PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 41


__ADS_3

Adit tersenyum menatap citra yang sedang berlari ketakutan seperti dikejar setan.


"dasar wanita keras kepala, tenang sayang, cepat atau lambat kamu dan Rio akan menjadi milikku"


Aditpun berjalan menyusul citra keparkiran.


Sedangkan citra yang baru sampai diparkiran Segera masuk kedalam mobil dan berniat menyalakan mesin mobilnya, namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Mia" *citra kaget karena tiba-tiba Mia datang dan mengetuk kaca mobilnya.


Mia adalah salah satu karyawan yang dipecat oleh Adit tadi siang, dia juga teman akrab seryl dikantor.


"Bu citra, tolong buka sebentar pintunya Bu" *pinta Mia sembari mengetuk-ngetuk kaca pintu.


Citra sebenarnya sangat malas berbicara dengan Mia, citra tau pasti ini berhubungan dengan pemecatan mereka, namun citra tidak bisa pergi begitu saja kan? dan akhirnya dengan ragu citrapun membuka kaca mobil miliknya "ada apa ya mba Mia?


"Bu citra, ada yang ingin saya sampaikan kepada anda Bu citra"


Citra mengerutkan keningnya " mba Mia mau menyampaikan apa mba?


Citra membuka pintu mobilnya dan turun, agar mereka berdua bisa leluasa untuk mengobrol.


Mia mulai menceritakan semuanya, mulai dari siapa yang menyebarkan gosip antara Adit dengan citra, siapa dalang dari pemanfaatan citra , hingga rencana seryl yang berniat ingin memberi pelajaran untuk citra, Mia meminta agar citra selalu berhati-hati.


Citra dibuat kaget bukan main mendengar cerita Mia, dalam hatinya citra berfikir "sebenarnya apa salahnya pada seryl, sampai membut seryl begitu membenci dirinya"

__ADS_1


"saya hanya meminta agar ibu citra bisa menjaga diri baik-baik Bu, saya sangat mengenal seryl, dia bahkan bisa melakukan hal yang membahayakan nyawa, bukan hanya dengan orang yang dia tidak suka bu, tapi dengan keluarganya"


#deg#


"ya Tuhan" *tanpa terasa citra meneteskan air mata, dia tidak akan pernah bisa menerima, jika sampai seryl mencelakakan Rio.


"maafkan saya Bu, karena sudah terpengaruh dengan ucapan seryl, saya menceritakan semuanya kepada Bu citra, bukan bermaksud untuk meminta Bu citra agar membantu saya, tapi saya hanya berfikir jika selama ini saya salah sudah membenci orang sebaik anda "* Mia mulai menangis, terlihat jelas diwajahnya, jika mia sangat menyesal dan tulus meminta maaf kepada citra.


"saya juga minta maaf jika selama ini saya punya salah sama mba Mia dan teman-teman mba Mia"


"tidak Bu citra, anda tidak mempunyai salah apapun kepada kami, Kamilah yang bersalah, sekali lagi saya minta maaf dan saya permisi dulu Bu citra"


"," citra mengangguk tanpa berniat menjawab ucapan Mia.


Citra menangis hingga tubuhnya bergetar, dia tidak menyadari jika sedari tadi ada satu pasang mata yang sedang memperhatikan dirinya, bahkan dia mendengar semua yang dibicarakan Mia dengannya.


Dia bahkan sangat emosi dengan apa yang haru saja dia dengar "tidak ada satupun orang yang bisa membahayakan keluargaku, ingat itu wanita ja*ang , sayang tenang saja, aku akan selalu menjaga kamu dan rio" *gumamnya sembari terus memperhatikan citra yang masih menangis.


Cukup lama citra menangis dan menumpahkan semua ketakutannya, hingga tiba-tiba ada tangan kekar yang mengangkat tubuhnya, lalu membawanya kearah mobil miliknya, siapa lagi kalau bukan Adit.


Citra sempat kaget saat tiba-tiba tubuhnya diangkat oleh seseorang, namun saat citra tau itu Adit, citra justru merasa aman digendongnya.


Entahlah, walaupun dia mencoba menghindar dari Adit, namun untuk saat ini dia sedang membutuhkan orang yang melindungi dia dan rio, dan dinegara ini hanya Adit dan youna yang dia kenal.


Adit tersenyum ketika melihat citra tidak memberontak saat digendong olehnya, justru citra melingkarkan kedua tangannya dileher Adit.

__ADS_1


"kamu dan Rio akan aman disisiku sayang, karena aku tidak akan membiarkan siapa saja untuk mencelakai kalian"


"," citra kembali menangis dan mempererat pelukannya


Adit terus berjalan menuju parkiran mobil khusus CEO yang berada tidak jauh dari parkiran mobil citra.


Sampai disana, Adit memasukan tubuh citra kedalam mobil dan menjalankannya menuju apartemen miliknya.


Citra hanya diam mengikuti kemana Adit pergi, hingga keningnya mengerut ketika melihat jika arah mobil tidak menuju ke apartemennya.


"pak Adit mau bawa saya kemana?


"ke apartemen ku"


"un, untuk apa anda membawa saya kesana pak Adit? *citra gugup mulai gugup.


Adit memukul pelan kening citra "jangan berfikir yang macam-macam, aku cuma mau mandi dan ganti baju dulu sebelum mengantarkan kamu pulang"


"ta, tapi kan Pak Adit bisa mandi setelah mengantarkan saya"


"hustt, sudah kamu diam saja, ini kan mobilku terserah aku dong mau kemana dulu"


"CK" citra berdecak mendengar ucapan Adit yang sangat menyebalkan ditelinganya.


Merekapun kembali diam dan menatap kedepan.

__ADS_1


__ADS_2