
Citra kaget mendengar ucapan Adit, jadi selama ini mereka berdua berada dinegara yang sama, dan perusahaan yang sama.
"kenapa pak adit tidak mencari istri? pak Adit kan sekarang sudah sukses dan wajah pak Adit juga tidak jelek? *citra yang tingkat keponya sangat tinggi tidak menyadari jika pertanyaan yang dia berikan kepada Adit barusan sama saja dengan pertanyaan "apa kamu masih mencintaiku" *acie*
Adit tersenyum mendengar pertanyaan citra membuat citra salah tingkah, dia merutuki kebodohannya yang malah bertanya hal pribadi seperti itu.
Padahal selama ini citra yang selalu membatasi kedekatan antara dirinya dan adit, citra meminta agar kedekatan mereka sekedar kedekatan antara bos dan karyawan.
"aku masih belum bisa melupakan wanita yang 4 tahun lalu tidur denganku"
"uhuk,,uhuk,, citra tersedak mendengar ucapan Adit dan langsung menenggak habis minuman Didepannya"
"makannya pelan-pelan mami" *ucap Rio yang melihat maminya tersedak saat makan.
Berbeda dengan Adit yang justru tersenyum melihat tingkah citra, dan citrapun kembali menghabiskan makanannya tanpa bertanya atau menjawab pernyataan Adit barusan.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul 07:30 pagi, mereka bertiga bersiap untuk berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil Adit, walaupun awalnya citra menolak keras permintaan Adit namun akhirnya dia tetap harus mengalah.
Tapi dengan satu syarat, mereka tidak masuk kedalam bersama, citra akan menunggu diparkiran sampai kondisi parkiran sepi dan dia akan masuk sendiri nantinya.
Aditpun mengiyakan permintaan citra, yang terpenting untuknya adalah citra sudah mau berangkat kerja bersamanya.
Mereka bertiga sampai dikantor setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, dan sesuai perjanjian Adit masuk terlebih dahulu kedalam dengan menuntun Rio, sedangkan citra masuk 5 menit setelah kepergian Adit dan anaknya.
Yang membuat citra tidak habis pikir adalah Rio sama sekali tidak keberatan saat citra mengatakan jika Rio akan ikut bersama Adit keruangannya dan berpisah dengan dirinya nanti saat dia mulai bekerja.
"huufftt" *citra menghela nafasnya berat.
Adit dan Rio yang sedari tadi jadi pusat perhatian, sejak mereka mulai melangkahkan kaki diloby perusahaan saat ini sudah sampai diruangan Adit.
Jung Soo yang melihat Adit datang bersama anak kecil yang cukup familiar itupun langsung bertanya kepada bosnya "bos kenapa anak ini ikut dengan anda?
"dia tidak ada yang menjaga dirumah, orang yang biasa menjaganya tidak bisa berangkat, karena ibunya sedang sakit, sedangkan ibu anak ini harus tetap bekerja, kamu tau sendiri kan kalau saya paling tidak suka karyawan saya ada yang bolos kerja" *jelas Adit membuat Jung Soo menahan tawanya.
"pintar sekali anda mencari alasan bos, bilang saja anda sedang mendekati ibunya, karena sedari kemarin hati anda tidak tenang saat tau Bu citra tidak berangkat kerja" *ucap jungsoo dalam hati.
"hallo anak manis" *sapa Jung Soo
"," Rio hanya diam menatap Jung Soo dengan wajah dinginnya.
"ya Tuhan ini si bos mini" *Jung Soo kembali dibuat tercengang dan saat ini oleh anak kecil yang berada digendongan Adit.
"apa hari ini ada meeting penting? *tanya Adit pada Jung Soo.
"tidak ada bos, hari ini anda free, paling hanya tanda tangan dokumen yang berada diatas meja anda, semua sudah saya cek ulang"
"," Adit mengangguk dan berjalan kesofa untuk mendudukkan Rio " sayang kamu disini ya, kalau kamu minta mainan atau jajan kamu tinggal bilang ke papi"
__ADS_1
"uhuk,uhuk,uhuk" Jung Soo tersedak air l*urnya sendiri mendengar panggilan Adit pada dirinya.
Jung Soo mengira setelah kejadian dipesta malam kemarin mereka berdua sudah melupakan panggilan itu satu sama lain tapi ternyata berlanjut sampai sekarang.
"fiks bos Adit sedang jatuh cinta sama janda beranak satu" *gumam jungsoo yang hanya bisa didengar olehnya.
"siap papi " *jawab Rio
Adit mulai mengerjakan pekerjaannya dan sesekali mengajak Rio berbicara, Rio sangat senang berada diruangan Adit karena dia bisa melihat rumah dan gedung serta jalanan yang berada dibawah.
"papi, mobilnya kecil ya" *tunjuk Rio
"iya sayang, soalnya kan Rio sedang berada dilantai yang tinggi" *jelas Adit.
"papi, Lio pengin obil-obilan pih"
"Rio mau mobil-mobilan? yang kecil atau yang besar sayang?
"yang ketil kaya itu pih"
"yaudah nanti om Jung beliin buat Rio ya, Jung kamu belikan mobil kecil untuk Rio "
"baik bos" Jung Soo turun kebawah untuk membeli pesanan bos kecilnya.
Saetengah jam berlalu, Jung Soo kembali keruangan Adit dengan membawa kantong kresek besar yang berisi banyak sekali mobil-mobilan.
"Rio ini mobil-mobilannya"
"awas berat sayang, biar om saja yang bukain"
"iya pih"
Jungsoo mulai membuka mobil-mobilan yang sudah dia beli satu persatu.
Rio begitu senang karena mendapat sangat banyak mobil-mobilaan dari papinya.
"makasih papi" *Rio berlari kearah Adit dan kembali mencium pipi Adit
"sama-sama sayang"
"om kok ngga dicium Rio" *pinta Jung Soo
"no" *jawab talak Rio membuat Adit tertawa terbahak-bahak sedangkan Adit cemberut.
Riopun bermain dengan mainan barunya sedangkan Adit dan Jung Soo melakaukan pekerjaan mereka, hingga jam istirahat tiba.
Citra berjalan kelantai atas untuk menemui Rio diruangan Adit.
__ADS_1
tok, tok, tok
"Masuk"
Citra masuk kedalam dan melihat Rio sedang bermain disana.
"Rio" *panggil citra karena Rio sangat fokus dengan mainannya.
"mami" *Rio berlari kearah citra dan memeluknya.
"Rio ngga nakal kan sayang?
"nda mami, Lio pintel"
Adit berjalan kearah Rio dan citra.
"maaf pak Adit kalo Rio merepotkan" *ucap citra
"ngga sama sekali cit, Rio anak yang pintar dan penurut"
"," citra tersenyum dan mengangguk.
"ini saya bawak makanan, tadi sebelum kesini saya mampir sebentar ke kantin"
"Yee makan" *teriak Rio "ayo mi, Pi kita makan"
Citra dan Adit mengangguk lalu citra dengan telaten menyiapkan makanan untuk Adit dan juga Rio, mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.
Citra menyuapi rio seperti biasanya, Adit yang melihat itupun tersenyum, dia sangat suka dengan sikap citra yang terlihat sangat keibuan itu.
Adit mendekatkan sendok yang berisi makanannya kemulut citra, membuat citra kaget.
"maksud pak Adit"
"makanlah"
"," citra menggeleng
"sebentar lagi jam istirahat selesai"
Citrapun membuka mulutnya dan menerima suapan Adit.
Dan sama sekali tidak merasa jijik Adit memakan sisa makanan yang masih menempel di sendok miliknya, membuat citra malu dan membuang wajahnya.
So sweet banget ya Adit.
Hai READERS Jangan lupa like cerita ini ya.
__ADS_1
Dan author mengucapkan terimakasih kepada kalian yang sudah like cerita ini.
Semoga kedepannya Author bisa lebih rajin lagi up nya.