PILIHAN PEWARIS TUNGGAL

PILIHAN PEWARIS TUNGGAL
BAB 43


__ADS_3

Awalnya adit mengabaikan telepon tersebut, namun karena ponselnya terus saja berdering, akhirnya Aditpun mengangkat teleponnya.


"hallo"


"hallo bos, ini saya jungsoo"


"iya kenapa Jung?


"begini bos, pak Toto supir perusahaan kita yang anda tugaskan untuk mengantarkan mobil Bu citra, mengalami kecelakaan di jalan menuju apartemen Bu citra bos, ini saya baru saja mendapatkan telepon dari keluarga pak Toto"


"apa?


"kenapa pak Adit? *tanya citra ketika mendengar Adit berteriak.


"," Adit hanya melambaikan tangannya tanpa menjawab pertanyaan citra, dia akan menjawab setelah teleponnya berakhir.


citra yang melihat itu, masuk terlebih dahulu kedalam untuk menemui anaknya.


"bos, kata tim penyelidik yang menangani kecelakaan pak Toto, mobil milik Bu citra remnya blong, dan itu disengaja karena rem yang terputus tersebut adalah bekas guntingan"


"jadi itu artinya ada yang ingin mencelakai citra?


"benar bos, beruntungnya Bu citra diantar pulang oleh anda"


"lalu kondisi pak Toto bagaimana?


"luka pak Toto tidak terlalu berat bos, karena beliau sudah wanti-wanti sebelum beliau menabrakkan mobil tersebut ke badan jalan"


"syukurlah kalau begitu, jungsoo saya serahkan masalah ini kepadamu"


"baik bos saya akan mengerahkan seluruh anak buah kita untuk mencari siapa dalang dibalik kecelakaan ini"


"bagus, saya tunggu secepatnya"


Selesai dengan teleponnya, Adit masuk kedalam menyusul citra, disana terlihat citra, RIo dan juga youna.


Youna yang pamit untuk pulang sempat berhenti dan menatap Adit dengan pandangan yang sulit diartikan.

__ADS_1


"tolong jangan pisahkan Rio dengan citra pak adit" *tiba-tiba youna berbicara sangat Pelan kepada Adit, hingga hanya Adit yang mendengar ucapan youna.


Aditpun mengangguk dengan rasa penasaran yang sangat besar "ada apa dengannya, kenapa bisa berbicara seperti itu, lagipula siapa yang mau memisahkan mereka, justru aku ingin mereka berdua berada disisiku" *ucap Adit dalam hati.


Youna keluar dari apartemen dan pulang kerumahnya.


"papi" Rio berlari dan memeluk Adit


"anak papi" *Adit mencium pipi Rio dan menggendongnya.


"apa papi tidur disini?


"tidak sayang, papi nanti pulang kerumah papi, lagipula kalau nanti papi tidur sini pasti mami bakal marah" *adit sengaja bilang seperti itu agar Rio mau merengek dan meminta agar citra mengijinkan Adit tidur disana.


Benar saja Rio Tiba- tiba berlari ke arah citra dan merengek, agar citra memperbolehkan Adit menginap disana.


Mendengar permintaan Rio, citra membulatkan matanya lalu melirik kearah Adit yang sedang tersenyum melihatnya.


"dasar Adit rese, bisa-bisanya dia manfaatin anaknya agar bisa tidur disini" *gumam citra yang hanya bisa didengar olehnya.


"," Rio mengangguk "jadi kalau papi nanti tidur sini, Oma nangis ya mami?


"benar sayang, jadi bilang sama papi kalau nanti papi harus pulang, biar Oma tidak menangis"


"baik mami"


Rio berlari kembali mendekati Adit dan menceritakan apa yang dikatakan citra kepadanya.


Kali ini giliran Adit yang membulatkan matanya dan melirik kearah citra,dan kali ini giliran citra yang tersenyum kepadanya.


"hahaha, berani-beraninya dia manfaatin anakku" *ucap citra dalam hati dengan mata yang terus tertuju pada Adit dan Rio.


Citrapun berjalan kekamarnya, meninggalkan Rio yang sedang mengobrol dengan Adit, dia berniat untuk mandi karena tubuhnya sudah sangat lengket.


30 menit berlalu, citra keluar dari kamarnya dengan memakai dres tidur berlengan tali dengan panjang selutut berwarna hitam sangat kontras dengan kulit putihnya, membuat citra terlihat sangat seksi dan anggun Dimata Adit.


Adit terus saja menatap citra tanpa berkedip.

__ADS_1


"sudah jam 9 pak Adit, lebih baik pak Adit pulang kerumah, takutnya nanti ibu pak Adit menangis mencari pak Adit yang tidak pulang-pulang" *nada bicara citra dibuat seperti dia sedang berbicara dengan Rio.


Adit yang mengetahui niat citra memutar otaknya agar dia tetap bisa tidur disini bersama citra dan juga Rio.


"iya papi, sekalang papi pulang ya, bial Oma nda nangis" *kali ini Rio ikut berbicara.


"Aduh, kok kepala papi pusing ya" *Adit pura-pura sakit.


"papi kenapa pi?papi sakit? *tanya Rio panik


"iya Rio, tiba-tiba kepala papi sakit, kayaknya papi tidak bisa pulang, karena papi ngga bisa nyetir mobil kalau kepala papi sakit"


"tlus nanti Oma bagaimana Pi?


"papi telepon Oma dulu, ngasih tau kalau papi tidur sama Rio, pasti boleh sama Oma"


"pak Adit " *citra memanggil Adit dengan nada sedikit tinggi


"Rio tolong bilangin mami, biar mami ngga marahin papi, papi kan lagi sakit "


"mami, jangan malahin papi dong mi, kasian papi mi"


Citra hanya memutar bola matanya malas menanggapi kelakuan Adit, dia pasrah jika nantinya Adit menginap dirumahnya.


"yasudah terserah Rio kalau pak Adit boleh tidur disini, mami capek mau tidur dulu "


Citra berjalan menuju kamarnya dan berbaring ditempat tidurnya.


Sedangkan Adit dan Rio masuk kedalam kamar Rio, Adit mencoba menidurkan Rio dengan membacakan dongeng untuknya.


Baru beberapa menit Adit bercerita, Rio sudah tertidur pulas.


Adit yang merasa haus pergi kedapur untuk mengambil air minum untuknya.


Namun dia melihat citra yang juga sedang mengambil air minum disana, citra tidak menyadari kedatangan Adit karena posisi citra membelakangi Adit


Adit terus berjalan mendekati citra dan #bug#

__ADS_1


__ADS_2