
Diparkiran, hujan deras yang sebelumnya sudah berhenti kembali turun dan kali ini petir juga sudah mulai menyambar-nyambar dilangit hitam.
"Aww" citra tiba-tiba berteriak dan meringkuk disebelah mobilnya.
Adit dan Jung Soo yang sudah berada didalam mobil milik Adit kaget dengan suara jeritan citra dan kembali membuka pintu mobil Adit dan berlari kearah citra.
Apalagi Adit yang sangat panik dengan keadaan citra, dia masih sangat paham jika citra sangat takut dengan yang namanya petir.
Dia ingat dulu saat mereka berdua dihotel dan karena kejadian itu mereka berpisah , ahh, entahlah Adit tidak ingin mengingat-ingat kejadian 4 tahun lalu.
Adit yang berniat akan mendekat dan menolong citra harus menelan pil pahit karena Jung Soo lebih dulu menolongnya, dan betapa kagetnya Adit saat tiba-tiba petir kembali menyambar dan dengan spontan citra memeluk tubuh Jung Soo.
Jung Soo dengan senang hati menerima pelukan citra dan mencoba menenangkannya, sebenarnya Jung Soo juga menyukai citra sejak awal mereka bertemu, namun Jung Soo tidsk mau terburu-buru menyatakan cintanya kepada citra, Selain terlalu cepat Jung Soo juga tidak mau kalau sampai citra menjauhinya.
"tenang nona" *Jung Soo mengusap kepala citra dengan lembut dan spontan Adit memukul telapak tangan Jung Soo.
"singkirkan tangan kamu" *ucap Adit dengan nada begitu dingin
"tapi nona citra ketakutan bos" *bela Jung Soo
"biarkan saya saja yang menolongnya" *pinta Adit dan Jung Soo pun mengikuti perintah bosnya.
Jung Soo tidak bisa menolak permintaan bos nya jika nada bicaranya sudah menyeramkan seperti ini .
Citra dengan tubuh bergetarnya hanya diam saat Adit memapahnya masuk kedalam mobil.
Adit menyuruh Jung Soo mengikuti mobil citra dibelakang sedangkan Adit yang menyetir mobil citra.
Disepanjang perjalanan citra hanya diam dan aditpun sama, Adit bingung harus memulai obrolan dari mana, sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada wanita disebelahnya ini, namun dia urungkan mengingat saat ini kondisi citra sedang ketakutan.
__ADS_1
25menit berjalan, mobil citra sampai diapartemennya, Adit membuka pintu mobil citra dan menuntun citra masuk menuju rumah citra.
Walaupun awalnya menolak namun karena Adit terus memaksa akhirnya citrapun mengiyakan.
Sampai dirumah citra Adit nemencel bel dan tidak lama seoran perempuan membuka pintunya.
"loh dek kamu kenapa? *ucap youna ketika melihat wajah citra yang sedikit pucat.
Youna juga melihat kearah Adit yang sedang menuntut tubuh citra.
*deg* youna begitu kaget saat melihat wajah pria yang sedang menuntun citra, dia begitu mirip dengan Rio, apa ini papinya Rio*pikir youna.
"citra tidak papa kak, tolong tuntun citra kedalam, dan pak Adit terimakasih atas bantuannya, maaf karena sudah terlalu malam saya tidak bisa mempersilahkan anda untuk mampir kerumah saya"
"," Adit mengangguk dan pergi tanpa sepatah katapun.
Youna menuntut citra masuk kedalam dan menutup pintu rumah "dek apa yang Kaka pikirkan ini benar?
"apa dia papi Rio?
Wajah citra seketika tegang, bagaimana mungkin youna tau.
"kenapa Kakan bisa menyimpulkan seperti itu "
"wajah tuan tadi sangat mirip dengan wajah Rio, bagaimana mungkin kakak tidak mengira dia papinya Rio"
Citra menggelengkan kepalanya, dia mengelak.
"bukan kok kak, mungkin hanya kebetulan saja, Rio mana?
__ADS_1
"ishh kamu belum jawab pertanyaan kakak yang pertama, kamu kenapa?
"tadi pas citra pulang tiba-tiba hujan deras disertai petir, kakak kan tau sendiri citra sangat takut dengan petir"
"oo, begitu, terus kenapa tuan tadi yang mengantarkan kamu"
"soalnya tadi bos citra itu juga baru pulang kerja, mungkin dia juga lembur"
"yasudah kamu mandi dulu sana, Rio sudah tidur dikamar, Kaka pulang ya"
"," citra mengangguk "hati-hati ya kak, makasih dan maaf sudah merepotkan kakak.
"sipp"
Youna pulang kerumahnya dan citra segera membersihkan badannya.
Diperjalanan Adit terus saja terdiam menatap keluar jendela, dia masih tidak menyangka jika selama ini citra berada dikorea dan bekerja diperusahaannya.
Ya, setelah melihat citra tadi siang, Adit langsung mencari informasi melalu bagian admistrasi karyawan, tentang latar belakang citra
"jadi selama 4 tahun ini kamu bekerja dikantor cabang perusahaanku sendiri cit, kenapa aku tidak pernah bertemu dengang kamu saat aku kunjungan kesana"
Bahkan nyonya Kim saja tidak bisa menemukan citra, padahal sudah mengerahkan seluruh anak buahnya.
Adit sampai diapartemen miliknya, semenjak Adit bekerja di perusahaan papi tirinya, dia memutuskan untuk tinggal diapartemen seorang diri, dia hanya ingin belajar mandiri tidak bergantung pada mamah dan papinya.
Adit membuka pintu apartemen dan masuk menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Diguyuran shower Adit kembali mengingat wajah citra yang semakin cantik dan gayanya terlihat sangat dewasa.
__ADS_1
"masih tetap cantik kamu sayang" *tanpa sadar Adit memanggil citra dengan sebutan sayang seperti dulu.