
aku hanya bisa menikmati jamuan-jamuan yang diberikan pelayan peri,
mereka sangat menghormatiku,memanjakan ku,dan membuat ku nyaman dalam istana ini.
aku pun menyusuri seluruh ruang istana ini dengan sebuah karpet terbang,
"cucuku,ini adalah karpet terbang milikku,silahkan kau telusuri lebih dalam istana ini,dan kamu akan di temani oleh peri awan,dia yang akan menjaga mu"
ucap kakek lim padaku.
aku pun hanya bisa tersenyum lebar dan menganggukan kepala,
lalu kakek ku pun membantukku menginjaki karet itu dan duduk di karpet itu,
perlahan lahan karpet itu mulai mengambang di atas,lalu berjalan seperti di terpa angin,
peri awan pun duduk di atas karpet itu,
kami pun menyusuri semua tempat.
"kamu peri awan siapa nama nya ?"ucap ku dengan tersenyum.
"aku zee peri awan generasi ke lima penerus penjaga awan"ucap peri itu dengan riang.
aku pun hanya bisa terpukau mendengarnya.
"lalu keluarga mu tinggalnya dimana?" ucap ku lagi dengan penasaran.
"mereka tinggal di awan sana,apakah tuan putri mau kesana"sambil menujuk awan yang menggumpal penuh .
aku pun hanya bisa tersenyum dan mengangguk.
"karpet won ayo kita kerumah peri awan,yang mulia tuan putri mau kesana".
karpet itu seakan-akan mengerti ucapan peri itu.
mereka pun membawa ku ke awan putih itu,
aku pun di sambut dengan riang oleh para peri penjaga awan itu,
terlihat jelas awan itu putih seperti salju,
biasanya kan awan kalau dia atas bumi akan memudar setelah nya namun awan disini beda dia seperti awan yang padat dan kokoh bisa di pijaki oleh ku juga,meski aku hanya bisa duduk diatas karpet sih heheh.
beberapa peri pun datang menemui peri zee,
"sodaraku perkenalan ini adalah yang mulia tuan putri anak dari yang mulia raja dan ratu peri."
ucap zee memperkenalkannku dengan riang.
"hallo aku vivina,kalian boleh memanggil nama ku dengan sebutan vinaz"ucap ku sembari memperkenalkan diri.
para peri pun menyambut hangat ku dengan memutari kepala ku dan memberikan butiran salju awan,
aku hanya terpukau saat itu dan merasa ini adalah penyambutan terbaik setelah di istana nanti.
kami pun bersenda gurau menikmati candan kami,
hingga peri zee pun menemuiku untuk segera kembali ke istana karna dia di panggil oleh kakek,aku hanya bisa mengerutkan kening ku.
karna yang kulihat mereka tak menggenggam hp,mana bisa kakak juga memanggil mereka.
aku pun hanya bisa menggangguk.
kami pun pergi ke istana lagi,
sesampai nya disana kakek ku pun menunggu ku dan tersenyum.
"cucuku apa kah kau puas bermain-main"ucap kakek lim sembari menjulurkan tangan nya padaku .
aku pun berdiri dan melangkah perlahan memegang erat tangan kakek lim.
__ADS_1
kakek lim pun mengajak ku kedalam sebuah ruangab rahasia,
disana ibunda dan ayah telah menunggu ku.
kami berdua pun masuk.
penjagaan di luar sana sangat ketat.
maka kakek lim pun bisa leluasa berbicara pada ku .
aku hanya mengerutkan alisku ketika ada sebuah pusaka langit yang tersimpan lama disana.
"cucuku,ini adalah pusaka langit peri,
ini di namakan pedang perak naga langit,pedang ini sudah lama berada di dalam sini,ini merupakan sumber pusaka yang amat di cari oleh banyak orang terutama dari musuh abadi peri langit.
yaitu naga api siluman,"
ucap kakek dengan notasi dingin.
aku pun terkejut mendengar ceritanya ayah dan ibukku hanya bisa memeluk erat samping ku dan mengusap punggung dan kepalaku.
"lalu apa hubungan nya dengan ku kek"ucapku dengan penasaran.
kakek ku pun mengehela nafas panjang dan mulai bercerita.
"kamu adalah seorang putri pembawa kehidupan baru,
kamu di tunjuk oleh penguasa dari segala penguasa langit,untuk menghentikan kekacuan yang akan terjadi,
kamu di lahirkan kembali karna untuk menolong kehidupan peri juga kehidupan di langit ini,
nyawa kami tergantung dirimu,,ratusan tahun yang lalu
musuh abadi yang hidup abadi telah kami segel,
namun sangat di sayangkan dia berhasil meloloskan diri kembali
karna ada seseorang yang menyelinap ke hutan angker itu untuk membuka segel nya kembali,
karna dia ingin menguasai seisi langit semesta,
maka dari itu kau lah penabur kehidupan baru untuk kami bertahan,
dalam dirimu ada mata air kehidupan yang membawa seseorang untuk membunuh musuh kita,
dia adalah seorang pendekar naga perak mahkota emas,
dia yang akan memusnahkan musuh abadi kita,
karna itu lah kau hadir kembali untuknya,
pusaka ini adalah milikmu,kau juga akan ikut berperang melawan nya,
jika kamu bisa menusukkan pusaka ini ke jantung nya ,maka dia akan musnah,
kehidupan kita akan lebih lama lagi.
dan kutukan di istana langit akan tiada."
ucap kakek ku dengan kesedihan nya.
aku hanya bisa mematung mendengarkan ucapan kakek ku sendiri.
ai mata ibunda ku pun terjatuh sama hal nya dengan ayah ku,
mereka seperti menyimpan kesedihan yang terlalu lama,
hingga aku pun lemas mendengar nyawaku adalah nyawa mereka juga.
kepala ku pun pusing dengan tidak sadar aku jatuh di pangkuan ayah ku sendiri,
__ADS_1
ibuku pun histeris meminta kakek ku untuk membawa ku ke dalam kamar istana nya.
beberapa jam kemudian aku pun mulai siuman,
terlihat jelas wajah ibunda ku sedang menungguku,
"anakku apa kah kau baik-baik saja,"ucap ibunda ku dengan nada cemas.
aku pun menyusurui sudut ruang dengan mataku.
"aneh harus nya aku kan bermimpi kenapa semua ini seperti nyata"ucapku lagi dalam hati.
ibunda ku pun memeluk ku,aku hanya berdiam diri saja.
"anakku ini adalah kenyataan ,kamu memang berada di dalam istana ini,kakek mu yang membawa mu kesini"ucap ibunda ku dengan meyakin kan ku.
aku pun hanya mengucek dan menggeleng-gelengkan kepala bahwa yang kulihat ini memang adalah mimpi,namun sayang nya itu hanya membuat kepala ku semakin pusing saja.
"bunda apa yang di ucapkan kakek itu benar"ucap ku lagi dengan memastikan ekpresi wajah ibundaku.
"iyah nak,itu benar,ini adalah tanggung jawab mu,aku juga sebenarnya tidak mau ini terjadi namun takdir tidak bisa tuk di ubah,"ucap ibunda dengan menitih kan air matanya.
aku pun langsung meraih wajah ibunda ku dan menghampuskan airmatanya bermaksud menghiburnya dengan kata-kataku,
"aku akan melakukan nya demi ibunda dan ayah,
aku akan memastikan siluman raja naga api itu musnah,aku akan membawa kehidupan baru untuk semua nya,percayakan padaku,kalian akan bahagia disisiku"
ucap ku sembari memeluk ibunda ku.
ibunda ku pun memeluk erat tubuhku,
dan mencium kening ku.
dari balik pintu istana kamar ayah dan kakek ku pun saling memandang dan kakek pun tersenyum sembari menepuk bahu ayah ku,
ayah ku hanya bisa pasrah dan menunduk,kemudian mereka pun memasuki kamar kami.
"cucuku apa kau sudah membaik"ucap kakek lim,
aku pun melepaskan pelukan ku pads ibu,dan menoleh pada kakek lim.
"aku baik-baik saja,hanya saja tadi aku sangat pusing"
ucap ku sembari memijat kening ku.
kakek ku pun hanya tertawa kecil,
di pun memberikan arahan pada ayah dan ibuku untuk keluar,mereka berdua pun pamit,
tinggalah berdua aku dan kakek.
kakek pun mendekati ku ,dia pun menjulurkan tangan nya kembali,
dan terlihat lah sebuah kotak yang tak asing lagi di mataku.
"kakek,bukannya ini kotak dari al,dan kakek kenapa bisa ada di tangan mu"ucap ku dengan penasaran.
kakek ku hanya bisa tertawa mendengar pertanyaan ku.
"cucuku,ini adalah kotak dari ku yang telah ku titipkan pada sahabatku,,
dan sahabatku ini memberikan nya pada cucunya ,dia pun menitipkan kembali pada cucunya agar dikembalikan pada pemiliknya ya itu kamu."
ucap kakek lim sembari tersenyum.
aku hanya terkejut mendengarkan nya,
dan menyentuh kembali kotak itu,
"jadi apa yang di ucapkan al juga benar,dan lukisan itu apa semua nya itu juga benar"ucap ku kembali denga membuka lebar mulut ku.
__ADS_1
kakek ku pun hanya mengangguk dan mengelus kepala ku lagi.
bersambung...