
lalu?
Adit yang saat ini sudah berdiri didepan citra, menjulurkan tangannya dan mengusap lembut bibir citra.
"kalau aku minta ini apa boleh citra sayang?" *ucap Adit dengan nada sangat lembut.
Citra langsung membuang mukanya "jangan bercanda pak Adit" *ucap citra dengan suara yang sangat dingin.
Adit tersenyum "ya tuhan, kontrol Adit jangan sampai citra marah sama kamu" *ucap Adit dalam hati.
"iya, iya maafin aku citra"
"," citra mengangguk "bagaimana pak, apa anda mau berubah pikiran dan membatalkan pemecatan mereka?
"," Adit menggeleng "tidak akan pernah"
"saya mohon pak Adit, maafkan mereka" *citra menangkupkan kedua tangannya, memohon agar Adit mau memaafkan seryl dan kawan-kawan.
"jawaban saya tetap tidak" *ucap tegas Adit.
Citrapun diam, dia sudah kehilangan cara untuk membujuk Adit, Adit sangat keras kepala dan tidak terbantahkan.
"sudah lebih baik kamu kembali keruangan kamu citra"
"," citra menggeleng
"percuma saja kamu terus meminta ku untuk tidak memecat mereka, karena keputusanku sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat"
Citra kaget dan menatap wajah Adit yang saat ini sangat serius.
Adit berbalik dan berjalan kembali kekursi kebesarannya.
"kamu kembali saja keruangan kamu, jangan meminta hal yang tidak akan mungkin aku kabulkan" *ucap Adit talak.
Citra yang merasa sudah benar-benar tidak ada kesempatan untuk membantu seryl dan kawan-kawan pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Hingga satu pikiran tiba-tiba terlintas di pikiran citra , "apa aku benar-benar harus memberikan ini untuk dia, agar dia mau mengabulkan permintaanku "ucap citra dalam hati sembari tangan kanannya memegang bibir miliknya
Citra mendekati Adit yang baru saja duduk dikursinya.
"pak Adit"
__ADS_1
"hmm"
Citra berjalan menuju kursi Adit dan berdiri disebelahnya.
Aditpun memutar kursinya agar mereka berhadapan.
"apa jika saya menyerahkan ini untuk anda, anda mau membatalkan rencana pemecatan mereka?
Adit membulatkan matanya mendengar ucapan citra, Adit berdiri dan memeluk pinggang wanita tercintanya.
"hei, apa kamu serius dengan ucapan kamu barusan?
"," citra mengangguk "asal anda tidak jadi memecat mereka, saya bersedia menyerahkan bibir saya untuk anda "
"lagi pula anda yang pertama kali mencium bi*ir saya, dan hanya anda satu-satunya laki-laki yang sudah menikmati bi**r saya" *ucap citra dalam hati
Adit mengerutkan keningnya "citra, citra, lugu sekali kamu sayang, bahkan kamu rela memberikan ciuman kamu, yang aku tau itu sangat berat untuk kamu, demi mereka yang hanya memanfaatkan kamu"
"bagaimana pak Adit, apa b*bir saya tidak menarik sekarang?
"sayang, jika nanti aku menikmati bi*ir ini, aku tidak yakin mau melepaskannya begitu saja" *Adit mengusap-usap lembut bi*ir ranum citra dengan senyum yang tidak pernah hilang.
"ya Tuhan apa keputusan aku untuk menyerahkan bi*ir ini kepada Adit, agar mereka tidak jadi dipecat sudah benar? *pikir citra.
"silahkan jika dengan cara itu anda mau mengabulkan permintaan saya"
Citra memajukan wajahnya dengan mata yang terpejam.
Adit yang melihat itu tersenyum, bisa saja Adit memanfaatkan citra agar dia bisa menikmati ciuman yang sudah 4 tahun ini dia rindukan, ciuman dari wanita pertama' yang ada dihatinya
Namun jika Adit melakukan itu, terus apa bedanya Adit dengan seryl dan kawan-kawan.
Adit memajukan wajahnya ke wajah citra namun bukan untuk menciumnya melainkan membisikan sesuatu ditelinga wanitanya itu.
"sayang, aku takut jika kamu akan habis aku makan"
Citra membuka matanya saat mendengar bisikan Adit, citra mundur satu langkah menjauh dari tubuh Adit dengan wajah kesalnya.
"apa pak Adit mempermainkan saya"
"," Adit menggeleng "mana mungkin aku mempermainkan kamu, apalagi untuk mencium bibir kamu yang sangat candu untukku"
__ADS_1
"lalu, kenapa tadi anda tidak melakukannya"
"aku tidak mau melakukannya jika kamu terpaksa"
"," citra terdiam.
"citra, apa kamu tau, mereka itu tidak sebaik dan tidak semenyedihkan seperti yang kamu pikirkan?, kamu hanya dimanfaatkan oleh mereka"
"maksud anda?
"lihat ini"
Citra mengikuti arah tangan Adit yang menunjuk layar laptopnya, menunjukan rekaman cctv dimana seryl dan kawan-kawan sedang membicarakan
dirinya.
Tanpa terasa air mata citra menetes, dia sangat kecewa dan juga malu dengan Adit, bahkan dia sampai menurunkan harga dirinya agar keluarga mereka masih bisa mereka nafkahi, tetapi semua hanya kebohongan belaka, citra hanya dimanfaatkan untuk kepentingan mereka.
Adit yang melihat citra menangis memeluk tubuh citra dan mencium kening citra.
Citra yang sedang dalam suasana hati yang tidak baik hanya diam tanpa menolak pelukan Adit, karena dia memang sedang membutuhkan pelukan itu untuk menenangkan hatinya saat ini.
"are you okey?
"," hiks ,hiks *citra akhirnya menumpahkan kekesalan dan kekecewaannya.
"kenapa mereka melakukan ini kepada saya, apa sebenarnya salah saya pada mereka"
Adit mengusap-usap punggung citra agar lebih tenang "itu sebenarnya alasan kenapa aku tidak mau mengabulkan permintaan kamu"
"," citra kembali menangis "tapi kenapa kamu harus mempermainkan aku terlebih dahulu, kamu jahat, kamu jahat " *citra memukul dada bidang Adit, namun Adit justru semakin memeluk citra dengan erat.
Dilain tempat
Jung Soo berdiri dari kursinya dan membawa 5 amplop yang berisi surat pemecatan, yang sudah dia buat sekitar 30 menit yang lalu, setelah mendapat tanda tangan dari Adit.
Jungsoo berjalan keruang yang dia pakai untuk mengumpulkan 5 orang yang berada rekaman dicctv yang dia dan Adit lihat tadi pagi.
Diruangan tersebut seryl dan kawan-kawan, sedang tersenyum bahagia karena mereka berfikir jika jungsoo meminta mereka berkumpul, untuk memberitahukan jika pak Adit sudah memaafkan mereka dan tidak jadi memecat mereka.
Krek# pintu ruangan terbuka dan jungsoo masuk kedalam
__ADS_1