
Sampai diapartemen, Adit menyuruh citra untuk masuk kedalam dan duduk diruang tamu.
"pak Adit mau kemana? *tanya citra ketika melihat Adit berjalan menuju lantai atas.
"aku kan sudah bilang, aku mau mandi dulu"
"oo"
"kenapa? apa kamu mau ikut? *ucap Adit dengan senyum yang sulit diartikan.
"CK nyebelin banget si" *ucap citra dengan mengerucutkan bibirnya.
"hahahaha" *Adit tertawa dan kembali berjalan menuju kamarnya.
Sedangkan disofa ruang tamu, citra sedang dibuat takjub dengan apartemen milik Adit yang sangat besar dan juga luas, apalagi model bangunan, pemilihan furniture dan penataannya yang sangat pas, membuat apartemen Adit begitu perfeck dan berkelas.
"apartemen ini pasti sangat mahal, kalau aku si harus nabung 50 tahun lebih kali ya, agar punya apartemen sebesar ini" *ucap citra yang dengan mata yang menyapu seluruh ruangan disana.
"tidak perlu, kamu hanya cukup menikah denganku, kalau kamu ingin mempunyai apartemen ini dan semua isinya" *tiba-tiba Adit sudah berada dibawah tangga dan mendengar semua ucapan citra.
Citra kaget mendengar suara Adit, wajahnya langsung memerah karena malu "kenapa pak Adit sudah berdiri disitu, bukannya anda bilang mau mandi dulu?
"iya tadinya aku mau mandi, tapi aku lupa belum mengambilkan minuman untuk tamu spesial yang pasti saat ini sedang kehausan karena baru selesai menangis" *Adit langsung berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman didalam lemari es.
Dengan membawa dua botol minuman ditangannya, Adit berjalan kembali ke ruang tamu lalu memberikan satu botol minuman bersoda tersebut kecitra.
"ini diminum" *Adit duduk disebelah citra dengan santainya.
Melihat Adit yang duduk didekatnya citra menggeserkan tubuhnya menjauh dari Adit, namun dengan sengaja, Adit ikut menggeser tubuhnya hingga citra mentok kepojok sofa dan tidak bisa menggeser tubuhnya lagi.
"mas Adit jangan mulai deh" #ups#
Citra langsung menutup mulutnya yang dengan lancang memanggil Adit dengan panggilan mas, karena dulu Adit suka sekali menggoda citra dengan cara seperti ini.
Adit menoleh menatap wajah citra dengan sangat lekat, dia ingin citra terus memanggilnya dengan sebutan "mas" lagi seperti dulu.
__ADS_1
"bisa diulang lagi ngga tadi kamu panggil aku apa?
"pak Adit"
"bukan itu, yang barusan tadi"
"iya Pak Adit"
"sayang, aku mohon panggil aku lagi dengan sebutan mas, sama seperti dulu"
"maaf pak, saya tidak bisa"
"harus bisa"
"lah kok maksa si?
Adit mendekatkan wajahnya kewajah citra, dan lagi-lagi jantung citra dibuat maraton oleh Adit.
"anda mau apa pak"
"," Adit tidak menjawab dan terus mendekatkan wajahnya, membuat citra yang tadinya membulatkan matanya, kali ini justru menutup mata.
"pengin banget ya dicium? *Adit berbisik di telinga citra dan berdiri, lalu berjalan ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Wajah citra sudah seperti udang rebus saat ini, ada perasaan malu, kesal dan kecewa disana.
"dasar rese"
sedangkan didalam kamarnya Adit terus saja tersenyum, dia sangat senang karena bisa sedekat ini dengan citra.
Adit juga terus membayangkan wajah citra, semakin citra menahan malu semakin merah wajah citra dan membuatnya semakin cantik.
"sabar Adit, sabar, tahan perasaan kamu"
Aditpun masuk kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Setengah jam berlalu, Adit keluar dari kamar dengan memakai baju casual dan berjalan menemui citra.
Saat Adit sampai diruang tamu, dia melihat citra yang sedang tertidur pulas disana.
"mungkin dia kelelahan karena tadi menangis"
Adit mendekati citra dan duduk dikursi yang berada disebelah kursi citra.
Adit menatap wajah cantik citra yang sedang tertidur disana "cantik banget si kamu sayang"
Adit mengecup kening citra cukup lama, menyalurkan rasa sayangnya yang sangat besar terhadap wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan anaknya seorang diri tanpa dia disampingnya.
"love citraku"
Adit berdiri dan berniat untuk membenarkan posisi tidur citra agar lebih nyaman, namun citra lebih dulu membuka matanya.
"pak Adit mau apa? *tanya citra gugup.
"aku cuma mau membenarkan posisi tidur kamu agar lebih nyaman"
"tidak perlu pak Adit, mari kita pulang sekarang pak"
"yasudah ayo"
"pak tunggu, saya mau bertanya tentang mobil saya yang tadi saya tinggal dikantor, apa disana aman pak? soalnya kuncinya belum saya cabut"
"oo, aku telpon supir perusahaan dulu, untuk mengantarkan mobil kamu keapartement"
"terimakasih pak Adit"
Aditpun menelpon pak Toto, supir perusahaan yang sudah bertahun-tahun bekerja disana.
Selesai menelpon Adit memegang tangan citra dan menuntunnya sampai ke parkiran dan Mereka berduapun akhirnya pulang ke apartemen citra.
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit mereka berdua sampai diapartemen citra.
__ADS_1
Baru saja mereka mau membuka pintu, tiba-tiba suara ponsel Adit berbunyi.
"nomor siapa ini?