
Hingga jam kerja pulang.
Citra yang baru saja memandikan Rio mendengar suara bel pintu apartemen miliknya.
Citra mengerutkan alisnya "loh bukannya kak Youna bilang ngga kesini dulu hari ini" *ucap citra lalu menggendong Rio dan berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.
Saat pintu sudah terbuka citra terdiam cukup lama melihat siapa orang yang berada didepannya.
"papi" *panggil Rio, membuat citra seketika tersadar dari diamnya.
"Rio ngga boleh panggil papi sama pak Adit, panggil om"
"nda mau mi, Lio Mauna panggil papi nda mau om"
Citra akhirnya sedikit tersulut emosi dan membentak Rio "rio nurut sama mami"
"huwaaaa" *Rio yang tidak pernah melihat maminya membentaknya selama inipun menangis dan meminta turun dari gendongannya.
Rio berlari kearah Adit dan meminta digendong Adit "papi, mami jahat papi, Lio Mauna sama papi aja" *ucap Rio masih dengan menangis.
Aditpun yang tidak tega melihat Rio menangis segera menggendong tubuh mungil Rio dan mencium pipi Rio, sungguh Adit semakin merasa ada ikatan batin diantara mereka.
"sudah cit, biarkan saja, aku ngga masalah kok kalau Rio panggil aku papi"
"tapi saya masalah pak Adit" *ucap tegas citra.
"ngomong-ngomong ada keperluan apa anda kerumah saya?
"tadi kenapa kamu tidak berangkat kerja cit? apa kamu sakit?
"saya tidak kenapa-kenapa pak, tadi kak Youna yang biasa menjaga Rio kalau saya berangkat kerja tidak bisa datang karena ibunya sedang sakit, jadi saya terpaksa mengambil ijin dan menjaga Rio dirumah"
"," Adit mengangguk "besok kalau kak Youna tidak datang lagi kamu bawa saja Rio kekantor, biar nanti aku yang menjaganya"
Citra langsung mendongak menatap wajah Adit "pak Adit suka bercanda juga ya ternyata, ayo Rio sama mami"
"nda mau Lio maunya sama papi"
"aku ngga bercanda citra, aku serius"
"maaf pak tapi saya tidak bisa membawa Rio, biar nanti saya bawa Rio ke tempat penitipan anak saja" *jelas citra membuat Adit membelalakkan matanya.
"apa dia bilang anaku mau dititipkan ke tempat penitipan anak" *ucap Adit dalam hati, walaupun Adit belum punya bukti kalau Rio adalah anaknya, namun hati nalurinya tidak bisa berbohong, dia merasa mempunyai ikatan batin yang sangat kuat dengan anak laki-laki yang sekarang sedang berada didalam gendongannya ini.
"no!! aku tidak mengijinkan Rio kamu titipkan ketempat penitipan anak"
"sekali lagi saya minta maaf pak Adit, tapi saya tidak membutuhkan izin anda, Rio masuk sama mami" *citra menatap Rio dengan wajah marahnya membuat Rio takut dan akhirnya Rio mau mengikuti citra untuk masuk kedalam.
__ADS_1
Adit menahan tangan citra yang akan menutup pintu didepannya "citra tunggu, apa kamu tidak mau mempersilahkan aku masuk, jangan mencari alasan aku ngga menerima penolakan" *tanpa menunggu jawaban dari citra, Adit berjalan masuk kedalam dan duduk disofa ruang tamu
Walaupun awalnya Rio bingung melihat papinya yang malah masuk kedalam, akhirnya Rio meminta turun dari gendongan maminya dan berlari kearah Adit lalu duduk di pangkuannya
"papi, Lio mau sama papi"
"sini sayang sama papi"
Berbeda dengan citra yang diam menatap dua manusia yang sudah seperti pinang dibelah dua itu.
"kalau begitu saya permisi dulu, saya akan menyiapkan makan malam untuk kita, karena sudah masuk jam makan malam"
"," Adit mengangguk
"papi, ayo kita mainan, Lio Puna banak mainan loh"
"mana papi lihat"
"ayo papi ikut Lio" *Rio menuntut tangan Adit menuju ke kamarnya.
Sepanjang perjalanan Adit menuju kekamar Rio, Adit begitu takjub bagaiman bisa citra mendesain apartemen minimalis ini menjadi apartemen yang sangat bagus dan rapi.
Hingga langkahnya masuk kekamar milik Rio, Adit semakin dibuat takjub, kamar dengan warna bernuansa biru muda dengan gambar-gambar khas anak laki-laki dan furniture yang didesain khusus untuk anak laki-laki, membuat kamar Rio begitu indah.
"dia benar-benar bekerja untuk membahagiakan anaknya, citra sebenarnya Rio anak siapa? kalau benar dia anaku aku berjanji akan membahagiakan kalian" *gumam Adit dengan pandangan yang terus fokus pada kamar dan mainan Rio.
"ngga papa sayang, ayo katanya mau main"
"ayo papi ,yeeee" *Rio terlihat begitu bahagia.
Mereka berdua bermain dengan sangat bahagia, terutama Rio yang dari dulu sangat merindukan sosok papi.
Citra yang akan masuk kedalam kamar Rio menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kamar Rio, citra terus memandang ayah dan anak didepannya.
Tanpa citra sadari, bulir air mata menetes dipipinya "Rio maafin mami sayang"
"mami " *Rio memanggil maminya yang sedang berdiri didepan pintu.
"sayang ayo makan malam, pak Adit silahkan makan malam dulu"
"Yee" Rio berlari menuju meja makan, meninggalkan citra dan Adit.
Citra tersenyum dan berniat melangkahkan kakinya, namun tangannya ditarik oleh Adit membuat citra jatuh kedalam pelukan Adit.
"pa, pak Adit lepaskan"
"biarkan seperti ini cit, mas kangen"
__ADS_1
"pak Adit tolong jaga sikap anda, bagaimana kalau Rio lihat"
"biarkan saja, Rio pasti senang melihat mami dan papinya sedang berpelukan"
Citra mendorong tubuh Adit cukup keras "kalau anda tidak bisa menjaga sikap anda, lebih baik anda pulang"
Mendengar ucapan citra, Adit terdiam dan akhirnya meminta maaf "maafin aku citra, tapi jujur aku sangat merindukanmu"
"cukup pak Adit mari kita makan malam, setelah itu anda bisa langsung pulang" Citra berjalan menyusul Rio kemeja makan.
"," tanpa menjawab ucapan citra, Adit mengikuti wanita yang sangat dia cintai didepannya.
"aku akan sabar menunggu kamu sayang" *ucap Adit dalam hati, cukup sulit untuk dia mendekati citra saat ini, Adit tidak mau gegabah, dia tidak mau kejadian 4 tahun lalu terulang kembali.
Merekapun akhirnya menghabiskan makan malam mereka, hanya suara Rio yang terdengar dimeja makan tersebut.
Waktu sudah menunjukan pukul 7:30 malam, Adit pamit untuk pulang "papi pulang ya sayang"
"jangan papi tidul disini aja sama Lio"
"Rio " tegur citra
"papi mami sekalang galak, papi temenin Lio ya " *ucap Rio dengan puppy eyes nya.
"papi harus pulang sayang, papi kan ngga bawa baju ganti, masa papi tidur pakai pakaian seperti ini"
"papi pake baju mami aja"
Adit tersenyum dan menatap citra yang sedang cemberut.
"besok papi kesini lagi"
"benel ya Pi Yee"
"maksud pak Adit? *ucap citra yang kaget mendengar ucapan Adit.
"bener Rio besok papi mampir lagi kesini, malam ini Rio nurut sama mami dulu ya? *Adit tidak menanggapi ucapan citra, dia sedang tidak mau berdebat apalagi didepan Rio.
"," Rio mengangguk
"ya sudah papi pulang Rio, bye"
"bye papi, hati-hati"
"pulang dulu ya cit"
"," citra hanya mengangguk.
__ADS_1