
Aditpun salah tingkah dan memilih berjalan keluar kamar Rio, diikuti oleh citra dibelakangnya.
Citra mengerutkan alisnya saat melihat Adit yang bukannya berjalan menuju pintu keluar malah duduk disofa ruang tengah rumah citra.
"loh pak Adit kenapa duduk disitu? *tanya citra dan dibalas dengan cengiran kuda oleh Adit.
"apa kamu tidak mau membuatkan kopi untuk tamu kamu citra"
"maaf pak, tapi ini sudah malam, saya tidak menerima tamu"
"tapi badan aku terasa sakit semua cit, kepala aku juga pusing banget, kayaknya baku nginep aja deh disini"
"apa? *teriak citra
"hustt nanti Rio dengar.
"lebih baik pak Adit pulang saja sekarang" *citra mendekati Adit dan menarik tangannya untuk keluar dari rumah citra.
Aditpun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Adit menarik tangan citra membuat citra terjatuh diatas tubuh Adit.
Mereka berdua saling menatap menyalurkan rasa rindu yang bertahun-tahun mereka rasakan.
wajah Adit sudah Mendekat kewajah citra dan bersiap untuk mencium bibir ranum citra yang sangat menggoda.
Namun, belum sempat bibir mereka menempel lagi-lagi Rio datang dan menggagalkan moment romantisan antara mereka berdua, Adit tidak bisa kesal kepada Rio karena Rio tidak tau, sedangkan citra merasa lega karena lagi-lagi dia diselamatkan oleh Rio anaknya.
"mami"
"iya sayang"
.
"Lio mau tidur sama mami, ayo mi"
"iya sayang, Rio tunggu mami dikamar ya, mami mau ngeluarin tikus dulu sebentar"
"," walaupun Rio bingung,namun dia tetap mengangguk dan pergi ke kamarnya.
Baru saja citra ingin berbalik badan, tangan kekar Adit melingkar diperut langsingnya "apa tadi kamu bilang?
__ADS_1
"pa, pak Adit, lepasin tangan anda" *citra mencoba melepaskan tangan Adit yang erat memeluknya .
"aku mau dengar lagi tadi kamu bilang apa? *Adit berbisik ditelinga citra, membuat bulu kuduk citra berdiri.
"saya tidak bilang apa-apa pak Adit"
"kamu pikir aku tuli sayang, Adit mulai mencium telinga citra"
"pak Adit tolong jangan seperti ini"
"sekarang coba katakan apa yang tadi kamu bilang ke rio"
"maafkan saya pak Adit, tolong lepaskan saya"
Aditpun akhirnya melepaskan pelukannya pada tubuh citra, namun sebelum itu dia sempat mengecup kening citra cukup lama, citra yang terbawa suasana memejamkan matanya.
"Ya Tuhan pak Adit" *citra mendorong adit cukup keras, hingga Adit hampir terjatuh kelantai.
Citra langsung berlari ke kamar Rio karena merasa sangat gugup dan malu.
Melihat citra yang berlari kekamar Rio, Adit berbalik kearah pintu dan pulang tanpa mengejar citra, percuma jika Adit mengajak bicara citra saat ini, citra tidak akan mau meladeninya.
"bisa-bisanya tadi aku malah menikmati kecupan Adit, b*doh,b*doh, pasti saat ini dia sedang menertawakan aku, huwwaaa ibu"* citra tidak bisa tidur karena terus merutuki kebodohannya.
Hingga pukul 4 pagi citra baru bisa memejamkan matanya.
Sama seperti citra, adit yang sudah sedari tadi sampai diapartemennya, juga merasakan apa yang citra rasakan saat ini, Adit terus saja menyunggingkan bibirnya, mengingat kejadian tadi bersama citra.
"citra kenapa kamu harus menjaga jarak denganku jika kamu masih mencintai aku, asal kamu tau cit, aku juga masih sangat mencintai kamu"
Adit sangat yakin jika perasaan citra masih sama seperti dulu, sama seperti perasaan Adit pada citra.
Adit terus saja mengenang perjalanan cintanya dengan citra, hingga matanya terpejam karena sudah sangat mengantuk.
Pagi harinya
Rio yang kaget dengan suara alarm diponsel milik maminya terbangun dari tidurnya, Rio menoleh kearah maminya yang masih tertidur pulas, padahal matahari sudah mulai meninggi.
"mami bangun mami" *Rio mencoba membangunkan maminya, karena Rio takut maminya terlambat berangkat kerja.
__ADS_1
Citra yang masih sangat mengantuk hanya bergumam tanpa berniat membuka matanya.
"Rio tidur lagi sayang, masih malam, kalau mau main besok lagi ya"
"mami tapi ini udah siang mami"
"Rio ngga boleh ya bohongin mami, mami masih sangat mengantuk sayang" *ucap citra masih terus memejamkan matanya.
"Lio nda Boong mami, ini udah siang"
Citrapun mencoba membuka matanya yang masih sangat berat, dia melihat kearah jendela dan terkejut ketika melihat matahari yang sudah naik sangat tinggi, dan pandangan matanyapun kini beralih ke jam dinding yang berada dikamar Rio.
#DAM#
"ya Tuhan apa aku tidak salah melihat, kenapa sudah jam setengah delapan? aduh bagaimana ini" *citra langsing berlari kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya, sedangkan Rio yang melihat maminya ikut turun dari ranjang namun keluar dari kamar dan berjalan keruang tengah menunggu youna yang hari ini sudah mulai masuk.
Benar saja disana Rio melihat youna yang ternyata baru saja sampai dirumah maminya, younapun yang biasa datang pukul 7 pagi, hari ini masuk telat, karena youna harus merawat ibunya terlebih dahulu.
"Rio maaf ya ibu datang telat, apa mami kamu masih didalam, dia pasti terlambat"
"ibu kok Balu datang"
"iya soalnya ibu harus merawat nenek dulu, yasudah Ayuk ibu mandiin Rio dulu, nanti kita makan, ini ibu bawain makanan" *ucap youna dan memperlihatkan Kantong plastik berisikan makanan ditangannya.
"iya ibu"
Saat youna dan Rio baru saja sampai ditengah tangga, mereka berpas-pasan dengan citra yang sangat terburu-buru karena dia sudah sangat terlambat.
"kak titip Rio ya, maaf citra ngga sempat mandiin sama bikin sarapan "
Belum sempat youna menjawab citra sudah ngacir keluar apartemen.
Younapun masuk kekamar Rio dan memandikan Rio.
Selesai memandikan Rio, youna mengajak Rio untuk sarapan bersamanya.
Baru saja youna menyuapi rio suara bel rumah berbunyi, youna mengira jika itu adalah citra.
Namun hingga beberapa kali, bel pintu masih tetap berbunyi, youna berfikir jika itu benar citra tidak mungkin dia memencet bel kan, citra kan yang paling tau berapa password pintu rumahnya.
__ADS_1
Kalau bukan citra, lalu siapa yang pagi-pagi berkunjung kerumah citra?