PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 23


__ADS_3

Diguyuran shower Adit kembali mengingat wajah citra yang semakin cantik dan gayanya terlihat sangat dewasa.


"masih tetap cantik kamu sayang" *tanpa sadar Adit memanggil citra dengan sebutan sayang seperti dulu.


Selesai membersihkan tubuhnya, Adit memakai baju dan berbaring diranjangnya.


Adit terus saja mengingat kejadian hari ini, mulai dari awal dia bertemu lagi dengan wanita yang sangat dia cintai sampai saat ini, hingga dia mengantarkan dia ke apartemennya.


Dilain tempat citra baru saja keluar dari kamar Rio setelah melihat dan mencium kening anaknya yang sudah tertidur nyenyak dengan memeluk boneka kelinci kesayangannya.


Citra kembali ke kamarnya dan berbaring diranjangnya, dia juga memikirkan pertemuannya kembali dengan Adit "apa perasaan kamu ke aku masih sama seperti perasaan aku ke kamu mas" *gumam citra dan tidak lama diapun terlelap.


Pagi harinya


Citra seperti biasa, setelah bangun dia akan langsung mandi dan mengganti baju dengan baju kerjanya, lalu sedikit memoles wajahnya.


Selesai dengan kegiatan pribadinya, citra pergi kedapur untuk memasak sarapan untuk Rio dan dirinya.


Saat sedang asyik berkutat dengan peralatan dapurnya tiba-tiba tangan kecil Rio memeluk kaki citra dan sukses mengaketkan citra "astaghfirullah" *ucap citra.


"mami" *panggil Rio dengan masih betah memeluk kaki citra.


"sayangnya mami sudah bangun ya"


"," Rio mengangguk "mami gendong mam"


"sebentar ya sayang mami lagi tanggung masak, kamu kekamar dulu nanti mami kesana"


"," Rio menurut dan kembali kekamarnya menunggu maminya selesai masak.


Rio termasuk anak yang cerda, tidak rewel dan selalu menurut pada maminya, bahkan diumurnya yang baru saja menginjak tiga tahun kecerdasan Rio sudah setara dengan kecerdasan anak yang berusia 6 tahun.


Dia sudah bisa membaca dan berhitung, ingatan Rio juga sangat tajam.


Setelah menyelesaikan masakannya dan menyiapakan makanan tersebut dimeja makan, citra pergi ke kamar Rio untuk melanjutkan tugas berikutnya yaitu memandikan Rio.


Sebenarnya youna sudah meminta untuk dia saja yang memandikan Rio namun citra menolaknya, dia ingin diketerbatasan waktunya selama ini dia harus semaksimal mungkin merawat dan memperhatikan Rio.


"anak mami"


"hai mami, apakah sudah selesai masaknya"


"sudah sayang, ayo Sekarang Rio mandi ya sama mami"


"baik mami"


Citra memandikan Rio dan memakaikan bajunya.

__ADS_1


Selesai memakai baju, Rio dan citra berjalan kemeja makan untuk sarapan bersama sebelum citra berangkat kerja dan sambil menunggu youna datang .


Ning nong Ning nong #anggap saja suar bel ya gaes.


Disela sarapan pagi mereka bel apartemen berbunyi, citra berdiri dan membuka pintu.


"Hai dek, lagi sarapan ya? *ucap youna yang baru sampai diapartemen citra.


"iya kak, Ayuk kita sarapan bareng" *ajak citra


"aku sudah sarapan tadi sama ibu, kamu lanjutin makan saja ini juga udah siang"


"yaudah Ayuk kak masuk"


Merekapun masuk dan citra kembali melahap makanannya, lalu pamit pada youna dan juga Rio untuk berangkat ke kantor.


"Rio mami berangkat kerja dulu ya sayang, kamu baik-baik dirumah, ingat ngga boleh nakal sama Tante youna"


"baik mami"


"kak, titip Rio ya "


"iya kamu tenang aja, serahin sama kakakmu ini" hehe


Citra bergegas kearah pintu dan membukanya Rio dan youna mengikuti citra dibelakang "dadah mami"


"dadah Rio" *citra melambaikan tangannya dan turun keparkiran untuk mengambil mobilnya.


Pukul 7:55 menit citra baru sampai dikantor, karena jalanan sedikit macet dan ada insiden kecelakaan dijalan yang dia lewati.


Dengan tergesa-gesa citra masuk kedalam lift menuju keruangannya, setelah masuk citra memencet tombol no dimana lantai ruangannya berada.


Saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba sebuah tangan menghalanginya dan pintu kembali terbuka lalu masuklah Adit yang juga barusaja sampai dikantornya.


Baik citra maupun Adit sama-sama kaget, saat mata mereka saling bertemu, walaupun sempat terbawa suasana namun sebisa mungkin citra menetralkan perasaannya.


"pagi pak Adit" *sapa citra pada Adit yang tidak lain adalah atasannya.


"pagi" *jawab Adit.


Mereka kembali diam, hingga suara lift berbunyi dan pintu terbuka, citra yang akan melangkahkan kakinya dipegang tangannya oleh Adit.


"citra apa nanti malam kamu ada waktu" *akhirnya Adit memberanikan diri untuk berbicara dengan citra.


"," citra hanya diam dan melepaskan tangan Adit lalu keluar dan berjalan menuju ruangannya


Aditpun pasrah, dia juga tidak mau memaksa citra, karena walau bagaimanapun mereka baru saja bertemu.

__ADS_1


Pintu lift kembali berbunyi dan Adit keluar menuju keruangannya.


"Selamat pagi tuan" *sapa Jung Soo yang sudah berada di kursinya menunggu sang bos dingin yang baru kali ini datang sedikit terlambat ketimbang hari biasanya.


"," Adit hanya mengangguk tanpa menjawab sapaan Jung Soo.


Jung Soo berjalan kemeja Adit untuk melaporkan agenda Adit hari ini.


"ohh iya bos, lusa setelah peluncuran produk baru kita, pihak produksi dan marketing akan mengadakan pesta kecil sebagai bentuk syukur karena mereka sudah berhasil menyelesaikan produk baru yang selama ini sudah mereka kerjakan dengan sangat maksimal, apa pak Adit bisa Hadir untuk memberikan kata sambutan?


"lihat saja besok"


"baik tuan bos"


Diruangan produksi citra melihat semua karyawan, sedang membahas gaun yang akan mereka pakai diacara malam pesta yang akan mereka adakan lusa.


"kamu pakai baju apa besok?


"aku sudah menyewa baju dibutik milik sepupu aku"


"wah ternyata bisa bisa disewain juga ya"


"iya, dari pada beli, mahal ,wkwk"


"eh, eh, tau ngga, katanya pak Adit bakal datang loh"


"yang bener kamu, wah kalau begitu aku harus tampil cantik saat pesta besok"


"aku juga harus pergi ke salon untuk merias wajah aku"


"hahaha, dasar genit"


"Yee, ngga papa kali, kan siapa tau pak Adit kecantol sama aku"


"bangun woi, jangan mimpi trus"


"hahaha"


Mendengar obrolan karyawannya citra ikut tersenyum, ternyta banyak banget yang ngefans sama mas Adit, padahal sikap mas Adit sekarang sangat dingin.


"aku juga belum nyiapin gaun untuk pesta besok lusa, pulang kerja mampir kemall dulu deh"


Citra kembali melanjutkan pekerjaannya.


Jam pulangpun datang, citra bergegas untuk pergi ke mall terlebih dahulu dan memberi kabar pada youna kalau dia akan pulang sedikit terlambat.


Sedangkan diruangannya Adit sedang kesal dengan mamahnya, yang terus saja memaksa Adit untuk pergi ke mall, lebih tepatnya ke restoran Jepang yang berada disana, untuk menemui anak dari sahabat mamahnya.

__ADS_1


Dengan terpkasa Aditpun mengikuti perintah mamahnya karena Adit malas jika harus berdebat dengan mamahnya.


Adit pergi ke mall dengan mengendarai mobil sport berwarna hitam miliknya, setelah sebelumnya dia mengganti bajunya dengan baju yang lebih santai.


__ADS_2