ,maka aku menyuguhkan beberap kue ke dia,
__ADS_1
dia pun menikmati kue buatan ku itu.
"vivina kue buatan mu enak sekali,aku baru pertama kali loh mencobanya tapi dibuat ketagihan terus sama kue kamu".
pujian yang di lontarkan xio pun membuat ku tersipu malu.
"ahh kak xio bisa aja,lagian kue yang aku buat juga masih standar kok dan banyak orang juga yang membuatnya bukan karna aku aja,,"
aku mencari alasan supaya xio tidak memuji ku berlebihan.
xio hanya tertawa kecil saja,dan xio menawari ku untuk mengorderkannya pada temannya yang sebentar lagi meresmikan perusahaan baru nya yang ada di korea.
aku pun terkejut dengan tawaran itu.
"apaa,,orederan buat ceo teman kak xio,,?apa tidak memalukan kue-kue ku kan standar dan tidak enak juga".
aku merendahkan diri dulu,dan meyakin kan kak xio.
namun kak xio masih kekeh untuk mengorderkan kue ku pada temanya itu,dan aku pun hanya pasrah.
argo yang sedari tadi menguping pembicaraan kami pun terkejut dan menghampiriku juga xio.
"kak ambil aja tawaran nya,kita kan butuh dana juga nanti..siapa tau setelah menjadi ownernya ,kue kita laku keras setelahnya,secara gitu ceo itu pasti punya kenalan pembisnis ternama . "!
rengengkan manja argo pun membuyarkan pikiran ku yang pada saat itu tidak bisa menerima orderan itu.
dan sekali lagi ketika melihat mata argo, aku pun mulai meniatka menerima nya pesanan itu.
dan pada akhirnya argo pun senang dan bahagia.
"aku janji akan membantu kakak".
aku hanya bisa tersenyum ketika argo senang dengan tawaran itu,dan terutam xio juga,dia larut dalam kehangatan keluarga ku.
waktu sudah sore,xio pun berpamitan untuk pulang dan bertemu dengan temannya.
dua tahun menghilang dan bertemu kembali lagi dengan dia,membawa kebahagiaan yang tersimpan dalam selama ini di benak ku.
entah karna perlakuan dia ,rasa perhatiaan dia itu membuat hati ku luluh pada nya,.
aku hanya bisa berdoa agar aku dan dia bisa bertemu kembali.
***
setelah meninggalkan kediaman aku,,xio pun membawa mobil mewahnya untuk pulang.
dalam perjalanan nya dan fokus nya terhadap setir kemudinya.
suara hp yang di nyalakan di mobilnya itu pun berbunyi,seseorang memanggil dia.,lalu dia pun mengambil benda seperti handsat itu yang bentuk nya panjang dikit, dan memakai nya di telinga kanan nya.
"hallo,," suara di ujung telepon.
"iyaa,,aku bentar lagi sampai tunggu saja aku".
xio pun menuntup telpon nya dan fokus terhadap setirnya.
beberapa menit kemudian dia sampai di kediaman perumahan elit,
dan penjagaan yang begitu ketat,tak lupa juga mobil nya di periksa penjaga rumah itu,
lalu setelah pemeriksaan dia pun masuk ke area parkiran nya.dan turun,
pakaian dia sangat rapih,memaki jas berwarna hitam dengan di baluti kemeja di dalam nya dan sepatu yang masih bersih berwarna coklat ,sambil merapihkan kemejanya dan menutup kembali mobil mewahnya itu.
di depan pintu pun dia disambut asisten pribadinya,yang sudah lama menunggu.
lalu memasuki rumah teman nya itu.
setiap pelayan juga menghormati xio dan memberi salam.
karna xio termasuk orang yang ramah dia selalu memberikan senyuman nya.
__ADS_1
setelah berada di ruang keluarga,teman nya itu menyambut xio dengan pelukan.