
"apa lebih baik kita berhenti saja pak Sekarang, biar nanti saat kita sudah berada dibawah saya bilang ke petugas untuk memberhentikan biang Lala ini, soalnya kalau dilanjutkan masih dua kali putaran lagi?
"tidak perlu cit, kasian Rio dia terlihat sangat bahagia menaiki bianglala ini" *ucap Adit dengan nada lirih.
"tidak papa pak Adit, saya takut pak Adit kenapa-kenapa jika dilanjutkan, Rio juga pasti mengerti pak"
"tidak perlu citra, karena dengan sentuhan ini dan pelukan ini rasa takut yang aku rasakan sedari tadi, sedikit demi sedikit mulai menghilang" *Adit menunjuk tangan citra yang sedang menggenggam tangannya lalu mengelus kepala Rio yang sedang memeluknya.
Citra yang malu mencoba melepaskan genggamannya dari tangan Adit, namun tangannya ditahan oleh Adit "jangan lepaskan genggaman ini" *Adit lalu menarik tubuh citra, membuat kepala citra menabrak dada bidang miliknya lalu menahan punggung citra agar tidak menghindar.
Perasaan citra semakin campur aduk "pak Adit tolong jangan seperti ini, tidak enak dilihat Rio"
"lihat saja Rio, dia saja terus terusan tersenyum melihat kedekatan kita"
"iya mi, Lio seneng liat mami sama papi, soalna kan Dali dulu mami sendilian telus"
#jleb#
"ya Tuhan bisa-bisanya anak umur 3tahun ngomong seperti itu" *ucap citra dalam hati sambil menatap Rio yang tidak berhenti tersenyum.
"tuh Rio aja pinter, iya kan sayang? *tanya Adit pada Rio.
"iya dong, kan lio anak papi"
#jleb#
Citra kembali dibuat terkejut dengan ucapan anaknya, selama lebih dari tiga tahun citra merawat dan membesarkan Rio pagi dan malam mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk anak laki-laki didepannya ini, namun dengan Adit yang baru Beberapa hari bertemu, Rio dengan gampangnya berkata "Rio anak papi"
__ADS_1
Citra mendorong tubuh Adit dan berhasil lepas dari pelukan Adit, wajah citra berubah menjadi dingin, Adit yang menyadari itu mencoba menasihati Rio.
"Rio ngga boleh bilang begitu sayang, Rio itu anak mami sama papi"
Citra menoleh dan memelototi Adit karena tidak terima dengan perkataan Adit yang menyebut Rio adalah anak citra dan Adit.
Walaupun memang demikian, namun entahlah citra masih belum siap jika harus kembali dengan Adit, ingatan masa lalunya masih belum sepenuhnya dia lupakan.
Rasa bersalah dan berdosa yang 4 tahun lalu citra lakukan masih membuat citra selalu merasa dia adalah wanita murahan, padahal Adit sama sekali tidak pernah berfikiran seperti itu.
"iya iya Pi, Lio anak mami sama papi, Lio sayang mami sama papi"*Rio lalu mendekati citra dan memeluknya, lalu duduk ditengah-tengah antara Adit dan citra.
Rasa takut Adit sudah sepenuhnya menghilang, ketakutannya pada ketinggian yang dia rasakan dari dia masih kecil, hilang total diumurnya yang Sekarang hampir memasuki kepala tiga , dan itu karena wanita cantik bernama citra dan anak laki-lakinya.
Tidak terasa biang Lala yang mereka naiki sudah berhenti, Adit , Rio dan citrapun turun.
"ayo Pi, Lio mau kesana" *Baru saja turun dari bianglala, Rio menarik tangan Adit, kali ini Rio merengek meminta permen kapas berbentuk Doraemon yang dijual ditaman hiburan tersebut.
"huwaaa,, papi, Lio mau itu,,huwaa"* Rio tidak berhenti menangis.
"sesekali aja cit, boleh ya, Kasian" *Adit mencoba membujuk Citra karena Rio yang tidak mau berhenti menangis padahal sudah dibujuk dengan berbagai cara.
Akhirnya citra mengangguk , bukan karena bujukan Adit namun suara tangisan Rio yang membuat para pengunjung lainnya terus memperhatikan mereka, membuat citra malu dan tidak nyaman.
"yasudah ayo Rio kita beli permen kapasnya" *ajak Adit lalu menuntun tangan Rio.
"Yee" *Rio tertawa bahagia, padahal beberapa detik sebelumnya dia masih menangis.
__ADS_1
Membuat Adit dan citra menggelengkan kepala mereka, begitulah anak-anak.
Citra yang malas untuk ikut, memilih duduk dikursi yang berada tidak jauh dari penjual permen kapas tersebut "mami tunggu disini ya Rio"
Adit dan Rio mengangguk lalu berjalan menuju penjual kapas untuk membelinya.
Citra kembali merenung saat mengingat kedekatan Rio dan Adit saat ini, citra tidak tau harus berbuat apa dan citra juga yakin pasti dibelakang citra Adit diam-diam mencari tau tentang siapa Rio.
Dengan semua kekuasaan yang dimiliki Adit, sangat mudah bagi Adit untuk mendapatkan info tentang Rio.
Rio dan Aditpun kembali dan duduk disebelah citra "lagi Mikirin apa si cit? *tanya Adit yang saat ini duduk disebelah citra
Citra menoleh dan menatap Adit "ngga mikirin apa-apa kok pak Adit, ayo kita pulang pak Adit, sudah sangat malam"
Adit mengangguk "ayo"
"ayo Rio kita pulang sayang?
"ayo mi" *jawab Rio dengan mulut yang sedang mengunyah permen kapas.
Mereka bertigapun pulang kerumah tepat pukul 9 malam.
Sampai dirumah citra, Rio yang tertidur semenjak dalam perjalanan pulang tadi langsung digendong oleh Adit sampai kekamar Rio.
"makasih pak adit" *ucap citra yang saat ini berada dibelakang Adit.
Adit yang baru saja membaringkan tubuh Rio berdiri dan menoleh menatap wajah citra.
__ADS_1
"sama-sama sayang" *ucap Adit tanpa sadar membuat citra kaget dan mengerutkan keningnya.
"maaf tadi bapak bilang apa?" *citra pura-pura tidak mendengar ucapan Adit, dan berusaha menguasai perasaannya.